Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Desember 2015

Dayah MUDI Tarik Minat Santri Baru Lewat Youtube

Bireuen, KARTANU. Dayah MUDI (Mahadal Ulum Diniyah Islamiah) Mesjid Raya Samalanga, Bireuen, Aceh, semakin diminati. Hal ini dapat dilihat dari kian banyaknya orang tua yang mendaftarkan putra-putri mereka di dayah yang berlokasi di Desa Mideun Jok Kemukiman Mesjid Raya ini.

Cara para wali santri mengenal dayah ini cukup bervariasi, salah satunya melalui informasi dari internet. Senin (11/8), ada seorang wali santri dari Banten mengantar anaknya ke Dayah MUDI lantaran tertarik setelah menonton video Pengajian Tastafi (Tasawuf, Tauhid dan Fiqih) melalui situs Youtube. Pengajian ini digelar bulanan di Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

Dayah MUDI Tarik Minat Santri Baru Lewat Youtube (Sumber Gambar : Nu Online)
Dayah MUDI Tarik Minat Santri Baru Lewat Youtube (Sumber Gambar : Nu Online)


Dayah MUDI Tarik Minat Santri Baru Lewat Youtube

Menurut Tgk. Mustafa, salah seorang staff Lajanah Pengembangan Dakwah MUDI Mesra (LPDM), video pengajian Tastafi di Mesjid Raya Baiturrahman yang diasuh oleh Abu MUDI telah tersebar dalam 55 website lebih.

KARTANU

Saat ini, tercatat lebih dari enam ribu santriwan dan santriwati yang menetap di Dayah MUDI baik dari Aceh maupun luar Aceh. Santri luar Aceh umumnya berasal dari Sumatera Utara, Jambi dan Malaysia. Bahkan, saat ini seorang santri dari Australia dan dua santriwati asal Norwegia juga sedang belajar di MUDI.

Selain dari Youtube, motivasi belajar di lembaga pendidikan ini juga ada yang karena mengenal MUDI lewat VCD Dalael dan Zikir, media online, forum pengajian Tastafi (tasawuf, tauhid, fiqih), dan ada juga karena orang tuanya adalah seorang alumni dari Dayah MUDI sendiri.

KARTANU

Saat ini, Dayah MUDI semakin dikenal seiring dengan kontribusi santri, alumni, LBM dan LPDM yang bekerja ektra keras dalam memperkenalkan MUDI kepada masyarakat. Hadirnya website mudimesra.com juga membuat akses Informasi tentang MUDI semakin meluas. (Iqbal Jalil/Mahbib)

Dari (Pesantren) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/53762/dayah-mudi-tarik-minat-santri-baru-lewat-youtube

KARTANU

Jumat, 04 September 2015

Radio Pesantren Tak Mesti Siarkan Pengajian Melulu

Cirebon, KARTANU. Sebagian pesantren di Indonesia telah dilengkapi dengan teknologi komunikasi perangkat siar radio. Fungsinya adalah agar gerakan dakwah yang dilakukan mampu mencapai titik terluar pesantren dan masyarakat di sekitarnya.

Ketua Radio Komunitas (Rakom) Buntet Pesantren (Best FM) Ahmad Rovahan menilai radio pesantren merupakan media yang cukup strategis. Ia berpendapat, meski dari pesantren, siaran radio tidak mesti harus memutar pengajian dan ceramah keagamaan.

Radio Pesantren Tak Mesti Siarkan Pengajian Melulu (Sumber Gambar : Nu Online)
Radio Pesantren Tak Mesti Siarkan Pengajian Melulu (Sumber Gambar : Nu Online)


Radio Pesantren Tak Mesti Siarkan Pengajian Melulu

Pemutaran pengajian berupa ceramah dan pembacaan Al-Quran tentu baik, tapi hal ini jangan sampai dianggap sebagai cara tunggal untuk menyiarkan prinsip kepesantrenan secara lebih mengena kepada masyarakat luar, katanya saat dihubungi KARTANU melalui telepon.

Menurut Rovahan, banyak cara dilakukan untuk mengenalkan pesantren tidak dengan cara yang monoton. Di antaranya adalah membongkar kesan ketertutupan pesantren melalui pembacaan selera pendengar.

KARTANU

Kita tidak perlu antipati dengan karya seni yang lebih umum. Contoh pemutaran musik yang sedang marak di tengah masyarakat. Yang terpenting adalah sebisa mungkin para penggiat radio di dalamnya mampu mengemasnya seusai dengan prinsip-prinsip kepesantrenan, katanya.

KARTANU

Selain membuka diri dengan kegemaran masyarakat dengan tujuan membentengi mereka dengan prinsip-prinsip kepesantrenan, lanjut Rovahan, radio pesantren juga sebenarnya memiliki peluang untuk menggawangi pesan-pesan yang dibutuhkan bagi masyarakat. Misalnya, pembuatan Iklan Layanan Masyarakat (ILM) bertema kebhinekaan, anti korupsi, kenakalan remaja dan lain-lain.

Syaratnya hanya satu, prinsip kepesantrenan dan syiar Islam tersebut tidak dikemas dengan cara yang kaku. Bahkan, boleh juga diimbuhi nuansa guyon sesuai dengan adat pesantren dan masyarakat nahdliyin, pungkasnya.

Best FM meraih penghargaan membanggakan dengan mengalahkan ratusan radio lainnya. Radio tersebut juara 1 lomba pembuatan feature audio bertema Anti Korupsi yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) bekerja sama dengan Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI). Hadiah dianugerahkan di Museum Fatahilla, Kota Tua, Jakarta, Ahad (17/8).

Sebagai juara 2 diraih Taraktak FM Sumatera Barat, Wijaya FM Yogyakarta dan K-FM Magelang. Pemenang lomba mendapatkan hadiah berupa peralatan siar radio yang diserahkan langsung oleh para Pimpinan KPK diantaranya Ketua KPK Abraham Samad, Bambang Widjayanto, Adnan Pandu Praja, dan Juru Bicara KPK Johan Budi. (Sobih Adnan/Abdullah Alawi)

Dari (Pesantren) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/53897/radio-pesantren-tak-mesti-siarkan-pengajian-melulu

KARTANU

Rabu, 06 Mei 2015

NU Tetap Tunggu Rukyatul Hilal

Jakarta, KARTANU. Meskipun secara hisab kepastian hari raya Idul Fithri sudah bisa dipastikan, namun NU baru akan memutuskan kapan jatuhnya 1 Syawal setelah mengadakan Rukyatul hilal.

"Secara hisab memang 1 Syawal jatuh pada 3 Nopember, dan berdasarkan perhitungan itu, Insya Allah tidak ada perbedaan soal penetapan Idul Fithri, namun sikap NU tetap menunggu rukyatul hilal yang di gelar oleh cabang Falakiyah di seluruh Indonesia," ungkap Ketua Lembaga Falakiyah NU, KH.Gojali Masruri kepada KARTANU, Jumat (29/10).

Memang, lanjutnya berdasarkan hitungan hisab ijtima terjadi pada hari Rabu, 2 Nopember jam 8.16, 49 detik dan matahari terbenam ketika tinggi hilal berada pada 0,3 derajat 18 menit 29 detik, letak matahari terbenam di sebelah selatan titik barat pada 14 derajat, 57 menit, 55 detik, sedangkan kedudukan hilal sebelah selatan matahari pada, 0,3 derajat, 39 menit, 28 detik. Sedangkan keadaan hilal posisinya miring ke selatan dan lama hilal di atas wukuf 15 menit, 38 detik.

"Meskipun sudah ada perhitungan seperti itu, kedudukan hisab bukan sebagai penentu awal Idul Fithri. Hisab hanyalah sebagai pendukung rukyah, dengan lain perkataan hisab sebagai karya ilmiah itu perlu dikontrol tingkat akurasinya dengan observasi di lapangan yang dalam bahasa Nahdlatul Ulama disebut dengan rukyatul hilal," kata kyai lulusan Krapyak ini.

NU Tetap Tunggu Rukyatul Hilal (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tetap Tunggu Rukyatul Hilal (Sumber Gambar : Nu Online)


NU Tetap Tunggu Rukyatul Hilal

Jadi, kalau rukyah berhasil, berdasarkan perhitungan hisab tersebut, Kamis sudah masuk Idul Fithri, kalau rukyah gagal karena mendung, kabut, dan sebab lainnya maka hitungan bulan digenapkan atau istikmal, jadi Idul Fithri jatuh pada hari Jumat. "Namun, meski hisabnya sudah ada, tetapi itu tidak digunakan, karena NU dalam menetapkan 1 Syawal tetap menunggu rukyah," tandasnya.

Ia menjelaskan Rasululah sendiri tidak pernah meramal jauh-jauh hari, tapi kalau sekadar ramalan jangankan besok, 10 tahun yang akan datang kapan hari raya juga bisa. Dalam konteks ini NU mempunyai azaz di dalam mengamalkan agama itu selalu mendahulukan azaz taabud (ketundukan, ketaatan dan penghambaan) artinya taat, lalu barulah taaqul (rasionalisasi) penggunaan rasio, rasio tidak boleh didahulukan, kalau Mutazilah kan rasio dulu. setelah itu baru kalau akalnya menerima barulah dia menyerahkan pilihan keputusan. "kalau NU tidak, kita taati dulu ajaran alquran dan sunnah untuk menyempurnakannya itu barulah akal kita mendasarkan pada akal supaya lebih sempurna ibadahnya," tegasnya.

Sedangkan ketika ditanyakan mengenai patokan dasar yang dapat dijadikan pijakan apakah NU sudah menetapkan, ia menjawab NU mendasarkan pada rukyatul bil fili sesuai dengan tuntutan rasullulah, yang menjelaskan tidak kurang ada 23 hadist yang menyuruh berpuasa ataupun berhari raya dengan terlebih dahulu melihat rukyatul hilal.

KARTANU

Lebih jauh ia mengatakan, sesuai dengan paham yang diyakini NU bahwa melakukan rukyah itu suatu kewajiban ibadah. "Jadi itu fardu kifayah, orang melihat bulan lalu berpuasa, kalau kewajiban berpuasa atau berhari raya menjadi keputusan pemerintah maka, harus berdasarkan pada rukyah," katanya. Dan kalau pemerintah memutuskan tidak berdasarkan pada rukyah NU pasti menolak dengan cara membuat siaran sendiri kepada seluruh wilayah dan cabang-cabangnya diseluruh Indonesia.

Dan hal itu, katanya pernah terjadi pada tahun 1984 dan tahun 1993, ketika itu NU berbeda dalam penentuan 1 Syawal dengan organisasai lain dan terjadi perbenturan yang sangat keras di tingkatan grass root karena pada saat itu kental nuansa politisnya, setalah NU kembali ke khittah. "NU berharap 1 Syawal bisa bersama, tetapi jika terjadi perbedaan harus disikapi secara wajar dan mengedepankan ukhuwah Islamiyah," paparnya.

Sementara itu, informasi yang dihimpun dari Humas Departemen Agama menyebutkan, Sidang Itsbath penetapan 1 Syawal akan dilakukan pada Rabu (2 Nopember) mulai jam 17.30 WIB, yang akan dihadiri MUI dan seluruh Ormas Islam.Seperti tahun-tahun sebelumnya, Sidang Istinbath akan didahului dengan "rukyatul hilal" (melihat bulan baru) yang dilakukan di 323 Pengadilan Agama dan 25 Pengadilan Tinggi Agama di seluruh Indonesia. (Cih)

KARTANU

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/3719/nu-tetap-tunggu-ampquotrukyatul-hilalampquot

KARTANU

Selasa, 03 Februari 2015

Awas, Setelah Usir Sinta Nuriyah, FPI Semarang Akan Sasar Diskusi di Ungaran

KARTANU - Sikap penolakan Front Pembela Islam (FPI) Jawa Tengah kepada Ibu Sinta Nuriyah Wahid (istri Gus Dur) pada acara buka puasa bersama di Gereja Kristus Raja Ungaran yang kemudian digeser ke Gereja Yakobus Pudak Payung Semarang pada Kamis (16 Juni 2016) sore tadi, adalah berlebihan.

Awas, Setelah Usir Sinta Nuriyah, FPI Semarang Akan Sasar Diskusi di Ungaran - KARTANU
Awas, Setelah Usir Sinta Nuriyah, FPI Semarang Akan Sasar Diskusi di Ungaran - KARTANU


Awas, Setelah Usir Sinta Nuriyah, FPI Semarang Akan Sasar Diskusi di Ungaran

Hanya dengan alasan khawatir terjadi gangguan keamanan karena menolak doa bersama lintas agama, FPI hendak melakukan kontrol tanpa wewenang di Semarang hingga mengusir tamu kehormatan yang diundang. Demikian dikatakan oleh Ubbadul Adzkiya’, aktivis Lembaga Studi Sosial dan Agama (Elsa) Semarang, sore tadi.

Bahkan, FPI Ungaran juga mengancam akan membubarkan diskusi dalam nobar “Pulau Buru Tanah Air Beta” dan lounching buku karya Tsabit Azinar Ahmad berjudul “Sejarah Kontroversial dalam Perspektif Pendidikan” yang rencananya akan diselenggarakan di Rumah Simpul Buku, Sekarang, Semarang pada 17-18 Juni 2016 besok.

Bukan tidak mungkin, setelah mengusir Sinta Nuriyah, FPI akan memblokir jalan dan mengancam acara diskusi. “Bedah buku Tan Malaka juga ditolak oleh FPI Semarang karena dianggap buku komunis padahal mereka tidak membaca,” kata Nafiul Haris, jurnalis, kepada KARTANU.

Sementara itu, Banser Jateng menyatakan tetap mengawal Ibu Sinta Nuriyah hingga aman dari makar FPI. “Di mana pun tempatnya, apa pun bentuknya, dan kapan pun waktunya, dalam rangka untuk mengawal Ibu Nyai Shinta Nuriyah, istri guru kita, kyai kita, Kyai Abdurrahman Wahid, silaturrahim keilmuan, ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah basyariyah,” kata Hasyim As’ary, Kasatkorwil Banser Jawa Tengah. [KARTANU/ m abdullah badri]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/06/awas-setelah-usir-sinta-nuriyah-fpi-semarang-akan-sasar-diskusi-di-ungaran.html

Jumat, 29 November 2013

Penembak Teriakkan Takbir dan Aleppo Usai Tewaskan Dubes Rusia

Ankara, KARTANU. Pria penembak Duta Besar Rusia untuk Turki telah teridentifikasi bernama Mevlut Mert Altintas, seorang anggota Polisi Kota Ankara berusia 22 tahun.

Dia menembak Andrey Karlov (66) hingga tewas dengan beberapa kali tembakan di bagian dada. Saat itu Karlov sedang menghadiri pembukaan pameran fotografi di Ibu Kota Turki, Ankara, Senin (19/12/2016). Karlov sempat berpidato sebelum ditembak oleh Altintas yang berada tepat di belakangnya.

Penembak Teriakkan Takbir dan Aleppo Usai Tewaskan Dubes Rusia (Sumber Gambar : Nu Online)
Penembak Teriakkan Takbir dan Aleppo Usai Tewaskan Dubes Rusia (Sumber Gambar : Nu Online)


Penembak Teriakkan Takbir dan Aleppo Usai Tewaskan Dubes Rusia

Dikutip KARTANU dari Daily Mail, Altintas berteriak histeris sambil mengangkat tangan kiri dan mengacungkan jari telunjuk usai melumpuhkan Karlov.

Allahu Akbar! (God is Great). We die in Aleppo, you die here! (Allahu Akbar! Kami mati di Aleppo, kamu mati di sini), teriak Altintas dilansir Daily Mail, Senin (19/12).

KARTANU

"Allahu Akbar! Jangan lupakan Aleppo, jangan lupakan Syiria! Hanya kematian yang dapat menyingkirkanku dari sini. Semua orang ambil bagian dalam penindasan ini harus membayarnya," teriaknya lagi.

KARTANU

Kantor berita setempat, seperti dilansir Reuters, Selasa (20/12) menyatakan, penyerang langsung dilumpuhkan oleh pihak keamanan. Pasukan khusus Turki saat itu telah mengepung gedung tempat peristiwa terjadi.

Daily Mail menyebut, Altintas berhasil dilumpuhkan dalam waktu 15 menit setelah melancarkan aksinya. Ia tewas setelah baku tembak dengan petugas Kepolisian Turki. Tiga orang lainnya dikabarkan juga terluka akibat kejadian ini. Seorang saksi mengatakan suara tembakan muncul selama beberapa waktu setelah serangan.

Sebelumnya, Jurnalis Surat Kabar Hurriyet seperti dikutip Reuters mengatakan, penyerang meneriakkan slogan-slogan Islam saat melakukan aksinya.

Pada sebuah foto yang viral di Twitter, terlihat gambar seorang pria memakai setelan resmi tengah memegang pistol. Ia berdiri dekat dengan podium di galeri yang banyak tergantung gambar di dindingnya. Terlihat juga empat orang, termasuk Dubes Rusia, tergeletak di lantai.

Serangan terhadap Karlov disebut-sebut muncul terkait konflik Suriah di Turki. Hubungan Rusia dan Turki telah lama penuh konflik karena kedua negara itu mendukung sisi yang berlawanan.

Wali Kota Ankara menegaskan, penembakan Karlov dilakukan untuk merusak hubungan Turki-Rusia. Ketegangan meningkat dalam beberapa pekan terakhir, menyusul pasukan Suriah yang didukung Rusia tengah berusaha menguasai bagian timur Kota Aleppo. Hal tersebut memicu aliran pengungsi.

Tak begitu jelas siapa yang melakukan serangan, namun ISIS diketahui telah aktif di Turki dan beberapa kali mengakui telah melakukan sejumlah serangan bom. (Fathoni)

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/73922/penembak-teriakkan-takbir-dan-aleppo-usai-tewaskan-dubes-rusia

KARTANU

Sabtu, 12 Oktober 2013

Silakan yang Tertib Ketika Berqurban, Jangan Dhalim Kepada Panitia

KARTANU - Judul diatas tentu terkesan aneh, masak orang berqurban kok bisa dholim. Begini, dulu sekitar 40 tahun yang lalu, sebelum marak bermunculannya panitia-panitia Qurban, ketika itu siapa pun yang berqurban maka dia harus mengurus sendiri qurbannya, mulai dari beli hewan, merawatnya sebelum penyembelihan, proses penyembelihan yang melelahkan, sampai membagikannya kepada yang berhak menerima.

Sungguh ketika itu Qurban merupakan rangkaian ibadah yang membutuhkan kerja keras yang sangat melelahkan, dan disitulah makna Qurban itu begitu terasa, sehingga kata Qurban ْقُرْبَان yang aslinya bermakna dekat/mendekat dalam bahasa arabnya, tapi dalam bahasa kita berubah pengertian menjadi upaya berat atau kerja keras yang sulit dan melelahkan. Kemudian muncullah kalimat-kalimat seperti; 'sukses butuh pengorbanan' atau 'kita harus berkurban demi orang banyak'.

Silakan yang Tertib Ketika Berqurban, Jangan Dhalim Kepada Panitia - KARTANU
Silakan yang Tertib Ketika Berqurban, Jangan Dhalim Kepada Panitia - KARTANU


Silakan yang Tertib Ketika Berqurban, Jangan Dhalim Kepada Panitia

Atau ketika itu jika orang yang berqurban tidak sanggup, maka Qurban diserahkan kepada seorang kiai atau guru ngaji yang punya santri, tentunya disertai pemberian uang sebagai rasa terimakasih. Atau cara yang lain adalah orang yang berqurban itu menyuruh beberapa orang untuk mengurusi qurbannya hingga selesai dibagikan, seraya membayar tenaga mereka dengan uang.

Lalu sekarang ini, bermunculannya panitia-panitia Qurban itu sebenarnya adalah hal baru yang tidak wajib ada, tetapi itu sangat baik dan membantu sekali terhadap kita yang hendak berqurban, disamping menjadi syiar agama.

Maka pantaskah kiranya, jika kita yang beribadah Qurban, kita yang mengharap pahala Qurban, nama kita yang disebut saat penyembelihan Qurban, lalu ada orang lain yang tidak ikut Qurban, tetapi mereka dengan suka rela ikhlas membantu ibadah kita, dari awal hingga akhir, yang itu sungguh sangat melelahkan.

KARTANU

KARTANU

Selanjutnya kita hanya menyerahkan hewan Qurban saja kepada mereka, tanpa uang ongkos, tanpa uang lelah atau tanpa uang terimakasih. Bahkan semua biaya konsumsi, akomodasi dan distribusi, kita biarkan saja mereka yang menanggungnya, mereka yang memikulnya.

Tidak jarang mereka itu urunan (patungan), padahal bisa jadi mereka itu perekonomiannya di bawah kita sebagai orang yang berqurban. Terbayang kah dalam benak kita, ada orang kaya yang berqurban tapi ibadahnya itu dibiayai oleh orang miskin? Astaghfirullohal adhim.

Maka jangan salahkan, jika mereka terpikir menjual kulit, kepala dan kaki hewan Qurban kita, meski itu dilarang Rasulullah. Dalam hadits yang lain, beliau menyatakan lebih tegas lagi, bahwa yang menjual kulit Qurban berarti tidak dianggap Qurban.

مَنْ بَاعَ جِلْدَ أُضْحِيَتِهِ فَلَا أُضْحِيَةَ لَهُ

Artinya: "Barang siapa menjual kulit hewan qurbannya maka tidak ada qurban baginya"

Karena itulah, solusi atas semua ini: 1). Cukupilah kebutuhan mereka panitia-panitia Qurban itu yang telah membantu ibadah kita. 2). Tanyakan juga kepada mereka berapa kira-kira biaya yang mereka keluarkan untuk mengurusi Qurban kita.

3). Berikan tambahan uang sebagai hadiah terimakasih kita kepada mereka, meskipun mereka tidak meminta dan mengharapkannya. 4). Setelah tercukupi maka Panitia jangan lagi terpikir menjual kulit, kepala dan kaki hewan Qurban, sebab itu bukan hak mereka. Mereka hanya menjadi wakil dalam menyembelih dan menyalurkan Qurban, sebagaimana yang tertera dalam spanduk-spanduk itu. Bukan wakil menjual, karena pemilik Qurban saja dilarang menjualnya. Bagaimana mungkin sah, seseorang mewakilkan sesuatu yang dirinya sendiri saja tidak sah melaksanakannya.

5). Berikan saja kulit dan lain-lain yang biasa dijual itu kepada panti asuhan atau orang fakir miskin. Biarkan saja mereka yang menjualnya. Atau jika mereka itu minta tolong mewakilkan kepada panitia untuk menjualkannya, maka itu baru boleh dan sah. Sebab dari tiga kelompok yang bisa menerima Qurban yakni yang berqurban (sunnah untuk mengambil keberkahan), orang kaya (boleh sebagai hadiah) dan fakir miskin (wajib mendapatkannya).

Maka mereka yang fakir miskin (termasuk anak yatim) itulah yang sah menjual dari Qurban yang mereka terima, karena apa yang mereka terima itu otomatis menjadi hak milik mereka, mau dimakan, diberikan kepada orang lain atau dijual, semuanya adalah sah. Menjadi sah pula mereka itu mewakilkannya.

Sedangkan pemilik Qurban dan orang kaya itu, mereka itu bukan memilikinya, karena sudah diqurbankan jika ia yang punya hewan, atau karena mereka itu termasuk kaya yang hanya boleh memanfaatkannya saja, yaitu dengan memakannya atau memberikan lagi kepada yang lain. Mereka berdua tidaklah berhak menjualnya, karena apa yang mereka terima itu tidak menjadi milik bagi mereka berdua.

6). Adapun hielah/rekayasa hukum, dengan cara kulit - kepala dan kaki itu diberikan kepada salah satu panitia yang fakir atau yang miskin, lalu ia menjualnya, kemudian uangnya diberikan kepada kepanitiaan guna menutupi kekurangan biaya. Meskipun cara ini adalah sah secara fiqih, tapi tetap saja itu tidak mengurangi kedhaliman kita kepada mereka yang telah membantu kita.

25 Agustus 2016, Sidoarjo, Jatim

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/silakan-yang-tertib-ketika-berqurban-jangan-dhalim-kepada-panitia.html

Jumat, 04 Mei 2012

ISNU chairman could garner lots of votes

Jakarta, KARTANU. Chairman of a reliable survey organization Polcomm Institute Heri Budianto said that the Nahdlatul Ulama Scholars Association (ISNU) chairman Ali Masykur Musa could compete with Jakarta Governor Joko "Jokowi" Widodo in the 2014 presidential election.

Heri said that Musas popularity had increased as respondents considered that he had greater support from the Nahdliyin (the faithful members of NU) and interfaith organizations and activists.

ISNU chairman could garner lots of votes (Sumber Gambar : Nu Online)
ISNU chairman could garner lots of votes (Sumber Gambar : Nu Online)


ISNU chairman could garner lots of votes

As a member who was born from and plays an active role in NU, its normal if Ali Masykur receives greater supports from NU members. Although he ranks third, he has the potential to garner lots of votes, said Heri.

KARTANU

He further said that Ali Masykur had also been deemed successful in carrying out his duties as a BPK member, especially when it came to handling environment and food security issues.

KARTANU

A political expert from the University of Padjadjaran, Lely Arrianie, said if Ali Masykur could approach young people and capitalize on their supports, he would get an even higher electability rating.

Editing by Sudarto Murtaufiq

Dari (National) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/50705/isnu-chairman-could-garner-lots-of-votes

KARTANU

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KARTANU sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KARTANU. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KARTANU dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock