Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Februari 2017

Habib Luthfi Hadiri Maulid Akbar Hari Jadi Wonogiri

Wonogiri, KARTANU. Maulid Akbar membuka perayaan Hari Jadi Kabupaten Wonogiri yang ke -272 yang digelar semalam (4/5) di Alun-alun Giri Kridha Bhakti Wonogiri.

Pengajian Akbar tersebut dihadiri Rais Aam Jamiyyah Ahlith Thoriqah Al Mutabaroh An Nahdliyyah (JATMAN), Habib Muhammad Luthfi bin Yahya.

Habib Luthfi Hadiri Maulid Akbar Hari Jadi Wonogiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi Hadiri Maulid Akbar Hari Jadi Wonogiri (Sumber Gambar : Nu Online)


Habib Luthfi Hadiri Maulid Akbar Hari Jadi Wonogiri

Ribuan jamaah yang hadir memadati lapangan lokasi pengajian. Mereka hadir dari berbagai daerah.

KARTANU

Selain maulid akbar, berbagai rangkaian acara juga diselenggarakan guna menyambut Hari Jadi Kota Gaplek itu, diantaranya Napak Tilas Pangeran Sambernyawa di Monumen Watu Gilang, Tasyarub Gerakan 1 Miliar untuk anak yatim, dan Doa syukur antar umat beragama.

Hari Jadi Wonogiri sendiri sebetulnya baru akan jatuh pada tanggal 19 Mei nanti. Bupati Wonogiri Danar Rahmanto, dalam sambutannya mengatakan,ia berharap dengan momentum ini segenap unsur dapat membantu untuk mewujudkan keadaan masyarakat berdasarkan semboyan SUKSES.

KARTANU

SUKSES sebagai kepanjangan Stabilitas, Undang-undang, Koordinasi, Sasaran, Evaluasi, Semangat. Berarti pula upaya mewujudkan keadaan masyarakat yang penuh semangat dan bekerja bersama segenap elemen berdasarkan rel regulasi agar tujuan kesejahteraan dan kemakmuran dapat tercapai dengan kestabilan, ujarnya.

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/44238/habib-luthfi-hadiri-maulid-akbar-hari-jadi-wonogiri

KARTANU

Senin, 16 November 2015

Pagar Nusa Jember Bina 400 Pelajar di Pesantren

Jember, KARTANU. Aktivitas pencak silat Pagar Nusa Kabupaten Jember, Jawa Timur, terus bergeliat. Badan Otonom NU yang membidangi olah raga bela diri ini terus menyemai bibit baru pesilat, utamanya di kalangan para pelajar.

Sejak Sabtu (15/2) kemarin, sekitar 400 pelajar mengikuti pembinaan pencak silat yang dipusatkan di Pesantren Nurul Qarnain Kecamatan Sukowono, Jember.

Pagar Nusa Jember Bina 400 Pelajar di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Jember Bina 400 Pelajar di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)


Pagar Nusa Jember Bina 400 Pelajar di Pesantren

Ini sebenarnya realisasi hasil keputusan rapat beberapa hari lalu di kantor NU, bahwa kami akan memberi pembinaan bagi kader-kader NU yang cinta pencak silat, khususnya Jember bagian utara-timur, jelas Wakil Ketua Pimpinan Cabang Pencak Silat NU Pagar Nusa Kabupaten Jember H Fathurrosi kepada KARTANU.

KARTANU

Menurut alumni Pesantren Salafiyah-Syafiiyah Sukorejo, Situbondo, itu, ratusan pelajar tersebut akan dilatih silat minimal dua kali dalam seminggu. Tujuannya adalah untuk mencari bibit-bibit baru, yang diharapkan kelak menjadi kader NU yang tangguh baik secara psikis maupun fisik. Ini juga bisa jadi syiar dakwah Islam, tuturnya.

Selain itu, PC Pagar Nusa Kabupaten Jember saat ini juga tengah menggembleng 15 santri, yang latihannya dipusatkan di Pesantren Darussholah. Mereka dilatih tiap setelah jam pelajaran berakhir. Tiga di antara mereka dipersiapkan untuk mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jember. (Aryudi A Razaq/Mahbib)

KARTANU

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/50209/pagar-nusa-jember-bina-400-pelajar-di-pesantren

KARTANU

Minggu, 16 Agustus 2015

Gus Mus Menyalati Mayit Tionghoa Non Muslim, Ini Ceritanya

Gus Mus. Sumber: Tempo KARTANU - Suatu hari, seorang warga Tionghoa beragama non muslim sowan ke kediaman KH Musthofa Bisri (Gus Mus), kiai kharismatik asal Rembang Jawa Tengah. Warga Tionghoa non muslim tadi masih tetangga sekaligus sahabat dekatnya Gus Mus.

Cina: Pak Kiai, ayah kami sore ini telah meninggal, nah tadi kami sekeluarga telah sepakat untuk meminta tolong pada pak kiai untuk menshalati jenazah ayah kami.

Gus Mus Menyalati Mayit Tionghoa Non Muslim, Ini Ceritanya - KARTANU
Gus Mus Menyalati Mayit Tionghoa Non Muslim, Ini Ceritanya - KARTANU


Gus Mus Menyalati Mayit Tionghoa Non Muslim, Ini Ceritanya

Gus Mus: (tanpa pikir panjang langsung menjawab) Ooo...Yooh, menko tak mrono....! (Ooo....ya, nanti saya datang!)

Lantas Gus Mus memanggil santri santrinya agar segera mendatangi rumah duka dan mendekati jenazah.

Gus Mus: Ayo segera kita sholat!

Santri: Shalat apa, Kiai? Bukankah menyalati orang non muslim itu haram kiai?

Gus Mus: Shalat Ngasar to yooo! (Shalat Ashar to ya)

Santri: He he... lha itu mayitnya bagaimana?

Gus Mus: Hallah, junjung pindahno ning mburi kono kan berresss! (Hallah, angkat pindahkan ke belakang sana kan juga bisa)

Santri: Ooo njih kiai!

Selesai Sholat, tuan rumah komplain ke Gus Mus.

Cina: Pak Kiai, biasanya orang menshalati jenazah itu jenazahnya ditaruh di depan. Lha ini kok ditaruh dibelakang?

Gus Mus: Yang ditaruh di depan itu yang sudah ngerti jalan! Lha karena ayahmu belum apal jalan, maka ditaruh belakang!

Cina: He he...Oo gitu tooo..nggeh nggeh kiai. Maturnuwun.

Kisah Gus Mus menyalati mayit Cina non muslim ini diceritakan oleh KH Shorofuddin, santrinya Gus Mus. Jadi, teladan ini adalah cara ala kiai menjaga perasaan tetangga. Walau non muslim, mereka tetap manusia yang harus dihormati. [KARTANU]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/02/gus-mus-menyalati-mayit-tionghoa-non-muslim-ini-ceritanya.html

Kamis, 23 Januari 2014

Ini Dalil Mahallul Qiyam Maulid

KARTANU - Mahallul Qiyam atau berdiri ketika tengah membaca shalawat itu sangat-sangat dibolehkan. Jika ada yang membid'ahkan mahallul qiyam ketika kita sedang membaca sirah nabawiyah dalam bentuk syair berbait macam Al Barzanji, Diba', Burdah, SImtut Duror dan lainnya, maka ia sebetulnya sedang melarang kita untuk berdzikir, padahal, berdzikir kepada Allah dapat dilakukan dalam posisi apapun, sebagaimana dalam ayat berikut:

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ ... (ال عمران ١٩١)

"(Ulul Albab yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring..." (Ali Imran: 191)

Ini Dalil Mahallul Qiyam Maulid - KARTANU
Ini Dalil Mahallul Qiyam Maulid - KARTANU


Ini Dalil Mahallul Qiyam Maulid

KARTANU

Dan kita ketahui bahwa shalawat adalah dzikir karena diperintahkan dalam Al-Quran dan banyak hadist. Dengan demikian, membaca shalawat tetap boleh, baik dengan cara duduk atau berdiri.

Amaliah di lingkungan kita berupa berdiri saat mengisahkan kelahiran Nabi Muhammad shalla Allahu alaihi wa sallama telah dilakukan sejak abad pertengahan Islam yang dilakukan seorang ulama yang bertaraf mujtahid di lingkungan Madzhab Syafiiyah, yaitu Imam As-Subki, sebagaimana disampaikan oleh ulama ahli sejarah Syekh Ali Al-Halabi dalam kitabnya "Insan al-Uyun Fi Sirat Al-Amin Al-Ma'mun":

ﻭﻗﺪ ﻭﺟﺪ اﻟﻘﻴﺎﻡ ﻋﻨﺪ ﺫﻛﺮ اﺳﻤﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻣﻦ ﻋﺎﻟﻢ اﻷﻣﺔ ﻭﻣﻘﺘﺪﻱ اﻷﺋﻤﺔ ﺩﻳﻨﺎ ﻭﻭﺭﻋﺎ اﻹﻣﺎﻡ ﺗﻘﻲ اﻟﺪﻳﻦ اﻟﺴﺒﻜﻲ، ﻭﺗﺎﺑﻌﻪ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ ﻣﺸﺎﻳﺦ اﻹﺳﻼﻡ ﻓﻲ ﻋﺼﺮﻩ، ﻓﻘﺪ ﺣﻜﻰ ﺑﻌﻀﻬﻢ ﺃﻥ اﻹﻣﺎﻡ اﻟﺴﺒﻜﻲ اﺟﺘﻤﻊ ﻋﻨﺪﻩ ﺟﻤﻊ ﻛﺜﻴﺮ ﻣﻦ ﻋﻠﻤﺎء ﻋﺼﺮﻩ ﻓﺄﻧﺸﺪ ﻣﻨﺸﺪ ﻗﻮﻝ اﻟﺼﺮﺻﺮﻱ ﻓﻲ ﻣﺪﺣﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ:

KARTANU

"Bentuk berdiri semacam ini ketika menyebut nama Nabi shalla Allahu alaihi wa sallama (mahallul qiyam) sungguh telah ditemukan dari ulamanya umat Islam dan panutan para imam, dari segi agamisnya dan kewara'annya (menjauhi hal-hal yang haram dan syubhat), yaitu Imam As-Subki dan diikuti oleh para ulama di masanya.

Sebagian ulama menceritakan bahwa Imam Subki dan para ulama berkumpul, lalu seorang penyair melantunkan syair pujian karya Ash-Sharshari untuk Nabi shalla Allahu alaihi wa sallama [bahr thawil] :

ﻗﻠﻴﻞ ﻟﻤﺪﺡ اﻟﻤﺼﻄﻔﻰ اﻟﺨﻂ ﺑﺎﻟﺬﻫﺐ ... ﻋﻠﻰ ﻭﺭﻕ ﻣﻦ ﺧﻂ ﺃﺣﺴﻦ ﻣﻦ ﻛﺘﺐ ﻭﺃﻥ ﺗﻨﻬﺾ اﻷﺷﺮاﻑ ﻋﻨﺪ ﺳﻤﺎﻋﻪ ... ﻗﻴﺎﻣﺎ ﺻﻔﻮﻓﺎ ﺃﻭ ﺟﺜﻴﺎ ﻋﻠﻰ اﻟﺮﻛﺐ

Artinya: "Sedikit sekali tulisan yang memuji Nabi pilihan dengan tinta emas di atas lembaran perak dalam tulisan terbaik. Hendaklah orang-orang mulia berdiri ketika mendengarnya, berdiri bershaf-shaf, atau berlutut diatas kendaraan"

ﻓﻌﻨﺪ ﺫﻟﻚ ﻗﺎﻡ اﻹﻣﺎﻡ اﻟﺴﺒﻜﻲ ﺭﺣﻤﻪ اﻟﻠﻪ ﻭﺟﻤﻴﻊ ﻣﻦ ﻓﻲ اﻟﻤﺠﻠﺲ، ﻓﺤﺼﻞ ﺃﻧﺲ ﻛﺒﻴﺮ ﺑﺬﻟﻚ اﻟﻤﺠﻠﺲ، ﻭﻳﻜﻔﻲ ﻣﺜﻞ ﺫﻟﻚ ﻓﻲ اﻻﻗﺘﺪاء.

Saat itulah Imam As-Subki berdiri bersama orang yang hadir dalam majelis. Keharuan yang besar terdapat dalam mejelis tersebut. Hal semacam ini sudah cukup [boleh] untuk diikuti" (As-Sirah Al-Halabiyah, 1/123 dikutip oleh banyak para ulama termasuk pengarang kitab Ianah Ath-Thalibin). [KARTANU]

Ma'ruf Khozin, Aswaja NU Center PWNU Jatim.

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/ini-dalil-mahallul-qiyam-maulid.html

Rabu, 11 September 2013

Tak Hanya Mengamankan, Tentara Pun Ikut Menyapu Area Munas

Jakarta, KARTANU. Ada pemandangan unik di Kompleks Pondok Pesantren Kempek Cirebon, Jumat (14/9) pagi. Bersama para santri setempat, puluhan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Komando Distrik Militer (Kodim) Kabupaten Cirebon dengan semangat menyapu seluruh halaman yang menjadi lokasi Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2012.

Ini merupakan tanggung jawab kami dari daerah, kata Kapten ARH Sudaryanto saat memimpin tugas kebersihan di Pesantren seluas 20 hektar ini.

Tak Hanya Mengamankan, Tentara Pun Ikut Menyapu Area Munas (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Hanya Mengamankan, Tentara Pun Ikut Menyapu Area Munas (Sumber Gambar : Nu Online)


Tak Hanya Mengamankan, Tentara Pun Ikut Menyapu Area Munas

Menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian TNI terhadap kelancaran Munas dan Konbes NU. Menyapu hanya salah satu dari sejumlah kegiatan-kegiatan lain seperti memasak di dapur umum, memasang umbul-umbul, meratakan tanah, menggali parit, dan tentunya mengamankan acara.

Ia mengaku bangga dapat berpartisipasi dalam hajatan besar NU ini. Selama ini, khususnya di lingkungan Kempek, tentara memang sering dilibatkan pada berbagai acara. Pastinya puas bisa turut membantu NU untuk keseksesan Munas, ujarnya.

KARTANU

Saat dikonfirmasi, pengasuh pesantren, KH Jafar Aqil Siroj membenarkan pihaknya cukup akrab dengan kalangan tentara di kawasan Cirebon. Sikap ini ditunjukkan untuk merangkul segenap elemen masyarakat guna kemaslahatan bersama.

KARTANU

Redaktur : Mukafi Niam

Penulis : Mahbib Khoiron

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/39701/tak-hanya-mengamankan-tentara-pun-ikut-menyapu-area-munas

Kamis, 11 Juli 2013

KH Maimoen Zubair: Baru 4 Tahun Berdiri, NU Berani Ngeluruk ke Sarang Komunis

KARTANU - Momentum pelaksanaan silaturahim bertajuk "Ngumpulke Balung Pisah" yang berlangsung di Fakultas Kedokteran Univeraitas Wahid Hasyim Semarang hari ini Minggu (17/7/2016), bagi KH Maemun Zubair sangat berkesan.

Hal itu, menurut Mbah Moen, dikarenakan Semarang pernah menjadi tempat Muktamar ke-4 Tahun 1929 di mana ketika itu Semarang adalah pusat pergerakan Sarekat Islam dan buruh. "Sejak Muktamar Semarang, NU menjadi organisasi modern yang mempunyai struktur wilayah, cabang, MWC, dan ranting," kenangnya.

Selain itu, Muktamar Semarang ketika juga upaya merespon perkembangan politik nasional selain membahas lazimnya Muktamar NU (sosial keagamaan).

KH Maimoen Zubair: Baru 4 Tahun Berdiri, NU Berani Ngeluruk ke Sarang Komunis - KARTANU
KH Maimoen Zubair: Baru 4 Tahun Berdiri, NU Berani Ngeluruk ke Sarang Komunis - KARTANU


KH Maimoen Zubair: Baru 4 Tahun Berdiri, NU Berani Ngeluruk ke Sarang Komunis

KARTANU

"Waktu itu sedang terjadi perpecahan ditubuh Sarekat Islam (SI). Sehingga ada dua kubu yakni SI Merah dipimpin Semaon dari kelompok Komunis dan SI Putih dipimpin HOS Cokroaminoto dan HA Salim," katanya.

Oleh karena itu, terang Mbah Moen, mau tidak mau NU harus sangat peduli terhadap persoalan bangsa. Sebagaimana dahulu dicontohkan waktu Muktamar Semarang yang tidak lain sebagai dukungan moral terhadap SI Putih agar tetap jaya.

"Kalau dulu NU yang baru empat tahun berdiri berani ngeluruk ke sarang kaum komunis militan seperti Semaon, Mas Marco, Siti Sundari termasuk Snevliet. NU Sekarang musti bisa berbuat lebih," paparnya.

"Terus terang saya sangat mendambakan kejayaan dan kehebatan NU seperti masa lalu. Tapi manusia yang kita hadapi sekarang jelas beda dengan dulu karakternya juga lain," katanya

KARTANU

Lebih lanjut Mbah Moen berpesan supaya NU saat ini jangan hanya berpikir romantis sementara kesadaran kolektifnya rendah. NU musti harus selalu menatap kedepan. Jangan terlalu lama menengok ke belakang.

"Secara historis NU dilahirkan oleh orang-orang kaya yang diridloi para kiai. Juga dari SDM yang sangat mumpuni dan tidak diragukan lagi," pungkasnya. [KARTANU/ haris]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/07/kh-maimoen-zubair-baru-4-tahun-berdiri-nu-berani-ngeluruk-ke-sarang-komunis.html

Minggu, 17 Maret 2013

7 Doa Agar Rizki Lancar Melimpah Berkah

KARTANU - Agar rizki lancar, ada doa dan dzikir yang sangat dianjurkan sesuai tuntunan Nabi Muhammad salallahu ’alaihi wassalam. Kalau hanya berusaha, itu terlalu sombong diri. Begitupun, doa-doa dan wirid rizki berlimpah ini tidak akan berefek apa-apa kepada Anda jika tidak dibarengi dengan usaha. Doa dan usaha untuk memperlancar rizki harus dilakukan. Inilah doa yang insyaallah memperlancar rizki kita semua.

(1). Memperbanyak Membaca La hawla Wala Quwwata Illa billah.

7 Doa Agar Rizki Lancar Melimpah Berkah - KARTANU
7 Doa Agar Rizki Lancar Melimpah Berkah - KARTANU


7 Doa Agar Rizki Lancar Melimpah Berkah

“Barangsiapa yang lambat datang rezekinya hendaklah banyak mengucapkan “La hawla Wala Quwwata Illa billah.” (HR. At-Tabrani)

(2). Membaca La Ilaha Illallahul Malikul Haqqul Mubin

KARTANU

“Barangsiapa setiap hari membaca La ilaha illallahul malikul haqqul mubin maka bacaan itu akan menjadi keamanan dari kefakiran dan menjadi penenteram dari rasa takut dalam kubur.” (HR. Abu Nu’ aim dan Ad Dailami)

(3). Melanggengkan Ber-Istighfar

KARTANU

“Barangsiapa melanggengkan beristighfar niscaya Allah akan mengeluarkan dia dari segala kesusahan dan memberikan rezeki dari arah yang tidak diduga-duga.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majjah)

(4). Membaca Surat Al-Ikhlas

“Barangsiapa mmbaca Surat Al Ikhlas ketika masuk rumah, maka berkah bacaan menghilangkan kefakiran dari penghuni rumah dan tetangganya.” (HR. At-Tabrani)

(5). Membaca Surat Al-Waqiah

“Barangsiapa mmbaca surat Al-Waqiah setiap malam, maka tidak akan ditimpa kesempitan hidup.” (HR. Al-Baihaqi dalam Syu’ab Al-Iman)

(6). Memperbanyak Shalawat atas Nabi

“Ubay Bin Ka’ab meriwayatkan, bila telah berlalu sepertiga malam, Rasulullah Salallahu ’alaihi wassalam berdiri seraya bersabda: “Wahai Manusia Berdzikirlah Mengingat Allah, berdzikirlah mengingat Allah. Akan datang tiupan (sangkakala kiamat) pertama, kemudian diiringi tiupan kedua. Akan datang kematian dan segala kesulitan di dalamnya.”

(7). Membaca Subhanallah wabihamdihi Subhanallahil adziim. Keterangannya, setiap kalimat itu seorang malaikat yang bertasbih kepada Allah Ta’ala sampai hari kiamat yang pahala tasbihnya itu diberikan untukmu.” (HR. Al-Mustagfiri dalam Ad-Da’awat)

Silakan tulis Qabiltu (saya terima) di kotak komentar di bawah ini jika hendak mengamalkan. Terimakasih. Semoga dzikir lencar rizki ini bermanfaat. [KARTANU]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/10/7-doa-agar-rizki-lancar-melimpah-berkah.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KARTANU sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KARTANU. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KARTANU dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock