Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 September 2016

Dalil Dzikir Berjamaah Setelah Sholat

KARTANU - Inilah jawaban atas tuduhan bid'ah dzikir berjama'ah yang selalu dilontarkan oleh kaum wahabi kepada warga ahlus sunnah wal jama'ah di mana pun berada. Jawaban ini ditulis oleh Ustadz Idrus Romli dalam bentuk dialog agar enak dipahami dengan mudah.

WAHABI: “Anda belum menjawab, alasan Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyah membid’ahkan doa bersama setelah shalat, baik dimpimpin oleh seorang imam atau berdoa sendiri-sendiri.”

SUNNI: “Doa bersama dengan dipimpin oleh seorang imam, itu telah diamalkan oleh umat Islam sejak generasi salaf, dan memiliki dasar yang sangat kuat dalam al-Qur’an dan hadits.”

WAHABI: “Owh, mana dalil Al-Qur’an nya?

SUNNI: “Dalam al-Qur’an, Allah subhanahu wata’ala menceritakan tentang dikabulkannya doa Nabi Musa dan Nabi Harun ‘alaihimassalaam:

قَالَ قَدْ أُجِيبَتْ دَعْوَتُكُمَا فَاسْتَقِيمَا. (يونس : ٨٩).

“Allah berfirman: “Sesungguhnya telah diperkenankan doa kamu berdua, oleh karena itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus.” (QS. Yunus : 89).

Dalam ayat di atas, Al-Qur’an menegaskan tentang dikabulkannya doa Nabi Musa dan Nabi Harun ‘alaihimassalaam. Padahal yang berdoa sebenarnya Nabi Musa ‘alaihissalaam, sedangkan Nabi Harun ‘alaihissalaam hanya mengucapkan amin, sebagaimana diterangkan oleh para ulama ahli tafsir. Nabi Musa ‘alaihissalam yang berdoa dan Nabi Harun ‘alaihissalam yang mengucapkan amin, dalam ayat tersebut sama-sama dikatakan berdoa. Hal ini menunjukkan bahwa doa bersama dengan dimpimpin oleh seorang imam adalah ajaran al-Qur’an, bukan ajaran terlarang. (Bisa dilihat dalam Tafsir al-Hafizh Ibnu Katsir, 4/291).”

WAHABI: “Selain dalil al-Qur’an, apakah ada dalil hadits?”

SUNNI: “Ya ada. Misalnya hadits berikut ini. Pertama, hadits Habib bin Maslamah al-Fihri:

عَنْ حَبِيْبِ بْنِ مَسْلَمَةَ الْفِهْرِيِّ وَكَانَ مُجَابَ الدَّعْوَةِ رضي الله عنه قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ: لاَ يَجْتَمِعُ قَوْمٌ مُسْلِمُوْنَ يَدْعُوْ بَعْضُهُمْ وَيُؤَمِّنُ بَعْضُهُمْ إِلاَّ اسْتَجَابَ اللهُ دُعَاءَهُمْ. رواه الطبراني في الكبير و الحاكم في المستدرك وقال صحيح على شرط مسلم، وقال الحافظ الهيثمي في مجمع الزوائد: رجاله رجال الصحيح غير ابن لهيعة وهو حسن الحديث.

“Dari Habib bin Maslamah al-Fihri radhiyallahu ‘anhu –beliau seorang yang dikabulkan doanya-, berkata: “Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak lah berkumpul suatu kaum Muslimin, lalu sebagian mereka berdoa, dan sebagian lainnya mengucapkan amin, kecuali Allah pasti mengabulkan doa mereka.” (HR. al-Thabarani dalam al-Mu’jam al-Kabir [3536], dan al-Hakim dalam al-Mustadrak 3/347).

Al-Hakim berkata, hadits ini shahih sesuai persyaratan Muslim. Al-Hafizh al-Haitsami berkata dalam Majma’ al-Zawaid 10/170, para perawi hadits ini adalah para perawi hadits shahih, kecuali Ibn Lahi’ah, seorang yang haditsnya bernilai hasan.”

Hadits di atas memberikan petunjuk kepada kita agar sering berkumpul untuk melakukan doa bersama, sebagian berdoa, dan yang lainnya membaca amin, agar doa dikabulkan.

Kedua, hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallaahu ‘anhuma:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: اَلدَّاعِيْ وَالْمُؤَمِّنُ فِي اْلأَجْرِ شَرِيْكَانِ. رواه الديلمي في مسند الفردوس بسند ضعيف.

“Dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma, berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Orang yang berdoa dan orang yang membaca amin sama-sama memperoleh pahala.” (HR. al-Dailami [3039] dalam Musnad al-Firdaus dengan sanad yang lemah).

Kelemahan hadits ini dapat dikuatkan dengan hadits sebelumnya dan ayat al-Qur’an di atas.

Ketiga, hadits Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu:

عن أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ الله صَلَّى الله عَلَيه وسَلَّم : أُعْطِيتُ ثَلاَثَ خِصَالٍ : صَلاَةً فِي الصُّفُوفِ ، وَأُعْطِيتُ السَّلاَمَ وَهُوَ تَحِيَّةُ أَهْلِ الْجَنَّةِ ، وَأُعْطِيتُ آمِينَ ، وَلَمْ يُعْطَهَا أَحَدٌ مِّمَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ ، إِلاَّ أَنْ يَكُونَ الله أَعْطَاهَا هَارُونَ ، فَإِنَّ مُوسَى كَانَ يَدْعُو وَيُؤَمِّنُ هَارُونَ. رواه الحارث وابن مردويه وسنده ضعيف

Anas bin Malik berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku dikaruniakan tiga perkara; shalat dalam shaf-shaf. Aku dikaruniakan salam, yaitu penghormatan penduduk surga. Dan aku dikaruniakan Amin, dan belum pernah seseorang sebelum kalian dikaruniakan Amin, kecuali Allah karuniakan kepada Harun. Karena sesungguhnya Musa yang selalu berdoa, dan Harun selalu membaca amin.” (HR al-Harits bin Abi Usamah dan Ibnu Marduyah. Sanad hadits ini dha’if. Lihat, al-Amir al-Shan’ani, al-Tanwir Syarh al-Jami’ al-Shaghir, 2/488).

Kelemahan hadits ini dapat diperkuat dengan hadits-hadits sebelumnya serta ayat Al-Qur’an di atas. Hadits di atas mengisyaratkan pentingnya membaca amin bagi orang orang lain, sebagaimana bacaan amin Nabi Harun ‘alaihissalam atas doa Nabi Musa ‘alaihissalam.

Keempat, hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha

عن عائشة - رضي الله عنها - عن النبي - صلى الله عليه وسلم - قال: مَا حَسَدَتْكُمُ الْيَهُوْدُ عَلىَ شَيْءٍ مَا حَسَدُوْكُمْ عَلىَ السَّلاَمِ وَالتَّأْمِيْنِ أخرجه البخاري في الأدب المفرد وأحمد بمعناه ابن ماجة وقال البوصيري هذا إسناد صحيح، وإسحاق بن راهوية في مسنده قال الأمير الصنعاني قد صححه جماعة، وقال الحافظ ابن حجر صححه ابن خزيمة وأقره.

“Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Orang-orang Yahudi tidak hasud kepada kalian melebihi hasud mereka pada ucapan salam dan amin.” (HR. al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad [988], Ahmad 6/134, Ibnu Majah [856], dan Ibnu Rahawaih dalam al-Musnad [1122]. Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah, al-Hafizh Ibnu Hajar, al-Hafizh al-Bushiri dan lain-lain. Lihat al-Amir al-Shan’ani, al-Tanwir Sayrh al-Jami’ al-Shaghir, 9/385).

Hadits di atas menganjurkan kita memperbanyak ucapan salam dan amin. Tentu saja ucapan salam kepada orang lain. Demikian pula memperbanyak ucapan amin, baik untuk doa kita sendiri, maupun doa orang lain. Hadits ini juga menjadi dalil, bahwa ajaran Syiah sangat dekat dengan Yahudi, karena sama-sama melarang membaca amin.

Dari paparan di atas, jelas sekali bahwa doa bersama, dengan dipimpin oleh seorang imam memang ajaran Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

WAHABI: “Bagaimana tanggapan Anda terhadap fatwa Imam Ahmad bin Hanbal radhiyallahu ‘anhu berikut ini:

Imam Ahmad bin Hanbal pernah ditanya:

يكره أن يجتمع القوم يدعون الله سبحانه وتعالى ويرفعون أيديهم؟

“Apakah diperbolehkan sekelompok orang berkumpul, berdoa kepada Allah subhanahu wa ta’ala, dengan mengangkat tangan?”

Maka beliau mengatakan:

ما أكرهه للإخوان إذا لم يجتمعوا على عمد، إلا أن يكثروا

“Aku tidak melarangnya jika mereka tidak berkumpul dengan sengaja, kecuali kalau terlalu sering.” (Diriwayatkan oleh Al-Marwazy di dalam Masail Imam Ahmad bin Hambal wa Ishaq bin Rahuyah 9/4879)

SUNNI: “Semoga Allah meridhai dan merahmati Sayyidina al-Imam Ahmad bin Hanbal. Semoga Allah mengalirkan berkah beliau dan ilmunya kepada kami. Fatwa Imam Ahmad bin Hanbal, tidak diikuti oleh mayoritas ulama. Dalam fatwa di atas, Imam Ahmad tidak suka orang-orang melakukan doa bersama dan dzikir bersama apabila dilakukan dengan sengaja dan terlalu sering.”

WAHABI: “Mengapa mayoritas ulama tidak mengikuti fatwa Imam Ahmad bin Hanbal? Bukankah beliau ulama salaf yang diakui kehebatannya dalam ilmu dan amal?”

SUNNI: “Mayoritas ulama menghargai fatwa beliau, tetapi tidak mengikutinya, karena dalil-dalil Sunnah sangat kuat menganjurkan doa bersama dan dzikir bersama. Sebagaimana dimaklumi, Imam Ahmad dalam fatwanya tidak menjelaskan dalilnya, dan para ulama Wahabi juga tidak pernah menjelaskan dalil beliau.”

WAHABI: “Mana dalilnya? Jangan-jangan dalilnya hanya sedikit.”

SUNNI: “Akhi, dalil itu, selama metode istinbath nya shahih, meskipun hanya ada satu dalil, itu sudah dibenarkan dalam kacamata agama. Apalagi dalilnya banyak. Selain dalil-dalil di atas, yang menganjurkan doa bersama, banyak sekali hadits-hadits yang menganjurkan doa bersama dan dzikir bersama. Misalnya hadits berikut ini:

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إِنَّ للهِ مَلائِكَةً يَطُوفُونَ فِي الطُّرُقِ يَلْتَمِسُونَ أَهْلَ الذِّكْرِ فَإِذَا وَجَدُوا قَوْمًا يَذْكُرُونَ اللهَ تَنَادَوْا هَلُمُّوا إِلَى حَاجَتِكُمْ قَالَ فَيَحُفُّونَهُمْ بِأَجْنِحَتِهِمْ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا قَالَ فَيَسْأَلُهُمْ رَبُّهُمْ وَهُوَ أَعْلَمُ مِنْهُمْ مَا يَقُولُ عِبَادِي قَالُوا يَقُولُونَ يُسَبِّحُونَكَ وَيُكَبِّرُونَكَ وَيَحْمَدُونَكَ وَيُمَجِّدُونَكَ قَالَ فَيَقُولُ هَلْ رَأَوْنِي قَالَ فَيَقُولُونَ لَا وَاللهِ مَا رَأَوْكَ قَالَ فَيَقُولُ وَكَيْفَ لَوْ رَأَوْنِي قَالَ يَقُولُونَ لَوْ رَأَوْكَ كَانُوا أَشَدَّ لَكَ عِبَادَةً وَأَشَدَّ لَكَ تَمْجِيدًا وَتَحْمِيدًا وَأَكْثَرَ لَكَ تَسْبِيحًا قَالَ يَقُولُ فَمَا يَسْأَلُونِي قَالَ يَسْأَلُونَكَ الْجَنَّةَ قَالَ يَقُولُ وَهَلْ رَأَوْهَا قَالَ يَقُولُونَ لَا وَاللهِ يَا رَبِّ مَا رَأَوْهَا قَالَ يَقُولُ فَكَيْفَ لَوْ أَنَّهُمْ رَأَوْهَا قَالَ يَقُولُونَ لَوْ أَنَّهُمْ رَأَوْهَا كَانُوا أَشَدَّ عَلَيْهَا حِرْصًا وَأَشَدَّ لَهَا طَلَبًا وَأَعْظَمَ فِيهَا رَغْبَةً قَالَ فَمِمَّ يَتَعَوَّذُونَ قَالَ يَقُولُونَ مِنْ النَّارِ قَالَ يَقُولُ وَهَلْ رَأَوْهَا قَالَ يَقُولُونَ لَا وَاللهِ يَا رَبِّ مَا رَأَوْهَا قَالَ يَقُولُ فَكَيْفَ لَوْ رَأَوْهَا قَالَ يَقُولُونَ لَوْ رَأَوْهَا كَانُوا أَشَدَّ مِنْهَا فِرَارًا وَأَشَدَّ لَهَا مَخَافَةً قَالَ فَيَقُولُ فَأُشْهِدُكُمْ أَنِّي قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ قَالَ يَقُولُ مَلَكٌ مِنْ الْمَلَائِكَةِ فِيهِمْ فُلَانٌ لَيْسَ مِنْهُمْ إِنَّمَا جَاءَ لِحَاجَةٍ قَالَ هُمْ الْجُلَسَاءُ لا يَشْقَى بِهِمْ جَلِيسُهُمْ رواه البخاري ومسلم

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah memiliki banyak malaikat yang selalu mengadakan perjalanan, mereka senantiasa mencari orang-orang yang berdzikir. Apabila mereka mendapati satu kaum sedang berdzikir kepada Allah, maka mereka akan saling berseru: “Mintalah hajat kalian.” Beliau melanjutkan: “Lalu para malaikat itu mengelilingi dengan sayap-sayapnya hingga memenuhi jarak antara mereka dengan langit dunia.” Beliau melanjutkan: “Lalu Tuhan mereka menanyakan mereka padahal Dia lebih mengetahui dari pada mereka: “Apa yang dikatakan oleh hamba-hamba-Ku?” Para malaikat itu menjawab: “Mereka mensucikan, membesarkan, memuji dan mengagungkan-Mu.” Allah bertanya lagi: “Apakah mereka pernah melihat-Ku?” Para malaikat itu menjawab: “Demi Allah, mereka tidak pernah melihat-Mu.” Allah bertanya lagi: “Bagaimana seandainya mereka pernah melihat-Ku?” Para malaikat itu menjawab: “Seandainya mereka pernah melihat-Mu, tentu mereka akan lebih bersungguh-sungguh beribadah, mengagungkan dan semakin banyak mensucikan-Mu.” Allah bertanya lagi: “Apa yang mereka minta kepada-Ku?” Para malaikat itu menjawab: “Mereka memohon surga-Mu.” Allah bertanya lagi: “Apakah mereka sudah pernah melihat surga-Ku?” Para malaikat itu menjawab: “Belum wahai Tuhan kami.” Allah bertanya lagi: “Bagaimana jika mereka telah melihat surga-Ku?” Para malaikat itu menjawab: “Tentu mereka akan lebih bersungguh-sungguh memohon dan menginginkannya.” Allah bertanya lagi: “Dari apakah mereka memohon perlindungan-Ku?” Para malaikat itu menjawab: “Dari neraka-Mu.” Allah bertanya lagi: “Apakah mereka sudah pernah melihat neraka-Ku?” Para malaikat itu menjawab: “Demi Allah, mereka belum pernah melihat neraka-Mu.” Allah bertanya lagi: “Bagaimana seandainya mereka pernah melihat neraka-Ku?” Para malaikat itu itu menjawab: “Tentu mereka akan semakin lari dan takut pada neraka itu.” Beliau melanjutkan: “Kemudian Allah berfirman: “Saksikanlah oleh kalian, bahwa Aku sudah mengampuni mereka.” Beliau melanjutkan lagi, “Lalu sebagian malaikat itu berkata: “Wahai Tuhan kami! Di antara mereka terdapat si Fulan, ia bukanlah termasuk orang-orang yang berdzikir, hanya saja ia kebetulan datang karena ada keperluan (duduk bersama mereka).” Lalu Allah menjawab: “Mereka adalah kaum yang tidak akan sengsara orang yang ikut duduk bersama mereka.” (HR. al-Bukhari [6408] dan Muslim [4854]).

Hadits di atas jelas memberikan pelajaran tentang keutamaan majlis dzikir. Kita dianjurkan memperbanyak majlis dzikir. Kemudian di bagian akhir hadits tersebut dijelaskan, tentang keutamaan orang yang tidak sengaja datang kepada mereka, lalu diampuni, padahal tidak bermaksud menjadi peserta majlis dzikir. Nah, apabila orang yang tidak sengaja datang, begitu besar pahalanya, apalagi orang yang sengaja datang, tentu lebih besar pahalanya. Bukankah begitu akhi? (Lihat, al-Hafizh Ibnu Hajar, Fath al-Bari, juz 11 hal. 213).

WAHABI: “Tapi kalau dalam dzikir, membaca dzikiran dengan satu suara itu kan tidak ada dalilnya? Berarti kan bid’ah dholalah dan masuk neraka.”

SUNNI: “Akhi, sebaiknya Anda jangan mudah berburuk sangka kepada umat Islam yang rajin beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Apalagi ibadah mereka telah dituntun oleh para ulama sejak awal-awal Islam masuk ke Indonesia. Mereka ulama yang sangat alim ilmunya akhi. Tidak bisa dibandingkan dengan kita-kita yang hanya tahu sedikit sekali ilmu agama. Coba perhatikan hadits ini:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَأَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ يَذْكُرُونَ اللهَ إِلاَّ حَفَّتْهُمْ الْمَلائِكَةُ وَتَغَشَّتْهُمْ الرَّحْمَةُ وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمْ السَّكِينَةُ وَذَكَرَهُمْ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ. رواه أحمد وعبد بن حميد وعبد الرزاق وابن أبي شيبة والطبراني.

Dari Abu Hurairah dan Abu Sa’id al-Khudri, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah berkumpul suatu kaum, mereka berdzikir kepada Allah, melainkan para malaikat mengelilingi mereka, rahmat Allah menaungi mereka, ketenangan dari Allah turun kepada mereka dan Allah menyebutkan mereka di antara orang-orang yang bersama-Nya.” (HR. Ahmad [11892], Abd bin Humaid [861], Abdurrazzaq [20577], dan al-Thabarani dalam al-Ausath [1500]).

Hadits di atas, memberikan pelajaran tentang keutamaan dzikir berjamaah atau dzikir bersama.

WAHABI: “Ya walaupun dzikir bersama, tapi bacaannya kan tidak perlu seragam seperti paduan suara akhi.”

SUNNI: “Akhi, Anda mengerti makna berjamaah? Seandainya ada seratus orang berkumpul di Masjid, tapi shalatnya dilakukan sendiri-sendiri, apakah dinamakan shalat berjamaah? Tentu tidak kan? Nah, dzikir berjamaah itu juga demikian, mereka sama-sama membaca, baik membaca sendiri-sendiri atau dengan satu suara seperti paduan suara. Hal ini juga dipertegas dengan hadits lain tentang membaca satu suara:

عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ قَالَ إِنَّا لَعِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه ووسلم إِذْ قَالَ هَلْ فِيْكُمْ غَرِيْبٌ يَعْنِيْ أَهْلَ الْكِتَابِ قُلْنَا لاَ يَا رَسُوْلَ اللهِ فَأَمَرَ بِغَلْقِ الْبَابِ فَقَالَ ارْفَعُوْا أَيْدِيَكُمْ فَقُوْلُوْا لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ فَرَفَعْنَا أَيْدِيَنَا سَاعَةً ثُمَّ وَضَعَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه ووسلم يَدَهُ ثُمَّ قَالَ الْحَمْدُ للهِ اللّهُمَّ إِنَّكَ بَعَثْتَنِيْ بِهَذِهِ الْكَلِمَةِ وَأَمَرْتَنِيْ بِهَا وَوَعَدْتَنِيْ عَلَيْهَا الْجَنَّةَ إِنَّكَ لاَ تُخْلِفُ الْمِيْعَادَ ثُمَّ قَالَ أَبْشِرُوْا فَإِنَّ اللهَ قَدْ غَفَرَ لَكُمْ. (رواه أحمد والحاكم والطبراني والبزار وحسنه الحافظ المنذري).

“Syaddad bin Aus berkata, “Kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tiba-tiba beliau berkata, “Apakah di antara kalian ada orang asing (ahli kitab)?” Kami menjawab, “tidak ada wahai Rasulullah.” Lalu beliau memerintahkan agar mengunci pintu dan berkata, “Angkatlah tangan kalian, lalu katakan Laa ilaaha illallaah!” Kami mengangkat tangan beberapa saat, kemudian Rasulullah meletakkan tangannya. Lalu bersabda, “Alhamdulillah. Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengutusku membawa kalimat tauhid ini, Engkau memerintahkannya kepadaku dan menjanjikanku surga karenanya, sesungguhnya Engkau tidak akan menyalahi janji.” Kemudian beliau bersabda, “Bergembiralah, sesungguhnya Allah telah mengampuni kalian.” (HR. Ahmad [17121], al-Hakim 1/501, al-Thabarani dalam Musnad al-Syamiyyin [921], dan al-Bazzar. Hadits ini dihasankan oleh al-Hafizh al-Mundziri dalam al-Targhib wa al-Tarhib 2/415).

Perhatikan, dalam hadits di atas, para sahabat membaca kalimah thoyyibah bersama-sama berdasarkan perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Wallahu a’lam. [KARTANU]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/10/dalil-dzikir-berjamaah-setelah-sholat.html

Rabu, 04 November 2015

Gus Sholah: Gejolak Pilkada DKI Kemarin, Imbas Buruk Pemutlakan Pendapat

Jakarta, KARTANU. Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng KH Sholahuddin Wahid (Gus Sholah) mengatakan, sejak dahulu umat Islam terbelah menjadi dua kelompok besar, yaitu kelompok yang mengartikan teks-teks agama secara literal dan kelompok yang memahami teks dengan menggunakan penafsiran-penafsiran.

Sejak dulu ada dua aliran besar dalam Islam, kata Gus Sholah.

Gus Sholah: Gejolak Pilkada DKI Kemarin, Imbas Buruk Pemutlakan Pendapat (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah: Gejolak Pilkada DKI Kemarin, Imbas Buruk Pemutlakan Pendapat (Sumber Gambar : Nu Online)


Gus Sholah: Gejolak Pilkada DKI Kemarin, Imbas Buruk Pemutlakan Pendapat

Hal ini disampaikan saat ia memberikan sambutan dalam acara Seminar Pemikiran Hadratus Syaikh Hasyim Asyari dengan tema Keislaman dan Keindonesiaan: Aktualisasi Pemikiran dan Perjuangan Hadratus Syaikh Hasyim Asyari di Gedung MPR RI Jakarta, Sabtu (6/5).

KARTANU

Menurutnya, kedua kelompok ini tidak perlu saling menyalahkan dan memaksakan pendapatnya karena keduanya tentu memiliki tendensinya masing-masing. Tidak perlu saling menyalahkan, ucapnya.

Salah satu contoh mutakhir perdebatan sengit kedua kelompok tersebut, jelas Gus Sholah, adalah terkait dengan penafsiran kata aulia dalam Surat Al-Maidah ayat 51 dalam konteks pemilihan kepada daerah DKI Jakarta.

Imbasnya, ada stigma negatif bagi kedua pendukung Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Mereka yang mendukung pasangan ini dianggap tidak nasionalis dan antikebhinnekaan. Sementara yang pendukung pasangan yang satunya lagi dianggap tidak Islami dan munafik.

KARTANU

Terkait hal itu, Gus Sholah mengkritik keduanya. Baginya, semua pihak harus saling menghormati dan tidak melakukan tindakan yang seperti itu.

Maka dari itu, ia mengusulkan untuk melaksanakan dialog untuk menjembatani kedua kelompok yang memiliki beda pandangan tersebut. Perlu dilakukan dialog dengan hati dan kepala yang dingin, terangnya.

Dialog tersebut, lanjut Gus Sholah, semestinya diinisiasi oleh tokoh yang bisa diterima oleh kedua belah pihak. Seperti Kiai Hasyim Muzadi kalau beliau masih hidup, tegasnya.

Di dalam dialog tersebut juga ditanyakan apa saja yang diinginkan dan yang tidak diinginkan kedua kelompok tersebut, lanjutnya. (Muchlishon Rochmat/Alhafiz K)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/77721/gus-sholah-gejolak-pilkada-dki-kemarin-imbas-buruk-pemutlakan-pendapat

KARTANU

Senin, 20 Juli 2015

Akibat Durhaka Kepada Kiai, Santri Ini Tak Punya Taji

KARTANU - Dikisahkan, belasan tahun lalu seorang santri jenius yang mondok di Rubath Tarim yang saat itu diasuh Habib Abdullah bin Umar Assyathiri. Di sana, ia dikenal sebagai santri yang sangat alim hingga mampu menghafal kitab Tuhfatul Muhtaj 4 jilid. Siapa tak kenal dia? Semua pun tahu bahwa ia sangat alim, bahkan diprediksi kelak akan menjadi ulama besar.

Akibat Durhaka Kepada Kiai, Santri Ini Tak Punya Taji - KARTANU
Akibat Durhaka Kepada Kiai, Santri Ini Tak Punya Taji - KARTANU


Akibat Durhaka Kepada Kiai, Santri Ini Tak Punya Taji

Nah, suatu hari di saat Habib Abdullah mengisi pengajian rutin di pondok, tiba tiba Sang Habib pengasuh pondok tersebut bertanya tentang santri yang sangat terkenal alim itu, "kemana si Fulan?", semua santri bingung tak bisa menjawab pertanyaan sang guru.

Ternyata santri yang alim tadi tidak ada di pondok. Ia keluar berniat mengisi pengajian di sebuah kota yang bernama Mukalla. Tapi ia keluar tanpa izin. Akhirnya, Habib Abdullah Asysyathiri yang kondang allamah (sangat alim) dan kewaliannya itu berkata, "baiklah, orangnya boleh keluar tanpa izin, tapi ilmunya tetap di sini!".

Di kota Mukalla, santri yang alim tersebut sangat dinanti-nantikan oleh para pecinta ilmu untuk mengisi pengajian di Masjid Omar Mukalla. Singkat cerita, si santri ini pun maju ke depan dan mulai membuka ceramahnya dengan salam dan muqaddimah pendek.

Subhanallah, ternyata setelah membaca amma ba'du, si alim ini tak mampu berkata sama sekali, bahkan untuk menerangkan kitab paling tipis sekelas Safinah sedikit pun tak mampu ia ingat. Sontak dia tertunduk dan menangis. Para hadirin pun heran, "ada apa ini?" Akhirnya Salah satu ulama kota Mukalla menghapirinya dan bertanya, "saudara mengapa begini? Apa yang saudara lakukan sebelumnya?"

Dia menjawab, "aku keluar tanpa izin guruku di pesantren." Dia terus menangis, dan beberapa orang menyarankan agar ia meminta maaf kepada Habib Abdullah Asysyathiri. Namun dengan sombongnya ia tidak mau meminta maaf.

Kesombongannya ini membuat semua orang menjauhinya, dan tidak ada satupun yang peduli padanya, bahkan setelah itu hidupnya sangat miskin dan terlunta lunta. Sehingga ia bisa bekerja apapun kecuali hanya dengan menjual daging ikan kering.

Dan di saat ia meninggal, dia mati dalam keadaan miskin bahkan kain kafannya pun tak mampu dibeli dan akhirnya diberi oleh seseorang. ***

"Santri yang ilmunya berkah bukanlah yang paling banyak hafalannya, yang paling bagus dalam membaca kitabnya, yang selalu juara kelas. Tapi santri yang berkah dan bermanfaat adalah yang paling hormat dan taat kepada gurunya. Dan menganggap dirinya bukan siapa-siapa di hadapan Gurunya."

Di Hari Santri ini, mudah-mudahan dapat mengingatkan kita kembali akan pentingnya mendapatkan ilmu yang berkah, bukan sekadar pintar. [KARTANU]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/10/akibat-durhaka-kepada-kiai-santri-ini-tak-punya-taji.html

Sabtu, 01 November 2014

Dishub-IPNU Jatim Deklarasi Pelajar Pelopor Tertib Lalu Lintas

Surabaya, KARTANUDinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur bersama Pengurus Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Timur melakukan deklarasi pelajar pelopor tertib lalu lintas, Rabu (25/5) di Sport Center Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya.

Kepala Dishub Jatim Wahid Wahyudi mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun dari lapangan, setiap hari di Jawa Timur terjadi sebanyak 57 kecelakaan. Faktanya dari jumlah kecelakaan tersebut didominasi oleh usia produktif yakni pemuda dan pelajar.

Dishub-IPNU Jatim Deklarasi Pelajar Pelopor Tertib Lalu Lintas (Sumber Gambar : Nu Online)
Dishub-IPNU Jatim Deklarasi Pelajar Pelopor Tertib Lalu Lintas (Sumber Gambar : Nu Online)


Dishub-IPNU Jatim Deklarasi Pelajar Pelopor Tertib Lalu Lintas

Sebanyak 81 persen dari 57 kecelakaan lalu lintas perhari itu pemuda dan pelajar. Yang mengagetkan tercatat 15 korban tewas, sehingga setahun bisa mencapai 5.475 korban tewas di jalanan, katanya ditemui usai Deklarasi Pelajar Pelopor Tertib Lalu Lintas.

Lebih lanjut, Wahid menjelaskan faktor penyebab kecelakaan didominasi faktor manusia. Bahkan angkanya mencapai sebanyak 96 persen. Menurutnya, kecelakaan yang jumlahnya cukup banyak diawali oleh pelanggaran kecepatan, rambu lalu lintas dan sebab lain. Maka melalui deklarasi ini kita harapkan IPNU Jatim dapat menjadi mitra untuk mengampanyekan tertib lalu lintas. Artinya, muncul kesadaran dari dalam diri agar berkendara dengan baik, terangnya.

KARTANU

Menurutnya, peran pendidikan memiliki posisi strategis dalam mencetak generasi cerdas dan melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkarakter. Dia optimis apabila para pemuda dan pelajar dapat menyalurkan potensi dengan baik maka bukan sesuatu yang sulit mewujudkan Jawa Timur yang sejahtera dan makmur.

KARTANU

Ketua PW IPNU Jatim, Haikal Atiq Zamzami mengatakan pihaknya telah menyiapkan konsep sosialisasi dan gerakan bersama untuk mengampanyekan tertib lalu lintas. Dalam waktu dekat, IPNU Jatim akan masuk ke sekolah-sekolah untuk memberi pemahaman bahwa berkendara di jalan raya tidak hanya persoalan keselamatan pribadi namun juga orang lain.

Memang sepertinya sepele, tapi faktanya angka kecelakaan itu membuat kita prihatin. IPNU Jatim memiliki inisiatif melakukan kerjasama pelajar pelopor tertib lalu lintas sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan kepedulian, tandas Haikal.

Selain dialog publik, acara lain yang turut meramaikan yakni photography contest dan video selfie pendidikan. Hadir Pula dalam kesempatan ini Rektor UIN Sunan Ampel Prof Abd Ala, Guru Besar Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Prof Murtadlo, Mantan anggota DPR RI dan Guru Besar UIN Sunan Ampel, Prof Ali Maschan Moesa, Pakar Pendidikan, Prof Zainuddin Maliki dan sebagai moderator, Dosen Ilmu Komunikasi Unair, Suko Widodo. (Red: Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/68507/dishub-ipnu-jatim-deklarasi-pelajar-pelopor-tertib-lalu-lintas

KARTANU

Selasa, 06 November 2012

Ini Khutbah Menakjubkan, Berbahasa Arab Tanpa Huruf Alif Satupun

KARTANU - Khutbah ini dinamakan khotbah muniqah (menakjubkan), yang telah diriwayatkan dari Kalbi, dari Abu Saleh, dari Babuwaih atau juga dengan silsilah sanadnya dari Sayyidina Ridha as. Biasanya, dalam khotbah, huruf alif banyak dipakai. Tapi dengan secara mengejutkan Sayyidina Ali as melontarkan khotbahnya dengan 'tanpa huruf alif''. Dalam al-Misbah, Kafa'mi meriwayatkan sebagai berikut,

Ini Khutbah Menakjubkan, Berbahasa Arab Tanpa Huruf Alif Satupun - KARTANU
Ini Khutbah Menakjubkan, Berbahasa Arab Tanpa Huruf Alif Satupun - KARTANU


Ini Khutbah Menakjubkan, Berbahasa Arab Tanpa Huruf Alif Satupun

"Suatu hari, Rasulullah saw sedang duduk berkumpul dengan sahabat-sahabatnya,mereka membicarkan tentang huruf-huruf yang sangat sering dan biasa dipergunakan dalam percakapan sehari-hari. Di tengah-tengah pertemuan itu, Ali as tampak sedang berfikir keras dan secara tiba-tiba mulai melontarkan khotbahnya yang kosong dari huruf alif dengan fasih, yang kemudian dikenal dengan khotbah 'muniqah'. Berikut khutbahnya:

حمدت وعظمت من عظمت منته , وسبغت نعمته , وسبقت غضبه رحمته , وتمت كلمته , ونفذت مشيئته , وبلغت قضيته . حمدته حمد مقر بتوحيده , ومؤمن من ربه مغفرة تنجيه , يوم يشغل عن فصيلته وبنيه . ونستعينه ونسترشده ونشهد به , ونؤمن به , ونتوكل عليه , ونشهد له تشهد مخلص موقن , وتفريد ممتن , ونوحده توحيد عبد مذعن , ليس له شريك في ملكه , ولم يكن له ولي في صنعه , جل عن وزير ومشير , وعون ومعين ونظير , علم فستر , ونظر فجبر , وملك فقهر , وعصي فغفر, وحكم فعدل , لم يزل ولم يزول , ليس كمثله شئ , وهو قبل كل شئ , وبعد كل شئ , رب متفرد بعزته , متمكن بقوته , متقدس بعلوه , متكبر بسموه , ليس يدركه بصر , وليس يحيطه نظر , قوي منيع , رؤوف رحيم , عجز عن وصفه من يصفه , وصل به من نعمته من يعرفه , قرب فبعد , وبعد فقرب , مجيب دعوة من يدعوه , ويرزقه ويحبوه , ذو لطف خفي , وبطش قوي , ورحمته موسعه , وعقوبته موجعة , رحمته جنة عريضة مونقة , وعقوبته جحيم ممدودة موثقة . وشهدت ببعث محمد عبده ورسوله , وصفيه ونبيه وحبيبه وخليله , صلة تحظيه , وتزلفه وتعليه , وتقربه وتدنيه , بعثه في خير عصر , وحين فترة كفر, رحمة لعبيده , ومنة لمزيده , ختم به نبوته , ووضح به حجته فوعظ ونصح , وبلغ وكدح , رؤوف بكل مؤمن رحيم , رضي ولي زكي عليه رحمة وتسليم , وبركة وتكريم , من رب رؤوف رحيم , قريب مجيب . موصيكم جميع من حضر , بوصية ربكم , ومذكركم بسنة نبيكم , فعليكم برهبة تسكن قلوبكم ,وخشية تذرف دموعكم وتنجيكم , قبل يوم تذهلكم وتبلدكم , يوم يفوز فيه من ثقل وزن حسنته , وخف وزن سيئته , وليكن سؤلكم سؤل ذلة وخضوع , وشكر وخشوع , وتوبة ونزوع , وندم ورجوع , وليغتنم كل مغتنم منكم صحته قبل سقمه , وشبيبته قبل هرمه فكبره ومرضه , وسعته وفرغته قبل شغله وثروته قبل فقره , وحضره قبل سفره , من قبل يكبر ويهرم ويمرض ويسقم ويمله طبيبه ويعرض عنه حبيبه , وينقطع عمره ويتغير عقله . قبل قولهم هو معلوم , وجسمه مكهول , وقبل وجوده في نزع شديد , وحضور كل قريب وبعيد , وقلب شخوص بصره , وطموح نظره , ورشح جبينه , وخطف عرينه , وسكون حنينه , وحديث نفسه , وحفر رمسه , وبكي عرسه , ويتم منه ولده , وتفرق عنه عدوه وصديقه , وقسم جمعه , وذهب بصره وسمعه , ولقي ومدد , ووجه وجرد , وعري وغسل , وجفف وسجى , وبسط له وهيئ , ونشر عليه كفنه , وشد منه ذقنه , وقبض وودع وسلم عليه , وحمل فوق سريره وصلي عليه , ونقل من دور مزخرفة وقصور مشيدة , وحجر متحدة , فجعل في طريح ملحود , ضيق موصود , بلبن منضود , مسعف بجلمود , وهيل عليه عفره , وحشي عليه مدره , وتخفق صدره , ونسي خبره , ورجع عنه وليه وصفيه ونديمه ونسيبه , وتبدل به قريبه وحبيبه , فهو حشو قبر , ورهين قفر , يسعى في جسمه دود قبره , ويسيل صديده على صدره ونحره , يسحق تربه لحمه , وينشف دمه ويرم عظمه , حتى يوم محشرة ونشره , فينشر من قبره وينفخ في صوره , ويدعى لحشره ونشوره , فتلم بعزه قبور , وتحصل سريرة صدور , وجئ بكل صديق , وشهيد ونطيق , وقعد للفصل قدير , بعبده خبير بصير , فكم من زفرة تعنيه , وحسرة تقصيه في موقف مهيل ومشهد جليل بين يدي ملك عظيم بكل صغيرة وكبيرة عليم , حينئذ يجمعه عرفه ومصيره , قلعة عبرته غير مرحومة , وصرخته غير مسموعة , وحجته غير مقبولة , تنشر صحيفته , وتبين جريرته , حين نطر في سور عمله , وشهدت عينه بنظره , ويده ببطشه , ورجله بخطوه , وفرجه بلمسه , وجلده بمسه , وشهد منكر ونكير , وكشف له من حيث يصير , وغلل ملكه يده , وسيق وسحب وحده , فورد جهنم بكرب وشده , فظل يعذب في جحيم , ويسقى شربة من حميم , يشوى وجهه , ويسلخ جلده , ويضربه زبينه بمقمعة من حديد , يعود جلده بعد نضجه وهو جلد جديد , يستغيث فيعرض عنه خزنة جهنم , ويستصرخ فلم يجده ندم , ولم ينفعه حينئذ ندمه . نعوذ برب قدير من شر كل مضير , ونطلب منه عفو من رضي عنه , ومغفرة من قبل منه , فهو ولي سؤلي , ومنجح طلبتي , فمن زحزح عن تعذيب ربه , جعل في جنة قربه , خلد في قصور مشيده , وملك حور عين وعده , وطيف عليه بكؤوس , وسكن في جنة فردوس , وتقلب في نعيم , وسقي من تسنيم , وشرب من عين سلسبيل قد مزج بزنجبيل , ختم بمسك , مستديم للملك , مستشعر بسرور , يشرب من خمور , في روض مغدق , ليس يبرق , فهذه منزلة من خشي ربه , وحذر ذنبه ونفسه , قوله قول فصل , وحكمه حكم عدل , قص قصص , ووعظ نص , بتنزيل من حكيم حميد , نزل به روح قدس متين , مبين من عند رب كريم , على نبي مهدي رحمة للمؤمنين , وسيد حلت عليه سفره ,مكرمون برره , وعذت برب عليم حكيم , قدير رحيم , من شر عدو ولعين رجيم , يتضرع متضرع كل .منكم , ويبتهل مبتهلكم , ويستغفر رب كل مذنوب لي ولكم

Artinya:

"Aku mengucapkan rasa syukur kepada-Nya atas anugrah berbagai kenikmatan. Rahmat-Nya meliputi segala sesuatu, kalimat-Nya yang telah sempurna, keinginan-Nya yang berpengaruh, hujjah-Nya yang sempurna dan hikmah-Nya yang adil. Aku mengucapkan rasa syukur kepada-Nya atas umat yang telah menetapkan Dia sebagai Pengatur alam, yang tunduk dengan penghambaan kepada-Nya, meminta ampun dosa-dosanya, menetapkan ketauhidan dan keesaan-Nya , berlindung kepada-Nya atas balasan dosa dan mengharapkan pengampunan dari-Nya. Mengharapkan bahwa Dia akan memberikan keselamatan di hari kesulitan yang memisahkan mereka, meminta dari-Nya pertolongan dan kepada-Nya kita beriman dan bertawakal.

Aku bersaksi kepadanya dengan kesaksian hamba yang ikhlas dan yakin dan mengenal keesaan-Nya, seperti halnya seorang mukmin yang teguh imannya dan mempercayai keesaan-Nya. Aku mengenal keesaan-Nya seorang hamba yang tidak menyekutukan-Nya, kepemilikan dan kekuasaan-Nya. Tidak ada wakil dalam ciptaan-Nya. Lebih besar bagi-Nya untuk mengambil seorang untuk bermusyawarah dan wakil. Suci dari permisalan dan persamaan, bagi-Nya ilmu lahir dan batin, memberitakan sesuatu yang lahir dan batin. Pemilik dan Penguasa dikarenakan Dia akan memberikan balasan siksa orang berbuat maksiat, memberikan pahala kebaikan kepada orang yang beribadah kepada-Nya,ketika menghukum, Dia menghukum dengan keadilan-Nya, memberikan belas-kasih dan kemurahan-Nya, Dia tidak sama dengan sesuatu, Dia akan selalu ada sebelum dan sesudah segala sesuatu.

Tuhan Yang kemulian-Nya adalah Esa dan dengan kuasa-Nya adalah Penguasa. Dengan kemampuan dan kekuatan-Nya menutupi segala keaiban. Yang Maha besar. Tidak ada satu makhluk pun yang dapat melihat-Nya, tidaklah ada sesuatu yang melampaui pandangan-Nya, keekuatan-Nya. Pengasih, Kemampuan dan Alim. Lemah dalam penyifatan atas diri-Nya atas orang yang menyifati-Nya dan menyimpang dari penyifatan atas diri-Nya bagi seseorang yang telah mencapai makrifat-Nya. Pada kejauhan-Nya, Dia dekat pada kedekatan-Nya Dia jauh. Setiap orang yang memohon kepada-Nya maka Dia akan mengabulkan, memberikan rezeki kepadanya, mengasihinya sebagai Pemilik kasih-sayang yang tersembunyi dan siksaan yang pedih. Rahmat-Nya yang luas dan azab-Nya yang pedih. Sebuah rahmat yang seperti halnya suatu surga yang luas dan menakjubkan dan suatu siksa yang merupakan ganjarannya adalah neraka yang memiliki berbagai tingkatan yang memcelakakan.

Aku bersaksi atas pengangkatan Muhammad sebagai hamba dan Rasul-Nya, Nabi-Nya, yang terpilih dan kekasih serta utusan-Nya, yang terbaik di zamannya. Dikarenakan pada masa sebelumnya, tidaklah diutus nabi yang meliputu seluruh alam. Nabi inilah merupakan sebuah rahmat bagi hamba-Nya dan Allah menambahkan anugrah(taufik-Nya) kepada mereka. Kenabian berakhir dengannya dan hujjah-Nya kokoh dengan diutusnya beliau saw.

Adapun dia adalah seorang nabi dengan berbagai kesulitan memberikan peringatan, nasihat dan tablignya untuk setiap Mukmin yang memiliki kasih-sayang, belas kasih, penuh cinta, dan murah hati sehingga mereka akan menerima ajakannya. Rahmat, keselamatan, keberkahan, keagungan dan kasih-sayang Allah yang memberikan pengampunan dan mengabulkan permohonan hamba-Nya.

Aku memberikan nasihat kepada kalian, agar menjaga kesucian jiwa terhadap perkara-perkara yang dilarang Allah, mengikuti ajakan para nabi yang diutus-Nya. Dan saya ingatkan pada kalian, "Sebuah ketakutan yang akan menambah ketenangan jiwa anda dan yang mengalirkan air mata kalian. Ketakwaan yang akan menyelamatkan kalian di hari yang akan melupakan dan menjadi musibah bagi kalian. Adalah suatu hati yang akan memperoleh kemenangan yang besar atas timbangan yang berat karena kebaikannya dan timbangan yang ringan atas kejelekannya. Harus bagi kalian memohon kepada Tuhan kalian dengan kehinaan, ketundukan, dan kekhusyukan. Seperti halnya orang yang bertaubat dan menghalau segala dosanya dan setelah itu tela merasa optimis.

Oleh karena itu, setiap anugrah nikmat kepada kalian kesehatan merupakan anugrah-Nya, keselamatan sebelum mengalami sakit, mudanya sebelum masa tuanya dan keluasan rezeki sebelum kefakirannya. Ketenangan atau kedamaian kalian sebelum masa kesulitan kalian. Kesempatan kalian sebelum hilang masa kesempatan ini. Keselamatan atau kesehatan diri kalian sebelum masa uzur , sakit dan lemah. Kesehatannya, sebelum dokter tidak mampu mengobatinya, teman-temannya yang akan meninggalkannya, terputus umurnya, berubah akalya. Orang-orang di sekitarnya mengatakan, "Tidak dapat lagi untuk bergerak, tubuhnya kurus dan merasa sangat sakit pada badannya".

Dalam keadaan ini, setiap kerabat jauh dan dekat akan hadir di samping tempat tidurnya. Namun, keadaan matanya tidak mampu berkedip dan keringatnya mengalir di keningnya, detak jantungnya berhenti dan sekujur tubuhnya merasa sakit sedang istrinya menangisinya. Mereka mempersiapka penggalian kuburnya, anak-anaknya menjadi yatim,orang-orang dekatnya akan meninggalkannya, hartanya akan dibagikan. Padahal penglihatannya, pendengarannya telah hilang dan kain kafannya telah disiapkan, tangan dan kakinya ditarik, menghadap kiblat, pakaiannya akan dilepas dan dia akan telanjang, tubuhnya yang telah dimandikan akan dikeringkan. Ketika itu, tempat (kuburan) telah dipersiapkan dan kafannya akan dibuka. Dagunya akan tertutup dengan kain (kafan) yang dipakainya, diletakka lilitan sal (imamah) di kepalanya, yang terakhir kain kafan akan dililitkan pada tubuhnya, kalimat perpisahan darinya, diletakkan dalam peti, dishalatkan, dibangun kuburannya dan istana yang kokoh dan bertingkat dipindahkan ke pekuburannya, yang berada di lubang bumi, suatu tempat yang sempit dan pengap, yang ditutupi oleh tanah dan pasir diletakkan berbatuan di atasnya. Sesuatu yang menyebabkan dirinya merasa takut, akan segera datang.

Teman-temannya, orang-orang yang berduka cita dengan kepergiannya dan para kerabatnya serta para penolongnya telah meninggalkannya. Istrinya yang telah ditinggalkannya akan memilih pasangan lain. Di dunia, dia telah memiliki teman dekatnya, memulai lagi kehidupan tanpa orang lain disampingnya dan hidup di alam kubur dengan kesendirian yang sengsara.

Panasnya bumi menyerang tubuhnya. Hidung, mulutnya, kotoran dan darahnya akan keluar. Pakaian dan daging tubuhnya akan membusuk, darahnya akan menghilang, jasadnya mongering dan tulang-tulangnya akan keropos.

Dalam keadaan ini mereka akan menetap, hingga di hari kebangkitan akan kembali dari tempat pemakaman mereka, suatu hari ditiupkan kembali arwah mereka untuk dibangkitkan. Suatu hari kuburan mereka akan terbuka, rahasia di hati-hati mereka akan dimunculkan. Suatu hari setiap nabi akan hadir memberikan kesaksian secara benar, berbicara, kuasa terhadap hukum, menghakimi perbuatan dan perilaku para hamba yang melihat dan buta atas nama Maha Penguasa Hukum (Tuhan).

Maka, bagaimana pun akan muncul rintihan-rintihan hati yang tergores dan keinginan-keinginan yang suram dikarenakan mereka terjaga di tempat yang penuh dengan kesengsaraan yang besar, di hadapan Sang Penguasa Yang Pemurah, Yang mengetahui segala sesuatu yang kecil dan besar, yang ketika itu, kerungat akan mengalir, kegoncangan yang dahsyat akan terjadi, mata-mata akan menangis. Akan tetapi, tak seorang pun akan megasihani dan tidak menjawab seruannya, hujahnya tidak diterima dan dibukakan catatan amal buruknya serta akan ditampakkan segala bentuk penyelewengannya.

Ketika itu, segala anggota tubuhnya akan bersaksi dan mengkhabarkan perbuatan buruknya. Matanya akan memberikan kesaksian terhadap apa yang telah dilihatnya. Tangan akan memberikan kesaksian atas apa yang telah diberikannya, kaki akan memberikan kesaksian atas langkahnya, kulit akan memberikan kesaksian atas apa yang telah disentuhnya, alat kelamin akan memberikan kesksian atas apa yang telah dirasakannya, malaikat Munkar dan Nakir akan mengancamnya yang menjadikannya rasa takut dan segala kejelekan perangainya akan tampak.

Hingga tali rantai akan dililitkan di lehernya, tangan-tangannya dalam keadaan belenggu, dia pun diseret dan dimasukkan ke dalam neraka, api neraka pun akan membakarnya, dia merasakan lahar yang panas dan membakarnya, kulit badannya detelah terbakar akan menjadi kulit yang lain. Meminta pertolongan, namun penjaga jahannam tidak menjawabnya. Apa pun yang dia teriakkan maka tak seorang pun dapat mendengarnya yang menyebabkan dirinya akan mengalami penyesalan, kami berlindung dengan nama Tuhan yang berkuasa atas segala kejelekkan yang telah dilakukan dan meminta maaf kepada seseorang dan menginginkan keridhaannya serta meminta ampun dari sisi-Nya sebagai Sang Pemilik nikmat, keinginan-keinginan dan Yang memenuhi segala kebutuhan.

Maka sesorang yang selamat dari azab Ilahi, dia mendapatkan kedudukan kedekatan (di sisi-Nya), dia akan tinggal di dalam surga dan menempati istana yang kokoh lagi kekal. Juga terdapat para bidadari sebagai pelayan surga, menyiapkan cangkir-cangkir minuman untuknya dan menempati Firdaus yang tinggi, bersenang-senang dalam kenikmatan dan meminum air penghilang dahaga yang bercampur dengan wewangian. Nikmat-nikmat selalu menyertainya dan hidup dalam kebahagiaan. Menikmati minuman-minuman di taman-taman surga yang terang dan penuh cahaya dan air selalu mengalir di taman-taman tersebut. Minuman yang menghilangkan rasa sakit yang tidak memabukkan. Kedudukan ini diperoleh oleh hamba-hamba-Nya yang takut pada Allah dan menjaga kesucian jiwanya.

Balasan terhadap orang-orang yang berbuat maksiat dan mudah baginya untuk berbuat maksiat. Baginya perkataan yang jelas dan hokum yang adil, paling bagusnya kisah-kisah yang telah dinukil dan paling indahnya nasihat-nasihat yang telah disarankan kepadanya, telah diturunkan kepadanya hokum terpuji dan Jibril membawa petunjuk kepada Nabi saw, yang menurunkan pemilik kekuasaan dan kedudukan. Seorang utusan diperintahkan untuk menyampaikan ucapan selamat kita kepada beliau saw.

Aku berlindung kepada Allah Yang Pengasih dari setiap kejelekkan yang telah ditunggangi orang-orang yang menyesatkan, maka sudah seharusnyalah kita tunduk seperti orang-orang yang tunduk dan menangis seperti orang-orang yang menangis.

Pada akhirnya, aku dan anda sekalian meminta pengampunan dari Tuhan Pemberi Petunjuk dan hidayah bagi hamba-Nya.” [KARTANU] 

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/ini-khutbah-menakjubkan-berbahasa-arab-tanpa-huruf-alif-satupun.html

Kamis, 05 Juli 2012

Ini yang Terjadi Jika Setiap Cabang NU Punya Minimarket

KARTANU - NU adalah jam'iyyah yang punya jamaah paling banyak di negeri ini dan juga mungkin di dunia. Kalau seius mau bergerak di bidang ekonomi, NU akan menjadi kekuatan besar dan bermanfaat bagi jamaahnya. Umpama NU menggerakkan bisnis jejaring dengan membuka mini market di setiap cabang dan MWC, maka hasilnya akan luar biasa.

Di Jawa, mulai dari Banten sampe Jatim, jumlah kabupaten dan kota ada 119. Jumlah kecamatan ada 2116. Maka kalau setiap kabupaten dan kota serta kecamatan memiliki pengurus cabang dan kecamatan jumlah keseluruhan di pulau Jawa ini akan ada 2235 kepengurusan. Jika masing-maasing PC dan MWC punya satu saja mini market, NU akan memiliki gerai sejumlah 2235 buah.

Kalau setiap mini market dalam sehari mengumpulkan uang kembalian dari pembeli yang tidak diambil karena nilainya hanya 100 perak atau 200 perak, dengan hitungan transaksi perharinya pada satu minimarket Rp. 10.000, maka setiap hari akan terkumpul uang Rp. 22.350.000. Hitungan pukul rata itu jika dikalikan sebulan ketemu angka Rp. 670.500.000. Setahun jumlahnya bisa mencapai Rp. 8.046.000.000. Dahsyat.

Ini yang Terjadi Jika Setiap Cabang NU Punya Minimarket - KARTANU
Ini yang Terjadi Jika Setiap Cabang NU Punya Minimarket - KARTANU


Ini yang Terjadi Jika Setiap Cabang NU Punya Minimarket

Jelas angka itu sangat fantastis karena dikumpulkan dari uang yang sudah tidak dianggap. Rp. 100 atau Rp. 200. Jumlah itu jauh lebih besar dari sumbangan Hary Tanu ke pesantren-pesantren melalui YPP-nya.

Ini baru bergerak di satu bisnis, coba kalau NU punya banyak bisnis nasional. Maka hasilnya akan luar biasa dan orang akan berusaha menjadi anggota NU karena banyak manfaatnya. Tidak hanya manfaat akhirat, tapi juga manfaat di dunia.

KARTANU

Sekali lagi, ini hanya hayalan dan hanya berharap semoga menjadi kenyataan. Semoga yang di struktural NU tidak hanya mengurusi dan mengembangkan bisnis pribadinya saja, tapi juga mengurusi bagaimana caranya NU ini bisa menjadi organisasi yang punya manfaat besar di dunia dan akhirat.

KARTANU

Yang fakta, NU bukan ormas bisnis memang. Ia adalah ormas sosial keagamaan yang kelak memang diharapkan jadi penopang perdamaian dunia. Tapi tidak ada salahnya jika mimpi di atas jadi kenyataan. Toh semua orang sukses berawal dari mimpi dan impian besar. [KARTANU]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/ini-yang-terjadi-jika-setiap-cabang-nu-punya-minimarket.html

Senin, 16 Januari 2012

Sahabat Nabi Tidak Rayakan Maulid, Bidah Dong!

KARTANU - Umat Islam yakin seyakin-yakinnya bahwa para sahabat adalah sekelompok manusia mulia yang tidak diragukan kadar cinta mereka kepada Nabi Muhammad SAW. Pertanyaan muncul, mengapa kita saat ini melakukan Maulid Nabi, padahal sahabat tidak melakukannya. (Silakan dikorekasi jika ternyata ada riwayat sahabat merayakan maulid Nabi).

Apakah peringatan maulid yang dilakukan umat Islam saat ini bisa jadi tolak ukur cintanya kepada Nabi Muhammad? Bahkan ditanyakan juga, apakah cinta sebagian umat Islam yang ikut memeringati Maulid Nabi saat ini melebihi cinta para sahabat yang pernah hidup bersama Nabi, hanya karena umat saat ini memperingati kelahiran Nabi, sedang sahabat tidak?

Sahabat Nabi Tidak Rayakan Maulid, Bidah Dong! - KARTANU
Sahabat Nabi Tidak Rayakan Maulid, Bidah Dong! - KARTANU


Sahabat Nabi Tidak Rayakan Maulid, Bidah Dong!

Jawabannya, justru karena umat saat ini yang tak pernah berjumpa dengan Nabi itulah yang seharusnya memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan cara membaca kembali kisah hidup perjuangan beliau, sejak lahir hingga wafat.

Apakah salah kita membaca kisah hidup sang Nabi akhir zaman kekasih Allah ini? Harusnya, kita wajib membaca dan mempelajari sejarah hidup Nabi Muhamad SAW, agar tumbuh cinta dan sayang kapada Nabi.

KARTANU

Bukankah peribahasa mengatakan, tak kenal maka tak sayang? Lalu dengan cara apa lagi kita bisa mengenal Nabi jika tidak pernah membaca sejarah hidup beliau, akhi? Maka sangat patut dan harus membacanya, sebagaimana banyak ditulis oleh para ulama dalam berbagai kitab sirah dan kitab maulid seperti Simtud Duror karangan Assayyidil Habib Ali bin Muhammad Alhabsy, Barzanji, Addiba’i dan juga Qashidah Burdah karya Assyekh Abi Abdillah Muhammad Albushiry.

Kita yang tidak pernah hidup dan melihat langsung Nabi Muhammad Saw. inilah yang harus dibangkitkan cintanya. Adapun para sahabat Nabi adalah saksi yang melihat langsung bagaimana Nabi Muhammad SAW berjuang dan berdakwah, sehingga tidak diragukan lagi rasa cintanya kepada Nabi.

Disamping itu, buku-buku tentang kisah hidup Nabi ditulis jauh masanya setelah para sahabat meninggal. Bahkan buku-buku kisah Nabi itu bersumber dari keterangan lisan para sahabat yang kemudian ditulis oleh para ulama.

KARTANU

Allah juga memerintahkan kepada kita untuk mempelajari kisah hidup para Nabi sebelum Nabi Muhammad SAW, sebagaimana ayat-ayat berikut ini:

1. Surat Maryam ayat 41:  “Ceritakanlah (Hai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Al Kitab (Al-Quran) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan lagi seorang Nabi.”

2. Surat Maryam ayat 51: Dan ceritakanlah (Hai Muhammad kepada mereka), kisah Musa di dalam Al-Kitab (Al Quran) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang dipilih dan seorang rasul dan nabi.

3. Surat Maryam ayat 54: Dan ceritakanlah (Hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam Al Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi.

4. Surat Maryam ayat 56: Dan ceritakanlah (Hai Muhammad kepada mereka, kisah) Idris (yang tersebut) di dalam Al Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi.

Coba perhatikan ayat-ayat di atas, Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk menceritakan kisah para Nabi terdahulu dalam rangka menguatkan iman dan islamnya para sahabat ketika itu. Mengapa? Karena para sahabat tidak pernah tahu apalagi melihat langsung kehidupan Nabi terdahulu.

Karena itulah kisah hidup perjuangan Nabi Muhammad SAW patut juga kita pelajari dan baca kembali, melalui berbagai media apapun, termasuk dengan cara membaca Kitab Maulid seperti sudah disebutkan di atas.

Jika masih ada saja yang membenci perayaan maulid Nabi, melarangnya, bahkan mensyirikkannya, maka firman Allah di bawah ini rasanya tepat dijadikan jawaban,

Artinya: "Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata: "Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil". (QS. al-Qoshos: 55). Wallahu’alam. [KARTANU]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/sahabat-nabi-tidak-rayakan-maulid-bidah-dong.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KARTANU sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KARTANU. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KARTANU dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock