Rabu, 09 Februari 2011

Gus Mus: Dunia Jangan Jadi Tujuan Hidup

Rembang, KARTANU. Wong saiki seneng ngopeni urusan amal-amal sak durunge mati, lali amal-amal badane mati (Orang sekarang suka mengurusi urusan amal-amal sebelum mati, lupa dengan amal-amal setelah mati).

Demikian disampaikan KH A Mustofa Bisri saat mengisi pengajian pasanan kitab Riyadhus Shalihin, di Pondok Pesantren Raoudlatut Thalibin, Rembang, Jawa Tengah, Jumat malam (5/07).

Gus Mus: Dunia Jangan Jadi Tujuan Hidup (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Dunia Jangan Jadi Tujuan Hidup (Sumber Gambar : Nu Online)


Gus Mus: Dunia Jangan Jadi Tujuan Hidup

Terkait masalah kelalaian manusia akan akhirat, kiai yang akrab disapa Gus Mus ini menjelaskan bahwa dunia adalah salah satu hal yang dapat membuat orang lupa kepada Allah, bahkan sampai berlebihan mencintai dunia.

Bagi Gus Mus, sekarang banyak pejabat memiliki mobil dan uang melimpah, tapi masih saja melakukan korupsi. Ada pula masyarakat yang mengaku sebagai orang miskin sehingga ketika ada bantuan-bantuan ia datang.

KARTANU

Gus Mus menyindir orang seperti itu sebagai orang fakir karena masih butuh dengan memakan uang rakyat. Itu akar masalahnya, karena pada rebutan dunia bukan rebutan surga, ujar kiai yang sudah banyak menerbitkan buku tentang keislaman, kumpulan esai, puisi, cerpen dan humor ini.

Gus Mus membenarkan bahwa mencintai persoalan duniawi sangat menyakitkan hati, bahkan sebagai sumber keterpurukan Indonesia. Makanya, dunia dipandang apa adanya, jangan jadi tujuan hidup, pesannya.

KARTANU

Dicontohkan, kiai zaman dahulu mampu bertakwa dengan sangat sungguh-sungguh, walaupun pekerjaannya hanya petani. Hidupnya makmur karena dicukupi Allah. Coba takwa, nanti dapat rizki yang tidak terduga-duga, tuturnya dalam pengajian yang dihadiri ratusan santri dan masyarakat umum.

Untuk itu, Rais Aam PBNU ini berpesan supaya meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Takwa memang sangat sulit, karena harus melaksanakan semua perintah Allah, dan meninggalkan semua larangan Allah. Berjalan menuju Allah ibarat berjalan di atas jalan yang banyak ranjaunya, tambahnya.

Makanya mintalah kepada Allah supaya diberi petunjuk, ketaqwaan, kehormatan diri, dan tidak butuh dengan dunia lagi, tegas pengasuh Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin ini.

Selama pengajian kitab Ramadhan ini, Gus Mus membacakan empat kitab, yakni Kimiyaus Saadah, Idhatun Nasyiin, Burdah Al-Bushiry, dan Riyadhus Shalihin. Khusus kitab Riyadhus Shalihin yang dilaksanakan usai shalat tarawih, dalam beberapa kesempatan kemarin, selalu ramai dihadiri masyarakat sekitar. Pengajian Riyadhus Shalihin ini juga bisa disimak secara online di Radio NU dengan mengklik radio.nu.or.id. (Muhammad Zidni Nafi/Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/53106/gus-mus-dunia-jangan-jadi-tujuan-hidup

Informasi seputar KARTANU dan eKartanu.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KARTANU sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KARTANU. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KARTANU dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock