Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Mei 2015

Ke PBNU, Jokowi Diminta Sabar dan Tawakal

Jakarta, KARTANU. Calon presiden H Joko Widodo bersilaturrahim ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya No 164 Jakarta Pusat, Jumat (11/7) siang. Kehadiran Jokowi disambut hangat oleh Wakil Ketua Umum PBNU H Asad Said Ali bersama beberapa pengurus lainnya.

Pertemuan berlangsung tertutup di ruang rapat lantai 3 kantor PBNU selama sekitar setengah jam. Usai pertemuan Jokowi langsung berpamitan pulang. Wakil Ketua Umum PBNU H Asad Ali bersama Ketua PP LAZISNU KH Masyhuri Malik mengantar Jokowi sampai ke pintu keluar lantai dasar dan mereka langsung diserbu puluhan wartawan.

Ke PBNU, Jokowi Diminta Sabar dan Tawakal (Sumber Gambar : Nu Online)
Ke PBNU, Jokowi Diminta Sabar dan Tawakal (Sumber Gambar : Nu Online)


Ke PBNU, Jokowi Diminta Sabar dan Tawakal

Kepada wartawan, Asad mengatakan, PBNU berharap Jokowi bersabar dan tawakkal menunggu penetapan hasil Pilpres oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Juli mendatang.

KARTANU

Kami menyampaikan pesan Rais Aam KH Mustofa Bisri (Gus Mus) agar Bapak Jokowi sabar dan tawakkal menunggu penetapan KPU, kata Asad.

KARTANU

Beberapa wartawan meminta Asad menanggapi hasil hitung cepat (quick count). Ada dua hasil penghitungan cepat yang berbeda di mana sebagian besar mengunggulkan pasangan Jokowi-Kalla. Kata Asad, hitung cepat itu didasarkan pada metode ilmiah tertentu dan hasilnya tergantung pada metode yang dipakai.

Para ahli survei dan quick count itu lebih bisa menjelaskan hasilnya, kata asad. Wartawan terus mendesak, PBNU mendukung hasil survei yang mana? Ya yang terbanyak lah, katanya.

Jokowi sendiri tidak memberikan banyak komentar terkait hasil quick count dan soal kunjungannya ke PBNU. Ya kita bersilaturrahim sambil menunggu tanggal 22 Juli, katanya singkat. (anam)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/53203/ke-pbnu-jokowi-diminta-sabar-dan-tawakal

KARTANU

Minggu, 22 September 2013

Norma Agama dan Tradisi Berdamai dalam Adat

Pohuwato, KARTANU. Selain tampilan yang serba Muslim, toleransi adalah salah satu ciri khas kawasan santri. Toleransi ini menjadi salah satu syarat dalam menjaga perdamaian dan perayaan serta peraturan-peraturan agama.

"Agama-agama bersatu dalam tradisi dan norma-norma sosial yang disepakati tanpa perjanjian tertulis. Inilah yang disebut sebagai adat, yang menjamin terciptanya kerukunan dalam masyarakat yang heterogen," tutur Abu Bakar Polutu, salah seorang Imam Wilayah di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, Kamis (5/4).

Norma Agama dan Tradisi Berdamai dalam Adat (Sumber Gambar : Nu Online)
Norma Agama dan Tradisi Berdamai dalam Adat (Sumber Gambar : Nu Online)


Norma Agama dan Tradisi Berdamai dalam Adat

Menurut Abu Bakar, masyarakat Pohuwato sadar bahwa ajaran-ajaran agama harus dijalankan dengan tidak mengganggu umat yang beragama lain. Lebih dari itu, para pemeluk agama harus tetap saling membantu dalam kehidupan sosial keseharian, meskipun mereka menganut agama yang berbeda-beda.

"Tradisi saling membantu inilah yang disebut sebagai adat. Meski mungkin saja, saling membantu adalah ajaran di masing-masing agama, namun Adat menjadikan masyarakat yang homogen sebagai benar-benar saudara," tutur pria berusia 81 tahun ini.

KARTANU

Lebih lanjut Abu Bakar menjelaskan, sebagai seorang Imam, dirinya berkewajiban untuk memimpin umat Islam dalam beribadah. Namun ada beberapa ritual ibadah yang pelaksanaannya telah menjadi bagian dari tradisi, karenanya perayaan tersebut dipimpin oleh seorang tokoh adat.

KARTANU

"Ritual-ritual keagamaan yang telah menjadi tradisi, seperti perayaan maulid Nabi, maka tidak bisa hanya dipimpin oleh seorang imam. Perayaan maulid dipimpin oleh tokoh adat karena melibatkan berbagai simbol lokal dan berbagai aspek kehidupan," tandasnya.

Di Gorontalo, Masyarakat Muslim dipimpin oleh para imam yang menjadi pemimpin ibadah di setiap level. Setiap Jamaah memiliki Imam, jamaah bisa terdiri dari jamaah musholla atau Masjid. Para imam jamaah ini dipimpin oleh seorang Imam Kelurahan. Para imam kelurahan di pimpin oleh Imam Kecamatan. Para imam kecamatan dipimpin oleh seorang Imam kabupaten dan para imam kabupaten dipimpin oleh seorang imam di tingkat provinsi.

Seorang Imam Jamaah bertanggungjawab sepenuhnya untuk memimpin pelaksanaan ibadah jamaahnya, termasuk memimpin sholat lima waktu. Imam jamaah diangkat oleh jamaahnya masing-masing, imam kelurahan, kecamatan, kabupaten dan provinsi diangkat oleh masing-masing level pejabat.

Khusus pada tingkat kabupaten dan provinsi, selain terdapat seorang imam, juga memiliki seorang kadi yang bertugas untuk menyelesaikan masalah-masalah yang menyangkut keagamaan di masyarakat.

Dalam setiap pelaksanaan ritual adat, para pemimpin adat akan selalu berkonsultasi dan berdampingan dengan imam dalam memimpin ritual. Demikian sebaliknya, bila para imam jamaah menggelar acara-acara hari besar keagamaan, mereka pun akan selalu berdampingan dengan para pemimpin adat.

Penulis : Syaifullah Amin

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/37328/norma-agama-dan-tradisi-berdamai-dalam-adat

KARTANU

Kamis, 05 Juli 2012

Ini yang Terjadi Jika Setiap Cabang NU Punya Minimarket

KARTANU - NU adalah jam'iyyah yang punya jamaah paling banyak di negeri ini dan juga mungkin di dunia. Kalau seius mau bergerak di bidang ekonomi, NU akan menjadi kekuatan besar dan bermanfaat bagi jamaahnya. Umpama NU menggerakkan bisnis jejaring dengan membuka mini market di setiap cabang dan MWC, maka hasilnya akan luar biasa.

Di Jawa, mulai dari Banten sampe Jatim, jumlah kabupaten dan kota ada 119. Jumlah kecamatan ada 2116. Maka kalau setiap kabupaten dan kota serta kecamatan memiliki pengurus cabang dan kecamatan jumlah keseluruhan di pulau Jawa ini akan ada 2235 kepengurusan. Jika masing-maasing PC dan MWC punya satu saja mini market, NU akan memiliki gerai sejumlah 2235 buah.

Kalau setiap mini market dalam sehari mengumpulkan uang kembalian dari pembeli yang tidak diambil karena nilainya hanya 100 perak atau 200 perak, dengan hitungan transaksi perharinya pada satu minimarket Rp. 10.000, maka setiap hari akan terkumpul uang Rp. 22.350.000. Hitungan pukul rata itu jika dikalikan sebulan ketemu angka Rp. 670.500.000. Setahun jumlahnya bisa mencapai Rp. 8.046.000.000. Dahsyat.

Ini yang Terjadi Jika Setiap Cabang NU Punya Minimarket - KARTANU
Ini yang Terjadi Jika Setiap Cabang NU Punya Minimarket - KARTANU


Ini yang Terjadi Jika Setiap Cabang NU Punya Minimarket

Jelas angka itu sangat fantastis karena dikumpulkan dari uang yang sudah tidak dianggap. Rp. 100 atau Rp. 200. Jumlah itu jauh lebih besar dari sumbangan Hary Tanu ke pesantren-pesantren melalui YPP-nya.

Ini baru bergerak di satu bisnis, coba kalau NU punya banyak bisnis nasional. Maka hasilnya akan luar biasa dan orang akan berusaha menjadi anggota NU karena banyak manfaatnya. Tidak hanya manfaat akhirat, tapi juga manfaat di dunia.

KARTANU

Sekali lagi, ini hanya hayalan dan hanya berharap semoga menjadi kenyataan. Semoga yang di struktural NU tidak hanya mengurusi dan mengembangkan bisnis pribadinya saja, tapi juga mengurusi bagaimana caranya NU ini bisa menjadi organisasi yang punya manfaat besar di dunia dan akhirat.

KARTANU

Yang fakta, NU bukan ormas bisnis memang. Ia adalah ormas sosial keagamaan yang kelak memang diharapkan jadi penopang perdamaian dunia. Tapi tidak ada salahnya jika mimpi di atas jadi kenyataan. Toh semua orang sukses berawal dari mimpi dan impian besar. [KARTANU]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/ini-yang-terjadi-jika-setiap-cabang-nu-punya-minimarket.html

Senin, 07 Mei 2012

Jasa Shooting dan Live Streaming Pengajian Paling Murah

KARTANU - Zaman modern saat ini semua pondok pesantren sedang gencar-gencarnya menyebarkan syiar islam ke dunia maya, pasti dibutuhkan Jasa Shooting dan Live Streaming Pengajian Paling Murah di daerah anda. Untuk itu silahkan simak video shooting yang memberikan pelayanan paling bagus.

Mungkin anda sering menyaksikan acara bersholawat bersama habib syech, atau sholawat bersama gus ali gondrong mafiasholawat, atau ulama besar lainnya di internet atau langsung hadir di tempat. Pasti di acara tersebut ada layar besar yang menayangkan VT atau siaran langsung di acara pengajian bersholawat tersebut. Berapa biaya untuk sewa video shooting?

Pertanyaan umum yang ditanyakan setiap orang yang akan mengadakan sebuah acara (pengajian akbar, khaul, promosi, ziareah, dll) yaitu berapa biaya untuk sewa video shooting? Sebelum kita masuk membahas harga, perlu anda ketahui bahwa Pasti.In Video Shooting memberikan Jasa Fotografi dan Video Shooting Tegal Semua Moment dengan harga paling murah se Tegal.

Jasa Shooting dan Live Streaming Pengajian Paling Murah - KARTANU
Jasa Shooting dan Live Streaming Pengajian Paling Murah - KARTANU


Jasa Shooting dan Live Streaming Pengajian Paling Murah

Jangan langsung berfikiran bahwa murah tapi tidak berkualitas, karena itu salah besar.

Dalam kenyataannya, Video Shooting Tegal ini mampu bersaing dengan shootingan yang ada di semarang atau jakarta. Karena tim dari Pasti.In sudah berpengalaman dalam mengelola acara dan sangat baik dalam Teknik dan Peralatan Studio Shooting. Jadi [Namamedia] bisa pastikan bahwa Pasti.In Video Shooting itu Murah Berkualitas.

Arif Lukman Hakim Pasti.In Video Shooting

Arif Lukman Hakim Pasti.In Video Shooting


KARTANU

Cakupan wilayah Pastiin Shooting tidak hanya di dalam kota Tegal, tapi juga ke berbagai kota, diantaranya Brebes, Pemalang, Pekalongan dan sekitarnya. Dan produk hasil dari shootingan tegal ini juga tidak sedikit, sudah banyak yang menggunakan jasa video shooting slawi ini, tinggal anda yang belum menggunakan pelayanan jasa rekam acara ini.

Video Shooting Tegal

Seputar info tegal mengenai jasa video dan fotografi tegal murah sudah bukan rahasia lagi, karena peralatan editing video dan live streaming lengkap harga murah cuma pastiin saja. Komputer video live streaming atau siaran langsung menggunakan V-mix seri terbaru dengan lisensi legal alias bukan bajakan, dan juga anda dapat mengadakan siaran langsung live melalui internet dan bisa tayang di Youtube, Facebook, dll.

Anda dapat mengunjungi website resmi Pasti.in di www.pasti.in

Memang sangat aneh dan sangat tidak familiar sekali nama website dengan akhiran .in karena domain tersebut berasal dari india. Namun menurut Arif, itu sengaja untuk memudahkan dan sebagai brand Pasti.In itu sendiri.

Studio Pasti.In Video Shooting

KARTANU

Studio Pasti.In Video Shooting


Pastiin video shooting sangat dipercaya untuk handle acara seperti pengajian pondok pesantren, acara ngaji rutin, pertemuan di gedung, birthday party, wedding / pernikahan, sholawat dan masih banyak lagi.

Tunggu apa lagi, cari :

Video Shooting Tegal Murah Berkualitas? Pasti.In Dulu

Jasa Fotografi Tegal Murah Professional? Pasti.In Dulu

Informasi lebih lanjut, kunjungi website WWW.PASTI.IN

Facebook : https://www.facebook.com/ariepsetoe

No HP : 0878-3000-1575

Arif Lukman Hakim

Dari : http://bangroyhan.pasti.in

Sabtu, 25 Desember 2010

KH Idrus Ali Jabat Ketua FKUB Kabupaten Probolinggo

Probolinggo, KARTANU. Setelah sempat kosong karena KH Mahfudz Syamsul Hadi meninggal dunia, posisi Ketua FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kabupaten Probolinggo akhirnya terisi. Penggantinya adalah KH. Idrus Ali yang dipandang telah memenuhi persyaratan untuk diangkat sebagai pengganti Ketua FKUB Kabupaten Probolinggo masa khidmat 2011-2014.

KH Idrus Ali dikukuhkan sebagai Ketua FKUB Kabupaten Probolinggo oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo yang juga Dewan Penasehat FKUB Kabupaten Probolinggo H.M. Nawi di Gedung Djojolelono Kabupaten Probolinggo. Dalam kesempatan tersebut juga dikukuhkan Lailatul Jumah sebagai anggota FKUB Kabupaten Probolinggo.

KH Idrus Ali Jabat Ketua FKUB Kabupaten Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Idrus Ali Jabat Ketua FKUB Kabupaten Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)


KH Idrus Ali Jabat Ketua FKUB Kabupaten Probolinggo

Pengukuhan KH Idrus Ali dan Lailatul Jumah ini didasarkan pada Keputusan Bupati Probolinggo Nomor: 450/909/426.12/2012 Tentang Peresmian dan Pengangkatan Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Probolinggo Tahun Anggaran 2012 Tanggal 3 Agustus 2012. Pengukuhan ini digelar disela-sela rapat koordinasi (rakor) FKUB Kabupaten Probolinggo terkait kerukunan umat beragama.

KARTANU

Hadir dalam pengukuhan tersebut Rais Syuriyah PCNU Kraksaan KH Munir Kholili, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH Saiful Hadi, Kepala Bakesbangpol & Linmas (Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat) Imam Mulhuda, Kabag Kesra Syafiudin dan perwakilan sejumlah majelis agama se Kabupaten Probolinggo.

Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo HM Nawi dalam sambutannya menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada para pimpinan majelis agama dan tokoh agama yang ada di Kabupaten Probolinggo untuk berkumpul yang merupakan cerminan bahwa kebersamaan dan keharmonisan masyarakat Kabupaten Probolinggo telah terwujud dengan baik.

KARTANU

Tentunya kondisi ini merupakan salah satu faktor penting bagi terwujudnya kondusifitas daerah yang merupakan kebutuhan kita semua, bukan saja di Kabupaten Probolinggo tetapi di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai. Dan saya kira inilah hal yang paling mendasar dari tujuan kita mengamalkan ajaran agama yaitu untuk mencapai kebahagiaan hidup dari dunia sampai akhirat nantinya, ujarnya.

Kepada KH Idrus Ali dan Lailatul Jumah yang baru saja dikukuhkan Nawi menyampaikan ucapan selamat dengan diiringi harapan semoga dapat mengemban amanah dengan sebaik-baiknya sesuai dengan harapan bersama.

Pembentukan FKUB ini merupakan salah satu amanat dari peraturan bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 9 Tahun 2006 dan Nomor 8 Tahun 2006 Tentang pedoman pelaksanaan tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dalam pemeliharaan kerukunan umat beragama, pemberdayaan forum kerukunan umat beragama dan pendirian rumah ibadat, jelasnya.

Tidak lupa Nawi juga menegaskan bahwa FKUB ini bukan dibentuk oleh pemerintah, tetapi dibentuk oleh masyarakat yang difasilitasi oleh pemerintah sebab umat beragama bukanlah objek, tetapi menjadi subjek atau pelaku utama dalam upaya memelihara kerukunan nasional.

Sehebat apapun program pemerintah untuk mewujudkan ketertiban dan ketenteraman, jika tidak didukung oleh masyarakat maka tidak akan memiliki arti apa-apa, terangnya.

Sementara Ketua FKUB Kabupaten Probolinggo KH Idrus Ali mengaku amanah yang diberikan kepadanya merupakan sebuah kepercayaan yang harus dijalankan dengan baik sesuai keinginan masyarakat Kabupaten Probolinggo.

Langkah pertama yang akan saya lakukan adalah melakukan koordinasi intern dahulu. Setelah itu baru akan membahas program kerja untuk membantu Pemerintah Daerah. Mohon dukungan dari semua pengurus FKUB Kabupaten Probolinggo, ujarnya singkat.

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor : Syamsul Akbar

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/40009/kh-idrus-ali-jabat-ketua-fkub-kabupaten-probolinggo

KARTANU

Rabu, 01 September 2010

Ketika KH Hasyim Asyari Mengharamkan Kenthongan Masjid

KARTANU - KH Hasyim Asy’ari pernah menulis sebuah artikel dalam majalah Suara Nahdlatul Ulama pada tahun 1926 M, beberapa bulan setelah NU didirikan.

Dalam artikel tersebut, beliau mengajukan argumentasi tentang hukum menggunakan kenthongan. Karena kentongan tidak disebutkan dalam hadis Nabi, maka tentunya diharamkan dan tidak dapat digunakan untuk menandakan waktu shalat. Demikian pendapat Mbah Hasyim.

Ketika KH Hasyim Asyari Mengharamkan Kenthongan Masjid - KARTANU
Ketika KH Hasyim Asyari Mengharamkan Kenthongan Masjid - KARTANU


Ketika KH Hasyim Asyari Mengharamkan Kenthongan Masjid

Sebulan setelah dipublikasikan, seorang kiai senior lainnya, yakni Kiai Faqih Maskumambang (Guru Kyai Zubair Sarang) menulis sebuah artikel untuk menentang artikel Kiai Hasyim itu. Beliau berpendapat, Kiai Hasyim dianggap salah karena prinsip yang digunakan dalam masalah ini adalah masalah qiyas, atau kesimpulan yang didasarkan atas prinsip yang sudah ada. Atas dasar ini, maka kentongan di Asia Tenggara memenuhi syarat untuk digunakan sebagai penanda masuknya waktu shalat.

Sebagai tanggapannya, Kiai Hasyim mengundang ulama Jombang untuk bertemu dengan beliau di rumahnya dan kemudian meminta agar kedua artikel itu dibaca keras. Ketika hal itu dilakukan, beliau mengumumkan kepada mereka yang hadir.

KARTANU

“Anda bebas mengikuti pendapat yang mana saja, karena kedua-duanya benar. tetapi saya tekankan bahwa di pesantren saya kentongan tidak digunakan,” kata Kiai Hasyim.

Beberapa bulan kemudian, Kiai Hasyim diundang untuk menghadiri perayaan Maulid Nabi di Gresik. Tiga hari sebelum tiba, Kiai Faqih yang merupakan kiai senior di Gresik, membagikan surat kepada semua masjid dan mushalla untuk meminta mereka menurunkan kentongan demi menghormati Kiai Hasyim dan tidak menggunakannya selama kunjungan Kiai Hasyim di Gresik.

KARTANU

Ulama dulu telah memberikan tauladan bagaimana pola pikir saat menyikapi perbedaan. Perbedaan bukan media pertengkaran dan permusuhan, tetapi sebagai perekat ukhuwah dan memupuk sikap toleransi dan menghargai pendapat orang lain.

Sungguh indah jika para pemimpin dan elit politik di negara kita tercinta ini bisa meneladani pesan moral dari kisah di atas. Kisah ini dikutip dari Biografi Gus Dur karya Greg Barton. [KARTANU]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/11/ketika-kh-hasyim-asyari-mengharamkan-kenthongan-masjid.html

Kamis, 03 Juni 2010

Nyata: Gus Dur Mengislamkan 100 Romo Katolik Sebulan

KARTANU - Ini adalah catatan Dr Syaltout, dosen Universitas Indonesia dalam sekolah Ansos yang pernah diadakan pada tahun 1997 silam. Tentang dakwah Romo Mangun dan KH Abdurrahman Wahid dalam merancang startegi masing-masing melakukan misionarisasi, baik Kristen maupun Islam.

Untuk memberikan keterangan kepada hadirin, Romo Mangun mengutip ayat Qur'an Ali Imran ayat 110 dan menginterpretasinya. Ini bunyi ayat tersebut:

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ آَمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

Nyata: Gus Dur Mengislamkan 100 Romo Katolik Sebulan - KARTANU
Nyata: Gus Dur Mengislamkan 100 Romo Katolik Sebulan - KARTANU


Nyata: Gus Dur Mengislamkan 100 Romo Katolik Sebulan

Artinya: Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS. Ali Imran: 110)

KARTANU

Ayat di atas biasanya dipahami cukup chauvinis (kesetiaan ekstrim tanpa mau melihat pandangan alternatif lain) di sebagian besar Islam.

Dalam kesempatan tersebut, Romo Mangun memberikan pengantar tentang pola "dakwah" nya yang terinspirasi dari Ali Imran 110 itu. Di situ ada alur logika yang imanen dan ilahiyah tentang bagaimana melakukan advokasi yang baik. Berikut ada 4 tahapan dakwah yang diulas Romo Mangun dari ayat di atas:

1). Kuntum khoira ummah (kamu adalah ummat terbaik). Yakni, umat harus disapa pertama kali dengan mentalitas superior (percaya diri), bukan inferior. Inferiority complex itu bahaya. Dendam, butuh pengakuan, butuh pujian itu tidak sehat.

KARTANU

Dalam tradisi Katolik, sapaan awal "mentalitas superior" ini dimulai dengan kalimat "saudara-saudaraku terkasih dosa kalian sudah ditebus Tuhan Yesus". Perasaan bebas dari dosa dan salah bisa menciptakan mentalitas superior itu.

2. Ta'muruna bil ma'ruf (mengajak berbuat baik). Dan logisnya, sebelum mengajak tentu harus berbuat baik dulu. Saat umat lapar, kita beri makan. Kita buat mereka kenyang. Saat umat butuh tempat bernaung, kita buatkan tempat itu. Kita cukupi kebutuhan mereka. Kita jadikan diri kita sebagai teladan bagi umat. Dengan begitu, umat jadi ikut, mau diajak dan kemudian juga mengajak yang lain untuk berbuat kebaikan.

3. Tanhauna 'anil munkar (cegah kerusakan atau perbuatan yang tidak pinter, tidak bener, dan tidak pener), yang logisnya tentu kita kasih teladan dulu bahwa kita tidak berbuat buruk, tidak berbuat yang tidak pinter, tidak bener dan tidak pener. Dengan demikian, sistem dan ekosistem yang sudah baik (karena sudah melewati tahap 1 dan 2) bisa terjaga dari pengaruh yang buruk.

4. Yu'minuna billah (beriman kepada Allah, percaya kepada Tuhan Yang Maha Kasih - atau dalam bahasa Romo Mangun "tahap penginjilan" - percaya pada kristus).

Menurut Romo Mangun, banyak dakwah atau advokasi gagal karena nalarnya loncat. Kalau buru-buru masuk tahap 4, tentu yang ada ialah perang. Jika masuk tahapan ke-3, tanpa melalui tahapan ke-1 dan ke-2, tentu yang terjadi adalah kekerasan.

Ini adalah kritik terhadap gerakan-gerakan dakwah "nahi munkar" yang menumbuhkan bibit kekersaan ala FPI. Termasuk kritik terhadap saran almarhum KH. Zaunuddin MZ yang pernah melarang dakwah terhadap orang beragama, melarang umat Islam yang miskin diberi Indomie, beras dan kebutuhan harian lainnya.

Yang menarik adalah tahapan dakwah antara Romo Mangun dan Gus Dur. Mereka ini sudah pada tahapan dakwah dengan dialog dan bercanda lintas iman. Akhirnya, semua bisa disampaikan secara baik-baik.

Gus Dur bertanya kepada Romo Mangun, dengan cara menerapkan Qur'an seperti itu (4 tahapan dakwah dari surat Ali Imron 110), Romo berhasil menginjilkan berapa orang?

Romo Mangun menjawab, "sekitar 30-50 orang per bulan, mereka umat yang miskin, yang teraniaya, lapar, tinggal di bantaran kali, dan hampir terlupakan," katanya.

Mendengar jawaban tersebut, beberapa kawan NU ada yang sempat emosi. Mereka kemudian bertanya kepada Gus Dur terkait "kristenisasi" Romo Mangun itu.

"Alhamdulillah mereka masih pindah agama, daripada mereka pindah ke alam baka," jawab Gus Dur selengekan. Hadirin tertawa tapi tetap masih resah.

Saat semua grundel, Gus Dur melanjutkan, "saya senang ayat Qur'an dipakai Romo, daripada nganggur. Ya, saya mirip Romo juga sebenarnya. Saya bisa mengislamkan 30-50 bahkan pernah 100 orang dalam sebulan. Tapiii... itu Romo semua!".

Semua hadirin tertawa, Romo Mangun dan Gus Dur berpelukan hangat. Ah, jadi kangen Gus Dur yang selalu punya cara unik menyelesaikan masalah tanpa basi-basi. [KARTANU]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/11/rahasia-gus-dur-mengislamkan-100-romo-katolik-sebulan.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KARTANU sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KARTANU. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KARTANU dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock