Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Maret 2016

Kewalian Gus Dur Dibedah di Ajang Munas

Cirebon, KARTANU. Ketika Jalaluddin Rumi meninggal, kucing di rumahnya terlihat sedih berhari-hari, dan lalu meninggal pula. Ketika KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) wafat, juga demikian, beberapa hari kemudian kucing di rumahnya meninggal, kata Kiai Husein Muhammad.

Dalam acara bedah bukunya yang berjudul Sang Zahid: Mengarungi Sufisme Gus Dur yang diselenggarakan Intelektual Muhajirin NU (IMNU) Cirebon, di Yayasan Khatulistiwa Kempek, Ahad (16/9), ia membandingkan Gus Dur dengan Jalaluddin Rumi.

Kewalian Gus Dur Dibedah di Ajang Munas (Sumber Gambar : Nu Online)
Kewalian Gus Dur Dibedah di Ajang Munas (Sumber Gambar : Nu Online)


Kewalian Gus Dur Dibedah di Ajang Munas

Kiai Husein mengatakan, situasi yang sosial politik yang melingkupi saat wafatnya wali besar Jalaluddin Rumi, dimana waktu itu banyak konflik, dimana keragaman terus diperjuangkan, tetapi konflik sosial juga sangat rawan. Ini sama persis dengan situasi sosial politik di saat Gus Dur wafat.

KARTANU

Pernyataan Kiai Husein ini dilontarkannya untuk menegaskan bahwa apa yang dilakukan Gus Dur selama ini memiliki dasar yang kuat dalam Islam, khususnya spiritualitas Islam.

KARTANU

Buku Sang Zahid ini, sesungguhnya hasil refleksi saya atas kebersamaan saya dengan Gus Dur sejak 1997. Saat itu beliau mulai sakit-sakitan, stroke, saya paling tidak waktu itu dua kali sekali dalam sebulan berkunjung ke rumah beliau. Saya menyaksikan sendiri bagaimana Gus Dur berperilaku setiap hari, demikian jelas Kiai Husein.

Gus Dur bukanlah budayawan, bukan seorang pembela HAM, bukan pembela minoritas, bukan politikus, bukan pemikir Islam dan bukan ulama, tetapi Gus Dur adalah menjadi semuanya itu. Gus Dur selama ini banyak bergerak di berbagai bidang, dan memiliki effek bagi orang banyak. Apakah yang melandasi semua gerakan itu. Yang menggerakkannya adalah spiritualitas Gus Dur, yang memiliki rujukan pada spritualitas Islam (tasawuf), katanya.

Gus Dur sering dianggap aneh, dan ucapannya baru dianggap benar, karena ternyata di kemudian hari ucapan Gus Dur malah terbukti. Hal ini sesuai dengan spiritualitas Ibnu Athaillah Sakandari dalam kita Hikamnya yang mengatakan bahwa bagi orang-orang suci yang dekat dengan Allah, kata-katanya bisa mendahului zamannya. Ini bukan sesuatu yang aneh menurutnya, karena sering juga dialami oleh para Wali Allah. Demikianlah Kiai Husein, secara panjang lebar menjelaskan tentang sisi-sisi kewalian Gus Dur.

Sementara itu pembanding, rektor IAIN Syeikh Nurdjati Cirebon, Prof Dr Maksum Mochtar, menyampaikan, tidak cukup untuk hanya mengagumi Gus Dur. Yang lebih penting adalah bagaimana kita bisa seperti Gus Dur.

Dan ini bisa saja, melalui pendidikan dengan basis penguatan neurosains mungkin saja kecerdasan kita bisa meningkat sebagaiman Gus Dur. Kita jangan lihat Gus Dur sekarang, tetapi lihatlah prosesnya menjadi sebesar itu.

Pembanding lainnya, rektor ISIF, Prof Dr Chozin Nashuha, mengusulkan adanya pemetaan posisi Gus Dur di antara sufi-sufi besar yang ada.

Mari kita lihat, bila dibanding dengan tokoh-tokoh sufi yang ada, maka Gus Dur itu adalah salah satu produsen pemikiran-pemikiran tasawuf, atau agen penyalur saja, ata bahkan hanya konsumen saja? katanya, seraya melempar pertanyaan ke forum.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ali Mursyid

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/39828/quotkewalianquot-gus-dur-dibedah-di-ajang-munas

KARTANU

Kamis, 23 Januari 2014

Ini Dalil Mahallul Qiyam Maulid

KARTANU - Mahallul Qiyam atau berdiri ketika tengah membaca shalawat itu sangat-sangat dibolehkan. Jika ada yang membid'ahkan mahallul qiyam ketika kita sedang membaca sirah nabawiyah dalam bentuk syair berbait macam Al Barzanji, Diba', Burdah, SImtut Duror dan lainnya, maka ia sebetulnya sedang melarang kita untuk berdzikir, padahal, berdzikir kepada Allah dapat dilakukan dalam posisi apapun, sebagaimana dalam ayat berikut:

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ ... (ال عمران ١٩١)

"(Ulul Albab yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring..." (Ali Imran: 191)

Ini Dalil Mahallul Qiyam Maulid - KARTANU
Ini Dalil Mahallul Qiyam Maulid - KARTANU


Ini Dalil Mahallul Qiyam Maulid

KARTANU

Dan kita ketahui bahwa shalawat adalah dzikir karena diperintahkan dalam Al-Quran dan banyak hadist. Dengan demikian, membaca shalawat tetap boleh, baik dengan cara duduk atau berdiri.

Amaliah di lingkungan kita berupa berdiri saat mengisahkan kelahiran Nabi Muhammad shalla Allahu alaihi wa sallama telah dilakukan sejak abad pertengahan Islam yang dilakukan seorang ulama yang bertaraf mujtahid di lingkungan Madzhab Syafiiyah, yaitu Imam As-Subki, sebagaimana disampaikan oleh ulama ahli sejarah Syekh Ali Al-Halabi dalam kitabnya "Insan al-Uyun Fi Sirat Al-Amin Al-Ma'mun":

ﻭﻗﺪ ﻭﺟﺪ اﻟﻘﻴﺎﻡ ﻋﻨﺪ ﺫﻛﺮ اﺳﻤﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻣﻦ ﻋﺎﻟﻢ اﻷﻣﺔ ﻭﻣﻘﺘﺪﻱ اﻷﺋﻤﺔ ﺩﻳﻨﺎ ﻭﻭﺭﻋﺎ اﻹﻣﺎﻡ ﺗﻘﻲ اﻟﺪﻳﻦ اﻟﺴﺒﻜﻲ، ﻭﺗﺎﺑﻌﻪ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ ﻣﺸﺎﻳﺦ اﻹﺳﻼﻡ ﻓﻲ ﻋﺼﺮﻩ، ﻓﻘﺪ ﺣﻜﻰ ﺑﻌﻀﻬﻢ ﺃﻥ اﻹﻣﺎﻡ اﻟﺴﺒﻜﻲ اﺟﺘﻤﻊ ﻋﻨﺪﻩ ﺟﻤﻊ ﻛﺜﻴﺮ ﻣﻦ ﻋﻠﻤﺎء ﻋﺼﺮﻩ ﻓﺄﻧﺸﺪ ﻣﻨﺸﺪ ﻗﻮﻝ اﻟﺼﺮﺻﺮﻱ ﻓﻲ ﻣﺪﺣﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ:

KARTANU

"Bentuk berdiri semacam ini ketika menyebut nama Nabi shalla Allahu alaihi wa sallama (mahallul qiyam) sungguh telah ditemukan dari ulamanya umat Islam dan panutan para imam, dari segi agamisnya dan kewara'annya (menjauhi hal-hal yang haram dan syubhat), yaitu Imam As-Subki dan diikuti oleh para ulama di masanya.

Sebagian ulama menceritakan bahwa Imam Subki dan para ulama berkumpul, lalu seorang penyair melantunkan syair pujian karya Ash-Sharshari untuk Nabi shalla Allahu alaihi wa sallama [bahr thawil] :

ﻗﻠﻴﻞ ﻟﻤﺪﺡ اﻟﻤﺼﻄﻔﻰ اﻟﺨﻂ ﺑﺎﻟﺬﻫﺐ ... ﻋﻠﻰ ﻭﺭﻕ ﻣﻦ ﺧﻂ ﺃﺣﺴﻦ ﻣﻦ ﻛﺘﺐ ﻭﺃﻥ ﺗﻨﻬﺾ اﻷﺷﺮاﻑ ﻋﻨﺪ ﺳﻤﺎﻋﻪ ... ﻗﻴﺎﻣﺎ ﺻﻔﻮﻓﺎ ﺃﻭ ﺟﺜﻴﺎ ﻋﻠﻰ اﻟﺮﻛﺐ

Artinya: "Sedikit sekali tulisan yang memuji Nabi pilihan dengan tinta emas di atas lembaran perak dalam tulisan terbaik. Hendaklah orang-orang mulia berdiri ketika mendengarnya, berdiri bershaf-shaf, atau berlutut diatas kendaraan"

ﻓﻌﻨﺪ ﺫﻟﻚ ﻗﺎﻡ اﻹﻣﺎﻡ اﻟﺴﺒﻜﻲ ﺭﺣﻤﻪ اﻟﻠﻪ ﻭﺟﻤﻴﻊ ﻣﻦ ﻓﻲ اﻟﻤﺠﻠﺲ، ﻓﺤﺼﻞ ﺃﻧﺲ ﻛﺒﻴﺮ ﺑﺬﻟﻚ اﻟﻤﺠﻠﺲ، ﻭﻳﻜﻔﻲ ﻣﺜﻞ ﺫﻟﻚ ﻓﻲ اﻻﻗﺘﺪاء.

Saat itulah Imam As-Subki berdiri bersama orang yang hadir dalam majelis. Keharuan yang besar terdapat dalam mejelis tersebut. Hal semacam ini sudah cukup [boleh] untuk diikuti" (As-Sirah Al-Halabiyah, 1/123 dikutip oleh banyak para ulama termasuk pengarang kitab Ianah Ath-Thalibin). [KARTANU]

Ma'ruf Khozin, Aswaja NU Center PWNU Jatim.

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/ini-dalil-mahallul-qiyam-maulid.html

Jumat, 21 Desember 2012

Ketangguhan Maritim Akan Dibahas Komisi Rekomendasi

Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2014 antara lain membincang pembangunan industri maritim yang tangguh. Sebagai negara kepulauan dengan sumber daya kelautan yang sangat melimpah, Indonesia sudah seharusnya menjadi negara dengan isndustri maritim yang tangguh.

Pengembangan industri maritim dimaksudkan untuk meningkatkan nilai tambah produksi hasil-hasil perikanan dan kelautan rakyat yang selama ini lebih banyak diekspor dalam bentuk mentah, demikian dalam draft materi Munas-Konbes NU 2014 pada komisi rekomendasi.

Ketangguhan Maritim Akan Dibahas Komisi Rekomendasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketangguhan Maritim Akan Dibahas Komisi Rekomendasi (Sumber Gambar : Nu Online)


Ketangguhan Maritim Akan Dibahas Komisi Rekomendasi

Konektivitas yang baik antar daerah di negara kepulauan seperti Indonesia menjadi syarat mutlak untuk mengembangkan ekonomi dan pembangunan industri maritim nasional yang tangguh. Koneksivitas Indonesia dengan kawasan regional dan global yang berbasis kelautan juga perlu lebih ditingkatkan.

KARTANU

Beberapa hal yang akan dibahas di Komisi Rekomendasi pada bagian adalah lingkungan hidup, percepatan pembangunan infrastruktur fisik yang berwawawasan lingkungan, meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi penyelenggaraan pembangunan ekonomi yang berkualitas.

KARTANU

NU juga akan mendorong sektor rill yang memihak rakyat, memprioritaskan peningkatan kesejahteraan perempuan miskin, reformasi birokrasi untuk meningkatkan kepercayaan investor dengan keadilan sosial.

Pelaksanaan reformasi agraria secara konsekuen, renegosiasi kontrak-kontrak pemanfaatn sumber daya alam yang tidak menguntungkan rakyat dan negara, memberdayakan koperasi UMKM, dan industri kreatif sebagai tulang punggung ekonomi, menciptakan struktur ekonomi yang berkeadilan, membangun kedaulatan pangan dan energi, serta membangun kedaulatan ekonomi juga akan dibincang dalam komisi rekomendasi.

Selain Komisi Rekomendasi, ada Komisi Bahsul Matsail dan Komisi Organisasi. Munas dan Konbes bertema mengkonsolidasi Keorganisasian NU untuk memperkokoh kedaulatan RI tersebut akan berlangsung 1-2 November 2014. (Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/55437/ketangguhan-maritim-akan-dibahas-komisi-rekomendasi

KARTANU

Senin, 19 November 2012

Kalau Hanya Belajar Islam, Ngapain ke Timur Tengah?

KARTANU - Dengan ini saya anjurkan kepada para bapak dan ibu kaum muslim/ muslimah di Indonesia tidak perlu repot-repot menyekolahkan anak-anaknya ke negara-negara Arab kalau tujuannya hanya sekedar untuk mempelajari Islam, belajar Bahasa Arab atau mengaji kitab-kitab keislaman.

Sekali lagi, kalau tujuannya hanya untuk belajar masalah ini (kalau punya tujuan lain ya lain lagi persoalannya), di Indonesia saja sudah cukup. Pondok-pondok pesantren, khususnya milik Nahdlatul Ulama (NU) sudah melimpah-ruah di kota maupun desa. Indonesia kini juga sudah surplus kiai, baik tua maupun muda, yang sangat mumpuni dalam masalah ini.

Kalau Hanya Belajar Islam, Ngapain ke Timur Tengah? - KARTANU
Kalau Hanya Belajar Islam, Ngapain ke Timur Tengah? - KARTANU


Kalau Hanya Belajar Islam, Ngapain ke Timur Tengah?

Lagi pula, untuk apa menyekolahkan anak jauh-jauh ke Arab untuk "belajar Islam" kalau pada akhirnya kelak ketika selesai sekolah malah menjadi "malin kundang" yang, atas nama "kemurnian Islam" dan "tegaknya tauhid", berani melawan orang tua, mengafirsesatkan mereka, membidahkan amalan-amalan keagamaan mereka dan seterusnya. Nanti Anda sendiri yang akan kerepotan loh: mau dibiarkan kurang ajar, mau digampar itu anak sendiri. Repot kan?

Bukan hanya melawan orang tua saja loh. Para ulama dan kiai yang kebetulan berbeda pemikiran juga dikapir-kapirkan oleh "anak kemarin sore" yang baru sunat ini. Tidak sebatas itu. Sebagian mereka bahkan tega untuk mengpitnah dan mengungkapkan kata-kata kotor dengan beliau-beliau. Padahal beliau-beliau itu masya Allah ulama yang sangat rendah hati, alim dan saleh dalam segala hal. Kok tega ya mereka melakukan itu?

KARTANU

Terus? Sudah jauh-jauh sekolah dan "menuntut ilmu keislaman", pulang-pulang malah menjadi "provokator kebencian" yang anti-pati terhadap tetangga, non-muslim dan bahkan terhadap sesama muslim itu sendiri yang hanya secara kebetulan berbeda mazhab, pandangan, pemikiran, dan praktek keagamaan dengan mereka. Repot kan? Hidup di dunia yang warna-warni kok "kaku-regeng" kayak tiang listrik, tidak mau toleran dengan keragaman. Emang bumi ini milik engkong mereka apa?

Sudah cukup? Belum. Mereka juga mengharamkan bendera merah-putih, memusyrikkan penghormatan terhadapnya, mengthogutkan Pancasila dan Konstitusi, "menerakakan" para pejuang dan pahlawan bangsa. Wis embuh lah. Banyak pokoknya yang aneh-aneh dan "unyu-unyu" dari tingkah-polah mereka. Tapi sebagian loh, tidak semua alumni Timur Tengah yang belajar Islam bersikap seperti ini. Entar ada yang ngamuk-ngamuk lagi.

KARTANU

Nah, kalau mondok di pesantren-pesantren NU, nanti akan lain ceritanya. Anak-anak nanti diajari untuk mencitai ulama, mencintai bangsa, negara dan Tanah Air, menghormati orang tua, toleran terhadap sesama manusia, ramah terhadap tetangga, mencitai tradisi dan budaya bangsa. Pokoknya banyak deh yang baek-baek.

Dan sudah barang tentu, para santri akan mendapatkan pelajaran-pelajaran keislaman yang "yahud" (tanpa "i"), keislaman yang ramah dan respek dengan kemajemukan pemikiran, keragaman mazhab, dan perbedaan pendapat. Yuk, kita semarakkan gerakan cinta Pokemon (Pokoke Mondok). [KARTANU]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/08/kalau-hanya-belajar-islam-ngapain-ke-timur-tengah.html

Jumat, 05 Oktober 2012

Kata Ustadz, Lima Hal Ini Bisa Menjadikan Orang Muslim Auto Kafir

KARTANU - Sudah tiga bulan ini ada seorang yang menurut saya aneh. Beliau tidak saya kenal di dunia nyata. Hanya karena sama-sama anggota sebuah grup WA, beliau hampir tiap hari mengirimi pesan pribadi ke saya.

Saya sendiri diseret masuk grup itu tanpa meminta kesediaan. Hanya karena nama saya mengandung istilah Arab, dan sy diketahui beragama Islam, maka saya pun dimasukkan grup tersebut. Serta dikirimi pesan pribadi beliau.

Di grup, beliau ini dipanggil Ustad, bahkan kyai. Saya sangat jarang membuka grup tersebut karena tidak punya waktu. Kesibukan saya jelas menghalangi saya membuka grup tersebut maupun grup lain. Mungkin perlu saya beritahukan, saya tergabung dalam 34 grup WA. Itupun sudah saya kurangi (saya left) dari sebelumnya 44 grup.

Kata Ustadz, Lima Hal Ini Bisa Menjadikan Orang Muslim Auto Kafir - KARTANU
Kata Ustadz, Lima Hal Ini Bisa Menjadikan Orang Muslim Auto Kafir - KARTANU


Kata Ustadz, Lima Hal Ini Bisa Menjadikan Orang Muslim Auto Kafir

Beliau yang njapri saya itu selalu mengirimkan tulisan dari entah siapa saja, yang isinya pada pokoknya adalah Islam itu banyak musuh. Islam dalam bahaya besar. Umat Islam berada dalam kondisi sangat bahaya. Bahkan mungkin darurat. Siapa yang membahayakan Islam dan umat Islam itu? Pokoknya siapa saja dan apa saja. Saya bisa sebutkan satu persatu kiriman beliau:

KARTANU

1. Calon gubernur DKI beragama non Islam itu musuh, membahayakan aqidah umat Islam. Umat Islam harus waspada, jangan sampai memilih calon gubernur tersebut. Haram memilih si calon. Barangsiapa mengaku muslim tapi memilih si cagub itu, maka rusak akidahnya, batal imannya. Munafiq minimalnya. Dasarnya ada di Al-Qur'an. Yaitu adanya larangan memilih orang Nasrani sebagai pemimpin.

Saya tidak ahli agama, maka saya hanya bisa bertanya kepada beliau. "Ya Ustad, apakah calon gubernur di Propinsi Papua, Papua Barat, Sulawesi Utara, Kalimatan Barat, Kalimantan Tengah, NTT, atau juga Walikota Solo yang jelas-jelas beragama Kristen, itu tidak pemimpin? Kenapa tidak ditolak juga? Apakah ayat Al-Qur'an hanya berlaku di Jakarta?"

KARTANU

Lha partai-partai Islam yang mendukung FX Hadi Rudyatmo si Katholik sebagi walikota Solo, itu hukumnya bagaimana? Sayang sekali, beliau tidak menjawab, sehingga saya masih tetap bodoh tidak tahu apa-apa tentang agama.

2. Syiah itu sesat, Syiah itu jahat. Said Aqil Siradj itu Syiah, maka NU harus dibersihkan dari Said Aqil dan orang syiah lainnya. Jika NU tidak mau dibersihkan, berarti NU itu organisasinya orang sesat karena dipimpin orang Syiah. Kata beliau, MUI pernah mengeluarkan fatwa bahwa Syiah itu sesat. (tapi saya sendiri belum baca fatwa MUI itu ada atau tidak).

Saya hanya bisa bertanya. "Ya Ustadz. Apa kriteria atau parameter seseorang bisa disebut Syiah? Dan bagaimana mengetahui bahwa Syiah itu sesat? Lalu, mengapa vonis Syiah sesat itu baru ada semenjak Israel dan Saudi bersekutu memusuhi Iran? Padahal Syiah sudah ada sejak ratusan tahun, dan bahkan di Indonesia sudah ada puluhan tahun lalu?" Sayang sekali beliau tidak menjawab.

3. Kristen itu musuh. Kristen itu kafir. Maka meniru segala atribut yang dipakai orang Kristen itu haram. Itu membahayakan aqidah, merusak iman. Dasarnya hadis: barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka termasuk kaum tersebut. MUI, kata beliau, sudah mengeluarkan fatwa yang tegas bahwa memakai topi Santa Klaus itu haram.

Saya tambah bingung. Lalu bertanya: Pelajaran tauhid darimana, ajaran dari imam siapa yang menyebut Nasrani atau Kristen sebagai kafir? Sedangkan kafir sendiri ada yang dzimmi dan harby?

Kali ini, beliau tidak menjawab. Pertanyaan saya ganti yang mudah, apakah topi Santa Klaus itu artibut ritual? Apakah orang memakai topi Santa sudah pasti berniat meniru dan menyetujui keimanan orang Kristen? Bukankah yang disebut menyerupai itu berarti sengaja mengidentifikasi diri dengan orang kafir dengan maksud mengidolakan dan menjadikan sebagai pedoman perilaku dalam beragama? Bukankah topi Santa itu hanya produk budaya, bukan atribut keagamaan seperti Salib?

Tidak dijawab juga. Saya tambah mumet bin bingung. Lalu, pertanyaan saya ganti dengan lontaran diskusi saja, "Ya Ustadzi rohimakallah, kalau setiap orang yang memakai atribut budaya tertentu yang dianggap bukan budaya Islam, dan itu divonis meniru kaum kafir, lantas dihukumi haram, lalu bagaimana dengan perbuatan Sunan Giri, Sunan Kudus, Sunan Kalijaga, yang memakai udheng dan pakaian yang biasa dipakai orang Hindu?

Bahkan para wali zaman itu juga membangun menara masjid persis seperti Pura milik orang Hindu? Apakah beliau itu wali yang sesat dan menyesatkan? Juga akan masuk neraka karena telah melanggar melakukan perbuatan haram sebagaimana difatwakan oleh MUI tersebut?" Lagi-lagi tidak dijawab.

4. Merayakan malam tahun baru masehi itu haram, bahkan merusak akidah. Hilang Iman. Perbuatan itu mengikuti Yahudi, Nasrani dan Majusi sekaligus. Kafir kuadrat jadinya. Dikatakan, meniup terompet adalah perbuatan orang Yahudi, menyalakan kembang api adalah perbuatan orang Majusi, membunyikan lonceng atau klakson adalah perbuatan orang Nasrani. Lengkap sudah kerusakan akidahnya.

Saya bengong. Karena orang awam tak tahu apa-apa soal agama, ya hanya mampu bertanya, "Ya Ustad, apakah semua orang yang melakukan perbuatan tersebut sudah pasti berniat meniru dan menjadikan orang Majusi, Yahudi dan Nasrani sebagai panutan dalam beragama? Apakah Malaikat Isrofil nanti juga akan langsung auto kafir karena beliau dapat tugas menirup terompet?

Apakah sopir bus yang membunyikan klakson juga auto kafir jika memencet bel telolet? Apakah seluruh ulama dan kaum muslim di Kota Semarang juga akan auto kafir atau auto murtad setiap menjelang Ramadhan, karena mereka selalu membunyikan meriam berbunyi Dheer, yakni tradisi Dugder, menabuh bedug dan menyalakan meriam? Bukankah meriam itu lebih besar apinya ketimbang kembang api? Bagaimana cara tobatnya kaum muslimin Semarang ya, Ustadz?" Sampai sekarang saya masih menunggu jawabannya.

5. Ada teman yang memprotes status saya yang dia anggap mendukung kaum kafir. Yaitu tidak ikut menolak pemakaian topi Santa Klaus dan tidak ikut menolak kegembiraan malam tahun baru. Kata dia, saya orang liberal dan tidak patuh pada ulama, yaitu MUI.

Saya jawab, "sy orang bodoh, jahil dalam agama. Makanya tidak tahu mana yang haram dan yang halal. Saya awam dalam ilmu kalam, maka tidak mengerti mana yang merusak akidah dan mana yang tidak. Maka mohon beritahu saya. Tunjukkanlah saya ke jalan yang benar. Mohon beritahu saya, apakah semua yang menyerupai itu neniru, dan apakah tasyabbuh itu dalam segala hal, lantas dinilai sebagai tindakan toleransi yang kebablasan, lalu diharamkan?

Kalau memakai topi Santa adalah tasyabuh dan itu dihukumi haram, lantas bagaimana dengan Rasulullah Muhammad SAW yang memakai jubah dan sorban, sedangkan semua orang kafir Arab waktu itu menyembah berhala memakai busana itu? Nabi Muhammad mengajarkan toleransi yang kebablasan? Melanggar fatwa MUI? Di mana beda antara budaya dan agama? Mengapa segala yang berbau budaya dimusuhi oleh Islam Anda? [KARTANU]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/kata-ustadz-empat-hal-ini-bisa-menjadikan-orang-islam-auto-kafir.html

Senin, 07 Mei 2012

Jasa Shooting dan Live Streaming Pengajian Paling Murah

KARTANU - Zaman modern saat ini semua pondok pesantren sedang gencar-gencarnya menyebarkan syiar islam ke dunia maya, pasti dibutuhkan Jasa Shooting dan Live Streaming Pengajian Paling Murah di daerah anda. Untuk itu silahkan simak video shooting yang memberikan pelayanan paling bagus.

Mungkin anda sering menyaksikan acara bersholawat bersama habib syech, atau sholawat bersama gus ali gondrong mafiasholawat, atau ulama besar lainnya di internet atau langsung hadir di tempat. Pasti di acara tersebut ada layar besar yang menayangkan VT atau siaran langsung di acara pengajian bersholawat tersebut. Berapa biaya untuk sewa video shooting?

Pertanyaan umum yang ditanyakan setiap orang yang akan mengadakan sebuah acara (pengajian akbar, khaul, promosi, ziareah, dll) yaitu berapa biaya untuk sewa video shooting? Sebelum kita masuk membahas harga, perlu anda ketahui bahwa Pasti.In Video Shooting memberikan Jasa Fotografi dan Video Shooting Tegal Semua Moment dengan harga paling murah se Tegal.

Jasa Shooting dan Live Streaming Pengajian Paling Murah - KARTANU
Jasa Shooting dan Live Streaming Pengajian Paling Murah - KARTANU


Jasa Shooting dan Live Streaming Pengajian Paling Murah

Jangan langsung berfikiran bahwa murah tapi tidak berkualitas, karena itu salah besar.

Dalam kenyataannya, Video Shooting Tegal ini mampu bersaing dengan shootingan yang ada di semarang atau jakarta. Karena tim dari Pasti.In sudah berpengalaman dalam mengelola acara dan sangat baik dalam Teknik dan Peralatan Studio Shooting. Jadi [Namamedia] bisa pastikan bahwa Pasti.In Video Shooting itu Murah Berkualitas.

Arif Lukman Hakim Pasti.In Video Shooting

Arif Lukman Hakim Pasti.In Video Shooting


KARTANU

Cakupan wilayah Pastiin Shooting tidak hanya di dalam kota Tegal, tapi juga ke berbagai kota, diantaranya Brebes, Pemalang, Pekalongan dan sekitarnya. Dan produk hasil dari shootingan tegal ini juga tidak sedikit, sudah banyak yang menggunakan jasa video shooting slawi ini, tinggal anda yang belum menggunakan pelayanan jasa rekam acara ini.

Video Shooting Tegal

Seputar info tegal mengenai jasa video dan fotografi tegal murah sudah bukan rahasia lagi, karena peralatan editing video dan live streaming lengkap harga murah cuma pastiin saja. Komputer video live streaming atau siaran langsung menggunakan V-mix seri terbaru dengan lisensi legal alias bukan bajakan, dan juga anda dapat mengadakan siaran langsung live melalui internet dan bisa tayang di Youtube, Facebook, dll.

Anda dapat mengunjungi website resmi Pasti.in di www.pasti.in

Memang sangat aneh dan sangat tidak familiar sekali nama website dengan akhiran .in karena domain tersebut berasal dari india. Namun menurut Arif, itu sengaja untuk memudahkan dan sebagai brand Pasti.In itu sendiri.

Studio Pasti.In Video Shooting

KARTANU

Studio Pasti.In Video Shooting


Pastiin video shooting sangat dipercaya untuk handle acara seperti pengajian pondok pesantren, acara ngaji rutin, pertemuan di gedung, birthday party, wedding / pernikahan, sholawat dan masih banyak lagi.

Tunggu apa lagi, cari :

Video Shooting Tegal Murah Berkualitas? Pasti.In Dulu

Jasa Fotografi Tegal Murah Professional? Pasti.In Dulu

Informasi lebih lanjut, kunjungi website WWW.PASTI.IN

Facebook : https://www.facebook.com/ariepsetoe

No HP : 0878-3000-1575

Arif Lukman Hakim

Dari : http://bangroyhan.pasti.in

Rabu, 15 Februari 2012

Kader NU Harus Mampu Memimpin Diri Sendiri

Kebumen, KARTANU. Sebagai generasi penerus Nahdlatul Ulama dan bangsa, kader IPNU-IPPNU diharapkan mampu memimpin diri sendiri, sebelum memimpin orang lain. Demikian diungkapan Hasan Asyari, dalam Talkshow Kepemimpinan Aswaja yang digelar oleh PC IPNU-IPPNU Kebumen, Jumat (10/2).

"Dalam Al-Quran surah Al-Baqarah, Tuhan sudah menegaskan: inni jaailun fil ardli khalifah. Jadi, setiap diri kita adalah pemimpin," ungkap anggota DPRD Jateng ini di depan puluhan kader muda NU.

Kader NU Harus Mampu Memimpin Diri Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader NU Harus Mampu Memimpin Diri Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)


Kader NU Harus Mampu Memimpin Diri Sendiri

Kang Hasan, begitu ia biasa disapa, juga mencontohkan orang yang gagal dalam memimpin diri sendiri. "Jika bangun pagi kalian selalu telat, adalah bukti kalian belum mampu memimpin diri sendiri," terangnya.

Dalam acara yang digelar di Auditorium Gedung Muslimat NU Kebumen tersebut, Kang Hasan juga berharap agar kader IPNU-IPPNU Kebumen memiliki cita-cita di masa depan.

KARTANU

"Cita-cita harus realistis. Harus bisa melihat potensi sekeliling dan lingkungan kita. Misalnya, di Kebumen atau desa yang kalian tempati mayoritas petani atau nelayan, cita-citanya jangan jauh-jauh dari itu. Kuliahlah di jurusan pertanian, peternakan atau perikanan," katanya memberi arahan.

"Anak petani dan nelayan harus bangga. Sebisa mungkin, jangan ambil jalur yang tidak ada kaitannya dengan potensi lingkungan kita tinggal, meski itu juga tidak apa-apa," terang Kang Hasan, diikuti pemaparan peta-potensi Kebumen yang kaya sumber daya alamnya.

KARTANU

Dalam acara ini, hadir Muhammad Hidayatullah mewakili ketua PW IPNU Jateng. Ketua PW IPPNU Jateng Sri Nur Ainingsih hadir memberi sambutan. Dalam pada itu, ia berharap melalui talkshow ini mampu menggugah mental dan membangkitkan jiwa kepemimpinan.

Berdasarkan pantauan KARTANU, peserta tampak antusias mengikuti materi. Banyak pertanyaan yang diajukan kepada pemateri. Sebagai penghargaan, panitia juga memberi doorprize berupa kaos eksklusif kepada para penanya.

Acara berjalan lancar sejak pukul 09.00-11.30 WIB. Di akhir sesi, Istiqamah, selaku ketua panitia memberikan cinderamata kepada narasumber. Kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama. (Ahmad Naufa/Fathoni)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/75342/kader-nu-harus-mampu-memimpin-diri-sendiri

KARTANU

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KARTANU sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KARTANU. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KARTANU dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock