Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Juni 2017

SMA NU Gratiskan SPP untuk Hafizh-hafizhoh

Malang, KARTANU. Para pelajar SMA yang hafal Al-Quran mendapat perhatian khusus di SMA NU, Pakis, Malang. siswa-siswi yang berprestasi akan mendapatkan keringanan membayar Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP), khusus siswa/i yang hafal al-Quran, mendapatkan beasiswa penuh, tanpa membayar SPP.

Diantara siswa-siswi yang berprestasi, selain pelajar yang hapal Al-Quran adalah pelajar yang mendapatkan peringkat satu, dua hingga tiga.

SMA NU Gratiskan SPP untuk Hafizh-hafizhoh (Sumber Gambar : Nu Online)
SMA NU Gratiskan SPP untuk Hafizh-hafizhoh (Sumber Gambar : Nu Online)


SMA NU Gratiskan SPP untuk Hafizh-hafizhoh

Selain untuk memprosikan Sekolah SMA NU, saya pikir sangat penting untuk memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya untuk para hafizh-hafizhoh, kita tidak dapat mepungkiri jika semua ilmu datangnya dari Al-Quran, ungkap Nanik Nurhayati, kepala SMA NU pada KARTANU, Senin (29/04).

Pengratisan SPP akan berlaku selama siswa masuk tahun ajaran pertama hingga lulus. Selain itu, Sekolah yang bertempat di Jalan Haji Mustofa 108, Malang ini memiliki 80 gedung dan Laboratorium IPA. Letaknya yang strategis dari pondok sekitarnya memudahkan para santri di pondok tersebut untuk sekolah di SMA NU.

KARTANU

Selain mencerdaskan dengan ilmu-ilmu pengetahuan yang kami bidik secara serius, kami juga ingin menanamkan aswaja pada generasi bangsa yang sangat perlu untuk kehidupan mereka kelak paparnya.

Tidak hanya proses belajar mengajar, beberapa ekskul (kkstrakurikuler) seperti Mading, al-Banjari, Thetre, Pencak silat juga digalakkan, Kami ingin mencetak Islam yang kompetitif, beraliran ahlussunnah, unggul dan profesional, imbuhnya lagi.

KARTANU

Redaktur : A. Khoirul Anam

Kontributor: Diana Manzila

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/44119/sma-nu-gratiskan-spp-untuk-hafizh-hafizhoh

KARTANU

Rabu, 22 Maret 2017

Banser Sawangan Jingkang Bantu Korban Rumah Roboh

Banyumas, KARTANU. Sainah (54) janda 3 anak itu hanya bisa pasrah, melihat rumahnya di RT 01/5 Desa Jingkang Kecamatan Ajibarang porak-poranda diterpa angin kencang yang menerpa desa Jingkang Senin (21/3). Seketika itu juga, puluhan anggota banser dari ranting Sawangan dan Jingkang langsung terjun kelokasi kejadian.

Banser dibantu warga bahu membahu membereskan rumah Sainah yang hancur tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, karena saat kejadian Sainah sedang tidak rumah.

Banser Sawangan Jingkang Bantu Korban Rumah Roboh (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Sawangan Jingkang Bantu Korban Rumah Roboh (Sumber Gambar : Nu Online)


Banser Sawangan Jingkang Bantu Korban Rumah Roboh

"Saat kejadian, saya sedang berada di sawah, tiba-tiba tetanga saya ngabarin kalo rumah saya roboh," tutur Sainah dengan wajah sedih.

"Dua anak saya sedang sekolah, dan yang paling kecil ikut saya ke sawah," lanjutnya.

KARTANU

KARTANU

Puluhan personil Banser dari Sawangan dan Jingkang yang dihubungi lewat telefon langsung terjun ke lokasi kejadian.

"Saya di telepon sahabat Tarno, lalu saya langsung menghubungi yang lain juga," kata Pujianto

"Kami semua datang sekitar jam 13:00, dan langsung bergerak memberskan puing-puing yang berserakan," lanjutnya.

Jafar, ketua RW setempat mengungkapkan bahwa rumah Sainah memang sudah rusak berat, kayu-kayunya banyak yang keropos.

Banser juga langsung membuatkan gubug sementara untuk keluarga sainah tinggal. (Kifayatul Akhyar/Mukafi Niam)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/76380/banser-sawangan-jingkang-bantu-korban-rumah-roboh

KARTANU

Kamis, 23 Februari 2017

Habib Luthfi Hadiri Maulid Akbar Hari Jadi Wonogiri

Wonogiri, KARTANU. Maulid Akbar membuka perayaan Hari Jadi Kabupaten Wonogiri yang ke -272 yang digelar semalam (4/5) di Alun-alun Giri Kridha Bhakti Wonogiri.

Pengajian Akbar tersebut dihadiri Rais Aam Jamiyyah Ahlith Thoriqah Al Mutabaroh An Nahdliyyah (JATMAN), Habib Muhammad Luthfi bin Yahya.

Habib Luthfi Hadiri Maulid Akbar Hari Jadi Wonogiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi Hadiri Maulid Akbar Hari Jadi Wonogiri (Sumber Gambar : Nu Online)


Habib Luthfi Hadiri Maulid Akbar Hari Jadi Wonogiri

Ribuan jamaah yang hadir memadati lapangan lokasi pengajian. Mereka hadir dari berbagai daerah.

KARTANU

Selain maulid akbar, berbagai rangkaian acara juga diselenggarakan guna menyambut Hari Jadi Kota Gaplek itu, diantaranya Napak Tilas Pangeran Sambernyawa di Monumen Watu Gilang, Tasyarub Gerakan 1 Miliar untuk anak yatim, dan Doa syukur antar umat beragama.

Hari Jadi Wonogiri sendiri sebetulnya baru akan jatuh pada tanggal 19 Mei nanti. Bupati Wonogiri Danar Rahmanto, dalam sambutannya mengatakan,ia berharap dengan momentum ini segenap unsur dapat membantu untuk mewujudkan keadaan masyarakat berdasarkan semboyan SUKSES.

KARTANU

SUKSES sebagai kepanjangan Stabilitas, Undang-undang, Koordinasi, Sasaran, Evaluasi, Semangat. Berarti pula upaya mewujudkan keadaan masyarakat yang penuh semangat dan bekerja bersama segenap elemen berdasarkan rel regulasi agar tujuan kesejahteraan dan kemakmuran dapat tercapai dengan kestabilan, ujarnya.

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/44238/habib-luthfi-hadiri-maulid-akbar-hari-jadi-wonogiri

KARTANU

Sabtu, 18 Februari 2017

Sambut Resolusi Jihad, NU Jatim Adakan Lomba Sastra

Surabaya, KARTANU. Sejumlah lomba dalam rangkaian Hari Santri sekaligus peringatan Resolusi Jihad pada 22 Oktober mendatang akan digelar oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.

"Lomba yang dapat diikuti adalah cipta dan baca puisi, cipta dan baca pantun serta penulisan esai kebudayaan," kata Ketua Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) PWNU Jatim Nonot Sukrasmono, Rabu (12/10). Sedangkan tema besar lomba adalah "Merajut Kebhinnekaan, Menjaga Kedaulatan Indonesia".

Sambut Resolusi Jihad, NU Jatim Adakan Lomba Sastra (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Resolusi Jihad, NU Jatim Adakan Lomba Sastra (Sumber Gambar : Nu Online)


Sambut Resolusi Jihad, NU Jatim Adakan Lomba Sastra

Dalam penjelasannya, lomba ini akan melewati sejumlah tahapan. "Tahap penyisihan dilaksanakan di 4 zona," terang Nonot, sapaan akrabnya. Zona 1 dipusatkan di PCNU Kabupaten Situbondo dengan tanggal pelaksanaan 13 Oktober.

"Untuk zona 2 akan dipusatkan di PCNU Kabupaten Malang dan dilaksanakan 16 Oktober," jelasnya. Sedangkan zona 3 akan dilaksanakan di PCNU Kota Kediri, bersamaan dengan pelaksanaan di zona 2. Dan untuk zona 4 dilaksanakan 20 Oktober di PCNU Kab Bangkalan.

KARTANU

KARTANU

"Nantinya, tiga peserta terbaik untuk setiap lomba dari masing-masing zona berhak mengikuti babak final yang akan digelar Sabtu, 22 Oktober 2016 di Kantor PWNU Jawa Timur," katanya.

Lebih lanjut, Nonot menjelaskan bahwa para peminat lomba harus mengetahui aturan yang ditentukan panitia. "Yang pasti, seluruh karya yang diikutkan lomba adalah buatan sendiri bukan jiplakan," katanya. Untuk pantun minimal 9 bait, dan puisi minimal 45 kata. Nantinya, pantun dan puisi dibuat dan dibaca sendiri, lanjutnya.

Untuk lomba esai, panjang tulisan antara 800 hingga 1000 karakter. "Sedangkan untuk lomba orasi kebangsaan, peserta harus menyerahkan abstraksi pokok pikiran sebanyak 2 paragraf," jelasnya.

"Ini saatnya mengekspresikan kesantrian sekaligus membuktikan nasionalisme," katanya. Karenanya peserta dapat segera mendaftar melalui PCNU terdekat di wilayah Jatim. "Nantinya peserta akan memperebutkan hadiah menarik dari PWNU dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur," pungkasnya. Informasi lebih lengkap dapat menghubungi call center panitia, di nomor 0822 3202 0447. (Ibnu Nawawi/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/71943/sambut-resolusi-jihad-nu-jatim-adakan-lomba-sastra

KARTANU

Sabtu, 09 Juli 2016

Meriahnya Festival Tongtek, dari Kentongan sampai Kaleng Biskuit

Kudus, KARTANUFestival Tongtek yang diselenggarakan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor-Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah berlangsung sangat meriah. Kegiatan yang baru dihelat kali pertama ini diikuti 33 kontingen dari berbagai kecamatan se-Kabupaten Kudus.

Di sepanjang jalan dari start Lapangan Kongsi Desa Loram hingga Masjid Wali, mereka Sabtu (25/6) malam itu memainkan musik kentongan yang dipadukan alat-alat seadanya lainya seperti galon, kaleng biskuit, tong, dan lainnya. Dengan berjalan kaki, tetabuhan musik kentongan ini mengiringi lagu-lagu religi yang mereka nyanyikan.

Festival yang dimulai selepas tarawih ini mendapat sambutan warga dan tokoh masyarakat desa setempat. Ratusan masyarakat berjajar di pinggir jalan menanti kontingen tongtek melewati jalan raya Desa Loram.

Meriahnya Festival Tongtek, dari Kentongan sampai Kaleng Biskuit (Sumber Gambar : Nu Online)
Meriahnya Festival Tongtek, dari Kentongan sampai Kaleng Biskuit (Sumber Gambar : Nu Online)


Meriahnya Festival Tongtek, dari Kentongan sampai Kaleng Biskuit

Ketua panitia Syaifuddin Najib mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya melestarikan musik kentongan yang belakangan ini hampir punah. Musik kentongan, katanya, memiliki manfaat sebagai perangkat untuk kepentingan patroli (ronda) malam menjaga keamanan desa.

KARTANU

"Ansor ingin mencoba menumbuhkan kembali melalui lomba tongtek sehingga musik tradisional tetap lestari. Apalagi selama Ramadhan seringkali dimanfaatkan untuk membangunkan orang sahur puasa," katanya.

Melihat antusiasme warga dan peserta, kata dia, kegiatan festival tongtek menunjukkan adanya respon positif. Karenanya, kegiatan ini akan menjadi kegiatan budaya yang diagendakan rutin setiap tahun. "Kita akan melanjutkan festival tongtek ini sebagai kegiatan rutin setiap tahun di Kecamatan Jati," tutur Najib.

KARTANU

Pembina Banser Kudus H.Akhwan Sukandar mengapresiasi kegiatan bernuansa seni tradisional ini. Menurutnya, kesenian tongtek sudah berlangsung lama muncul di lingkungan masyarakat pedesaan sebagai musik ronda. Namun belakangan musik seperti ini hampir hilang.

"Kegiatan festival tongktek patut didukung sehingga musik tradisional ini tetap lestari," ujar Akhwan yang juga mantan Komandan Satkorcab Banser Kudus ini.

Pernyataan senada juga disampaikan Kapolsek Jati yang hadir mulai awal hingga selesainya acara pukul 24.00 WIB. Dikatakan, sejarah musik tongtek berawal dari cerita adanya orang bermain judi gaple. Karena judi mengganggu masyarakat, akhirnya para pemainnya diusir oleh para pemain tongtek.

"Oleh karena itu saya sangat berharap kegiatan tongtek tetap dilaksanakan dengan kemeriahan," katanya seraya meminta masyarakat menjaga lingkungan sekitarnya.

Festival tongtek ini diikuti 33 kontingen yang berasal dari 6 kecamatan yakni Gebog, Jati, Bae, Kaliwungu, Mejobo dan Undaan. Dari hasil penilaian juri terpilih kontingen terbaik masing-masing juara 1 grup dari Kaliwungu, Juara 2 (Jepang Pakis, Jati), Juara 3 (Payaman, Mejobo), Juara harapan 1 dan 2 adalah Loram Wetan dan Undaan Lor. Masing-masing juara mendapat penghargaan piala dan uang pembinaan yang nilainya beragam. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/69322/meriahnya-festival-tongtek-dari-kentongan-sampai-kaleng-biskuit

KARTANU

Jumat, 10 Juni 2016

Pelajar NU Gandrungmangu Isi Pesantren Ramadhan dengan Lakmud

Cilacap, KARTANU. Sebanyak 125 pelajar mengikuti pelatihan kader muda (Lakmud) yang diselenggarakan IPNU-IPPNU Gandrungmangu di MI Maarif NU 1 Layansari kecamatan Gandrungmangu kabupaten Cilacap. Pelatihan selama dua hari, Sabtu-Ahad (5-6/7) ini, mempersiapkan peserta menjadi kader NU berwawasan Aswaja.

Peserta Lakmud yang dimulai Sabtu (5/7) pagi ini ialah utusan dari empat belas ranting dan enam komisariat IPNU-IPPNU sekecamatan. Mereka juga mempelajari sejumlah keterampilan dalam kaderisasi ini seperti pelatihan Jurnalistik, seminar Kepemimpinan Masa Depan, dan praktik amaliyah Ramadhan.

Pelajar NU Gandrungmangu Isi Pesantren Ramadhan dengan Lakmud (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Gandrungmangu Isi Pesantren Ramadhan dengan Lakmud (Sumber Gambar : Nu Online)


Pelajar NU Gandrungmangu Isi Pesantren Ramadhan dengan Lakmud

Keluar dari sini, peserta harus sudah siap menjadi pemimpin dan pelopor masa depan pada masing-masing ranting dan komisariat, kata Ketua IPNU Gandrungmangu, Ali Mahfudz.

KARTANU

Kaderisasi ini berakhir Ahad (6/7) petang. Kegiatan yang diakhiri doa bersama dengan pengurus MWCNU Gandrungmangu beserta lembaga dan banom NU, menutup rangkaian kegiatan pesantren Ramadhan. (Ulun Najah-Amaliyatun Khofifah/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/53122/pelajar-nu-gandrungmangu-isi-pesantren-ramadhan-dengan-lakmud

KARTANU

KARTANU

Minggu, 06 Maret 2016

1000 Hari KH Habib Thoyib Hasan Diperingati

Pacitan, KARTANU. Pembacaan tahlil, maulidurrosul dan rotibul hadad mengawali rangkaian malam peringatan 1000 hari wafatnya ulama kharismatik asal Pondok Tremas, Al Magfurlah KH Habib Toyyib Hasan Babud di Desa Tremas Arjosari Pacitan Jawa Timur, Selasa (21/5) malam lalu.

Tampak hadir dalam malam peringatan 1000 hari tersebut, Alim ulama dan habaib diantaranya KH Luqman Harist Dimyathi, KH Asif Hasyim, KH Rotal Amin, para pengurus NU Pacitan dan Kapolres Pacitan Serta Jamaah Majlis Al Mukarromah Pacitan.

1000 Hari KH Habib Thoyib Hasan Diperingati (Sumber Gambar : Nu Online)
1000 Hari KH Habib Thoyib Hasan Diperingati (Sumber Gambar : Nu Online)


1000 Hari KH Habib Thoyib Hasan Diperingati

Acara dibuka dengan muqoddimah oleh KH Luqman Harist, pengasuh Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan yang mewakili sohibul bait sekaligus menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran para muhibbin dari berbagai daerah pada peringatan 1000 hari wafatanya cucu dari Simbah KH Dimyathi Abdulloh Bin Abdul Manan Dipomenggelo tersebut.

KARTANU

Gema sholawat dan senandung pujian kepada nabi Muhammad SAW dibacakan oleh muhibbin yang memenuhi halaman Kediaman Al Magfurlah KH Toyyib Hasan Babud.

KARTANU

Acara tersebut juga diisi dengan mauidoh hasanah yang disampaikan oleh yang pertama KH Mamik dari Nganjuk yang menyampaikan tentang hikmah dari sebuah ayat Al-Quran tentang kasih sayang Qul in kuntum tuhibbu-na Allaha fattabi u-ni yuhbibkumullahu, atas cintanya Allah kepada baginda nabi Muhammad SAW.

Mauidhoh kedua disampaikan oleh Habib Mustofa Al Idrus, dari Tuban. Dalam ceramahnya ia menyampaikan agar kaum muslimin kususnya para santri untuk selalu mencintai nabi dan hormat kepada para pewarisnya.

Karena pewaris nabi adalah para ulama , para kyai, semua orang harus hormat kepada ulama, karena ulama adalah pembawa cahaya kehidupan setelah nabi, katanya.

Peringatan 1000 hari digelar untuk mendoakan dan mengenang jasa serta meneladani seorang ulama sepuh pacitan yang wafat pada tahun 2011 silam.

Almagfurlah KH Habib Toyyib Hasan Babud semasa hidupnya menjabat sebagai mustasyar Pondok Tremas dan Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Pacitan.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Kontributor: Zaenal Faizin

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/44662/1000-hari-kh-habib-thoyib-hasan-diperingati

KARTANU

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KARTANU sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KARTANU. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KARTANU dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock