Senin, 14 April 2008

KH Syukron Mamun: Islam Hidup karena Banyak Bidah

Jakarta, KARTANUPengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman Jakarta KH Syukron Mamun menjelaskan, bidah berasal dari bahasa Arab badaa yang memiliki arti barang baru yang tidak ada sebelumnya. Lebih khususnya, bidah adalah amalan yang tidak ada pada zaman Nabi Muhammad. Menurutnya, bidah itu ada dua, yaitu bidah yang baik dan bidah yang tercela.

Imam Syafii mengatakan bahwa bidah itu ada dua, bidah yang terpuji dan bidah yang tercela. Bidah yang terpuji adalah yang sesuai dengan Al-Quran dan hadis. Sedangkan, yang tercela adalah yang bertentangan dengan Al-Quran dan hadis, terang Kiai Syukron saat berceramah pada Peringatan Haul Ke-1 KH Ali Musthafa Yaqub di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (15/4) malam.

KH Syukron Mamun: Islam Hidup karena Banyak Bidah (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Syukron Mamun: Islam Hidup karena Banyak Bidah (Sumber Gambar : Nu Online)


KH Syukron Mamun: Islam Hidup karena Banyak Bidah

Maka dari itu, ia menilai, tidak semua bidah itu jelek dan tercela. Ia mecontohkan, Khalifah Umar bin Khattab juga melakukan dan menganjurkan bidah yang baik seperti mengadakan Shalat Terawih berjamaah.

KARTANU

Sebelumnya Shalat Terawih itu sendiri-sendiri. Kemudian Umar melakukan Shalat Terawih berjamaah. Adapun yang menjadi imamnya adalah Ubay bin Kaab. Umar pun berkata inilah sebagus-bagusnya nikmat, urai Kiai Syukron.

Lebih jauh, ia mengkritik mereka yang melarang orang melaksanakan bidah hasanah seperti tahlil, maulid, shalawatan, dan lainnya. Menurutnya, orang tersebut adalah mereka yang memahami Al-Quran dan hadis secara sepotong-sepotong.

KARTANU

Dalam memahami agama itu itu, tidak cukup satu dua ayat Al-Quran. Tidak hanya cukup satu dua hadis, tegasnya.

Hanya modal dua ayat tiga ayat menganggap kiai salah semua, lanjutnya.

Ia menilai, Nabi Muhammad menyuruh umatnya untuk membuat bidad yang baik sebanyak-banyaknya. Karena semakin banyak bidah yang baik maka itu akan semakin bagus dan membuat Islam semakin hidup.

Hidupnya Islam karena banyaknya bidah. Bidah yang ada sandarannya dalam Al-Quran dan hadis, pungkasnya. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/77043/kh-syukron-mamun-islam-hidup-karena-banyak-bidah

KARTANU

Informasi seputar KARTANU dan eKartanu.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KARTANU sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KARTANU. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KARTANU dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock