Tampilkan postingan dengan label Seni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seni. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Februari 2016

Cinta Lingkungan, Madrasah NU Wonosobo Tanam 1000 Pohon

Wonosobo, KARTANU. Cara sekolah mengajarkan sesuatu pada muridnya tak mesti dilaksanakan di kelas. Madrasah Tsanawiyah (MTs) Maarif NU Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, melatih siswa-siswinya secara rutin melakukan aksi tanam 1000 pohon di Desa Kreo, Kecamatan Kejajar.

Kegiatan ini guna menanamkan jiwa cinta terhadap lingkungan dan juga merawat lingkungan. Harapan kami agar para siswa cinta terhadap lingkungan, terang Supriyadi, pembina Pramuka MTs Maarif NU Kejajar kepada KARTANU, Kamis (13/11).

Cinta Lingkungan, Madrasah NU Wonosobo Tanam 1000 Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)
Cinta Lingkungan, Madrasah NU Wonosobo Tanam 1000 Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)


Cinta Lingkungan, Madrasah NU Wonosobo Tanam 1000 Pohon

Disebutkan pula, 1000 pohon yang ditanam itu merupakan hasil dari pembibitan di sekolah. Setelah tumbuh agak besar, ditanamlah di beberapa lokasi di Desa Kreo. Semoga saja setelah ditanam, nantinya bisa dirawat hingga tumbuh dan hidup menjadi lebih besar serta bermanfaat, jelasnya.

Aksi tanam pohon ini terangkai dalam agenda rutin Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami). Secara rutin MTs Maarif Kejajar melakukan Persami. Namun, Persami kali ini berbeda dengan persami sebelumnya. Persami kali ini para melakukan aksi tanam 1000 pohon di desa Kreo Kecamatan Kejajar, tambah Supriyadi.

KARTANU

KARTANU

Pihak sekolah berharap, aksi yang diikuti sekitar 250 siswa dari kelas VII sampai IX ini berlanjut hingga ke tingkat perawatan dan penjagaan sehingga jerih payah peserta dalam gerakan cinta lingkungan tidak sia-sia. (Fathul Jamil/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/48191/cinta-lingkungan-madrasah-nu-wonosobo-tanam-1000-pohon

KARTANU

Kamis, 16 April 2015

Visualisasi Sejarah yang Coba Mengangkat Citra NU

Pemahaman yang mudah dicerna oleh siapa pun, baik anak-anak maupun orang dewasa dengan tanpa celah, melahirkan pikiran untuk memvisualisasikan sejarah dalam bentuk sesuatu yang disenangi. Jadilah, komik berjudul: NU You Know? Cikal Bakal dan Kelahiran.

Seperti apakah Nahdlatul Ulama (NU) itu? Sosok Lolo yang orang kota mencoba menggambarkannya. NU itu hebat ya, tidak hanya menembus dinding asrama saja, melainkan juga pesantren. Selain itu, orang-orang NU itu sangat dihormati dan disegani siapa saja, paparnya.

Lolo adalah salah satu tokoh utama dalam serial komik sejarah NU terbitan Bedug Aswaja. Ia diceritakan pergi ke Bali dan mendapat masalah sewaktu menabrak ayam di sekitar pesantren.

Visualisasi Sejarah yang Coba Mengangkat Citra NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Visualisasi Sejarah yang Coba Mengangkat Citra NU (Sumber Gambar : Nu Online)


Visualisasi Sejarah yang Coba Mengangkat Citra NU

Selain Lolo, ada tokoh lain dalam serial komik berjudul, NU You Know ? Cikal Bakal dan Kelahiran. Komik ini mengupas secara detil cikal bakal dan kelahiran NU, yakni Lola Acun, anak Kiai Tabrani di salah satu Pondok Pesantren.

Contoh-contoh itu mengilhami tokoh muda NU, yang dimotori oleh Arif Junaidi selaku Ketua Dewan Pembina Bedug Aswaja, untuk memberitahukan tentang NU secara utuh kepada generasi muda.

"Masyarakat dan anak-anak Indonesia umumnya dan Jawa Timur (Jatim) khususnya, yang dengan mudah mencerna, memahami, dan menyukai sesuatu ketika diwujudkan secara visual," ungkap Arif Junaidi di sela peluncuran komik sejarah NU di Gedung Museum NU, Jalan Gayungsari Timur, Surabaya, Minggu (17/9) lalu.

Visualisasi itu sekaligus menepis citra bahwa masyarakat NU itu tradisional, yang secara gaya berpikir kalah atau tertinggal dibanding kelompok lain. Bersama enam orang lainnya, terdiri dari tiga peneliti dan pengumpul data, satu komikus, satu penulis narasi dan satu bagian umum, mereka mulai mencetuskan ide pada bulan Agustus 2004.

KARTANU

Banyak buku-buku tentang NU di pasaran yang bahasanya sulit dicerna masyarakat umum. Untuk itu, kami bekerja keras dan berpikir untuk membuat sebuah bacaan tentang NU yang digambarkan melalui media komik. Ini supaya mudah dipahami, baik dari kalangan muda maupun tua, ujar Arif mengisahkan awal mula dibuatnya komik tersebut.

KARTANU

Tidak terlalu mudah untuk menuangkan gagasan cemerlang tersebut. Kendala pun mulai datang, seperti bagaimana memvisualisasikan sejarah dari perkataaan satu tokoh dengan tokoh lainnya. Rentang masa yang sangat jauh, antara pembuatan komik dengan sejarah yang diangkat juga menjadi masalah berikutnya yang cukup serius.

Hal tersulit yang dihadapi tim adalah proses penggambaran suasana pondok pesantren dan visualisasi Mekah sebelum tahun 1926. Tim pembuat komik rela duduk berjam-jam dan berhari-hari di beberapa Ponpes di Jombang. Ponpes Tebuireng, Tambak Beras, Denanyar, sehingga bisa menggambarkan suasana pada masa itu. Sedangkan untuk kondisi Mekah didapat dari Habaib di Surabaya yang punya gambar Mekah tahun 1900-an, lanjut Arif yang juga anggota DPRD Jatim.

Ia menambahkan, komik hasil karya Media Komunikasi Nahdliyin yang tergabung dalam Bedug Aswaja ini tidak seperti komik pada umumnya yang banyak menonjolkan khayalan. Komik NU justru membutuhkan data, referensi yang valid dan interview berbagai tokoh NU.

Komik NU ini bukan sembarang komik. Sebab proses pembuatannya membutuhkan waktu yang cukup panjang dan membutuhkan data, referensi yang valid. Bahkan untuk literaturnya saja banyaknya sa-gledekan. Selain itu, data juga diperkuat dengan interview dengan tokoh NU dan keturunan Hadratus Syekh KH Hasyim Asyari, yakni Pak Ud, terangnya.

Untuk komik edisi pertama, pihaknya mengetengahkan tentang cerita sejarah NU mulai sebelum berdiri hingga kemerdekaan. "Edisi kedua, kami mengangkat NU pada masa kemerdekaan sampai NU menjadi partai tahun 1952," terang Arif yang tengah menyiapkan seri komik tersebut hingga edisi keenam, sampai NU kembali ke khittah. (bersambung/Arief Hidayat)

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/5333/visualisasi-sejarah-yang-coba-mengangkat-citra-nu

KARTANU

Kamis, 23 Januari 2014

Ini Dalil Mahallul Qiyam Maulid

KARTANU - Mahallul Qiyam atau berdiri ketika tengah membaca shalawat itu sangat-sangat dibolehkan. Jika ada yang membid'ahkan mahallul qiyam ketika kita sedang membaca sirah nabawiyah dalam bentuk syair berbait macam Al Barzanji, Diba', Burdah, SImtut Duror dan lainnya, maka ia sebetulnya sedang melarang kita untuk berdzikir, padahal, berdzikir kepada Allah dapat dilakukan dalam posisi apapun, sebagaimana dalam ayat berikut:

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ ... (ال عمران ١٩١)

"(Ulul Albab yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring..." (Ali Imran: 191)

Ini Dalil Mahallul Qiyam Maulid - KARTANU
Ini Dalil Mahallul Qiyam Maulid - KARTANU


Ini Dalil Mahallul Qiyam Maulid

KARTANU

Dan kita ketahui bahwa shalawat adalah dzikir karena diperintahkan dalam Al-Quran dan banyak hadist. Dengan demikian, membaca shalawat tetap boleh, baik dengan cara duduk atau berdiri.

Amaliah di lingkungan kita berupa berdiri saat mengisahkan kelahiran Nabi Muhammad shalla Allahu alaihi wa sallama telah dilakukan sejak abad pertengahan Islam yang dilakukan seorang ulama yang bertaraf mujtahid di lingkungan Madzhab Syafiiyah, yaitu Imam As-Subki, sebagaimana disampaikan oleh ulama ahli sejarah Syekh Ali Al-Halabi dalam kitabnya "Insan al-Uyun Fi Sirat Al-Amin Al-Ma'mun":

ﻭﻗﺪ ﻭﺟﺪ اﻟﻘﻴﺎﻡ ﻋﻨﺪ ﺫﻛﺮ اﺳﻤﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻣﻦ ﻋﺎﻟﻢ اﻷﻣﺔ ﻭﻣﻘﺘﺪﻱ اﻷﺋﻤﺔ ﺩﻳﻨﺎ ﻭﻭﺭﻋﺎ اﻹﻣﺎﻡ ﺗﻘﻲ اﻟﺪﻳﻦ اﻟﺴﺒﻜﻲ، ﻭﺗﺎﺑﻌﻪ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ ﻣﺸﺎﻳﺦ اﻹﺳﻼﻡ ﻓﻲ ﻋﺼﺮﻩ، ﻓﻘﺪ ﺣﻜﻰ ﺑﻌﻀﻬﻢ ﺃﻥ اﻹﻣﺎﻡ اﻟﺴﺒﻜﻲ اﺟﺘﻤﻊ ﻋﻨﺪﻩ ﺟﻤﻊ ﻛﺜﻴﺮ ﻣﻦ ﻋﻠﻤﺎء ﻋﺼﺮﻩ ﻓﺄﻧﺸﺪ ﻣﻨﺸﺪ ﻗﻮﻝ اﻟﺼﺮﺻﺮﻱ ﻓﻲ ﻣﺪﺣﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ:

KARTANU

"Bentuk berdiri semacam ini ketika menyebut nama Nabi shalla Allahu alaihi wa sallama (mahallul qiyam) sungguh telah ditemukan dari ulamanya umat Islam dan panutan para imam, dari segi agamisnya dan kewara'annya (menjauhi hal-hal yang haram dan syubhat), yaitu Imam As-Subki dan diikuti oleh para ulama di masanya.

Sebagian ulama menceritakan bahwa Imam Subki dan para ulama berkumpul, lalu seorang penyair melantunkan syair pujian karya Ash-Sharshari untuk Nabi shalla Allahu alaihi wa sallama [bahr thawil] :

ﻗﻠﻴﻞ ﻟﻤﺪﺡ اﻟﻤﺼﻄﻔﻰ اﻟﺨﻂ ﺑﺎﻟﺬﻫﺐ ... ﻋﻠﻰ ﻭﺭﻕ ﻣﻦ ﺧﻂ ﺃﺣﺴﻦ ﻣﻦ ﻛﺘﺐ ﻭﺃﻥ ﺗﻨﻬﺾ اﻷﺷﺮاﻑ ﻋﻨﺪ ﺳﻤﺎﻋﻪ ... ﻗﻴﺎﻣﺎ ﺻﻔﻮﻓﺎ ﺃﻭ ﺟﺜﻴﺎ ﻋﻠﻰ اﻟﺮﻛﺐ

Artinya: "Sedikit sekali tulisan yang memuji Nabi pilihan dengan tinta emas di atas lembaran perak dalam tulisan terbaik. Hendaklah orang-orang mulia berdiri ketika mendengarnya, berdiri bershaf-shaf, atau berlutut diatas kendaraan"

ﻓﻌﻨﺪ ﺫﻟﻚ ﻗﺎﻡ اﻹﻣﺎﻡ اﻟﺴﺒﻜﻲ ﺭﺣﻤﻪ اﻟﻠﻪ ﻭﺟﻤﻴﻊ ﻣﻦ ﻓﻲ اﻟﻤﺠﻠﺲ، ﻓﺤﺼﻞ ﺃﻧﺲ ﻛﺒﻴﺮ ﺑﺬﻟﻚ اﻟﻤﺠﻠﺲ، ﻭﻳﻜﻔﻲ ﻣﺜﻞ ﺫﻟﻚ ﻓﻲ اﻻﻗﺘﺪاء.

Saat itulah Imam As-Subki berdiri bersama orang yang hadir dalam majelis. Keharuan yang besar terdapat dalam mejelis tersebut. Hal semacam ini sudah cukup [boleh] untuk diikuti" (As-Sirah Al-Halabiyah, 1/123 dikutip oleh banyak para ulama termasuk pengarang kitab Ianah Ath-Thalibin). [KARTANU]

Ma'ruf Khozin, Aswaja NU Center PWNU Jatim.

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/ini-dalil-mahallul-qiyam-maulid.html

Selasa, 14 Januari 2014

Orang Wahabi Ini Tidak Mau Naik Mobil Karena Bidah

KARTANU - Foto di atas adalah penampakan seorang wahabi di Kota Paris, Perancis yang sedang mengendarai keledai di tengah padatnya lalu lintas mobil di sekitarnya, (31/04/2016) pagi, ketika menuju tempat kerja.

Alasan yang digunakan agar nyaman mengendarai keledai adalah untuk menjaga kemurnian akidahnya dari tindakan menyerupai orang kafir. Kata lelaki bernama Wahab Asani Khan itu, menumpang mobil tidak ada di zaman Rasulullah. Karena itulah, ia menganggapnya bid'ah.

Orang Wahabi Ini Tidak Mau Naik Mobil Karena Bidah - KARTANU
Orang Wahabi Ini Tidak Mau Naik Mobil Karena Bidah - KARTANU


Orang Wahabi Ini Tidak Mau Naik Mobil Karena Bidah

Jika mobil yang menciptakan adalah orang kafir, maka mobil identik dengan orang kafir sehingga menumpang produk orang kafir adalah tasyabbuh bil kuffar, yang artinya sama dengan mereka, kafir juga.

Ia memilih menunggang keledai karena hal itu adalah syariat yang dilakukan di masa Nabi Muhammad SAW masih hidup. Sayangnya, ia masih menggunakan sepatu dan tas ransel untuk membawa keperluannya. Duh.

KARTANU

Padahal, jika dia benar-benar murni, ia bisa dapat predikat orang wahabi aliran Najed yang patut ditiru oleh muslimin wahabi lainnya di muka bumi. Benar ingin murni atau marni sih tuh orang? [KARTANU]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/wow-orang-wahabi-ini-tidak-mau-naik-mobil-karena-bidah.html

KARTANU

Jumat, 21 Desember 2012

Ketangguhan Maritim Akan Dibahas Komisi Rekomendasi

Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2014 antara lain membincang pembangunan industri maritim yang tangguh. Sebagai negara kepulauan dengan sumber daya kelautan yang sangat melimpah, Indonesia sudah seharusnya menjadi negara dengan isndustri maritim yang tangguh.

Pengembangan industri maritim dimaksudkan untuk meningkatkan nilai tambah produksi hasil-hasil perikanan dan kelautan rakyat yang selama ini lebih banyak diekspor dalam bentuk mentah, demikian dalam draft materi Munas-Konbes NU 2014 pada komisi rekomendasi.

Ketangguhan Maritim Akan Dibahas Komisi Rekomendasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketangguhan Maritim Akan Dibahas Komisi Rekomendasi (Sumber Gambar : Nu Online)


Ketangguhan Maritim Akan Dibahas Komisi Rekomendasi

Konektivitas yang baik antar daerah di negara kepulauan seperti Indonesia menjadi syarat mutlak untuk mengembangkan ekonomi dan pembangunan industri maritim nasional yang tangguh. Koneksivitas Indonesia dengan kawasan regional dan global yang berbasis kelautan juga perlu lebih ditingkatkan.

KARTANU

Beberapa hal yang akan dibahas di Komisi Rekomendasi pada bagian adalah lingkungan hidup, percepatan pembangunan infrastruktur fisik yang berwawawasan lingkungan, meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi penyelenggaraan pembangunan ekonomi yang berkualitas.

KARTANU

NU juga akan mendorong sektor rill yang memihak rakyat, memprioritaskan peningkatan kesejahteraan perempuan miskin, reformasi birokrasi untuk meningkatkan kepercayaan investor dengan keadilan sosial.

Pelaksanaan reformasi agraria secara konsekuen, renegosiasi kontrak-kontrak pemanfaatn sumber daya alam yang tidak menguntungkan rakyat dan negara, memberdayakan koperasi UMKM, dan industri kreatif sebagai tulang punggung ekonomi, menciptakan struktur ekonomi yang berkeadilan, membangun kedaulatan pangan dan energi, serta membangun kedaulatan ekonomi juga akan dibincang dalam komisi rekomendasi.

Selain Komisi Rekomendasi, ada Komisi Bahsul Matsail dan Komisi Organisasi. Munas dan Konbes bertema mengkonsolidasi Keorganisasian NU untuk memperkokoh kedaulatan RI tersebut akan berlangsung 1-2 November 2014. (Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/55437/ketangguhan-maritim-akan-dibahas-komisi-rekomendasi

KARTANU

Senin, 30 Mei 2011

Ini Ijazah KH Syaroni Ahmadi Kudus Bisa Cepat Naik Haji

KARTANU - Suatu hari di tahun 1990-an, KH M Sya’roni Ahmadi mengadu kepada gurunya, KH Bisri Musthofa, ayahanda Gus Mus, tentang keinginan berangkat ke tanah suci yang belum juga terpenuhi. Singkat cerita, KH Bisri Musthofa memberikan trik khusus kepada murid kesayangannya itu supaya keinginan untuk beribadah ke tanah suci segera terwujud.

KH. Sya’roni pun segera mengamalkan apa yang dipesankan oleh sang guru, yakni salat Tahajjud setiap malam, cukup dua rakaat, membaca surat Al-Kafirun dan Al-Ikhlas. Setelah salam mewirid istighfar 70 kali, selawat nabi 100 kali, serta lafadz “yaa syakuur” 1000 kali. KH. Sya’roni benar-benar mengamalkannya dengan istiqamah setiap malamnya.

Sampai tiba suatu hari, KH. Sya’roni didatangi tamu seorang lelaki muda, gagah dan tampan yang tak dikenal. Rupanya, ia merupakan alumni madrasah Qudsiyyah Kudus. Kepada beliau, lelaki ini mengaku bahwa saat itu tengah menjabat sebagai seorang petinggi kolonel.

Ini Ijazah KH Syaroni Ahmadi Kudus Bisa Cepat Naik Haji - KARTANU
Ini Ijazah KH Syaroni Ahmadi Kudus Bisa Cepat Naik Haji - KARTANU


Ini Ijazah KH Syaroni Ahmadi Kudus Bisa Cepat Naik Haji

Tiba-tiba lelaki tadi bertanya, apakah KH. Sya’roni masih mengajar di Qudsiyyah. Jawabannya “masih”. Lalu kolonel tadi kembali bertanya, “naik apa?”. KH. Sya’roni agaknya merasa aneh dengan pertanyaan ini, sebab dengan posisi tempat tinggal dan madrasah yang tak jauh, tentu saja tidak ada jawaban lain selain “sepeda,” yang pantas untuk jawaban saat itu.

KARTANU

Tak pernah menyana sebelumnya, setelah mendengar jawaban “sepeda”, kolonel muda itu berujar dengan nada yang amat serius, “Bagaimana kalau Bapak Sya’roni saya belikan mobil?”

KARTANU

KH. Sya’roni terdiam. Betapa berbudinya murid yang satu ini. Lama tidak pernah bertemu, kini jauh-jauh mendatangi guru masa kecilnya untuk menawari sebuah mobil gratis. Sebuah mobil yang dimaksud mengganti sepeda tua untuk berangkat mengajar ke madrasah. Cukup geli rasanya mengingat betapa biasanya murid di madrasahnya sering menunggak SPP. Sekarang malah ada murid yang menawari mobil baru gratis. KH. Sya’roni menangis, terharu dengan tingkah kolonel santun ini.

Tak ingin berlama-lama hanyut dalam keharuan, KH. Sya’roni kemudian memutuskan untuk ‘menawar’ bakal hadiahnya.

“Kalau misalkan saya minta ganti selain mobil, bisa nggak?” tawar KH. Sya’roni pada kolonel muda.

“Selain mobil, emm… apa itu?” tanya kolonel.

“Naik haji,” jawab KH. Sya’roni mantab.

“Oh, tentu saja bisa.”

Jawaban kolonel ini sekaligus menjawab doa KH Sya’roni selama bertahun-tahun. Akhirnya, beliau membuktikan sendiri bahwa lafal “yaa syakuur” yang diijazahkan oleh KH Bisri Musthofa memang mujarab.

Setelah sukses mengamalkan “yaa syakuur” sendiri, beliau mengajak keluarganya untuk turut juga mengamalkannya setiap malam. Dan benar, beberapa tahun kemudian, KH Sya’roni berangkat ke tanah suci untuk yang kedua kali. Beliau diajak oleh seorang aghniya’. Jika yang pertama dulu beliau berangkat sendiri, maka yang kedua ini beliau berangkat bersama istrinya. Dan tentunya, tanpa biaya, berkat “yaa Syakuur”. Begitu, Allah memberikan jalan bagi sesiapa yang dikehendaki-Nya, dengan perantara yang kadang tak terduga, termasuk wirid “yaa Syakuur”.

Dan kini, Mustasyar PBNU itu mengajak kita untuk bersama-sama turut juga mengikuti jejaknya, mengamalkan wirid “yaa Syakuur”, agar segera memenuhi panggilan ke Baitullah. Tentu saja, dengan tanpa meninggalkan rangkaian amalan sebelumnya yang juga diamalkan oleh KH. Sya’roni secara tekun dan niat yang ikhlas. [KARTANU/ istahiyyah]

Keterangan:

Ditulis berdasarkan mauidhoh hasanah yang disampaikan KH Sya’roni Ahmadi pada peringatan harlah Madrasah NU Mu’allimat Kudus di gedung JHK, Kudus, Rabu Pon (12 Muharrom 1436 H).

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/ini-ijazah-kh-syaroni-ahmadi-kudus-bisa-cepat-naik-haji.html

Senin, 02 Agustus 2010

Secara Ilmiah Idul Adha 17 November

Jakarta, KARTANU. Hari Raya Idul Adha tahun 2010 ini kembali berbeda. Namun berdasarkan perhitungan ilmiah seharusnya memang jatuh pada Rabu (17/11). Karena, tidak mungkin ada rukyat hilal di Indonesia maupun Saudi pada 6 November. Sehingga 1 Dzulhijjah bertepatan dengan 8 November dan Idul Adha jatuh pada Rabu, 17 November 2010 ini.

Saya memilih Idul Adha Rabu, 17 November berdasarkan sidang isbat dan memiliki dasar ilmiah paling kuat,tutur peneliti senior astronomi dan astrofisika di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin, Senin (15/11).

Secara Ilmiah Idul Adha 17 November (Sumber Gambar : Nu Online)
Secara Ilmiah Idul Adha 17 November (Sumber Gambar : Nu Online)


Secara Ilmiah Idul Adha 17 November

Mengapa? Tidak adanya sistem penanggalan yang disepakati secara internasional, serta banyaknya kepentingan, menyebabkan perbedaan jatuhnya tanggal Hari Raya itu terjadi.

Muhammadiyah, mereka ini menggunakan kriteria wujud hilal. Asal bulan sudah berwujud maka positif. Namun NU, mereka didasarkan inkanur rukyiat atau kemungkinan bisa dirukyat dengan ketinggian bulan minimal dua derajat.

KARTANU

Karena itu ketika posisi bulan positif, tapi kurang dari dua derajat, seperti awal Zulhijjah sekarang maka sudah pasti terjadi perbedaan saat ada ketinggian bulan yang kritis.

KARTANU

Yang pasti secara astronomi, dua-duanya punya kelemahan. Baik wujud hilal dan ketinggian dua derajat. Terlalu rendah sehingga tidak bisa dirukyat. Ketinggian bulan minimal itu 4 derajat. Jarak bulan dan matahari lebih dari 6,4 derajat.

Tapi, yang benar adalah Rabu, 17 November berdasarkan sidang isbat dan memiliki dasar ilmiah paling kuat. Secara ilmiah misalnya, tidak mungkin ada rukyat hilal di Indonesia maupun Arab Saudi pada 6 November. Sehingga 1 Dzulhijjah bertepatan pada 8 November dan Idul Adha bertepatan pada 17 November 2010. (amf/ini)

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/25542/secara-ilmiah-idul-adha-17-november

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KARTANU sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KARTANU. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KARTANU dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock