Tampilkan postingan dengan label Humor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Mei 2016

Awas Penipuan Donasi ke Suriah

KARTANU - Sudah sejak lama saya memperhatikan lembaga-lembaga donasi yang mengatas-namakan Suriah. Tanpa disadari oleh para donatur yang ikhlas, beberapa lembaga amal menjual Suriah untuk mengumpulkan dana dari masyarakat Indonesia, mengatas-namakan Islam dan negara, tetapi sumbangan disalurkan ke pihak yang salah.

Awas Penipuan Donasi ke Suriah - KARTANU
Awas Penipuan Donasi ke Suriah - KARTANU


Awas Penipuan Donasi ke Suriah

Ciri-ciri mereka adalah menjual kepedihan rakyat Suriah. Foto-foto anak kecil yang kelaparan, korban-korban tewas dan sebagainya adalah jualan mereka. Memang banyak orang kelaparan dan korban tewas di Suriah, tapi masalahnya itu korban siapa?

Menyumbang ke Suriah harus paham dulu perang Suriah

Perang Suriah dimulai ketika ada pemberontakan yang diprakarsai Al-Qaeda dengan banyak nama. Dan yang terkenal adalah FSA atau Free Syrian Army. FSA ini bertujuan mengganti pemerintahan Suriah yang dikuasai pemerintahan yang sah yaitu Bashar Assad.

Bashar Assad ingin di Khaddafi-kan seiring bergolaknya Arab Spring di Timur Tengah. Para pemberontak bahkan membuat bendera sendiri dan susunan pemerintahan sendiri, lalu mereka keliling dunia mencari donasi untuk kegiatan mereka, bukan untuk membantu warga Suriah yang menjadi korban perang. (Apakah Bashar Asad Syiah? Baca Beritanya)

Caranya adalah dengan menjual kepedihan rakyat Suriah yang menjadi korban. Dibuatlah cerita seolah-olah Bashar Assad lah yang tokoh keji, padahal yang keji adalah mereka.

Kedok para pemberontak terbongkar luas ketika Aleppo dibebaskan dari mereka. Rakyat Suriah menyambut gembira pembebasan Aleppo oleh tentara resmi Suriah. Jadi disini bisa dilihat, rakyat berpihak pada siapa? Pada para pemberontak atau tentara Suriah?

Sudah sejak lama donasi dari Indonesia mengalir ke tangan pemberontak Suriah, melalui badan amal di Indonesia yang bekerjasama dengan badan amal luar negeri yang mendukung pemberontak.

Tanpa disadari banyak orang di Indonesia, donasi yang mereka salurkan untuk kemanusiaan ternyata malah disalurkan untuk mendukung supply makanan pemberontak. Bukti ini terlihat ketika Aleppo bebas dan rakyat Suriah menyerbu gudang makanan pemberontak yang penuh dengan bantuan dari Indonesia..

Inilah yang menjadi masalah, seolah-olah rakyat Indonesia mendukung pemberontakan dan kekejian di Suriah. Tidak banyak yang tahu situasi ini karena memang sengaja ditutupi rapat-rapat.

Bahkan, menurut sebuah sumber, donasi itu juga dikumpulkan dengan di mall-mall, di jalan-jalan dengan nama yayasan yatim piatu. Hasilnya disalurkan ke penadah dan disalurkan ke Suriah untuk mendukung pemberontak. Pantas saja para pemberontak itu bertahan sekian lama dengan bantuan senjata dari negara barat dan supply makanan dari donatur yang memang perduli pada kemanusiaan.

Ini memang kerja berat untuk institusi Polri mengejar dan membuka topeng mereka. Harus ada audit independen kemana dana itu disalurkan. Karena mendukung pemberontak adalah hal yang salah.

Situasi ini bisa saja terjadi di negara kita, ketika dana-dana disalurkan dengan nama kemanusiaan dari seluruh dunia, tetapi digunakan sepenuhnya untuk mengkudeta pemerintahan Jokowi. Arus balik ini tercipta ketika ada simbiosis mutualisma antara pemberontak dan penyalur donasi.

Perhatikan saja, mana mungkin teroris Suriah kenal dengan Ahok sehingga mereka harus membuat pamflet di Suriah dengan tulisan "Tangkap Ahok". Jelas ada hubungan terkait antara teroris Suriah dengan penyalur donasi disini..

Segera sertifikasi dengan benar lembaga-lembaga donasi itu dibawah pemerintah Indonesia, karena dari merekalah keuangan teroris dan radikalis beredar.

Jika pemerintah dan Polri tidak bertindak mulai sekarang, niscaya satu waktu kita akan minum kopi pahit seperti Suriah. Percayalah. [KARTANU]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/tipu-tipu-donasi-ke-suriah.html

Minggu, 06 Maret 2016

1000 Hari KH Habib Thoyib Hasan Diperingati

Pacitan, KARTANU. Pembacaan tahlil, maulidurrosul dan rotibul hadad mengawali rangkaian malam peringatan 1000 hari wafatnya ulama kharismatik asal Pondok Tremas, Al Magfurlah KH Habib Toyyib Hasan Babud di Desa Tremas Arjosari Pacitan Jawa Timur, Selasa (21/5) malam lalu.

Tampak hadir dalam malam peringatan 1000 hari tersebut, Alim ulama dan habaib diantaranya KH Luqman Harist Dimyathi, KH Asif Hasyim, KH Rotal Amin, para pengurus NU Pacitan dan Kapolres Pacitan Serta Jamaah Majlis Al Mukarromah Pacitan.

1000 Hari KH Habib Thoyib Hasan Diperingati (Sumber Gambar : Nu Online)
1000 Hari KH Habib Thoyib Hasan Diperingati (Sumber Gambar : Nu Online)


1000 Hari KH Habib Thoyib Hasan Diperingati

Acara dibuka dengan muqoddimah oleh KH Luqman Harist, pengasuh Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan yang mewakili sohibul bait sekaligus menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran para muhibbin dari berbagai daerah pada peringatan 1000 hari wafatanya cucu dari Simbah KH Dimyathi Abdulloh Bin Abdul Manan Dipomenggelo tersebut.

KARTANU

Gema sholawat dan senandung pujian kepada nabi Muhammad SAW dibacakan oleh muhibbin yang memenuhi halaman Kediaman Al Magfurlah KH Toyyib Hasan Babud.

KARTANU

Acara tersebut juga diisi dengan mauidoh hasanah yang disampaikan oleh yang pertama KH Mamik dari Nganjuk yang menyampaikan tentang hikmah dari sebuah ayat Al-Quran tentang kasih sayang Qul in kuntum tuhibbu-na Allaha fattabi u-ni yuhbibkumullahu, atas cintanya Allah kepada baginda nabi Muhammad SAW.

Mauidhoh kedua disampaikan oleh Habib Mustofa Al Idrus, dari Tuban. Dalam ceramahnya ia menyampaikan agar kaum muslimin kususnya para santri untuk selalu mencintai nabi dan hormat kepada para pewarisnya.

Karena pewaris nabi adalah para ulama , para kyai, semua orang harus hormat kepada ulama, karena ulama adalah pembawa cahaya kehidupan setelah nabi, katanya.

Peringatan 1000 hari digelar untuk mendoakan dan mengenang jasa serta meneladani seorang ulama sepuh pacitan yang wafat pada tahun 2011 silam.

Almagfurlah KH Habib Toyyib Hasan Babud semasa hidupnya menjabat sebagai mustasyar Pondok Tremas dan Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Pacitan.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Kontributor: Zaenal Faizin

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/44662/1000-hari-kh-habib-thoyib-hasan-diperingati

KARTANU

Rabu, 13 Mei 2015

PWNU Sumut: Jaga Kesucian Ramadhan

Medan, KARTANU. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Propinsi Sumatera Utara (Sumut) mengimbau masyarakat menjaga kesucian dan kedamaian bulan Ramadhan, sehingga umat Islam dapat menjalankan ibadahnya dengan baik.

Imbauan itu disampaikan Rais Syuriyah PWNU Sumut Syekh H Mahmuddin Pasaribu dan Ketua Tanfidziyah PWNU Sumut H Ashari Tambunan, seusai memimpin rapat pembekalan tim Tim Safari Ramadhan PWNU Sumut, di kantor ormas Islam itu, Jalan Sei Batanghari Medan, Rabu (18/7) sore, sehubungan umat Islam akan melaksanakan puasa Ramadhan mulai 21 Juli.

PWNU Sumut: Jaga Kesucian Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Sumut: Jaga Kesucian Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)


PWNU Sumut: Jaga Kesucian Ramadhan

Hadir dalam rapat pembekalan itu, Sekretaris Tanfidziyah PWNU Sumut Drs H Misran Sihaloho, MPd, Wakil Sekretaris Drs H Khairuddin Hutasuhut, Katib Drs H Musaddad Lubis, MAg, Wakil Katib Abror M Dawud Faza MA, Ketua Lembaga Dakwah (LD) PWNU H Sori Monang Rangkuty MTh. Juga hadir sejumlah anggota Tim Safari Ramadhan PWNU di antaranya KH Asnan Ritonga MA, Drs H Adlin Damanik MAP, Prof Dr Katimin MAg, Drs H Abdullah Nasution, H Usman Lubis, Prof Dr H Pagar Hasibuan MA, H Syahrial Ams SH, MHum, Emir El Zuhdi Batubara, Dr H Hasan Mansur Nasution MA, H Darman Harahap dan anggota tim lainnya.

Syekh H Mahmuddin yang juga Tuan Guru di Ponpes Musthafawiyah Purba Baru Mandailing Natal (Madina) kemudian mengimbau umat Islam memanfaatkan Ramadhan seoptimal mungkin untuk melaksanakan ibadah, baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

KARTANU

Umat Islam hendaknya dapat melakukan berbagai ibadah sunnah seperti yang dipraktekkan Rasulullah SAW dan sahabatnya, seperti itikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan, berdoa qunut pada salat witir mulai tanggal 16 Ramadhan hingga akhir Ramadhan, tuturnya.

Kepada tim safari Ramadhan PWNU Sumut, Rais Syuriyah mengharapkan agar mlaksanakan tugasnya dengan baik, terutama memberi penjelasan menyangkut persoalan-persoalan Ramadhan yang dihadapi masyarakat sehari-hari, misalnya tata cara doa berbuka yang dilakukan setelah puasa dibatalkan terlebih dahulu.

KARTANU

Tingkatkan Kesalehan Sosial

Dalam kesempatan itu, Ketua Tanfidziyah PWNU Sumut H Ashari Tambunan meminta kepada Tim Safari Ramadhan PWNU agar mubalig NU yang tergabung dalam Tim Safari Ramadhan PWNU tidak semata-mata menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan persoalan ibadah, tapi juga menyampaikan pesan-pesan agama terhadap peningkatan kesalehan sosial umat Islam, misalnya tolong menolong dan kepedulian terhadap kesulitan sesama.

Mubalig NU harus mampu mengetuk hati umat Islam agar peduli sesama. Misalnya, jangan ada umat Islam yang kekenyangan saat makan sahur, sementara tetangganya tidak bisa makan sahur karena kemiskinan, ucap Ashari seraya menambahkan, mubalig NU harus menjadi lokomotif peningkatan ibadah sosial umat Islam.

Selain itu, Ashari mengingatkan, mubalig NU tidak berkutat pada persoalan ibadah yang mengandung khilafiyah, namun memberikan penjelasan yang mendamaikan dan mempererat ukhuwah islamiyah. Untuk itu, dia berharap program Ramadhan PWNU tahun ini lebih baik dan lebih bermanfaat bagi masyarakat.

Wakil Sekretars PWNU Sumut, Khairuddin Hutasuhut mengatakan, PWNU telah membentuk Tim Safari Ramadhan yang terbagi dalam tujuh zona. Yakni zona I Langkat Binjai dan Medan. Zona II Deli Serdang, Tebing Tinggi, dan Serdang Bedagai. Zona III Tanjung Balai, Asahan dan Batubara. Zona IV Paluta, Palas dan Labuhan Batu. Zona V Madina, P Sidimpuan, dan Tapsel. Zona VI P Siantar dan Simalungun, zonz VII Tapteng dan Sibolga.

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor: Hamdani Nasution

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/38840/pwnu-sumut-jaga-kesucian-ramadhan

KARTANU

Senin, 30 Juni 2014

Ajarkan Sejarah dengan Lengkap, Jangan Ditutup-tutupi

Pringsewu, KARTANU. Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH Chalwani Nawawi mengatakan, saat ini banyak sejarah tentang para pejuang yang tidak dijelaskan dengan lengkap khususnya di sekolah dan madrasah. Hal tersebut diungkapkannya melihat fakta bahwa banyak para pejuang dan pahlawan nasional adalah merupakan para santri dan memang harus diketahui oleh masyarakat.

Salah satu Pahlawan yang merupakan seorang santri dan juga penganut thariqah adalah Abdul Hamid yang terkenal dengan nama Pangeran Diponegoro, ujar Kiai Chalwani, Ahad (10/4) malam di Pringsewu, Lampung

Ajarkan Sejarah dengan Lengkap, Jangan Ditutup-tutupi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ajarkan Sejarah dengan Lengkap, Jangan Ditutup-tutupi (Sumber Gambar : Nu Online)


Ajarkan Sejarah dengan Lengkap, Jangan Ditutup-tutupi

Pangeran Diponegoro lahir di Dusun Tegalrejo, Kecamatan Tegalrejo, Yogyakarta. Mondok pertama kali di Tegalsari, Jetis, Ponorogo kepada KH Hasan Besari. Abdul Hamid ngaji kitab kuning kepada Kiai Taftazani Kertosuro. Ngaji Tafsir Jalalain kepada KH Baidlowi Bagelen. Terakhir Abdul Hamid ngaji ilmu hikmah kepada KH Nur Muhammad Ngadiwongso, Salaman, Magelang.

Bukti otentik jika Pangeran Diponegoro adalah seorang santri adalah peninggalan kamar Diponegoro di eks-Karesidenan Kedu yang di dalamnya ada 3 peningalan, Al-Quran, tasbih, dan Kitab Taqrib.

KARTANU

"Kenapa Al-Quran? Diponegoro adalah seorang Muslim. Kenapa tasbih? Diponegoro sorang ahli dzikir, dan bahkan penganut thariqah. Kenapa Kitab Taqrib matan Abu Syuja, yaitu kitab kuning yang dipakai di pesantren? Karena beliau bermadzhab Syafii. Jadi Pangeran Diponegoro bermadzhab Syafii. Maka, karena bermadhab Syafii, Diponegoro shalat Tarawih 20 rakaat, shalat Shubuh memakai doa Qunut, Jumatan adzan dua kali," jelasnya.

Ia sangat menghormati dan menghargai orang yang berbeda madzhab dan pendapat. Akan tetapi, ia mengingatkan agar sejarah harus di sampaikan apa adanya. Jangan ditutup-tutupi jika Pangeran Diponegoro bermadzhab Syafii.

KARTANU

Lanjutnya tokoh pejuang lain yang merupakan santri dan keluarga besar tarikat diantaranya Ki Hajar Dewantara, Proklamator Muhammad Hatta dan RA Kartini. "Mulai sekarang, mari kita terangkan sejarah dengan utuh. Jangan sekali-kali memotong sejarah. Jika Anda memotong sejarah, suatu saat, sejarah Anda akan dipotong oleh Allah SWT, " tegasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/76882/ajarkan-sejarah-dengan-lengkap-jangan-ditutup-tutupi

KARTANU

Selasa, 06 Agustus 2013

Gus Mus Ingatkan Para Kiai Tak Terjebak Pilkada

Yogyakarta, KARTANU. Wakil Rais Aam PBNU KH A Mustofa Bisri mengingatkan kalangan kiai dan pesantren agar memainkan peran sebagai penjaga akhlak bangsa, dan tidak terjebak dalam peran-peran instrumental, seperti turut menjadi tim sukses calon dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Kiai yang akrab disapa Gus Mus ini menyampaikan hal tersebut pada pembukaan sarasehan Pesantren dan Krisis Akhlak Bangsa yang diselenggarakan Komunitas Majma Buhust An-Nahdliyyah di Magelang, Jawa Tengah, Ahad, (19/10) lalu.

Di tengah merebaknya korupsi oleh para pejabat, peran kiai sebagai penjaga moralitas ditunggu sekaligus layak dipertanyakan secara kritis, apakah menjadi solusi atau justru bagian dari masalah bangsa.

Gus Mus Ingatkan Para Kiai Tak Terjebak Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus Ingatkan Para Kiai Tak Terjebak Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)


Gus Mus Ingatkan Para Kiai Tak Terjebak Pilkada

Menurut Gus Mus, situasi kebangsaan saat ini benar-benar telah krisis. Korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan bukan saja melanda kalangan eksekutif dan legislatif namun juga Yudikatif. Penyelewengan penegak hukum merupakan pertanda masyarakat sedang menyongsong masa kehancuran. Berbagai kasus yang mencuat saat ini, bagi Gus Mus, juga mengindikasikan adanya upaya menghabisi orang-orang baik di negeri ini.

KARTANU

Dalam sarasehan tersebut dibahas berbagai persoalan kebangsaan, kepesantrenan, dan ke-NU-an. Forum ini dihadiri sekitar 40 kiai dari DI Yogyakarta dan Karesidenan Kedu, Jawa Tengah. Majma Buhust An-Nahdiyyah adalah forum diskusi yang didirikan KH Mustofa Bisri (Rembang) dan KH Mahfudz Ridwan (Salatiga), yang aktif mengkaji berbagai topik ke-NU-an, kepesantrenan, dan kebangsaan.

Turut hadir KH Abdul Ghofur Maimun dari Sarang, KH Yahya Cholil Tsaquf (Rembang), KH Mahfudz (Maron), dan KH Muadz Thohir (Pati). Hadir pula kiai dari Magelang, yaitu KH Said, KH Aziz, dan Dr Thonthowi. Sedangkan dari Yogyakarta, tampak KH Asyhari Abta, KH Mutashim Billah, Dr Waryono Abdul Ghofur, Dr Sahiron, dan Kiai Jadul Maula.

KARTANU

KH Muzammil (Bantul), KH Masduqi Mahfudz, KH Dr Tamyiz Mukharrom, KH Abdullah Hasan (Sleman), KH Munir (Kota Gede), Muhammad Mustafied (Mlangi), dan puluhan Kiai muda lainnya juga turut serta dalam kegiatan tersebut. (Dwi Khoirotun Nisa/Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/47779/gus-mus-ingatkan-para-kiai-tak-terjebak-pilkada

KARTANU

Minggu, 12 April 2009

Yang Terjadi Setelah Wahabi Membunuh Setengah Juta Muslim

KARTANU - Kalau mau diruntut, akar ideologi Wahabi itu Ibn Taymiyyah. Dari Ibnu Taymiyyah, mengalir ke murid-muridnya generasi awal, yaitu: Ibnu Qayyim al-Jawziyyah.

Yang Terjadi Setelah Wahabi Membunuh Setengah Juta Muslim - KARTANU
Yang Terjadi Setelah Wahabi Membunuh Setengah Juta Muslim - KARTANU


Yang Terjadi Setelah Wahabi Membunuh Setengah Juta Muslim

Selang generasi kemudian, muncul Muhammad ibn Abdul Wahhab. Orang ini, menurut Hamid Alghar, bukan ulama besar, tapi ideolog yang bersekutu dengan penguasa suku Dariyah, namanya Ibn Saud. Dari aliansi ini, kelak terbentuk Saudi Arabia.

Pada fase-fase konsolidasi awal, sekitar 1920-an, aliansi ideolog dan kepala suku kasar ini telah membunuh hampir setengah juta muslim yang tidak sealiran. Selang generasi kemudian, muncul ideolog-ideolog lain seperti Taqyuddin Nabhani (pendiri Hizbut Tahrir di Palestina) dan muridnya Nashiruddin al-Albani.

Albani ini bekas tukang servis jam, namun terus nulis kitab tentang silsilah hadis sahih dan dhaif. Kitab ini jadi pegangan Wahabi untuk menilai kriteria hadis yang bisa dipakai menurut madzhab mereka sendiri. Banyak hadist yang selama ini dipakai NU, didhaifkan atau dimaudhu'kan oleh Albani.

Jadi, kalau kita temukan buku, pamflet, majalah, narasi, dan tayangan yang mengutip hadist lalu dberikan keterangan "disahihkan atau di-dhaifkan oleh Albani", itu ciri-ciri aliran wahabi. Kalau di kalangan NU dikenal kutub sittah (Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Turmudzi, Nasa'i, dan Ibn Majah), mereka mengangkat imam hadis, namanya Mbah Albani. Hadist-hadits yang dinyatakan sahih atau hasan oleh keenam perawi hebat itu belum cukup sebelum ditashih oleh Mbah Albani yang wahabi itu.

Pada generasi mutakhir, kerajaan Arab Saudi mengangkat 'polisi fatwa' untuk mengawasi ajaran Islam, antara lain Bin Baz dan kemudian digantikan Utsaimin. Hati-hati kalau beli kitab. Lihat cetakannya. Sekarang ini banyak kitab-kitab yang jadi rujukan kalangan NU yang diberi anotasi (ditahqiq atau diberi syarah) oleh Wahabi.

Riyadhus Salihin karya Imam Nawawi misalnya, disyarah oleh Utsaimin. Bagian-bagian yang tidak cocok, ia 'disortir'. Kalaupun dipertahankan, ya diberi catatan-catatan jelek. Itulah cara-cara wahabi untuk mendikite umat mengikuti mereka. Pintar sekali orang-irang wahabi mempengaruhi orang untuk ikut ajaran mereka. Yang tidak sesuai mereka, akan dituduh murtad, sesat dan bid'ah. Orang awam agama akan berpikir, daripada dianggap sesat lebih baik mereka nurut saja.

Ada yang menyebut, wahabisme adalah bentukan Inggris. Sebenarnya, wahabisme pada awalnya bukan bentukan Inggris. Ia lahir tahun 1700-an (Muhammad ibn Abdul Wahab lahir tahun 1703). Dalam perjalanan, Inggris mendekati Asia Barat Daya yang kaya minyak. Ketika itu, Inggris perlu resources utk menghadapi kekuatan lain, yaitu Perancis, Jerman, Rusia, dan Turki.

Pada 1865, seorang kolonel Inggris menemui Raja di Istana Saud di Riyadh menawarkan uang dan bantuan. Deal yang lebih jelas diteken pada tahun 1915. Ada operator luar biasa, namanya John Philby, yang memerankan upaya hebat Inggris dalam rangka mengontrol Saudi.



Philby ini bahkan berpura-pura menjadi mu'allaf, berganti nama menjadi Abdullah. Philby menggerakkan para petarung wahabisme yang direkrut dari orang-orang Badui yang kemudian diberi nama al-Ikhwan, untuk membantu Inggris menguasai Teluk Persia.

Salah satu maha karyanya berpuncak pada keruntuhan Khilafah Turki Usmani pada 1924. Maunya Inggris, kekhilafahan Islam harus pindah pusat ke Saudi, yang sudah dalam cengkeraman Inggris. Dengan menguasai Saudi dan memindahkan kekhilafahan Islam ke jazirah Arab, Inggris berharap dapat menguasai seluruh dunia Islam yang rata-rata kaya SDA.

Dari 1920-an hingga awal 1940-an, Asia Barat Daya praktis berada dalam cengkeraman skenario imperialisme Inggris. AS mulai masuk ke jazirah, dibrokeri oleh John 'Abdullah' Philby tadi. Setelah pura-pura menajdi mu'allaf, dia menjadi agen lepasan. Dia menjadi konsultan Socal (Standard Oil of California).

Mengaku dekat dengan keluarga Raja, Philby membantu perusahaan-perusahaan minyak AS (Socal, Texaco, Exxon- Mobil, dan Aramco) dan berhasil mendapatkan konsesi ladang-ladang minyak Saudi pada 1933.

Pada 1945, di sebuah geladak kapal yang berlabuh di Great Bitter Lake, di atas Terusan Suez, Franklin Delano Roosevelt bertemu dengan Raja Abdul Aziz bin Saud. Pertemuan ini menjadi semacam inagurasi dari konsesi minyak yang sudah diteken pada 1933.

Setelah pertemuan tersebut, FDR dengan lantang berkata: "Dengan ini saya menyatakan bahwa pertahanan Saudi Arabia sangat penting bagi pertahanan Amerika Serikat." Sejak saat itulah, AS berhasil menggeser dominasi Inggris. AS mulai terlibat dalam petualangan maut, membina dan menggandeng kelompok Islam militan yang kelak menyebar prahara di dunia Islam.

Dalam bahasa Robert Dreyfuss, AS telah menabuh dan memainkan permainan iblis (devil's game) selama 60 tahun, sebelum akhirnya mereka terhenyak oleh peristiwa 9/11/2001. Osama, yang dulu menikmati proyek-proyek bantuan AS di Arab Saudi, tiba-tiba nekat menyuruh orang menabrak menara kembar WTC dan Pentagon. Sejak saat itulah, AS terus memproduksi dalih untuk mewujudkan skenario benturan.

Gagal Paham Tentang Saudi di Indonesia

Tradisi wahabi adalah penghancuran. Menurut Oalgrave, dalam menaklukkan, mereka memilih membantai dan menghancurkan, ketimbang menyasar barang rampasan. Pada 1802, mereka menyerbu Karbala, menghancurkan kubah di atas makam imam-imam Syiah dan membunuh sebagian besar penduduk kota. Jadi kalau sekarang Wahabi mau basmi Syiah, itu hanya memutar kembali cerita lama, kesumat yang tidak ada habis-habisnya.

Provokasi perpecahan yang ditimbulkan kian meluas. Indonesia sudah darurat wahabi. Semua harus bangkit mencegah dengan cara cerdas dan beradab sebelum NKRI porak-poranda seperti Timur Tengah. [KARTANU]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/10/yang-terjadi-setelah-wahabi-membunuh-setengah-juta-muslim.html

Jumat, 31 Agustus 2007

Korps Pelajar NU Lasem Didik 40 Kadernya dalam Diklatama Perdana

Rembang, KARTANU. Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Lasem mengadakan Pendidikan Latihan Pertama (Diklatama) di kantor LP Maarif NU Lasem, Rembang, Rabu-Jumat (25-27/6). Kegiatan yang melibatkan 40 pelajar yang mewakili segenap pengurus anak cabang di Lasem, merupakan kali pertama yang selama beberapa periode terhenti.

Pembukaan Diklatama ini dihadiri PCNU Lasem beserta banomnya, Kapolsek, Koramil, Dandim, dan dinas kemiliteran terkait.

Korps Pelajar NU Lasem Didik 40 Kadernya dalam Diklatama Perdana (Sumber Gambar : Nu Online)
Korps Pelajar NU Lasem Didik 40 Kadernya dalam Diklatama Perdana (Sumber Gambar : Nu Online)


Korps Pelajar NU Lasem Didik 40 Kadernya dalam Diklatama Perdana

Diklatama CBP-KPP Lasem diadakan dengan maksud menghidupkan kembali kepanduan IPNU-IPPNU Lasem. Kegiatan kepanduan ini diharapkan dapat meningkatkan kedisipilinan anggota pada khususnya dan pengurus IPNU-IPPNU Lasem pada umumnya.

DKC CBP IPNU Lasem Sholikul Hadi menyampaikan, Diklatama ini bertujuan menciptakan kader yang tanggap dan tangguh di IPNU-IPPNU Lasem. 40 peserta ini selanjutnya akan mengader pelajar NU di tingkat anak cabang dan ranting.

KARTANU

KARTANU

Sementara DKC KPP IPPNU Lasem Siti Qoshidah mengharapkan peserta Diklatama kali ini memiliki jiwa jiwa sosial yang tinggi dan tanggap akan lingkungan juga bencana.

Peserta Diklatama akan menunjukkan kualitasnya dalam berorganisasi dan tentunya di tengah masyarakat, harap Ketua IPPNU Lasem Azizah. (Akhmad Sayuti/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/52937/korps-pelajar-nu-lasem-didik-40-kadernya-dalam-diklatama-perdana

KARTANU

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KARTANU sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KARTANU. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KARTANU dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock