Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Mei 2015

Ke PBNU, Jokowi Diminta Sabar dan Tawakal

Jakarta, KARTANU. Calon presiden H Joko Widodo bersilaturrahim ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya No 164 Jakarta Pusat, Jumat (11/7) siang. Kehadiran Jokowi disambut hangat oleh Wakil Ketua Umum PBNU H Asad Said Ali bersama beberapa pengurus lainnya.

Pertemuan berlangsung tertutup di ruang rapat lantai 3 kantor PBNU selama sekitar setengah jam. Usai pertemuan Jokowi langsung berpamitan pulang. Wakil Ketua Umum PBNU H Asad Ali bersama Ketua PP LAZISNU KH Masyhuri Malik mengantar Jokowi sampai ke pintu keluar lantai dasar dan mereka langsung diserbu puluhan wartawan.

Ke PBNU, Jokowi Diminta Sabar dan Tawakal (Sumber Gambar : Nu Online)
Ke PBNU, Jokowi Diminta Sabar dan Tawakal (Sumber Gambar : Nu Online)


Ke PBNU, Jokowi Diminta Sabar dan Tawakal

Kepada wartawan, Asad mengatakan, PBNU berharap Jokowi bersabar dan tawakkal menunggu penetapan hasil Pilpres oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Juli mendatang.

KARTANU

Kami menyampaikan pesan Rais Aam KH Mustofa Bisri (Gus Mus) agar Bapak Jokowi sabar dan tawakkal menunggu penetapan KPU, kata Asad.

KARTANU

Beberapa wartawan meminta Asad menanggapi hasil hitung cepat (quick count). Ada dua hasil penghitungan cepat yang berbeda di mana sebagian besar mengunggulkan pasangan Jokowi-Kalla. Kata Asad, hitung cepat itu didasarkan pada metode ilmiah tertentu dan hasilnya tergantung pada metode yang dipakai.

Para ahli survei dan quick count itu lebih bisa menjelaskan hasilnya, kata asad. Wartawan terus mendesak, PBNU mendukung hasil survei yang mana? Ya yang terbanyak lah, katanya.

Jokowi sendiri tidak memberikan banyak komentar terkait hasil quick count dan soal kunjungannya ke PBNU. Ya kita bersilaturrahim sambil menunggu tanggal 22 Juli, katanya singkat. (anam)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/53203/ke-pbnu-jokowi-diminta-sabar-dan-tawakal

KARTANU

Sabtu, 01 November 2014

Dishub-IPNU Jatim Deklarasi Pelajar Pelopor Tertib Lalu Lintas

Surabaya, KARTANUDinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur bersama Pengurus Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Timur melakukan deklarasi pelajar pelopor tertib lalu lintas, Rabu (25/5) di Sport Center Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya.

Kepala Dishub Jatim Wahid Wahyudi mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun dari lapangan, setiap hari di Jawa Timur terjadi sebanyak 57 kecelakaan. Faktanya dari jumlah kecelakaan tersebut didominasi oleh usia produktif yakni pemuda dan pelajar.

Dishub-IPNU Jatim Deklarasi Pelajar Pelopor Tertib Lalu Lintas (Sumber Gambar : Nu Online)
Dishub-IPNU Jatim Deklarasi Pelajar Pelopor Tertib Lalu Lintas (Sumber Gambar : Nu Online)


Dishub-IPNU Jatim Deklarasi Pelajar Pelopor Tertib Lalu Lintas

Sebanyak 81 persen dari 57 kecelakaan lalu lintas perhari itu pemuda dan pelajar. Yang mengagetkan tercatat 15 korban tewas, sehingga setahun bisa mencapai 5.475 korban tewas di jalanan, katanya ditemui usai Deklarasi Pelajar Pelopor Tertib Lalu Lintas.

Lebih lanjut, Wahid menjelaskan faktor penyebab kecelakaan didominasi faktor manusia. Bahkan angkanya mencapai sebanyak 96 persen. Menurutnya, kecelakaan yang jumlahnya cukup banyak diawali oleh pelanggaran kecepatan, rambu lalu lintas dan sebab lain. Maka melalui deklarasi ini kita harapkan IPNU Jatim dapat menjadi mitra untuk mengampanyekan tertib lalu lintas. Artinya, muncul kesadaran dari dalam diri agar berkendara dengan baik, terangnya.

KARTANU

Menurutnya, peran pendidikan memiliki posisi strategis dalam mencetak generasi cerdas dan melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkarakter. Dia optimis apabila para pemuda dan pelajar dapat menyalurkan potensi dengan baik maka bukan sesuatu yang sulit mewujudkan Jawa Timur yang sejahtera dan makmur.

KARTANU

Ketua PW IPNU Jatim, Haikal Atiq Zamzami mengatakan pihaknya telah menyiapkan konsep sosialisasi dan gerakan bersama untuk mengampanyekan tertib lalu lintas. Dalam waktu dekat, IPNU Jatim akan masuk ke sekolah-sekolah untuk memberi pemahaman bahwa berkendara di jalan raya tidak hanya persoalan keselamatan pribadi namun juga orang lain.

Memang sepertinya sepele, tapi faktanya angka kecelakaan itu membuat kita prihatin. IPNU Jatim memiliki inisiatif melakukan kerjasama pelajar pelopor tertib lalu lintas sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan kepedulian, tandas Haikal.

Selain dialog publik, acara lain yang turut meramaikan yakni photography contest dan video selfie pendidikan. Hadir Pula dalam kesempatan ini Rektor UIN Sunan Ampel Prof Abd Ala, Guru Besar Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Prof Murtadlo, Mantan anggota DPR RI dan Guru Besar UIN Sunan Ampel, Prof Ali Maschan Moesa, Pakar Pendidikan, Prof Zainuddin Maliki dan sebagai moderator, Dosen Ilmu Komunikasi Unair, Suko Widodo. (Red: Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/68507/dishub-ipnu-jatim-deklarasi-pelajar-pelopor-tertib-lalu-lintas

KARTANU

Kamis, 23 Agustus 2012

Rudi Tri Wahid Pimpin Ansor Jatim 2013-2017

Lamongan, KARTANU. Mantan Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Ngawi, Rudi Tri Wahid, memimpin Ansor periode 2013-2017 setelah unggul dalam pemilihan suara terbanyak pada Konferensi Wilayah yang digelar di Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Ahad dini hari.

"Calonnya ada dua, yakni Rudi Tri Wahid yang memperolah 348 suara dan calon lainnya, Sholahul am Notobuwono hanya meraup 225 suara," ujar Ketua Panitia Konferwil, Abdussalam, kepada wartawan.

Rudi Tri Wahid Pimpin Ansor Jatim 2013-2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Rudi Tri Wahid Pimpin Ansor Jatim 2013-2017 (Sumber Gambar : Nu Online)


Rudi Tri Wahid Pimpin Ansor Jatim 2013-2017

Dalam pemungutan suara yang diikuti 573 pemilih tersebut terdapat tiga suara yang tidak sah. Sedangkan, selisih keduanya terpaut 123 suara. Dengan demikian, periode empat tahun mendatang dipercayakan kepada Rudi Tri Wahid sebagai pengganti Alfa Isnaeni.

KARTANU

Sebelum dilakukan pemungutan suara, sempat terjadi perdebatan sengit saat membahas peraturan tata tertib pemilihan serta verifikasi calon ketua. Tim dari kedua calon silih berganti beradu argumen demi memuluskan calonnya melenggang.

Hanya saja, sidang yang dipimpin langsung oleh Pengurus Pusat GP Ansor dan mendapat pantauan langsung oleh Ketua Umum PP GP Ansor Nusron Wahid tersebut bisa dikendalikan dan peserta konferwil menerima keputusan pemilihan diikuti oleh dua calon.

KARTANU

Keikutsertaan Rudi Tri Wahid menjadi calon ketua sempat diprotes karena yang bersangkutan belum memiliki sertifikat Pelatihan Kadet Nasional (PKN). Namun, karena testimoni PP GP Ansor periode sebelumnya yang dikuatkan dengan surat pernyataan Rudi untuk mengikuti PKN setelah terpilih membuat namanya berhak menjadi salah satu calon.

"Kalau Rudi tidak mengikuti PKN paling lama sebulan setelah terpilih maka akan dilepas mandatnya sebagai Ketua PW GP Ansor Jatim. Bahkan, jika dia mengikuti dan dinyatakan tidak lulus maka Ansor Pusat tetap mencabut mandatnya," kata Nusron Wahid.

Sebenarnya, jumlah suara yang mengikuti pemilihan sebanyak 666 suara dari PC maupun PAC se-Jatim. Hanya saja, setelah dilakukan verifikasi maka yang berhak memilih hanya 573 suara.

Sementara itu, sebelum konferwil digelar sudah muncul dugaan kemenangan Rudi Tri Wahid. Tokoh muda yang digadang-gadang jago Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf, itu diperkirakan unggul telak karena telah mengantongi banyak rekomendasi dari PC maupun PAC.

Bahkan, Rudi mengaku sudah berusaha keras menggalang dukungan dari PC-PC dan PAC-PAC. Hal itu bisa dibuktikan saat memenuhi persyaratan pendaftaran calon dengan modal dukungan 30 PC dan ratusan PAC.

"Saya sudah berusaha yang terbaik sehingga tinggal pasrah kepada takdir," kata alumnus UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Di lain pihak, Sholihul Amanullah Notobuwono atau akrab disapa Gus Aam mengaku juga optimistis bakal menang. Kendati demikian, cucu pendiri GP Ansor, KH Wahab Chasbullah tersebut tetap memberikan selamat kepada kompetitornya dalam konferwil. (antara/mukafi niam)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/48927/rudi-tri-wahid-pimpin-ansor-jatim-2013-2017

KARTANU

Jumat, 04 Mei 2012

ISNU chairman could garner lots of votes

Jakarta, KARTANU. Chairman of a reliable survey organization Polcomm Institute Heri Budianto said that the Nahdlatul Ulama Scholars Association (ISNU) chairman Ali Masykur Musa could compete with Jakarta Governor Joko "Jokowi" Widodo in the 2014 presidential election.

Heri said that Musas popularity had increased as respondents considered that he had greater support from the Nahdliyin (the faithful members of NU) and interfaith organizations and activists.

ISNU chairman could garner lots of votes (Sumber Gambar : Nu Online)
ISNU chairman could garner lots of votes (Sumber Gambar : Nu Online)


ISNU chairman could garner lots of votes

As a member who was born from and plays an active role in NU, its normal if Ali Masykur receives greater supports from NU members. Although he ranks third, he has the potential to garner lots of votes, said Heri.

KARTANU

He further said that Ali Masykur had also been deemed successful in carrying out his duties as a BPK member, especially when it came to handling environment and food security issues.

KARTANU

A political expert from the University of Padjadjaran, Lely Arrianie, said if Ali Masykur could approach young people and capitalize on their supports, he would get an even higher electability rating.

Editing by Sudarto Murtaufiq

Dari (National) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/50705/isnu-chairman-could-garner-lots-of-votes

KARTANU

Minggu, 11 Maret 2012

Semar Mencari Rejeki Halal dengan Mantra Mbergegeg

KARTANU - Kiai Lurah Semar Badranaya adalah nama tokoh punakawan paling utama dalam pewayangan Jawa dan Sunda. Tokoh ini dikisahkan sebagai pengasuh sekaligus penasihat para kesatria dalam pementasan kisah-kisah Mahabharata dan Ramayana.

Tentu saja nama Semar tidak ditemukan dalam naskah asli kedua wiracarita tersebut yang berbahasa Sanskerta, karena tokoh ini merupakan asli ciptaan pujangga Jawa. (Sumber:Wikipedia)

Semar Mencari Rejeki Halal dengan Mantra Mbergegeg - KARTANU
Semar Mencari Rejeki Halal dengan Mantra Mbergegeg - KARTANU


Semar Mencari Rejeki Halal dengan Mantra Mbergegeg

Sebagai penjelmaan dewa, Semar dikenal juga sangat arif dan bijaksana. Bisa bergaul dengan siapa saja, baik dengan kalangan atas maupun kalangan bawah. Selain itu juga, ia tanggap terhadap perubahan jaman. Akan tetapi jika menemukan ketidakadilan dan tindakan sewenang-wenang, maka Semar akan dengan tegas melakukan tindakan preventif, persuasif dan represif. Bisa dikatakan kalau Semar ini rela mempertaruhkan segalanya demi amanat yang diterimanya dari Sang Maha Kuasa.

Sering dikisahkan juga bahwa senjata Semar adalah kentut. Konon kentut Semar ini bisa membuat pusing para punggawa keraton yang tidak menjalankan tugasnya sesuai ketentuan yang berlaku.

Bila kita cermati ucapan Semar setiap kali mengawali dialog: “mbergegeg, ugeg-ugeg, hmel-hmel, sak dulito, langgeng…” Yang artinya diam, bergerak atau berusaha, makan, walaupun sedikit, abadi, yang kira-kira maksudnya begini, "daripada diam (mbergegeg) lebih baik berusaha untuk lepas (ugeg-ugeg) dan mencari makan (hmel-hmel) walaupun hasilnya sedikit (sak ndulit) tapi akan terasa abadi (langgeng).

KARTANU

Benar-benar sebuah pesan moral yang sangat dalam agar kita selalu bekerja keras untuk mencari nafkah, walaupun hasilnya hanya cukup untuk makan namun kepuasan yang didapat, -karena mau berusaha,- akan abadi.

Rasul SAW jauh-jauh hari bersabda yang Artinya: "Sungguh sebaik-baik rizki yang dimakan oleh seorang laki-laki adalah dari usahanya sendiri".

KARTANU

Tuhan sang pencipta alam sendiri pun berfirman didalam al Qur'an, agar hambanya selepas melaksanakan ibadah di perintah untuk mencari reziki yang halal.

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi (untuk mencari rezki dan usaha yang halal) dan carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung". (QS al-Jumu’ah: 10).

Karena itulah, tetaplah "mbergegeg, ugeg-ugeg, hmel-hmel, sak dulito, langgeng…". Bahasa gampangnya, sing penting barokah. [KARTANU]

Ahmad Zain Bad

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/02/semar-mencari-rejeki-halal-dengan-mantra-mbergegeg.html

Rabu, 28 Desember 2011

Penting bagi Guru PAI Perkuat Paham Islam Moderat

Jakarta, KARTANU. Saat ini radikalisme sudah pada taraf menyasar anak-anak usia sekolah. Hal ini memberikan konsekuensi kepada guru PAI agar lebih memperkuat dan membekali diri dengan pemahaman Islam moderat atau Al-Wasathiyah.

Hal ini disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam KH Hasyim Muzadi dalam kegiatan Sarasehan Nasional bertajuk Potensi Pendidikan Islam menjadi Rujukan Pendidikan Moderat Dunia, Senin (13/6) di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama.

Penting bagi Guru PAI Perkuat Paham Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)
Penting bagi Guru PAI Perkuat Paham Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)


Penting bagi Guru PAI Perkuat Paham Islam Moderat

Kiai Hasyim menjelaskan bahwa istilah moderat jika merujuk kepada Hadis yaitu Al-Hanifiyah Samhah. Istilah ini bisa diartikan sebagai agama yang baik dan lurus namun tidak meninggalkan identitas dan menolak tradisi.

KARTANU

Rasulullah SAW diutus untuk membawa agama yang Al-Hanifiyah Samhah. Hal ini dipraktikkan oleh sahabat dan ulama-ulama terdahulu. Ulama dulu sangat Hanif, mendalam agamanya tetapi moderat dalam berdakwah, jelas Kiai Hasyim ini di hadapan sekitar 400 instruktur PAI nasional.

Para ulama terdahulu, lanjut Hasyim, dalam berdakwah sangat terbuka. Jika ada perbedaan pendapat, mereka menyikapinya dengan arif dan bijak. Mereka melakukan dakwah dengan ramah dan sejuk, tidak memaksakan kehendak dalam masalah agama.

KARTANU

Jika bisa ditarik syukur, tapi kalau tidak bisa ya tidak memaksakan kehendak. Jadi ulama zaman dulu itu banyak mengislamkan orang kafir dengan dakwah ramahnya. Tapi zaman sekarang kebalik, kelompok Islam tertentu malah mengafirkan sesama Islam. Inilah bedanya Waliyullah dengan Wali Jenggot, ucap Hasyim diikuti riuh tawa peserta.

Lebih jauh, Ketua Umum PBNU periode 2000-2010 ini mendorong kepada seluruh instruktur PAI, baik dari unsur guru, kepala sekolah, dan pengawas untuk memperkuat paradigma Al-Hanifiyah Samhah ini.

Hal ini, kata Hasyim, mengingat paham radikal telah sampai pada taraf aksi bukan lagi wacana. Dalam hal inilah menurutnya, guru harus mampu menjadi jembatan untuk para generasi muda untuk menyambungkan sumber-sumber hukum Islam dengan realitas zaman yang selalu berubah dengan tidak meninggalkan tradisi. (Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/68962/kiai-hasyim-penting-bagi-guru-pai-perkuat-paham-islam-moderat

KARTANU

Selasa, 23 Februari 2010

Al Maidah Ayat 51 Menurut Pakar Tafsir Quraish Shihab

KARTANU - Seperti diketahui, ayat dari Surah Al-Maidah yang kerap disebut sebagai dalil menolak ‘pemimpin kafir’ itu ialah:

Al Maidah Ayat 51 Menurut Pakar Tafsir Quraish Shihab - KARTANU
Al Maidah Ayat 51 Menurut Pakar Tafsir Quraish Shihab - KARTANU


Al Maidah Ayat 51 Menurut Pakar Tafsir Quraish Shihab

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi ‘awliya’; sebahagian mereka adalah awliya bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi wali, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Al-Maidah: 51).

Benarkah ayat di atas menyerukan penolakan “pemimpin kafir”? Menurut pakar tafsir Al-Qur’an Prof. Quraish Shihab, ayat di atas tidaklah berdiri sendiri, namun memiliki kaitan dengan ayat-ayat sebelumnya. Hanya memenggal satu ayat dan melepaskan ayat lain berimplikasi pada kesimpulan akhir. Padahal, Al-Maidah ayat 51 merupakan kelanjutan atau konsekuensi dari petunjuk-petunjuk sebelumnya.

“Konsekuensi dari sikap orang yang memusuhi Al-Qur’an, enggan mengikuti tuntunannya…”

Pada ayat sebelumnya, Al-Qur’an diturunkan untuk meluruskan apa yang keliru dari kitab Taurat dan Injil akibat ulah kaum-kaum sebelumnya. Jika mereka – Yahudi dan Nasrani, enggan mengikuti tuntunan Al-Qu’ran, maka mereka berarti memberi ‘peluang’ pada Allah untuk menjatuhkan siksa terhadap mereka karena dosa-dosa yang mereka lakukan.

“Jadi, mereka dinilai enggan mengikuti tuntunan Tuhan tapi senang mengikuti tuntunan jahiliyah,” kata Quraish Shihab dalam pengajian Tafsir Al-Qur’an di salah satu stasiun TV swasta.

Lalu, dilanjutkan oleh ayat 51 surat Al-Maidah. Kalau memang seperti itu sikap orang-orang Yahudi dan Nasrani – mengubah kitab suci mereka, enggan mengikuti Al-Qur’an, keinginannya mengikuti jahiliyah, – “Maka wahai orang-orang beriman janganlah engkau menjadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagaiawliya.”

Bagi Quraish Shihab, hubungan ayat ini dan ayat sebelumnya sangat ketat. “Kalau begitu sifat-sifatnya, jangan jadikan mereka awliya. Nah, awliya itu apa?,” tanya Quraish memantik diskusi sebelum mengkaji lebih dalam.

‘Awliya’ ialah jamak atau bentuk plural dari ‘wali’. Di Indonesia, kata ini populer sehingga ada kata wali-kota, wali-nikah dan seterusnya. Wali ialah, kata penulis Tafsir Al Misbah ini, pada mulanya berarti “yang dekat”. Karena itu,waliyullah juga bisa diartikan orang yang dekat dengan Allah.

“Wali kota itu berarti yang mestinya paling dekat dengan masyarakat. Orang yang paling cepat membantu Anda, ialah orang yang paling dekat membantu Anda. Nah, dari sini lantas dikatakan bahwa wali itu pemimpin atau penolong.”

Adapun wali dalam pernikahan – apalagi terhadap anak gadis – sebenarnya fungsinya melindungi anak gadis itu dari pria yang hanya ingin ‘iseng’ padanya. Seseorang yang dekat pada yang lain, berarti ia senang padanya. Karena itu, iblis jauh dari kebaikan karena ia tidak senang. “Dari sini, kata ‘wali’ yang jamaknya ‘awliya’ memiliki makna bermacam-macam.”

Yang jelas, kata jebolan Al Azhar Mesir ini, kalau ia dalam konteks hubungan antar manusia, berarti persahabatan yang begitu kental. Sedemikan hingga tidak ada lagi rahasia di antara mereka. Demikian pula hubungan suami-istri yang dileburkan oleh cinta.

“Dalam ayat ini, jangan angkat mereka –Yahudi dan Nasrani- yang sifatnya seperti dikemukakan pada ayat sebelumnya menjadi wali atau orang dekatmu. Sehingga engkau membocorkan rahasia kepada mereka.”

Dengan demikian, ‘awliya’ bukan sebatas bermakna pemimpin, kata Quraish Shihab. “Itu pun, sekali lagi, jika mereka enggan mengikuti tuntunan Allah dan hanya mau mengikuti tuntunan Jahiliyah seperti ayat yang lain.”

Contohnya, jika mereka juga menginginkan kemaslahatan untuk kita, boleh tidak kita bersahabat? Quraish Shihab kembali bertanya, jika ada pilihan antara pilot pesawat yang pandai namun kafir dan pilot kurang pandai yang muslim, “pilih mana?” sontak jamaah yang hadir pun tertawa.

Atau, pilihan antara dokter kafir yang kaya pengalaman dan dokter muslim tapi minim pengalaman. Dalam konteks seperti ini, bagi Quraish Shihab, tidak dilarang. Yang terlarang ialah melebur sehingga tidak ada lagi perbedaan termasuk dalam kepribadian dan keyakinan. Karena tidak ada lagi batas, kita menyampaikan hal-hal yang berupa rahasia pada mereka. “Itu yang terlarang,” tegasnya.

Namun, kalau pergaulan sehari-hari, dagang, membeli barang dari tokonya dan sebagainya, tidaklah dilarang. Selanjutnya, ayat ini berbicara tentang sebagian mereka adalah awliya bagi sebagian yang lain. Artinya, sebagian orang Yahudi bekerjasama dengan orang Nasrani yang walaupun keduanya beda agama namun kepentingannya sama, yaitu mencederai kalian.

Oleh sebab itu, Al-Qur’an berpesan, “Siapa yang menjadikan mereka itu orang yang dekat, yaitu meleburkan kepribadiannya sebagai muslim sehingga sama keadaannya (sifat-sifatnya) dengan mereka, oleh ayat ini diaggap sama dengan mereka,” jelas Quraish.

Terakhir, Allah tidak memberi petunjuk pada orang-orang zalim. Menurut Quraish Shihab, petunjuk ada dua macam; umum dan khusus. Petunjuk khusus itu, memberi tahu dan mengantar. Allah memberi tahu kepada semua manusia tentang ini baik dan itu buruk tapi tidak semua diantar oleh-Nya.

Di sisi lain, ada yang tidak sekedar diberitahu jalan baik, namun juga diantar jika orang itu menginginkan. Meski demikian, Allah tidak memberi petunjuk khusus mereka yang tidak menempatkan sesuatu pada tempatnya. [KARTANU]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/10/al-maidah-ayat-51-menurut-pakar-tafsir-quraish-shihab.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KARTANU sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KARTANU. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KARTANU dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock