Tampilkan postingan dengan label Khotbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khotbah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Maret 2017

Banser Sawangan Jingkang Bantu Korban Rumah Roboh

Banyumas, KARTANU. Sainah (54) janda 3 anak itu hanya bisa pasrah, melihat rumahnya di RT 01/5 Desa Jingkang Kecamatan Ajibarang porak-poranda diterpa angin kencang yang menerpa desa Jingkang Senin (21/3). Seketika itu juga, puluhan anggota banser dari ranting Sawangan dan Jingkang langsung terjun kelokasi kejadian.

Banser dibantu warga bahu membahu membereskan rumah Sainah yang hancur tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, karena saat kejadian Sainah sedang tidak rumah.

Banser Sawangan Jingkang Bantu Korban Rumah Roboh (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Sawangan Jingkang Bantu Korban Rumah Roboh (Sumber Gambar : Nu Online)


Banser Sawangan Jingkang Bantu Korban Rumah Roboh

"Saat kejadian, saya sedang berada di sawah, tiba-tiba tetanga saya ngabarin kalo rumah saya roboh," tutur Sainah dengan wajah sedih.

"Dua anak saya sedang sekolah, dan yang paling kecil ikut saya ke sawah," lanjutnya.

KARTANU

KARTANU

Puluhan personil Banser dari Sawangan dan Jingkang yang dihubungi lewat telefon langsung terjun ke lokasi kejadian.

"Saya di telepon sahabat Tarno, lalu saya langsung menghubungi yang lain juga," kata Pujianto

"Kami semua datang sekitar jam 13:00, dan langsung bergerak memberskan puing-puing yang berserakan," lanjutnya.

Jafar, ketua RW setempat mengungkapkan bahwa rumah Sainah memang sudah rusak berat, kayu-kayunya banyak yang keropos.

Banser juga langsung membuatkan gubug sementara untuk keluarga sainah tinggal. (Kifayatul Akhyar/Mukafi Niam)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/76380/banser-sawangan-jingkang-bantu-korban-rumah-roboh

KARTANU

Sabtu, 15 Oktober 2016

Adakah Kelompok Aswaja di Luar NU?

Mojokerto, KARTANU. Buku Khazanah Aswaja dibedah di kampus Institut Pesantren KH Abdul Chalim (IKHAC) Pacet, Mojokerto, Jawa Timur. Buku itu dibedah tiga narasumber yaitu Ustadz Fathul Qadir dan Ustadz Yusuf Suharto. Keduanya adalah tim penulis buku itu. Sementara sebagai pembedah utama dan pembanding, adalah Pengurus Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Dr. Rudolf. Acara ini dibuka oleh Dr. Sukadir, dekanat yang mewakili Rektor.

Di hadapan peserta, Yusuf Suharto yang tampil pertama, menyatakan, buku Khazanah Aswaja terdiri dari enam bab itu bisa menjadi buku pegangan para mahasiwa di perguruan tinggi NU maupun kampus berbasis pesantren.

Adakah Kelompok Aswaja di Luar NU? (Sumber Gambar : Nu Online)
Adakah Kelompok Aswaja di Luar NU? (Sumber Gambar : Nu Online)


Adakah Kelompok Aswaja di Luar NU?

"Buku ini terdiri dari enam bab dan ini seperti kebutuhan akan mata kuliah Aswaja yang di kampus NU dan juga di kampus IKHAC diterapkan selama enam semester," ujarnya diamini para narasumber pada bedah buku yang berlangsung pada Ahad (22/1).

KARTANU

Di buku ini, lanjutnya, ada bab tentang aliran dan kelompok di luar NU. Aliran klasik bukan bagian dari Aswaja yang disebut di buku ini antara lain Mutazilah, Syiah, dan Khawarij. Sementara itu ada kelompok-kelompok umat Islam yang juga dibahas di buku ini. Kelompok di luar NU ini ada yang Aswaja dan ada yang tidak.

KARTANU

Sementara Ustadz Fathul Qodir mengatakan, Aswaja itu salah satu cirinya adalah tidak mudah mengkafirkan dan tidak mudah membidahkan sesama umat Islam.

Karena untuk mengkategorikan itu harus pakai kaidah-kaidah, tidak bisa serampangan," ungkap tim penulis yang kerap muncul di TV 9.

Ustadz Rudolf mengapresiasi buku ini. "Buku ini enak dibaca. Ini saya rekomendasikan agar dibaca. Kalau bisa, jumlah oplah cetaknya diperbanyak sehingga semakin banyak orang yang bisa membacanya. Namun saya memberi masukan, agar tim 8 ini ditambah satu lagi menjadi tim 9," ujar pria yang mengaku sebagai Aswaja dari Jember ini.

Di akhir acara, Ustadz Fathul Qodir menyerukan kepada para peserta bedah buku untuk mantap dengan NU, sembari dikutipnya kata pengantar dari Rais Aam PBNU KH Maruf Amin di buku ini.

"Hadirnya buku Khazanah Aswaja yang mengulas seluruh aspek Aswaja, sejarah, akidah, fikih, tasawuf, dan implementasinyadi lingkungan NU, secara konkret membuktikan konsistensi Aswaja NU Center PWNU Jatim dalam mengemban amanah ilmiah untuk menghadapi tantangan kekinian. Harapannya, kehadiran buku ini menjadi langkah strategis dan secara substansif dapat diserap oleh NU di seluruh level secara nasional, sesuai kondisi dan tantangan yang dihadapi," demikian kutipan sambutan Rais Aam. (Red: Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/74863/adakah-kelompok-aswaja-di-luar-nu

KARTANU

Kamis, 17 Maret 2016

Kewalian Gus Dur Dibedah di Ajang Munas

Cirebon, KARTANU. Ketika Jalaluddin Rumi meninggal, kucing di rumahnya terlihat sedih berhari-hari, dan lalu meninggal pula. Ketika KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) wafat, juga demikian, beberapa hari kemudian kucing di rumahnya meninggal, kata Kiai Husein Muhammad.

Dalam acara bedah bukunya yang berjudul Sang Zahid: Mengarungi Sufisme Gus Dur yang diselenggarakan Intelektual Muhajirin NU (IMNU) Cirebon, di Yayasan Khatulistiwa Kempek, Ahad (16/9), ia membandingkan Gus Dur dengan Jalaluddin Rumi.

Kewalian Gus Dur Dibedah di Ajang Munas (Sumber Gambar : Nu Online)
Kewalian Gus Dur Dibedah di Ajang Munas (Sumber Gambar : Nu Online)


Kewalian Gus Dur Dibedah di Ajang Munas

Kiai Husein mengatakan, situasi yang sosial politik yang melingkupi saat wafatnya wali besar Jalaluddin Rumi, dimana waktu itu banyak konflik, dimana keragaman terus diperjuangkan, tetapi konflik sosial juga sangat rawan. Ini sama persis dengan situasi sosial politik di saat Gus Dur wafat.

KARTANU

Pernyataan Kiai Husein ini dilontarkannya untuk menegaskan bahwa apa yang dilakukan Gus Dur selama ini memiliki dasar yang kuat dalam Islam, khususnya spiritualitas Islam.

KARTANU

Buku Sang Zahid ini, sesungguhnya hasil refleksi saya atas kebersamaan saya dengan Gus Dur sejak 1997. Saat itu beliau mulai sakit-sakitan, stroke, saya paling tidak waktu itu dua kali sekali dalam sebulan berkunjung ke rumah beliau. Saya menyaksikan sendiri bagaimana Gus Dur berperilaku setiap hari, demikian jelas Kiai Husein.

Gus Dur bukanlah budayawan, bukan seorang pembela HAM, bukan pembela minoritas, bukan politikus, bukan pemikir Islam dan bukan ulama, tetapi Gus Dur adalah menjadi semuanya itu. Gus Dur selama ini banyak bergerak di berbagai bidang, dan memiliki effek bagi orang banyak. Apakah yang melandasi semua gerakan itu. Yang menggerakkannya adalah spiritualitas Gus Dur, yang memiliki rujukan pada spritualitas Islam (tasawuf), katanya.

Gus Dur sering dianggap aneh, dan ucapannya baru dianggap benar, karena ternyata di kemudian hari ucapan Gus Dur malah terbukti. Hal ini sesuai dengan spiritualitas Ibnu Athaillah Sakandari dalam kita Hikamnya yang mengatakan bahwa bagi orang-orang suci yang dekat dengan Allah, kata-katanya bisa mendahului zamannya. Ini bukan sesuatu yang aneh menurutnya, karena sering juga dialami oleh para Wali Allah. Demikianlah Kiai Husein, secara panjang lebar menjelaskan tentang sisi-sisi kewalian Gus Dur.

Sementara itu pembanding, rektor IAIN Syeikh Nurdjati Cirebon, Prof Dr Maksum Mochtar, menyampaikan, tidak cukup untuk hanya mengagumi Gus Dur. Yang lebih penting adalah bagaimana kita bisa seperti Gus Dur.

Dan ini bisa saja, melalui pendidikan dengan basis penguatan neurosains mungkin saja kecerdasan kita bisa meningkat sebagaiman Gus Dur. Kita jangan lihat Gus Dur sekarang, tetapi lihatlah prosesnya menjadi sebesar itu.

Pembanding lainnya, rektor ISIF, Prof Dr Chozin Nashuha, mengusulkan adanya pemetaan posisi Gus Dur di antara sufi-sufi besar yang ada.

Mari kita lihat, bila dibanding dengan tokoh-tokoh sufi yang ada, maka Gus Dur itu adalah salah satu produsen pemikiran-pemikiran tasawuf, atau agen penyalur saja, ata bahkan hanya konsumen saja? katanya, seraya melempar pertanyaan ke forum.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ali Mursyid

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/39828/quotkewalianquot-gus-dur-dibedah-di-ajang-munas

KARTANU

Kamis, 23 Januari 2014

313 Nama Rasulullah yang Bermanfaat Untuk Tabarruk

KARTANU - Dalam tauhid Aswaja (berarti bukan wahabi) nama-nama Rasul yang wajib dihapal dan diketahui ada 25. Padahal, sudah masyhur diketahui bahwa jumlah keseluruhan para Rosul itu ada 313. Mungkin banyak yang tidak mengetahui satu-per satu nama-nama Rasul sejumlah 313 tersebut.

Syaikh Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani (kelahiran Tanara, Serang, Banten tahun 1813 M dan wafat di Mekkah tahun 1897 M) dalam karyanya Ats-Tsamaru Al-Yani’ah fi Riyadh Al-Badi’ah menulis tentang keutamaan bertawassul atau tabarruk dengan 313 nama Rasul itu.

313 Nama Rasulullah yang Bermanfaat Untuk Tabarruk - KARTANU
313 Nama Rasulullah yang Bermanfaat Untuk Tabarruk - KARTANU


313 Nama Rasulullah yang Bermanfaat Untuk Tabarruk

فمن كتب اسمائهم ووضعهم فى بيته او قراها اوحملها تعظيما لهم وتكريما لذواتهم واحتراما لنبوتهم واستمدادا من هممهم العالية واستغاثة بارواحهم المقدسة سهل عليه امورالدنيا والاخرة وفتح عليه ابواب الخيرات ونزول الرحمة والبركات ودفع عنه الشرور , وقال صلى الله عليه وسلم حياتهم ومماتهم سواء فهم متصرفون في الارض والسماء.

Barangsiapa yang menulis nama-nama rasul dan meletakkannya di rumah atau membacanya atau membawanya dengan mengagungkan mereka, memuliakan keberadaan mereka, menghormati kenabian mereka, berharap dari keinginan mereka yang tinggi dan beristighatsah dengan ruh-ruh mereka yang suci, maka akan dimudahkan oleh Allah Swt. segala urusan di dunia dan akhirat. Dan akan dibukakan pintu-pintu kebaikan dan diturunkan rahmat, keberkahan serta menolak segala kejelekan.

KARTANU

Rasulullah Saw. bersabda: “Hidup dan matinya mereka (para rasul) itu sama saja, tetap beraktivitas (hidup) di bumi dan di langit.

والمشهور ان المرسلين ثلاثمائة وثلاثا عشر كما في حديث ابي ذر وهاهي اسماؤهم على ماروى عن انس : ادم , شيث, انوش, قيناق, مهيائيل, اختوخ, ادريس, متوشلخ, نوح, هود, عبهف, مرداريم, شارع, صالح, ارفخشذ, صفوان, حنظلة, لوط, عصان, ابراهيم, اسمعيل, اسحق, يعقوب, يوسف, شمائيل, شعيب, موسى, لوطان, يعوا, هرون, كليل, يوشع, دانيال, بونش, بليا, ارميا, يونس, الياس, سليمان, داود, اليسع, ايوب, اوس, ذانين, الهميع, ثابت, غابر, هميلان, ذوالكفل, عزير, عزقلان, عزان, الوون, زاين, عازم, هريد, شاذن, سعد, غالب, شماس, شمعون, فياض, قضا, سارم, عيناض, سايم, عوضون, بيوزر, كزول, باسل, باسان, لاخين, غلضات, رسوغ, رشعين, المون, لوغ,برسوا, الاظيم, رشاد, شريب, هيبل, ميلان, عمران, هرييب, جريت, شماع, صريخ, سفان, قبيل, ضعضع, عيصون, عيصف, صديف, برواء,حاصيم, هيان, عاصم, وجان, مصداع, عاريس, شرحبيل, خربيل, حزقيل, اشموئيل, غمصان, كببر, سباط, عباد بثلخ, ريهان, عمدان, مرقان, حنان, لوحنا, ولام, بعيول, بصاص, هبان, افليق, قازيم, نصير, اوريس, مضعس, جذيمة, شروحيل, معنائيل, مدرك, حارم, بارغ هرميل, جابد, زرقان, اصفون, برجاج, ناوى, هزرابن اشبيل, عطاف, مهيل, زنجيل, شمطان, القوم, حوبلد, صالح, سانوخ, راميل, زاميل, قاسم, باييل, بازل, كبلان, باتر, حاجم, جاوح, جامر, حاجن, راسل, واسم, رادن, سادم, شوشا, جازان, صاحد, صحبان, كلوان, صاعد,غفران, غاير, لاحون, بلدخ, هيدان, لاوى, هيراء, ناصى, حانك, حافيخ, كاشيخ, لافث, نايم, حاشم, هجام, ميزاد,اسيمان, رحيلا, لاطف, برطفون, ابان, عورائض, مهمتصر, عانين, نماخ, هندويل, مبصل, مضعتام, طميل, طابيح, مهمم حجرم, عدون, منبد, بارون, روان, معبن, مزاحم, يانيد, لامى, فردان,جابر, سالوم, عيص, هربان, جابوك, عابوج, مينات, قانوح, دربان, صاخم, حارض, حراض, حرقيا, نعمان, ازميل, مزحم, ميداس, يانوح, يونس, ساسان, فريم, فريوش, صحيب, ركن, عامر, سحنق, زاخون, حينيم, عياب, صباح, عرفون, مخلاد, مرحم, صانيد, غالب, عبدالله, ادرزين, عدسار, زهران, بايع, نظير, هورين, كايواشيم, فتوان, عابون, رباخ, صابح, مسلون, حجان, روبال, رابون, معيلا, سايعان, ارجيل, بيغين, متضح, رحين, محراس, ساخين, حرفان, مهمون, حوضان, البؤن, وعد, رخيول, بيغان, بتيحور, حوظبان, عامل, زحرام, عيس, صبيح, يطبع, جارح, صهيب, صبحان, كلمان, يوخى, سميون, عرضون, حوحر, يلبق, بارع, عائيل, كنعان, حفدون, حسمان, يسمع, عرفور, عرمين, فضحان, صفا, شمعون, رصاص, اقلبون, شاخم, خائيل, احيال, هياج, زكريا, يحيى, جرجيس, عيسى بن مريم, محمد صلى الله عليه وسلم عليهم اجمعين .

KARTANU

Dan menurut pendapat yang masyhur, sesungguhnya para rasul itu berjumlah 313, seperti yang disebutkan dalam hadits riwayat Abu Dzar Ra. Dan inilah nama-nama Rasul itu seperti yang diriwayatkan dari shohabat Anas Ra.:

1. Adam As. 2. Tsits As. 3. Anuwsy As. 4. Qiynaaq As. 5. Mahyaa’iyl As. 6. Akhnuwkh As. 7. Idris As. 8. Mutawatsilakh As. 9. Nuh As. 10. Hud As. 11. Abhaf As. 12. Murdaaziyman As. 13. Tsari’ As. 14. Sholeh As. 15. Arfakhtsyad As. 16. Shofwaan As. 17. Handholah As. 18. Luth As. 19. Ishoon As. 20. Ibrahim As. 21. Isma’il As. 22. Ishaq As. 23. Ya’qub As. 24. Yusuf As. 25. Tsama’il As. 26. Su’aib As. 27. Musa As. 28. Luthoon As. 29. Ya’wa As. 30. Harun As. 31. Kaylun As. 32. Yusya’ As. 33. Daaniyaal As. 34. Bunasy As. 35. Balyaa As. 36. Armiyaa As. 37. Yunus As. 38. Ilyas As. 39. Sulaiman As. 40. Daud As. 41. Ilyasa’ As. 42. Ayub As. 43. Aus As. 44. Dzanin As. 45. Alhami’ As. 46. Tsabits As. 47. Ghobir As. 48. Hamilan As. 49. Dzulkifli As. 50. Uzair As. 51. Azkolan As. 52. Izan As. 53. Alwun As. 54. Zayin As. 55. Aazim As. 56. Harbad As. 57. Syadzun As. 58. Sa’ad As. 59. Gholib As. 60. Syamaas As. 61. Syam’un As. 62. Fiyaadh As. 63. Qidhon As. 64. Saarom As. 65. Ghinadh As. 66. Saanim As. 67. Ardhun As. 68. Babuzir As. 69. Kazkol As. 70. Baasil As. 71. Baasan As. 72. Lakhin As. 73. Ilshots As. 74. Rasugh As. 75. Rusy’in As. 76. Alamun As. 77. Lawqhun As. 78. Barsuwa As. 79. Al-‘Adzim As. 80. Ratsaad As. 81. Syarib As. 82. Habil As. 83. Mublan As. 84. Imron As. 85. Harib As. 86. Jurits As. 87. Tsima’ As. 88. Dhorikh As. 89. Sifaan As. 90. Qubayl As. 91. Dhofdho As. 92. Ishoon As. 93. Ishof As. 94. Shodif As. 95. Barwa’ As. 96. Haashiim As. 97. Hiyaan As. 98. Aashim As. 99. Wijaan As. 100. Mishda’ As. 101. Aaris As. 102. Syarhabil As. 103. Harbiil As. 104. Hazqiil As. 105. Asymu’il As. 106. Imshon As. 107. Kabiir As. 108. Saabath As. 109. Ibaad As. 110. Basylakh As. 111. Rihaan As. 112. Imdan As. 113. Mirqoon As. 114. Hanaan As. 115. Lawhaan As. 116. Walum As. 117. Ba’yul As. 118. Bishosh As. 119. Hibaan As. 120. Afliq As. 121. Qoozim As. 122. Ludhoyr As. 123. Wariisa As. 124. Midh’as As. 125. Hudzamah As. 126. Syarwahil As. 127. Ma’n’il As. 128. Mudrik As. 129. Hariim As. 130. Baarigh As. 131. Harmiil As. 132. Jaabadz As. 133. Dzarqon As. 134. Ushfun As. 135. Barjaaj As. 136. Naawi As. 137. Hazruyiin As. 138. Isybiil As. 139. Ithoof As. 140. Mahiil As. 141. Zanjiil As. 142. Tsamithon As. 143. Alqowm As. 144. Hawbalad As. 145. Solih As. 146. Saanukh As. 147. Raamiil As. 148. Zaamiil As. 149. Qoosim As. 150. Baayil As. 151. Yaazil As. 152. Kablaan As. 153. Baatir As. 154. Haajim As. 155. Jaawih As. 156. Jaamir As. 157. Haajin As. 158. Raasil As. 159. Waasim As. 160. Raadan As. 161. Saadim As. 162. Syu’tsan As. 163. Jaazaan As. 164. Shoohid As. 165. Shohban As. 166. Kalwan As. 167. Shoo’id As. 168. Ghifron As. 169. Ghooyir As. 170. Lahuun As. 171. Baldakh As. 172. Haydaan As. 173. Lawii As. 174. Habro’a As. 175. Naashii As. 176. Haafik As. 177. Khoofikh As. 178. Kaashikh As. 179. Laafats As. 180. Naayim As. 181. Haasyim As. 182. Hajaam As. 183. Miyzad As. 184. Isyamaan As. 185. Rahiilan As. 186. Lathif As. 187. Barthofun As. 188. A’ban As. 189. Awroidh As. 190. Muhmuthshir As. 191. Aaniin As. 192. Namakh As. 193. Hunudwal As. 194. Mibshol As. 195. Mudh’ataam As. 196. Thomil As. 197. Thoobikh As. 198. Muhmam As. 199. Hajrom As. 200. Adawan As. 201. Munbidz As. 202. Baarun As. 203. Raawan As. 204. Mu’biin As. 205. Muzaahiim As. 206. Yaniidz As. 207. Lamii As. 208. Firdaan As. 209. Jaabir As. 210. Saalum As. 211. Asyh As. 212. Harooban As. 213. Jaabuk As. 214. Aabuj As. 215. Miynats As. 216. Qoonukh As. 217. Dirbaan As. 218. Shokhim As. 219. Haaridh As. 220. Haarodh As. 221. Harqiil As. 222. Nu’man As. 223. Azmiil As. 224. Murohhim As. 225. Midaas As. 226. Yanuuh As. 227. Yunus As. 228. Saasaan As. 229. Furyum As. 230. Farbusy As. 231. Shohib As. 232. Ruknu As. 233. Aamir As. 234. Sahnaq As. 235. Zakhun As. 236. Hiinyam As. 237. Iyaab As. 238. Shibah As. 239. Arofun As. 240. Mikhlad As. 241. Marhum As. 242. Shonid As. 243. Gholib As. 244. Abdullah As. 245. Adruzin As. 246. Idasaan As. 247. Zahron As. 248. Bayi’ As. 249. Nudzoyr As. 250. Hawziban As. 251. Kaayiwuasyim As. 252. Fatwan As. 253. Aabun As. 254. Rabakh As. 255. Shoobih As. 256. Musalun As. 257. Hijaan As. 258. Rawbal As. 259. Rabuun As. 260. Mu’iilan As. 261. Saabi’an As. 262. Arjiil As. 263. Bayaghiin As. 264. Mutadhih As. 265. Rahiin As. 266. Mihros As. 267. Saahin As. 268. Hirfaan As. 269. Mahmuun As. 270. Hawdhoon As. 271. Alba’uts As. 272. Wa’id As. 273. Rahbul As. 274. Biyghon As. 275. Batiihun As. 276. Hathobaan As. 277. Aamil As. 278. Zahirom As. 279. Iysaa As. 280. Shobiyh As. 281. Yathbu’ As. 282. Jaarih As. 283. Shohiyb As. 284. Shihats As. 285. Kalamaan As. 286. Bawumii As. 287. Syumyawun As. 288. Arodhun As. 289. Hawkhor As. 290. Yaliyq As. 291. Bari’ As. 292. Aa’iil As. 293. Kan’aan As. 294. Hifdun As. 295. Hismaan As. 296. Yasma’ As. 297. Arifur As. 298. Aromin As. 299. Fadh’an As. 300. Fadhhan As. 301. Shoqhoon As. 302. Syam’un As. 303. Rishosh As. 304. Aqlibuun As. 305. Saakhim As. 306. Khoo’iil As. 307. Ikhyaal As. 308. Hiyaaj As. 309. Zakariya As. 310. Yahya As. 311. Jurhas As. 312. Isa As. 313. Muhammad Saw.

Sesuai dengan konteks kekinian, kalau kita posting ataupun share status 313 nama-nama rasul ini insya Allah juga akan mendapatkan keutamaan sebagaimana mereka yang meletakkannya di rumah atau membacanya atau membawanya dengan mengagungkan mereka, memuliakan keberadaan mereka, menghormati kenabian mereka, berharap dari keinginan mereka yang tinggi dan beristighatsah dengan ruh-ruh mereka yang suci, sebagaimana disebutkan di atas. Aamiin. [KARTANU]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/10/313-nama-rasulullah-yang-bermanfaat-untuk-tabarruk.html

Minggu, 18 Desember 2011

Haji Pakai Paspor Illegal Itu Sah Tapi Tidak Mabrur

KARTANU - Kasus tercekalnya 177 jamaah haji Indonesia yang memilih berangkat dari Filipina sungguh memprihatinkan. Ada yang menyebut mereka adalah korban karena sudah kadung menjual lahan bisnisnya untuk berangkat, sebagaimana laporan KARTANU “Sudah Jual Tambak Garam Untuk Haji Lewat Filipina, Tapi Gagal”.

Bagaimana hukum berangkat haji menggunakan paspor ilegal? Kami turunkan hasil catatan tim www.santrimenara.com pada (13/08/2016) soal Fiqih Haji bersama KH Arifin Fanani, pengasuh pesantren MUS-YQ Kudus dan pakar Fiqih yang biasa diundang untuk tanya jawab oleh masyarakat sekitar. Berikut:

Haji yang mambur (diterima oleh Allah) adalah haji yang tidak dikotori oleh dosa, “walau shoghirotan wa in taba halan/ meskipun dosanya kecil dan langsung ditobati,” ujar Kiai Arifin. Karena itulah, lanjutnya, laisa lahu jazaan illal jannah (tidak ada balasan lain kecuali surga).

Haji Pakai Paspor Illegal Itu Sah Tapi Tidak Mabrur - KARTANU
Haji Pakai Paspor Illegal Itu Sah Tapi Tidak Mabrur - KARTANU


Haji Pakai Paspor Illegal Itu Sah Tapi Tidak Mabrur

Penggunaan paspor illegal untuk berhaji, bagi kiai Arifin, tetap sah hajinya dan insyaallah tidak dosa. Gampangnya begini, “pokoknya dia sampai Makkah, haji, khususnya wukuf, itu sudah sah, sekalipun pakai uang curian,” lanjutnya. Soal mabrur atau tidak, tanyakan kepada hati nurani.

Bandar togel sekeluarga itu pun sah jika mereka bareng-bareng melaksanakan ibadah haji, dan sudah gugur kewajibannya. “Cuma hajinya mabrur atau mabur, itu yang jadi soal,” terang guru fiqih Madrasah TBS

KARTANU

Kudus ini.

Saking samarnya sebuah dosa, ada yang tidak merasa bahwa apa yang dilakukan ketika sedang berhaji tergolong perbuatan maksiat. Misal ada orang haji kebelet melakukan jima’ (hubungan suami istri) setelah tahallul awwal (mencukur minimal 3 helai rambut yang pertama kali) sebelum melaksanakan tahallul tsani (yang kedua).

KARTANU

Secara hukum fiqih, ibadah haji orang di atas tetap sah namun berkewajiban membayar dam (denda) berupa seekor kambing. Ada yang salah menyebut kalau dam jima’ baina tahllulaini (dua tahallul) itu adalah sapi. “Kumpul baina tahallulaini itu kan dam-nya kambing dan tidak batal hajinya. Cuma kalau mabrur ya sulit,” kata Kiai Arifin.

Dalam kitab Ad Din wal Haj karya Syaikh Abbas Karoroh diterangkan jika ada orang berhaji lewat pesawat udara lalu mengambil miqat (batas dimulainya ibadah haji) di Jeddah, itu dosa. Sekalipun dia bisa membayar dam, namun dam tidak bisa menghilangkan dosa tersebut. Jamaah haji Indonesia, miqotnya di Bir Ali Madinah (Madinah dulu). Gelombang ke 2 (langsung Makkah), miqotnya di atas pesawat.

“Jadi jangan menganggap diri dumeh punya uang banyak bisa seenaknya membayar dam untuk tebusan dosa,” terang Kiai Arifin.

Dalam kitab tersebut, paparnya, juga diterangkan bahwa minum zam zam disunnahkan dengan cara berdiri walaupun di kitab-kitab fiqih yang ada disebutkan sunahnya meminum air zam-zam dengan cara duduk, “wa yusannu syurbu zam zam qaiman/ disunnahkan meminum air zam-zam dengan berdiri,” teksnya begitu.

“Saya pernah melakukan itu ketika haji di Makkah. Diingatkan oleh orang Makkah yang wajahnya bersinar. Saya keluarkan pendapat dan mengatakan padanya “inda Syeikh Abbas Karoroh, yusannu qoiman”. Dijawab “shadaqta/ engkau benar”. Tapi orang tersebut hilang setelah itu,” cerita Kiai Arifin dalam bahasa Jawa.

“Jadi kalau saya, untuk keluar dari khilaf (khuruj minal khilaf), kadang-kadang berdiri kadang juga duduk. Tapi semua ada dasarnya,” tambahnya.

Soal kredit haji atau umroh yang marak akhir-akhir ini, Kiai Arifin menyatakan sah. Kalimat man istatha’a ilaihi sabila (haji itu wajib bagi mereka yang mampu) sebagaimana dalam Al-Qur’an surat Ali Imron ayat 97 itu objeknya adalah orang yang terbebani kewajiban haji.

“Walau tidak mampu, jika naik haji dan dia sampai ke Makkah, ya tetap sah. Misalnya seperti orang meninggal yang dihajikan orang lain, itu sah walau pada hakikatnya dia tidak istitha’ karena sudah meninggal,” papar Kiai Arifin. [KARTANU]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/08/haji-pakai-paspor-ilegal-itu-sah-tapi-tidak-mabrur.html

Senin, 20 Juli 2009

Kaum Anti Telolet Sebar Video Wanita Terbakar Gosong Dengan Caption Hoax Anti Jilbab

KARTANU - Zaman fitnah memang harus hati-hati. Video kucing mencakar-cakar dirinya sendiri bisa disebut sebagai laknat orang yang menentang ISIS. Itu bisa saja terjadi. Namun kali ini, KARTANU hanya membahas beredarnya video seorang wanita terbakar hingga gosong setelah ia terkena bahan bakar.

Beredar di grup-grup WhatsApp kalau vidoe tersebut adalah adzab Allah yang langsung diterima kepada orang-orang yang anti jilbab, atau anti Islam. Padahal, faktanya tidak demikian. Video sengaja diblur oleh penyebar info untuk menghilangkan jejak asal usul video.

Video itu sudah banyak beredar di Youtube sejak tahun 2010. Tapi selalu dijadikan update baru ketika ada kasus-kasus yang melibatkan anti Islam atau anti hijab dkk. Desember 2016 ini, video itu kembali disebar oleh kalangan tulalit yang anti telolet (takfiri) untuk menggring opini kalau yang tidak menerima ajaran mereka bakal diadzab langsung. Duh duh duh. (Kenapa Telolet?)

Kaum Anti Telolet Sebar Video Wanita Terbakar Gosong Dengan Caption Hoax Anti Jilbab - KARTANU
Kaum Anti Telolet Sebar Video Wanita Terbakar Gosong Dengan Caption Hoax Anti Jilbab - KARTANU


Kaum Anti Telolet Sebar Video Wanita Terbakar Gosong Dengan Caption Hoax Anti Jilbab

Padahal, kalau mau menyedikan sedikit waktu untuk menelusuri sumber video tersebut serta beritanya, pasti akan ketemu. Syarat harus melek teknologi. Penelusuran KARTANU atas video yang dibuat keterangan bohong adzab anti jilbab itu menemukan sebuah pencerahan.

KARTANU

Dalam situs yang berbasis di India, thaindian.com. yang dimuat pada 8 Februari 2010, tragedi kebakaran tersebut terjadi di Punjab, tepatnya di daerah Kapurthala, ya tentu di India sana, bukan di Arab. Sehari berikutnya, berita serupa juga dimuat di situs theachersolidarity.com, blog khusus bagi para guru di sana.

KARTANU

Dalam dua situs tersebut, wanita yang terbakar itu tidak melakukan demo masak atau demo anti jilbab. Kain-kain mirip jilbab tersebut memang sengaja dipersiapkan oleh Kiranjit Kaur, salah satu pendemo, sebagai simbol protes bagi para guru di India. Untuk mendapatkan perhatian dari pemerintah, mereka melakukan aksi bakar diri melalui kain yang mudah terbakar.

"Who set herself on fire," kata salah satu dokter dari Rumah Sakit Ludhiana’s D.M.C. Hospital, menerangkan tentang settingan Kiranjit Kaur, sebagaimana dikutip KARTANU dari thaindian.com.

Jadi, itu bukan terbakar, tapi memang sengaja membakar diri. Naudzubillah. Tapi lebih naudzubillah lagi jika aksi peotes dengan bakar diri itu diekspos kembali dengan keterangan provokatif adzab anti jilbab. Naudzubillah tsumma naudzubillah. Sebab, video itu, yang beredar lama di Youtube saja sudah diblock. Artinya tidak diperkenankan tampil. Eh, malah disebar kaum tulalit. [KARTANU]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/kaum-anti-telolet-sebar-video-wanita-terbakar-gosong-dengan-caption-hoax-anti-jilbab.html

Sabtu, 04 April 2009

Hasyim: Agama-agama Harus Sadar

Jakarta, KARTANU. Terpilih menjadi salah satu presiden Konferensi Dunia Agama untuk Perdamaian (World Conference on Religion for Peace/WCRP), Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi tak mau menyia-nyiakan posisi tersebut. Misi Islam moderat akan dibawanya pada organisasi yang menghimpun tokoh-tokoh lintas agama dari seluruh dunia itu.

Selain akan berkoordinasi dengan presiden lainnya untuk mengetahui posisi dan kapasitas program WCRP, Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, Jawa Timur ini mengatakan akan berupaya untuk memberikan semacam pencerahan kepada semua agama terkait dengan maraknya berbagai konflik yang bernuansa agama.

Bagaimana caranya agara agama-agama ini dapat membedakan antara faktor-faktor konflik yang disebabkan oleh karater agama dengan konflik yang sebenarnya bukan agama tapi kemudian di-agama-kan, kata Hasyim kepada KARTANU di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (6/9).

Hasyim: Agama-agama Harus Sadar (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim: Agama-agama Harus Sadar (Sumber Gambar : Nu Online)


Hasyim: Agama-agama Harus Sadar

Hasyim mengatakan hal ini usai menerima rombongan dari Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), antara lain Djohan Effendi (Ketua Umum), Johanes N Hariyanto, SJ (Ketua) dan Siti Musdah Mulia (Sekretaris Umum). Djohan Effendi merupakan salah satu peserta dari Indonesia yang turut dalam WCRP di Kyoto, Jepang, 25-29 Agustus lalu.

Dijelaskan Hasyim, tidak semua konflik antar-umat beragama, sumbernya adalah agama itu sendiri. Harus dibedakan. Misalnya, (Presiden Amerika Serikat, George) Bush menyerang Irak. Dia bilang itu crushade (perang salib, red), tapi sebetulnya dia kan cari minyak. Nah, penggunakan label agama ini yang kemudian menimbulkan jihad. Artinya, ekstrimitas ditimbulkan oleh faktor ekonomi dan hegemoni serta imperialisasi, jelasnya.

Disadari mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jatim ini, banyak hal yang terkait dengan persoalan umat beragama yang berpotensi menimbulkan konflik, seperti faktor kemiskinan, kebodohan, ketidakadilan sosial, dan sebagainya. Namun, lanjutnya, potensi-potensi konflik tersebut seringkali meletup di kalangan umat beragama dan kemudian dirasakan sebagai konflik agama. Di samping juga pada setiap agama juga terdapat titik ekstrimitas dan liberalitas.

Nah, di sini agama-agama harus sadar. Jadi, agama-agama harus menarik diri dari keinginan-keinginan penggunaan yang tidak agama terhadap agama, ungkap Hasyim yang juga Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars (ICIS) ini.

KARTANU

Hal lain yang akan dilakukan Hasyim dalam WCRP adalah akan meneliti sebab-sebab konflik pada internal agama dan pada lintas agama, atau konflik antara-agama dengan faktor kekuasaan. Misalnya yang terjadi di Libanon, Irak, Pakistan, Thailan,dan sebagainya, kan harus diteliti, semua ada anatominya. Nah, itu kita minta, supaya tokoh lintas agama juga ikut memperhatikan bagaimana proses perdamaiannya, tuturnya.

Sementara itu, Johanes N Hariyanto, SJ kepada KARTANU menjelaskan mengenai posisi dan peran presiden dalam struktur WCRP. Menurutnya, terdapat 44 tokoh mewakili 20 agama atau aliran di dalam agama yang dipilih menjadi presiden. Termasuk di dalamnya adalah Hasyim Muzadi yang mewakili muslim (Sunni) Indonesia.

Keberadaan para presiden itu sendiri, lanjutnya, merupakan pengambil atau penentu kebijakan di dalam WCRP. Jadi, presiden-presiden ini tugasnya merumuskan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan masalah agama atau umat beragama. Sementara, imbuhnya, selaku pelaksana kebijakan tersebut adalah sekretaris jenderal. (rif)

KARTANU

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/5247/hasyim-ampquotagama-agama-harus-sadarampquot

KARTANU

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KARTANU sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KARTANU. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KARTANU dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock