Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Januari 2015

STAINU Jakarta Gelar Wisuda III

Jakarta, KARTANU. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta menggelar Wisuda III. Kali ini acara wisuda digelar di Gedung Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.

Wisuda bukan berarti proses belajar itu berhenti, ini langkah awal dalam mempertanggungjawabkan keilmuan kita sebagai seorang sarjana di masyarakat, ujar Ketua STAINU Jakarta, HM Mujib Qulyubi, MH dalam sambutannya di Gedung Sasono Langen Budoyo, TMII, Jakarta, Rabu (7/5).

Sebuah lembaga pendidikan, kata Mujib menyitir Pakar Pendidikan NU, Prof Dr KH M Tolhah Hasan, mengalami tiga transformasi, yang pertama adalah tahap bertahan, kedua yaitu tahap berkembang, dan yang ketiga ialah tahap bersaing. STAINU Jakarta, lanjut Mujib, telah melalui ketiga tahap tersebut dengan baik.

Sementara itu, H Abdul Wahid Hasyim, Wakil Koordinator Kopertais Wilayah I DKI Jakarta menuturkan bahwa STAINU Jakarta telah berkontribusi nyata untuk masyarakat dalam mencetak lulusan-lulusannya. Oleh karena itu, STAINU Jakarta harus terus membangun sumber daya yang berkualitas, produktif, dan berdaya saing, ujarnya.

STAINU Jakarta Gelar Wisuda III (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU Jakarta Gelar Wisuda III (Sumber Gambar : Nu Online)


STAINU Jakarta Gelar Wisuda III

Untuk dapat melakukan itu, lanjut Hasyim, STAINU Jakarta juga harus senantiasa meningkatkan kualitas Dosen-dosennya, sebab merekalah pencetak lulusan berkualitas. Untuk wisudawan dan wisudawati, masyarakat menunggu kiprah kalian, selamat bekerja, pungkas Hasyim.

Sementara itu, Menteri Perumahan Rakyat RI H Djan Faridz dalam kertas sambutan yang dibawakan oleh asistennya Dr Muhammad Dimyati mengingatkan, dalam tahap bersaing ini, STAINU Jakarta dapat menerapkan strategi yang disebut Diamond In Diamond Out (DIDO) yaitu masuknya emas, keluarnya harus berlian. Artinya, STAINU Jakarta harus membangun dan memperkuat, ungkapnya.

KARTANU

Pada wisuda kali ini, STAINU Jakarta telah meluluskan sebanyak 222 wisudawan dan wisudawati. Wisuda kali ini juga dihadiri oleh Sekjen PBNU H Marsudi Suhud, Pengasuh Pondok Pesantren Asshidiqiyah Dr KH Nur Muhammas Iskandar SQ, Anggota DPR RI yang juga Dosen STAINU Jakarta, H Djazilul Fawaid, serta orasi ilmiah oleh Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Kemendikbud RI Prof Ir H Hermawan Kresno Dipojono, Ph.D. (Fathoni/Mahbib)

KARTANU

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/51845/stainu-jakarta-gelar-wisuda-iii

KARTANU

Rabu, 17 Desember 2014

Indonesia should embrace Islam Nusantara

Jakarta, KARTANU. Religious Affairs Minister Lukman Hakim Saifuddin said that the country should embrace Islam Nusantara (Islam of the Archipelago) and showcase itself as a Muslim-majority country with moderate views and an emphasis on religious tolerance.

Lukman said after a discussion on Islam Nusantara at his official residence in South Jakarta recently, that the term did not refer to a mix of Islam and Javanese traditions. Instead he believes, Islam Nusantara promotes a synthesis of Islamic values and teachings and a variety of indigenous cultures.

Indonesia should embrace Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia should embrace Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)


Indonesia should embrace Islam Nusantara

The teachings that have been implemented in our country for hundreds of years have manifested into something special that cant be experienced anywhere else. This is what we now call moderate Islam, which is tolerant and full of Muslims who peacefully coexist with others an Islam that supports human rights and the rights of women, Lukman was quoted by The Jakarta Post as saying.

KARTANU

Lukman further said that Indonesia, which is a member of the Organization of Islamic Cooperation, should promote its own version of Islam and become a model for other Muslim-majority countries around the world.

KARTANU

He also said the country needed an extensive dialogue to allow different Muslim groups to grasp the meaning of Islam Nusantara and to understand that the moniker did not, and would never refer to, a separate branch of Islam.

Meanwhile NU young intellectual Ulil Absar Abdalla said that Islam Nusantara was in fact practiced by a majority of people in the country.

[Indonesian Muslims] are tolerant, easy going and rich. We [...] may not agree with each other but we rarely resort to violence, he said.

He noted that early preachers of Islam in the country has made teachings in the Koran consistent with local cultures.

Our Wahabist [a conservative sect of Sunni Islam] friends and members of the HTI all have the right to live here, as do atheists. All groups must have a guarantee that they may live in this country, he said.

Even so, Ulil warned that the discourse of Islam Nusantara should not be muffled so as not to alienate other Muslim groups or religious minorities.

Despite claims regarding the compatibility of Islam with democracy and human rights, The National Commission on Human Rights (Komnas HAM) published a report last month decrying Indonesias continuous intolerance of religions other than the Sunni version of Islam. (masdar)

Dari (National) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/61928/039indonesia-should-embrace-islam-nusantara039

KARTANU

Rabu, 13 Maret 2013

GP Ansor Pamekasan Ikuti Deklarasi Akbar Cinta Damai

Pamekasan, KARTANUGerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pamekasan turut mewarnai deklarasi akbar kebhinekaan cinta damai yang digelar Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Pamekasan, Selasa (15/11). Bertempat di area monumen Arek Lancor, acara tersebut diikuti pengurus PAC GP Ansor di 13 kecamatan, Banser, Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar), MDS Rijalul Ansor, Bupati Achmad Syafii, Kapolres, dan Dandim Pamekasan.

Ketua PC GP Ansor Pamekasan Dr Fathorrahman menegaskan, sehari sebelumnya, pihaknya sudah menginstruksikan kepada seluruh pengurus dan anggota GP Ansor sekabupaten untuk turut serta dalam deklarasi cinta damai tersebut. Pihaknya bersyukur instruksi tersebut dijalankan dengan baik.

GP Ansor Pamekasan Ikuti Deklarasi Akbar Cinta Damai (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Pamekasan Ikuti Deklarasi Akbar Cinta Damai (Sumber Gambar : Nu Online)


GP Ansor Pamekasan Ikuti Deklarasi Akbar Cinta Damai

"Saya bangga sahabat-sahabat tetap semangat meneguhkan perdamaian di negeri ini. Deklrasi ini sebagai wujud komitmen kita untuk terus menjaga kedaulatan bangsa," tegas Fathorrahman.

KARTANU

Dosen Universitas Madura tersebut menambahkan, kedaulatan bangsa dapat tercapai bilamana persatuan dan kesatuan dipelihara dan dipupuk dengan baik. Itu bisa terlaksana dengan mantap ketika cinta damai melekat dalam kehidupan masyarakat secara menyeluruh.

"Deklarasi ini mungkin memang terkesan seremonial. Kami berharap bisa lebih dari itu, takni menjadi pelecut semua lapisan masyarakat, utamanya GP Ansor untuk terus menjaga keutuhan NKRI," lanjutnya.

KARTANU

Dalam sambutannya, Bupati Achmad Syafii menyatakan sangat berterima kasih kepada semua elemen masyarakat yang masih setia menjaga kenyamanan dan keamanan di Kabupaten Pamekasan. Baginya, itu sudah wujud nyata betapa masyarakat Madura, khususnya di Kabupaten Pamekasan, sudah dewasa dalam berbangsa dan bernegara.

"Kedewasaan itu juga tercermin dari kelegowoan dalam menerima perbedaan. Itulah pengamalan dari Bhinneka Tunggal Ika," tukasnya. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/72937/gp-ansor-pamekasan-ikuti-deklarasi-akbar-cinta-damai

KARTANU

Selasa, 15 November 2011

Akhirnya Habib Rizieq Ditetapkan Tersangka Penodaan Pancasila oleh Polda Jabar

KARTANU - Polda Jabar menetapkan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab (HRS) sebagai tersangka kasus dugaan penodaan Pancasila. Penetapan HRS sebagai tersangka berdasarkan hasil rangkaian gelar perkara tahap penyidikan yang dilakukan tim penyidik Ditreskrimum Polda Jabar.

Akhirnya Habib Rizieq Ditetapkan Tersangka Penodaan Pancasila oleh Polda Jabar - KARTANU
Akhirnya Habib Rizieq Ditetapkan Tersangka Penodaan Pancasila oleh Polda Jabar - KARTANU


Akhirnya Habib Rizieq Ditetapkan Tersangka Penodaan Pancasila oleh Polda Jabar

"Penyidik meningkatkan status Rizieq Syihab dari saksi terlapor menjadi tersangka," kata Kabidhumas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin (30/1/2017), sebagaimana diberitakan Detikcom.

Gelar perkara ketiga ini berlangsung hari ini selama tujuh jam atau sejak pukul 11.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Sebelumnya, pagi hari tadi, penyidik minta keterangan tambahan kepada satu saksi ahli. Tercatat, menurut Yusri, sebanyak 18 saksi sudah didengarkan keterangannya oleh penyidik berkaitan dengan kasus tersebut.

Yusri menjelaskan pihak penyidik Ditreskrimum Polda Jabar melakukan analisis dan evaluasi dalam gelar perkara. Tim penyidik, lanjut Yusri, bekerja mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan alat bukti untuk menguatkan sangkaan terhadap HRS.

HRS disangkakan melanggar Pasal 154 a KUHP tentang Penodaan terhadap Lambang Negara dan Pasal 320 KUHP tentang Pencemaran terhadap Orang yang Sudah Meninggal. "Perkara penistaan Pancasila dan pencemaran proklamator ini seluruhnya sudah masuk unsur dan alat bukti yang cukup," tutur Yusri.

Kasus yang menjerat Rizieq merupakan buntut dari pelaporan Sukmawati Soekarnoputri. Ketua Partai Nasional Indonesia (PNI) Marhaenisme tersebut menganggap Rizieq melakukan penodaan terhadap lambang dan dasar negara Pancasila serta menghina kehormatan martabat Sukarno selaku proklamator kemerdekaan Indonesia dan presiden pertama Indonesia.

Bareskrim Mabes Polri semula menerima laporan Sukmawati, lalu melimpahkan perkara tersebut kepada Polda Jabar. Alasannya, tempat kejadian atau area ceramah HRS yang dianggap melecehkan Pancasila ini berlokasi di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, atau masuk wilayah hukum Polda Jabar. [KARTANU]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/akhirnya-habib-rizieq-ditetapkan-tersangka-penodaan-pancasila-oleh-polda-jabar.html

Kamis, 19 Agustus 2010

Buku Agama NU untuk NKRI Dibedah di Bandung

Bandung, KARTANU. Buku "Agama NU untuk NKRI" karya Ahmad Baso di bedah di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darul Falah, Bandung, Kamis (6/3) kemarin. Penulisnya hadir di hadapan lebih dari tiga ratus mahasiswa dan pelajar Darul Falah.

Ahmad Baso, Wakil Ketua PP Lakpesdam NU, adalah salah satu penulis tentang NU dan Pesantren yang paling rajin. Selain Agama NU untuk NKRI sudah banyak buku yang diterbitkan, antara lain NU Studies dan Pesantren Studies yang terdiri dari beberapa jilid.

Buku Agama NU untuk NKRI Dibedah di Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)
Buku Agama NU untuk NKRI Dibedah di Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)


Buku Agama NU untuk NKRI Dibedah di Bandung

Bedah buku Agama NU untuk NKRI merupakan rangkaian dari kegiatan pelantikan Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia STAI Darul Falah (PK PMII STAIDAF) masa khidmat 2014-2015yang dilaksanakan di aula utama Pondok Pesantren Darul Falah Cihampelas Kabupaten Bandung Barat.

Selain di Bandung, dalam akun facebooknya, Ahmad Baso mengatakan, buku Agama NU untuk NKRI dibedah di banyak tempat. Ia sendiri sedang bersemangat untuk berkeliling ke berbagai daerah. Setelah sebelumnya di Semarang, selama bulan Maret ini ia akan mengadakan roadshow ke Samarinda, Sumenep, Yogyakarta, dan Cirebon.

KARTANU

Sementara itu di Bandung, usai bedah buku dan pelantikan, Dede Muhammad, ketua PK PMII STAI Darul Falah yang baru dilantik mengatakan akan terus berusaha menjalankan komitmen pergerakan dalam mengokohkan pergerakan mahasiswa serta mahasiswi khususnya dilingkungan kampus STAI Darul Falah.

KARTANU

KH Aa Maulana ZA, Rais Suriyah PCNU Kabupaten Bandung Barat dalam tausyiahnya mengenalkan faham dan ajaran Ahlussunnah wal jamaah. Menurutnya, NU menjadi salah satu organisasi yang banyak berperan dalam menjaga eksistensi aswaja sebagai faham yang paling moderat dalam menyikapi perbedaan. (Rifqi Iyall/Anam)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/50629/buku-ldquoagama-nu-untuk-nkrirdquo-dibedah-di-bandung

KARTANU

Selasa, 26 Mei 2009

Habib Syech: Wajib Kenali Nabi, Pintu Menuju Allah!

Solo, KARTANU. Bagi umat Islam, Nabi Muhammad SAW selain sebagai uswatun hasanah, suri tauladan yang baik, juga merupakan babullah, pintu untuk menuju Allah SWT. Demikian disampaikan oleh Pengasuh Majelis Ahbabul Musthofa, Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf.

Pada sebuah syiir kasidah: ya imamar rusli, ya sanadi. Anta babullahi mutamadi (wahai penghulu para rasul wahai sandaranku. Engkau adalah pintu menuju Allah menjadi peganganku), tutur Habib Syech di depan jamaah Majelis Al-Barzanji Ar-Risalah di Kompleks Pesantren Az-Zayadiy Surakarta, Kamis (12/3) malam.

Habib Syech: Wajib Kenali Nabi, Pintu Menuju Allah! (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech: Wajib Kenali Nabi, Pintu Menuju Allah! (Sumber Gambar : Nu Online)


Habib Syech: Wajib Kenali Nabi, Pintu Menuju Allah!

Untuk itulah, lanjut Habib Syech, umat Islam wajib mengenali nabinya. Kita bisa kenal Allah berkat nabi. Makanya, kita wajib kenal nabi, kalau ingin semua menjadi nikmat, terang habib asal Solo itu.

Ditambahkan Habib Syech yang juga mengemban Mustasyar PWNU Jateng, majelis yang dibacakan riwayat Nabi akan diturunkan rahmat dan kenikmatan. Jadi majelis yang menceritakan kisah nabi di situ akan mendapat kenikmatan, kata dia.

KARTANU

Sementara itu, Pengasuh Pesantren Az-Zayadiy KH Abdul Karim menerangkan pentingnya keberadaan para ulama di sebuah masyarakat.

KARTANU

Kita ajarkan kepada anak kita, ajaran Aswaja. Beruntung kalau kita masih punya orang di sekeliling kita, para ulama, yang mengingatkan kita kepada Allah, pungkas dia. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/66549/habib-syech-wajib-kenali-nabi-pintu-menuju-allah

KARTANU

Senin, 14 April 2008

KH Syukron Mamun: Islam Hidup karena Banyak Bidah

Jakarta, KARTANUPengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman Jakarta KH Syukron Mamun menjelaskan, bidah berasal dari bahasa Arab badaa yang memiliki arti barang baru yang tidak ada sebelumnya. Lebih khususnya, bidah adalah amalan yang tidak ada pada zaman Nabi Muhammad. Menurutnya, bidah itu ada dua, yaitu bidah yang baik dan bidah yang tercela.

Imam Syafii mengatakan bahwa bidah itu ada dua, bidah yang terpuji dan bidah yang tercela. Bidah yang terpuji adalah yang sesuai dengan Al-Quran dan hadis. Sedangkan, yang tercela adalah yang bertentangan dengan Al-Quran dan hadis, terang Kiai Syukron saat berceramah pada Peringatan Haul Ke-1 KH Ali Musthafa Yaqub di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (15/4) malam.

KH Syukron Mamun: Islam Hidup karena Banyak Bidah (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Syukron Mamun: Islam Hidup karena Banyak Bidah (Sumber Gambar : Nu Online)


KH Syukron Mamun: Islam Hidup karena Banyak Bidah

Maka dari itu, ia menilai, tidak semua bidah itu jelek dan tercela. Ia mecontohkan, Khalifah Umar bin Khattab juga melakukan dan menganjurkan bidah yang baik seperti mengadakan Shalat Terawih berjamaah.

KARTANU

Sebelumnya Shalat Terawih itu sendiri-sendiri. Kemudian Umar melakukan Shalat Terawih berjamaah. Adapun yang menjadi imamnya adalah Ubay bin Kaab. Umar pun berkata inilah sebagus-bagusnya nikmat, urai Kiai Syukron.

Lebih jauh, ia mengkritik mereka yang melarang orang melaksanakan bidah hasanah seperti tahlil, maulid, shalawatan, dan lainnya. Menurutnya, orang tersebut adalah mereka yang memahami Al-Quran dan hadis secara sepotong-sepotong.

KARTANU

Dalam memahami agama itu itu, tidak cukup satu dua ayat Al-Quran. Tidak hanya cukup satu dua hadis, tegasnya.

Hanya modal dua ayat tiga ayat menganggap kiai salah semua, lanjutnya.

Ia menilai, Nabi Muhammad menyuruh umatnya untuk membuat bidad yang baik sebanyak-banyaknya. Karena semakin banyak bidah yang baik maka itu akan semakin bagus dan membuat Islam semakin hidup.

Hidupnya Islam karena banyaknya bidah. Bidah yang ada sandarannya dalam Al-Quran dan hadis, pungkasnya. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/77043/kh-syukron-mamun-islam-hidup-karena-banyak-bidah

KARTANU

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KARTANU sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KARTANU. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KARTANU dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock