Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Februari 2015

Awas, Setelah Usir Sinta Nuriyah, FPI Semarang Akan Sasar Diskusi di Ungaran

KARTANU - Sikap penolakan Front Pembela Islam (FPI) Jawa Tengah kepada Ibu Sinta Nuriyah Wahid (istri Gus Dur) pada acara buka puasa bersama di Gereja Kristus Raja Ungaran yang kemudian digeser ke Gereja Yakobus Pudak Payung Semarang pada Kamis (16 Juni 2016) sore tadi, adalah berlebihan.

Awas, Setelah Usir Sinta Nuriyah, FPI Semarang Akan Sasar Diskusi di Ungaran - KARTANU
Awas, Setelah Usir Sinta Nuriyah, FPI Semarang Akan Sasar Diskusi di Ungaran - KARTANU


Awas, Setelah Usir Sinta Nuriyah, FPI Semarang Akan Sasar Diskusi di Ungaran

Hanya dengan alasan khawatir terjadi gangguan keamanan karena menolak doa bersama lintas agama, FPI hendak melakukan kontrol tanpa wewenang di Semarang hingga mengusir tamu kehormatan yang diundang. Demikian dikatakan oleh Ubbadul Adzkiya’, aktivis Lembaga Studi Sosial dan Agama (Elsa) Semarang, sore tadi.

Bahkan, FPI Ungaran juga mengancam akan membubarkan diskusi dalam nobar “Pulau Buru Tanah Air Beta” dan lounching buku karya Tsabit Azinar Ahmad berjudul “Sejarah Kontroversial dalam Perspektif Pendidikan” yang rencananya akan diselenggarakan di Rumah Simpul Buku, Sekarang, Semarang pada 17-18 Juni 2016 besok.

Bukan tidak mungkin, setelah mengusir Sinta Nuriyah, FPI akan memblokir jalan dan mengancam acara diskusi. “Bedah buku Tan Malaka juga ditolak oleh FPI Semarang karena dianggap buku komunis padahal mereka tidak membaca,” kata Nafiul Haris, jurnalis, kepada KARTANU.

Sementara itu, Banser Jateng menyatakan tetap mengawal Ibu Sinta Nuriyah hingga aman dari makar FPI. “Di mana pun tempatnya, apa pun bentuknya, dan kapan pun waktunya, dalam rangka untuk mengawal Ibu Nyai Shinta Nuriyah, istri guru kita, kyai kita, Kyai Abdurrahman Wahid, silaturrahim keilmuan, ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah basyariyah,” kata Hasyim As’ary, Kasatkorwil Banser Jawa Tengah. [KARTANU/ m abdullah badri]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/06/awas-setelah-usir-sinta-nuriyah-fpi-semarang-akan-sasar-diskusi-di-ungaran.html

Sabtu, 26 November 2011

Cerita Jokowi Diberi Peci Mantan Presiden Gus Dur

KARTANU - Presiden Joko Widodo selalu berusaha meneladani sikap hidup dan laku perjuangan Alm. K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang sejalan dengan misi utama kelahiran Nabi Muhammad SAW, dalam menuntun manusia menuju akhlak mulia dan menebarkan rahmat bagi seluruh alam.

Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo dalam peringatan Haul Ke-7 K.H. Abdurrahman Wahid sekaligus Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1438 H yang digelar pada Jumat, 23 Desember 2016, di Komplek Al-Munawwaroh, Jalan Warung Silah No. 10, Ciganjur, Jakarta Selatan.

Cerita Jokowi Diberi Peci Mantan Presiden Gus Dur - KARTANU
Cerita Jokowi Diberi Peci Mantan Presiden Gus Dur - KARTANU


Cerita Jokowi Diberi Peci Mantan Presiden Gus Dur

"Meneladani ketulusan beliau yang menjaga silaturahim, melampaui sekat-sekat primordial yang ada. Meneladani kesederhanaan beliau, meneladani kesukarelaan beliau dalam melayani masyarakat, dan kerelaan berkorban untuk bangsa dan negara sampai akhir hayatnya," ujar Presiden Joko Widodo.

Terlebih lagi Presiden teringat dengan peristiwa ketika Ibu Sinta Nuriyah, istri Gus Dur memberikan peci yang biasanya dipakai Gus Dur pada hari Kamis, 26 September 2013, di Wahid Institute. Tapi sayangnya peci itu disimpan Presiden di Solo. “Jadi tidak bisa saya pakai tahun ini. Insya Allah tahun depan," kata Presiden.

"Pada khaul 7 tahun wafatnya Gus Dur sekarang, pemberian peci itu menjadi pengingat-ingat buat saya, menjadi pengingat-ingat buat kita semua untuk selalu berusaha meneladani Gus Dur,” ucap Presiden.

Menurut Presiden Joko Widodo, Gus Dur yang wafat pada 30 Desember 2009 lalu, dalam sepanjang hidupnya selalu menekankan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah milik seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali, milik bersama, bukan milik golongan dan bukan milik perseorangan.

“Saya percaya Gus Dur pasti gemes gregetan kalau melihat ada kelompok atau orang-orang yang meremehkan konstitusi, yang mengabaikan kemajemukan kita, yang memaksakan kehendak dengan aksi-aksi kekerasan, radikalisme, terorisme,” ujar Presiden.

Melihat situasi sekarang ini, lanjut Presiden, bangsa Indonesia seharusnya merasa bersyukur. Ketika banyak negara lain goyah mencari pedoman hidup, bangsa Indonesia memiliki Pancasila. “Ketika negara-negara lain kebingungan mencari panduan berbangsa dan bernegara, kita mempunyai Pancasila.

Seharusnya kita bisa membangun lebih cepat, bergerak lebih cepat, sehingga kita bisa menjadi negara pemenang, agar kita menjadi bangsa yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian,” kata Presiden.

Lebih lanjut, Presiden Joko Widodo juga mengagumi sikap optimisme Gus Dur dalam memandang bangsa Indonesia ke depan. “Gus Dur itu selalu optimis dalam memandang Indonesia ke depan. Tidak kagetan, tidak gumunan. Itu Gus Dur,” ucap Presiden.

Bahkan dalam menyelesaikan permasalahan bangsa, Gus Dur selalu berpegang teguh pada sebuah kaidah fiqih 'Yassirru wala Tuasirru' yang memiliki makna permudahlah dan jangan dipersulit.

"Ketika mengambil keputusan yang rumit, saya suka teringat kata-kata beliau (Gus Dur), 'Gitu saja kok repot!?," ucap Presiden Joko Widodo.

Dalam Haul ke-7 kali ini Presiden Joko Widodo berkesempatan menyaksikan pembacaan dan penandatangan Ikrar Damai Ummat Beragama Indonesia oleh 9 Pemuka Agama, sebagai bentuk persatuan atas kemajemukan negara Indonesia.

Presiden Ingatkan Pesan Gus Dur pada Cagub DKI Jakarta Sebagai sosok yang dicintai berbagai kalangan masyarakat, peringatan Haul ke-7 Gus Dur dihadiri pula oleh sejumlah pimpinan lembaga negara, tokoh masyarakat, pemuka agama, para kyai, para ulama hingga para santri. Namun, tiga pasang calon Gubernur DKI Jakarta yang akan berkompetisi dalam Pilkada DKI 2017 mendatang juga tampak hadir di tengah para undangan.

Atas permintaan para undangan, Presiden Joko Widodo menyempatkan diri mengabsen kehadiran ketiga pasangan calon Gubernur DKI Jakarta tersebut. Ketiga cagub dan cawagub yang hadir adalah Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat, serta Anies Baswedan.

"Nih sekarang hadir disini tiga calon pasangan calon Gubernur DKI hadir semuanya. Diabsen dulu, katanya tadi yang di sana minta di absen. Silahkan berdiri semuanya," ujar Presiden Joko Widodo. Melihat keakraban ketiganya, Presiden Joko Widodo pun mengapresiasi solidaritas dan kerukunan yang ditunjukkan oleh ketiga pasangan calon Gubernur DKI Jakarta.

"Lha mbok ya begitu yang rukun, wong kita ini kan saudara, saudara sebangsa dan setanah air. Persaudaraan itu yang diajarkan oleh Gus Dur," ucap Presiden.

Turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya Wakil Presiden RI ke-11 Boediono, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, anggota Wantimpres Sidarto Danusubroto dan Ibu Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid serta Yenny Wahid selaku tuan rumah. [KARTANU]

Keterangan:

Laporan diatas ditulis oleh Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, 23 Desember 2016.

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/cerita-jokowi-diberi-peci-mantan-presiden-gus-dur.html

Selasa, 11 Mei 2010

Muskercab NU Sumedang, Ajang Perkuat Aswaja dan Kaderisasi

Sumedang, KARTANUPengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumedang pada Ahad (18/12) melaksanakan kegiatan musyawarah kerja cabang (Muskercab) II. Forum yang bertempat di Aula PCNU Sumedang ini dihadiri 100 peserta yang mewakili dari pengurus PCNU Sumedang, ketua dan sekretaris Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Se-Kabupaten Sumedang, serta perwakilan dari tiap lembaga dan badan otonom NU.

Rais Syuriyah PCNU Sumedang KH A Furqon menyampaikan bahwa Muskercab II menjadi forum untuk menentukan program kerja PCNU Sumedang ke depan. Menurutnya, di antara program penting yang perlu digulirkan adalah penguatan paham Ahlussunnah wal Jamaah.

Muskercab NU Sumedang, Ajang Perkuat Aswaja dan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Muskercab NU Sumedang, Ajang Perkuat Aswaja dan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)


Muskercab NU Sumedang, Ajang Perkuat Aswaja dan Kaderisasi

Penguatan paham aswaja itu perlu ada kesepakatan, istiqamah, dan konsistensi dalam pengerjaanya. Mudah-mudahan hasil muskercab ini bisa diamalkan oleh semua pengurus, ujarnya.

KARTANU

Sementara Ketua PCNU Sumedang H Sadulloh mengatakan bahwa tahun depan di Sumedang menghadapi tahun politik. Salah satu pembahasan program kerja muskercab ini yaitu bagaimana menyikapi tahun politik tersebut. Para peserta akan membahas secara detail hal-hal yang harus dikerjakan oleh pengurus PCNU Sumedang di tahun depan secara terperinci.

KARTANU

Selain itu, tambahnya, ada tiga tugas yang harus dikerjakan oleh NU ke depan. Yang pertama NU harus memperkuat gerakan Aswaja bagi warga Nahdliyin. Kedua, NU harus terus memperkokoh sistem kaderisasi untuk menumbuhkan semangat militansi para kadernya. Dan yang ketiga, NU harus memperkuat di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Ketiga hal tersebut akan menjadi bahan kajian dalam Muskercab PCNU Sumedang saat ini.

NU itu organisasi besar. Organisasi besar itu harus bisa mewarnai, jangan mau diwarnai oleh organisasi kecil. Mudah-mudahan PCNU Sumedang ke depan bisa mewarnai wajah Sumedang ke depan, tuturnya. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/73897/muskercab-nu-sumedang-ajang-perkuat-aswaja-dan-kaderisasi

KARTANU

Senin, 14 April 2008

KH Syukron Mamun: Islam Hidup karena Banyak Bidah

Jakarta, KARTANUPengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman Jakarta KH Syukron Mamun menjelaskan, bidah berasal dari bahasa Arab badaa yang memiliki arti barang baru yang tidak ada sebelumnya. Lebih khususnya, bidah adalah amalan yang tidak ada pada zaman Nabi Muhammad. Menurutnya, bidah itu ada dua, yaitu bidah yang baik dan bidah yang tercela.

Imam Syafii mengatakan bahwa bidah itu ada dua, bidah yang terpuji dan bidah yang tercela. Bidah yang terpuji adalah yang sesuai dengan Al-Quran dan hadis. Sedangkan, yang tercela adalah yang bertentangan dengan Al-Quran dan hadis, terang Kiai Syukron saat berceramah pada Peringatan Haul Ke-1 KH Ali Musthafa Yaqub di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (15/4) malam.

KH Syukron Mamun: Islam Hidup karena Banyak Bidah (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Syukron Mamun: Islam Hidup karena Banyak Bidah (Sumber Gambar : Nu Online)


KH Syukron Mamun: Islam Hidup karena Banyak Bidah

Maka dari itu, ia menilai, tidak semua bidah itu jelek dan tercela. Ia mecontohkan, Khalifah Umar bin Khattab juga melakukan dan menganjurkan bidah yang baik seperti mengadakan Shalat Terawih berjamaah.

KARTANU

Sebelumnya Shalat Terawih itu sendiri-sendiri. Kemudian Umar melakukan Shalat Terawih berjamaah. Adapun yang menjadi imamnya adalah Ubay bin Kaab. Umar pun berkata inilah sebagus-bagusnya nikmat, urai Kiai Syukron.

Lebih jauh, ia mengkritik mereka yang melarang orang melaksanakan bidah hasanah seperti tahlil, maulid, shalawatan, dan lainnya. Menurutnya, orang tersebut adalah mereka yang memahami Al-Quran dan hadis secara sepotong-sepotong.

KARTANU

Dalam memahami agama itu itu, tidak cukup satu dua ayat Al-Quran. Tidak hanya cukup satu dua hadis, tegasnya.

Hanya modal dua ayat tiga ayat menganggap kiai salah semua, lanjutnya.

Ia menilai, Nabi Muhammad menyuruh umatnya untuk membuat bidad yang baik sebanyak-banyaknya. Karena semakin banyak bidah yang baik maka itu akan semakin bagus dan membuat Islam semakin hidup.

Hidupnya Islam karena banyaknya bidah. Bidah yang ada sandarannya dalam Al-Quran dan hadis, pungkasnya. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/77043/kh-syukron-mamun-islam-hidup-karena-banyak-bidah

KARTANU

Jumat, 02 November 2007

PWNU Jabar Bela Bupati Purwakarta soal Tudingan Penistaan Agama

Jakarta, KARTANU. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat mendukung kiprah Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang banyak menggunakan strategi budaya di tengah gugata penistaan agama ke polisi oleh sekelompok ormas Islam yang tak sepaham. Hal tersebut mestinya dilihat dalam kerangka strategi kebudayaan.

"Saya kira kita perlu melihat sisi esensial dari pemikiran Kang Dedi. Ia menjunjung falsafat nilai-nilai Sunda yang selaras dengan nilai-nilai keislaman. Ini yang disebut etichal-virtue, atau keutamaan moral, akhlakul karimah, bukan kemusyrikan atau syirik. Selain melihat luarnya, lihat pula esensinya. Semua akan jadi ringan dan eksotik dalam melihat kiprah masyarakat," ujar Wakil Ketua PWNU Jabar Kiagus Zaenal Mubarok dalam siaran pers, Rabu (9/12).

PWNU Jabar Bela Bupati Purwakarta soal Tudingan Penistaan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jabar Bela Bupati Purwakarta soal Tudingan Penistaan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)


PWNU Jabar Bela Bupati Purwakarta soal Tudingan Penistaan Agama

Menurutnya, apa yang dilakukan Bupati Purwakarta bukan dalam rangka menyundakan Islam. Sebagai bupati, imbuhnya, Dedi unik karena punya inisiatif keluar dari pakem-pakem kerja birokat dan memilih jalan kerja budaya sebagai bagian hidupnya.

KARTANU

Ini sama dengan apa yang dilakukan pendahulu-pendahulu NU, atau mirip yang dilakukan KH. Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) Magelang yang sering memobilisasi kegiatan kesenian untuk penananam nilai-nilai keislaman. Di Magelang Gus Yusuf tidak pernah dituduh kejawen. Beliau santri tulen dan hanya menjadikan kebudayaan sebagai medium. Tidak lebih tidak kurang," lanjut Kiagus.

PWNU Jawa Barat, imbunya, mendorong Kang Dedi untuk terus melanjutkan kerja budayanya. Tentu kita pun akan selalu memberi masukan dan kritik. Saling berbagi pengetahuan dan saling menasihati itu lebih baik ketimbang saling menebarkan amarah.

KARTANU

"Bagi saya, sosok muda dan energik seperti Kang Dedi Mulyadi, terlepas dari kekurangannya, harus didorong untuk semakin baik karena ia punya inisiatif memikirkan kebaikan-kebaikan untuk warga. Cobalah cari, apa ada bupati di Jawa barat ini yang memikirkan kebudayaan dan bisa panjang lebar bicara filsafat, budaya dan agama? Saya fair. Bukan membela membabi buta, tapi membela secara proporsional. Selain itu kami juga sering memberi masukan dan mengkritik agar kiprah tokoh-tokoh NU semakin maju dalam percaturan kehidupan sosial-budaya," kata Kiagus.

Seperti diberitakan sejumlah media, Majelis Dakwah Manhajus Solihin Purwakarta didampingi pemimpin Dewan Pimpinan Daerah Front Pembela Islam Jawa Barat melaporkan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi ke Kepolisian Daerah Jawa Barat, akhir November lalu. Dedi dilaporkan dengan tuduhan telah melakukan penistaan agama Islam yang dituliskan dalam sejumlah buku dan rekaman audio visual.

Gugatan tersebut menyusul setelah pernyataan kontroversial Habib Rizieq Shihab yang memplesetkan salam orang Sunda Sampurasun menjadi Campur Racun. Pernyataan tersebut mendapat reaksi keras dan gugatan dari sejumlah komunitas Sunda. Plesetan itu muncul lantaran FPI geram terhadap kebijakan budaya Dedi, seperti membuat patung dan sebagainya, yang dinilai melenceng dari ajaran Islam. (Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/64172/pwnu-jabar-bela-bupati-purwakarta-soal-tudingan-penistaan-agama

KARTANU

Kamis, 01 Februari 2007

Gus Dur dan Matori Jajaki Rekonsiliasi

Jakarta, KARTANU. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pimpinan Alwi Shihab dan PKB pimpinan Matori Abdul Djalil sepakat untuk melakukan rekonsiliasi guna membangun kembali partai tersebut menjelang Pemilu 2004.

Kami kemarin malam membicarakan rekonsiliasi dengan Gus Dur (Abdurrahman Wahid), bagaimana untuk membangun kembali PKB yang unik ini. Yaitu, partai yang berwawasan kebangsaan dan lahir dari rahim organisasi keagamaan, kata Matori di kediamannya, kemarin.

Pertemuan antara Matori dan Gus Dur tersebut berlangsung Sabtu (14/6) lalu pukul 20.00 WIB di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat. Menurut Matori, dalam pertemuan tersebut tidak dibicarakan mengenai persyaratan-persyaratan untuk kedua pihak supaya dapat melakukan rekonsiliasi.

Gus Dur dan Matori Jajaki Rekonsiliasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur dan Matori Jajaki Rekonsiliasi (Sumber Gambar : Nu Online)


Gus Dur dan Matori Jajaki Rekonsiliasi

Sementara itu, Ketua DPP PKB pimpinan Alwi, Muhaimin Iskandar, dan Wakil Ketua Umum DPP PKB pimpinan Alwi, Mahfud MD, mengatakan masih belum mengetahui hasil pertemuan antara Gus Dur dan Matori yang membicarakan rekonsiliasi tersebut karena baru kembali ke Jakarta.

Matori yang juga Menteri Pertahanan ini mengaku bisa memahami pikiran Gus Dur yang mengajukan kasasi atas kekalahan PKB Kuningan. Namun, sambil menunggu hasil kasasi, PKB Kuningan maupun PKB pimpinan Matori sepakat untuk cooling down.

Ketika ditanya soal prospek kasasi yang diajukan PKB Kuningan, ia berpendapat bahwa PKB Kuningan akan sulit memenangkan kasus itu. Sebab, pada prinsipnya PKB Kuningan menganggap Sidang Istimewa MPR itu cacat prosedural dan inkonstitusional.

"Saya yakin jika Mahkamah Agung (MA) mengambil keputusan mengalahkan saya, berarti MA menyalahkan fatwanya sendiri tentang SI sebab jika dekrit dianggap sah, otomatis SI MPR dan hasil-hasilnya tidak sah," ujarnya.

KARTANU

Karena itu, lanjut Matori, sambil menunggu hasil kasasi, pihaknya melakukan konsolidasi partai. Antara lain, dengan mengadakan musyawarah nasional pada 4 Juli 2003 mendatang.

Tentang perselisihannya dengan Gus Dur, ia menyadari sejak PKB dilahirkan, ada pihak-pihak yang berusaha memisahkan dirinya dari Gus Dur. Tetapi, melalui upaya islah itu semua pihak yang diberitakan bersilang pendapat, semisal Gus Dur, Ketua PBNU Hasyim Muzadi, Alwi Shihab, Mahfud MD, dan dirinya, diharapkan dapat kompak kembali. "Semua ini adalah demi kebesaran partai. Kalau PKB meraih 12% saja kursi DPR, setidak-tidaknya PKB punya fraksi di DPR saja, saya bersyukur," kata Matori.(MoL)

KARTANU

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/216/gus-dur-dan-matori-jajaki-rekonsiliasi

KARTANU

Sabtu, 27 Agustus 2005

Kang Said: Demokrat Harus Berikan Sanksi pada Bhatoegana

Jakarta, KARTANU. Pernyataan politisi Demokrat Sutan Bhatoegana yang menyebut Presiden RI ke-4 KH Abdurahman Wahid atau Gus Dur lengser karena terlibat kasus korupsi terus mendapatkan reaksi keras.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj dengan tegas meminta DPP Partai Demokrat memberikan sanksi kepada kadernya tersebut.

Kang Said: Demokrat Harus Berikan Sanksi pada Bhatoegana (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Demokrat Harus Berikan Sanksi pada Bhatoegana (Sumber Gambar : Nu Online)


Kang Said: Demokrat Harus Berikan Sanksi pada Bhatoegana

"Bhatoegana harus dikenai sanksi," ungkap Kiai Said di kantor PBNU Jakarta, Selasa (27/11).

Ditanya jenis sanksi untuk Bhatoegana, apakah sampai pada tingkat pemecatan, Kiai Said menyerahkan sepenuhnya kepada pimpinan Partai Demokrat.

KARTANU

KARTANU

"Itu terserah pimpinan Demokrat. Yang jelas Bhatoegana harus dikenai sanksi, karena apa yang disampaikannya sudah menyakiti orang-orang yang mencintai Gus Dur, khususnya warga NU," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, dalam talk show di sebuah televisi bersama mantan Juru Bicara Gus Dur, Adhie Masardi, Sutan menyebutkan, Gus Dur semasa menjadi presiden pernah tersandung masalah hukum, yakni Buloggate dan Brunaigate sehingga lengser. Pernytaan tersebut tidak sekedar melecehkan Gus Dur, melainkan juga memaksa Gus Dur untuk menutupi kekeruhan yang terjadi di rezim pemerintahan saat ini.

Pernyataan Bhatoegana tersebut memantik reaksi keras keluarga besar NU, salah satunya Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) PBNU Andi Najmi Fuaidi, yang berencana melayangkan somasi kepada Bhatoegana dan Partai Demokrat.

Redaktur : Hamzah Sahal

Kontributor : Samsul Hadi

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/41010/kang-said-demokrat-harus-berikan-sanksi-pada-bhatoegana

KARTANU

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KARTANU sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KARTANU. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KARTANU dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock