Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Maret 2017

Banser Sawangan Jingkang Bantu Korban Rumah Roboh

Banyumas, KARTANU. Sainah (54) janda 3 anak itu hanya bisa pasrah, melihat rumahnya di RT 01/5 Desa Jingkang Kecamatan Ajibarang porak-poranda diterpa angin kencang yang menerpa desa Jingkang Senin (21/3). Seketika itu juga, puluhan anggota banser dari ranting Sawangan dan Jingkang langsung terjun kelokasi kejadian.

Banser dibantu warga bahu membahu membereskan rumah Sainah yang hancur tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, karena saat kejadian Sainah sedang tidak rumah.

Banser Sawangan Jingkang Bantu Korban Rumah Roboh (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Sawangan Jingkang Bantu Korban Rumah Roboh (Sumber Gambar : Nu Online)


Banser Sawangan Jingkang Bantu Korban Rumah Roboh

"Saat kejadian, saya sedang berada di sawah, tiba-tiba tetanga saya ngabarin kalo rumah saya roboh," tutur Sainah dengan wajah sedih.

"Dua anak saya sedang sekolah, dan yang paling kecil ikut saya ke sawah," lanjutnya.

KARTANU

KARTANU

Puluhan personil Banser dari Sawangan dan Jingkang yang dihubungi lewat telefon langsung terjun ke lokasi kejadian.

"Saya di telepon sahabat Tarno, lalu saya langsung menghubungi yang lain juga," kata Pujianto

"Kami semua datang sekitar jam 13:00, dan langsung bergerak memberskan puing-puing yang berserakan," lanjutnya.

Jafar, ketua RW setempat mengungkapkan bahwa rumah Sainah memang sudah rusak berat, kayu-kayunya banyak yang keropos.

Banser juga langsung membuatkan gubug sementara untuk keluarga sainah tinggal. (Kifayatul Akhyar/Mukafi Niam)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/76380/banser-sawangan-jingkang-bantu-korban-rumah-roboh

KARTANU

Minggu, 10 Juli 2016

Sembilan Perguruan Tinggi Islam Sepakat Tolak Kegiatan Anti-Pancasila dan NKRI

Jember, KARTANU. Sembilan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) sepakat menolak kegiatan-kegiatan yang bernada anti-Pancasila dan anti-NKRI diselenggarakan di kampus mereka. Kesepakatan tersebut termaktub dalam salah satu poin Piagam Sunan Ampel yang ditandatangani PTKIN Persemakmuran Sunan Ampil di IAIN Tulungagung, belum lama ini.

Kesembilan PTKIN tersebut adalah perguruan tinggi itu berdiri dari pengembangan IAIN Sunan Ampel. Perguruan tinggi itu adalah IAIN Tulungagung, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Mataram, IAIN Jember, IAIN Ponorogo, IAIN Samarinda, STAIN Pamekasan dan STAIN Kediri.

Sembilan Perguruan Tinggi Islam Sepakat Tolak Kegiatan Anti-Pancasila dan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Sembilan Perguruan Tinggi Islam Sepakat Tolak Kegiatan Anti-Pancasila dan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)


Sembilan Perguruan Tinggi Islam Sepakat Tolak Kegiatan Anti-Pancasila dan NKRI

Menurut Rektor IAIN Jember Babun Suharto, dalam pertemuan tahunan tersebut disepakati tiga poin. Dua diantaranya adalah kesepakatan untuk membangun academic branding dengan penguatan Tridharma perguruan tinggi yang prima masing-masing PTKIN Persemakmuran Sunan Ampel sebagai tawaran alternatif guna menjawab tuntutan dan ekspektasi masyarakat Indonesia dan dunia.

Poin terakhir, lanjutnya, adalah melakukan sinergitas antar-PTKIN Persemakmuran Sunan Ampel dalam upaya pengembangan kelembagaan maupun mengampanyekan Islam Rahmatan Lil Alamin.

KARTANU

Babun menambahkan, dalam upaya membendung radikalisme dan terorisme PTKIN Persemakmuran Sunan Ampel sepakat agar segala kegiatan atau pendirian personal maupun kelompok yang anti-Pancasila dan anti-NKRI harus dibasmi. Jika tidak, dikhawatirkan akan memunculkan gerakan-gerakan perpecahan bangsa. Sikap itu diambil sebagai jawaban atas maraknya gerakan-gerakan yang tidak mau menjadikan Pancasila sebagai ideologi dan mau mengganti NKRI dengan model-model yang lain.

"Kita sepakat dan tegas dengan hal-hal semacam ini. Karena jika diberi ruang akan membahayakan negara ini. Untuk itu, PTKIN Persemakmuran Sunan Ampel sepakat juga mengawasi tiap sudut kampus terhadap potensi munculnya gerakan-gerakan anti-Pancasila dan anti-NKRI," ungkap Guru Besar Ekonomi Islam ini kepada KARTANU di Jember, Rabu (12/4).(Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

KARTANU

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/76990/sembilan-perguruan-tinggi-islam-sepakat-tolak-kegiatan-anti-pancasila-dan-nkri

KARTANU

Sabtu, 04 Juli 2015

Kader PMII UMI Pimpin KNPI Sulsel

Makassar, KARTANU. Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Selawesi Selatan menggelar Musyawarah Daerah yang diikuti puluhan organisasi kepemudaan yang tegabung dalam KNPI Sulsel. Dalam musyawarah tersebut Yasir Mahmud terpilih menjadi pemimpin.

Yasir Mahmud merupakan salah satu Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) komisariat UMI dari Fakultas Ekonomi UMI.

Kader PMII UMI Pimpin KNPI Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader PMII UMI Pimpin KNPI Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)


Kader PMII UMI Pimpin KNPI Sulsel

Ketua PMII Komisariat UMI Cabang Makassar Fajar Rakasiwi mengucapkan selamat atas kemenangan tersebut. "Semoga dengan terpilihnya beliau dapat membawa perubahan di dunia pemuda khususnya di Sulsel," ujarnya.

KARTANU

Lanjut Fajar, kami yakin sahabat Yasir Mahmud dapat mempersatukan pemuda Sulawesi Selatan guna dapat berkonstribusi dalam pengawalan kebijakan di daerah. Kami dari PMII UMI siap mengawal sahabat Yasir Mahmud, tegas Fajar.

Dalam musyawarah di Hotel Clarion Rabu (14/12) tersebut, terdapat 4 kandidat calon ketua. Mereka diantaranya Arsoni, Yasir Mahmud, Ramanda Manji, dan Mujiburrahman.

Yasir Mahmud terpilih secara aklamasi kerena ketiga kandidat mengundurkan diri saat musyawarah berlangsung. "Semoga kepemimpinan Yasir Mahmud dapat mendapatkan legalitas secepatnya agar dapat menjalankan kepengurusan KNPI Sulsel," jelas Fajar. (Muhammad Aras Prabowo/Abdullah Alawi)

KARTANU

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/73871/kader-pmii-umi-pimpin-knpi-sulsel

KARTANU

Jumat, 08 Mei 2015

Ke PBNU, Jokowi Diminta Sabar dan Tawakal

Jakarta, KARTANU. Calon presiden H Joko Widodo bersilaturrahim ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya No 164 Jakarta Pusat, Jumat (11/7) siang. Kehadiran Jokowi disambut hangat oleh Wakil Ketua Umum PBNU H Asad Said Ali bersama beberapa pengurus lainnya.

Pertemuan berlangsung tertutup di ruang rapat lantai 3 kantor PBNU selama sekitar setengah jam. Usai pertemuan Jokowi langsung berpamitan pulang. Wakil Ketua Umum PBNU H Asad Ali bersama Ketua PP LAZISNU KH Masyhuri Malik mengantar Jokowi sampai ke pintu keluar lantai dasar dan mereka langsung diserbu puluhan wartawan.

Ke PBNU, Jokowi Diminta Sabar dan Tawakal (Sumber Gambar : Nu Online)
Ke PBNU, Jokowi Diminta Sabar dan Tawakal (Sumber Gambar : Nu Online)


Ke PBNU, Jokowi Diminta Sabar dan Tawakal

Kepada wartawan, Asad mengatakan, PBNU berharap Jokowi bersabar dan tawakkal menunggu penetapan hasil Pilpres oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Juli mendatang.

KARTANU

Kami menyampaikan pesan Rais Aam KH Mustofa Bisri (Gus Mus) agar Bapak Jokowi sabar dan tawakkal menunggu penetapan KPU, kata Asad.

KARTANU

Beberapa wartawan meminta Asad menanggapi hasil hitung cepat (quick count). Ada dua hasil penghitungan cepat yang berbeda di mana sebagian besar mengunggulkan pasangan Jokowi-Kalla. Kata Asad, hitung cepat itu didasarkan pada metode ilmiah tertentu dan hasilnya tergantung pada metode yang dipakai.

Para ahli survei dan quick count itu lebih bisa menjelaskan hasilnya, kata asad. Wartawan terus mendesak, PBNU mendukung hasil survei yang mana? Ya yang terbanyak lah, katanya.

Jokowi sendiri tidak memberikan banyak komentar terkait hasil quick count dan soal kunjungannya ke PBNU. Ya kita bersilaturrahim sambil menunggu tanggal 22 Juli, katanya singkat. (anam)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/53203/ke-pbnu-jokowi-diminta-sabar-dan-tawakal

KARTANU

Kamis, 26 Maret 2015

Umat Islam Harus Bisa Memanfaatkan Waktu

Menado, KARTANU. Ketua Pengurus Wilayah Nahdahtul Ulama Sulawesi Utara (Sulut) H Iskandar Gobel mengatakan, umat Islam di daerah tersebut harus dapat memanfaatkan waktu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Waktu akan mengajarkan dan mendewasakan kita, serta seharusnya kita berada dalam koridor yang menempatkan waktu sebagai sebuat kemewahan dan mensyukurinya dengan memanfaatkan sebaik-baiknya," kata Gobel dalam perayaan 1 Muharam 1426 Hijriyah yang dilaksanakan Pengurus Hari Besar Islam (PHBI) Kota Manado, Kamis.

Gobel mengatakan, pergantian Hijriyah dari 1425 Hijriyah ke 1426 Hijriyah merupakan sebuah momentum waktu yang harus dimanfaatkan untuk sebuah perubahan. Dalam kehidupan sehari-hari, umat Islam harus menjaga ketertiban, memperkuat kerukunan umat beragama serta semangat persatuan dan kesatuan dalam membangun bangsa, kata Gobel.

Sementara Walikota Manado Wempie Frederik mengatakan, esensi dari perayaan pergantian tahun hijriyah ini adalah perpindahan dari situasi kondisi yang kurang baik menjadi baik.

Umat Islam Harus Bisa Memanfaatkan Waktu (Sumber Gambar : Nu Online)
Umat Islam Harus Bisa Memanfaatkan Waktu (Sumber Gambar : Nu Online)


Umat Islam Harus Bisa Memanfaatkan Waktu

Umat Islam diharapkan dapat terus memupuk rasa kebersamaan dan memperkokoh Uhkuwah Islamiah serta memantapkan kerukunan antar umat beragama.

Perayaan tersebut antara lain dihadiori Ketua Majelis Ulama Indonesia Sulut KH. Fauzi Nuraini, Kakanwil Depag Sulut H M Jusuf Otoluwo, dan Ketua PHBI Kota Manado Abdul Hamid.(an/mkf)

KARTANU

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/2720/umat-islam-harus-bisa-memanfaatkan-waktu

KARTANU

Sabtu, 06 Juli 2013

Puisi Terakhir WS Rendra Bikin Merinding Baca Wasiatnya

KARTANU - Sastrawan WS Rendra telah meninggal tahun 2009 lalu (semoga Alloh merahmatinya). Namun sebelum meninggal dan saat terbaring sakit, beliau sempat menulis sebuah puisi.

Puisi ini sangat dalam maknanya. Bahwa sesungguhnya hidup ini adalah amanah, dan apa yang ada pada diri kita adalah titipan semata. Maka tidak boleh ada yang disombongkan sedikitpun dari kita, karena semua itu hanyalah titipan. Yang suatu saat akan diambil kembali oleh Nya. Hanya saja kita tidak pernah tahu, kapan Dia akan mengambilnya.

Puisi ini juga mengingatkan akan pemutus segala kenikmatan, yaitu kematian. Seperti sabda Nabi “Perbanyaklah mengingat pemutus segala kelezatan, yakni kematian”.[HR. At-Tirmidziy (no. 2307), An-Nasa'iy (1824) dan Ibnu Majah (no. 4258). Hadits ini di-shohih-kan oleh Al-Albaniy dalam Al-Irwa' (no. 682)].

Puisi Terakhir WS Rendra Bikin Merinding Baca Wasiatnya - KARTANU
Puisi Terakhir WS Rendra Bikin Merinding Baca Wasiatnya - KARTANU


Puisi Terakhir WS Rendra Bikin Merinding Baca Wasiatnya

Al-Imam Ath-Thibiy -rahimahullah- berkata, “Nabi -shallallahu alaihi wa sallam- menyerupakan segala kelezatan yang fana dan segala keinginan duniawi dan kehancurannya dengan sebuah bangunan yang menjulang. Bangunan itu akan runtuh oleh berbagai goncangan hebat. Lalu Nabi -shallallahu alaihi wa sallam- memerintahkan orang yang terlena dengan dunia untuk mengingat penghancur kelezatan tersebut (yakni, maut) agar ia tak terus-menerus condong kepadanya, (sehingga) ia pun menyibukkan diri dengan sesuatu yang wajib atas dirinya berupa penghadapan diri kepada kampung abadi (yaitu, akhirat)”. [Lihat Tuhfah Al-Ahwadziy (6/92)]

KARTANU

Berikut adalah puisi terakhir dari WS Rendra, semoga bisa menjadi renungan dan peringatan:

KARTANU

Hidup itu seperti uap,

yang sebentar saja kelihatan, lalu lenyap!

Ketika orang memuji milikku,

aku berkata bahwa ini hanya titipan saja.

Bahwa mobilku adalah titipan-Nya,

Bahwa rumahku adalah titipan-Nya,

Bahwa hartaku adalah titipan-Nya,

Bahwa putra-putriku hanyalah titipan-Nya ...

Tapi mengapa aku tidak pernah bertanya,

"Mengapa Dia menitipkannya kepadaku?"

"Untuk apa Dia menitipkan semuanya kepadaku?"

Dan kalau bukan milikku, apa yang seharusnya aku lakukan untuk milik-Nya ini?

Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya? Malahan ketika diminta kembali,

kusebut itu musibah,

kusebut itu ujian,

kusebut itu petaka,

kusebut itu apa saja ...

Untuk melukiskan, bahwa semua itu adalah derita ...

Ketika aku berdo'a, kuminta titipan yang cocok dengan kebutuhan duniawi,

Aku ingin lebih banyak harta,

Aku ingin lebih banyak mobil,

Aku ingin lebih banyak rumah,

Aku ingin lebih banyak popularitas,

Dan kutolak sakit,

Kutolak kemiskinan,

Seolah semua derita adalah hukuman bagiku. Seolah keadilan dan kasih-Nya, harus berjalan seperti penyelesaian matematika dan sesuai dengan kehendakku.

Aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita itu menjauh dariku,

Dan nikmat dunia seharusnya kerap menghampiriku ... Betapa curangnya aku,

Kuperlakukan Dia seolah "Mitra Dagang" ku dan bukan sebagai "Kekasih"!

Kuminta DIA membalas “perlakuan baikku” dan menolak keputusan-Nya yang tidak sesuai dengan keinginanku ...

Duh Allah ...

Padahal setiap hari kuucapkan,

“Hidup dan Matiku, Hanyalah untukMu ya Allah, ampuni aku, ya Allah ... Mulai hari ini, ajari aku agar menjadi pribadi yang selalu bersyukur dalam setiap keadaan dan menjadi bijaksana, mau menuruti kehendakmu saja ya Allah ...

Sebab aku yakin Engkau akan memberikan anugerah dalam hidupku .. Kehendakmu adalah yang terbaik bagiku ...

Semoga manfaat

Sahabatmu...

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/04/puisi-terakhir-ws-rendra-bikin-merinding-baca-wasiatnya.html

Jumat, 29 Juni 2012

Meriah, Festival Shalawat di Gianyar Bali

Gianyar, KARTANU. Menjelang bulan Ramadhan 1436 H festival shalawat digelar di Masjid Agung Al Ala Gianyar Bali yang diikuti oleh PCNU beserta badan-otonom NU se Provinsi Bali.

Kegiatan ini dimeriahkan oleh Group Gambus Kolaborasi Almanar Assololey dari Pasdalem Gianyar Bali, Juara 3 Nasional kolaborasi LASQI th 2012 di NTB, Ahad (31/5) lalu.

Meriah, Festival Shalawat di Gianyar Bali (Sumber Gambar : Nu Online)
Meriah, Festival Shalawat di Gianyar Bali (Sumber Gambar : Nu Online)


Meriah, Festival Shalawat di Gianyar Bali

Festival Sholawat yang dibuka oleh Ketua PWNU Provinsi Bali KH Abdul Azis ini berlangsung sangat meriah. Para peserta begitu bersemangat mengikuti even ini hingga acara selesai.

KARTANU

"Kegiatan ini merupakan ajang syiar dan dakwah yang sangat bagus, salut buat PCNU Gianyar. Dan kegiatan ini akan diagendakan menjadi even tahunan," ujar KH Azis setelah membuka acara.

Kegiatan festival sholawat ini ditutup dengan ceramah agama yang disampaikan oleh KH Asyari Mahfudz dari Pasuruan Jawa Timur. (Idris Maulana/Anam)

KARTANU

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/59923/meriah-festival-shalawat-di-gianyar-bali

KARTANU

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KARTANU sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KARTANU. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KARTANU dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock