Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Juni 2012

Meriah, Festival Shalawat di Gianyar Bali

Gianyar, KARTANU. Menjelang bulan Ramadhan 1436 H festival shalawat digelar di Masjid Agung Al Ala Gianyar Bali yang diikuti oleh PCNU beserta badan-otonom NU se Provinsi Bali.

Kegiatan ini dimeriahkan oleh Group Gambus Kolaborasi Almanar Assololey dari Pasdalem Gianyar Bali, Juara 3 Nasional kolaborasi LASQI th 2012 di NTB, Ahad (31/5) lalu.

Meriah, Festival Shalawat di Gianyar Bali (Sumber Gambar : Nu Online)
Meriah, Festival Shalawat di Gianyar Bali (Sumber Gambar : Nu Online)


Meriah, Festival Shalawat di Gianyar Bali

Festival Sholawat yang dibuka oleh Ketua PWNU Provinsi Bali KH Abdul Azis ini berlangsung sangat meriah. Para peserta begitu bersemangat mengikuti even ini hingga acara selesai.

KARTANU

"Kegiatan ini merupakan ajang syiar dan dakwah yang sangat bagus, salut buat PCNU Gianyar. Dan kegiatan ini akan diagendakan menjadi even tahunan," ujar KH Azis setelah membuka acara.

Kegiatan festival sholawat ini ditutup dengan ceramah agama yang disampaikan oleh KH Asyari Mahfudz dari Pasuruan Jawa Timur. (Idris Maulana/Anam)

KARTANU

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/59923/meriah-festival-shalawat-di-gianyar-bali

KARTANU

Senin, 20 Februari 2012

KH Nur Iskandar Sakit, Sumbu Pendek: Kualat Karena Bela Ahok, Segera Tobat!

Semua yang sakit, dikumpulkan fotonya, lalu disebarkan karena bela Ahok. Ente waras akhi? KARTANU - KH Nur Iskandar, beberapa hari terakhir dikabarkan sakit hingga harus menggunakan alat bantu optimal di RS Siloam, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Setelah Gus Nadirsyah Hosen meminta doa atas kesembuhan kiai di akun twitternya, ternyata hal itu, menurut tim Cyber NU Jatim, membuat para alumni 212 menggunakan kesempatan dalam kesempitan.

Mumpung sakit, ujar salah satu tim Cyber kepada KARTANU, KH Nur Iskandar digunakan sebagai alat untuk kamapanye anti Ahok. Secara beruntun mereka kemudian membuat broadcast yang isinya antara lain: kualat karena dukung Ahok dan segera tobat agar tidak meninggal dunia alam keadaan masih membela Ahok seperti Sarlito Wirawan, yang meninggal 14 November 2016. Ya Allah, separah inikah jenis mulim Indonesia kita saat ini?

KH Nur Iskandar Sakit, Sumbu Pendek: Kualat Karena Bela Ahok, Segera Tobat! - KARTANU
KH Nur Iskandar Sakit, Sumbu Pendek: Kualat Karena Bela Ahok, Segera Tobat! - KARTANU


KH Nur Iskandar Sakit, Sumbu Pendek: Kualat Karena Bela Ahok, Segera Tobat!

Glorifikasi sakit yang dikaitkan dengan laknat tersebut karena Kiai Iskandar dianggap oleh mereka sebagai pendukung demo tandingan anti 212 yang dilaksanakan pada 412. "Ia juga yang membacakan doa untuk Ahok saat mengadakan acara tandingan 412," tulis pemilik akun Facebook Baim Montana, alumnus Universitas Negeri Jakarta. Ini statusnya lengkapnya, dicopy-kan KARTANU.

--------------

KARTANU

Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun..

Setelah pembela ahok, dr. Sarlito wirawan meninggal dunia 14 November 2016 lalu, dalam keadaan masih membela ahok..

KARTANU

Kini, KH Nur Muhammad iskandar, SQ, Kyai haji, pemilik pesantren Asshiddiqiyah, Kebon Jeruk, Jakarta, dengan titel Sarjana Quran, yg juga adalah salah seorang pembela AHOK & sangat menjunjung AHOK, suka mengecilkan umat islam sendiri. Dan ia juga yg membacakan doa utk AHOK saat mengadakan acara tandingan 412.

Saat ini dalam keadaan sekarat di RS Siloam, Kebon Jeruk, Jakbar.

Saat ini beliau tidak bisa bergerak. Selang dimana-mana. Kita tidak tahu apakah beliau sdh bertaubat atau belum. Kita doakan saja beliau agar mendapat hidayah & sudah bertaubat, serta mendapatkan nikmat kesembuhan dari Allah Ta'ala, aamiin.

Allah jadikan ini sebagai contoh untuk para ulama kebelinger lainnya. Semoga ulama para pembela ahok cepat bertaubat.

Azab Allah itu pasti

“Wahai Rasulullah, apa yang lebih engkau takutkan atas umatmu daripada Dajjal". Beliau menjawab, “Para pemimpin yang mudhillin (menyesatkan)”.

(HR. Ahmad)

AL-AIMMAH AL-MUDHILLIN (para pemimpin penyesat umat) = termasuk di dalamnya para umara (pemimpin pemerintahan), ulama, dan ahli ibadah. Para umara tersebut adalah mereka yang menerapkan hukum dengan selain hukum Islam, bertindak dzalim, dictator dan kejam, dan tidak menunaikan hak-hak rakyat.

Para ulama yang menjadi pemimpin menyesatkan, karena mereka menyembunyikan ilmu dan merubah-rubahnya. Suka mengakali dalil untuk kepentingan syahwatnya atau kepentingan para pemimpinnya.

----------------

Perang statemen masih berlanjut antar grup. Di salah satu grup pendukung demo anti Ahokk, terdapat broadcast yang tidak jelas ditulis penulisnya. Katanya, KH Nur Iskandar sebetulnya bukan pendukung Ahok. Ia hanya dijebak oleh Djian Farid (PPP) untuk dimanfaatkan agar datang ke demo 412 bersama partai lain.

Selain melakukan klarifikasi, broadcast tersebut juga menggoreng opini menyudutkan Ketum PBNU pula. Padahal, tidak ada hubungannya. Megawati juga disebut-sebut. Hahahaha. Ya Allah Gustiii, separah inikah kebencian kaum muslimin kita? Bacalah BC sumbu pendek yang tersebar, lengkap dengan foto yang disebar juga, di bawah ini.

---------------

selesai sidang hari ini, saya jenguk sekaligus tabayyun kepada KH Noer Iskandar di Rumah Sakit.. dan menurut beliau dan Istrinya.. bahwa ketika datang ke lokasi tandingan beliau dijebak dan manfaatkan oleh djen farid karena memang sdh setahun ini beliau sdh sangat udzur syar'i (maaf.. pikun).. keterbatasan kesehatan itulah yg dimanfaatkan oleh group pendukung penista agama..

dan Beliau dan Istrinya menyatakan sangat mendukung apa yg dilakukan oleh FPI dan Ummat Islam utk memenjarakan sipenista agama. Wallahu A'lam.

Kalau Aqil siraj, saya sdh sangat yakin kalau dia syiah.. karena berita itu sdh saya dapat sekitar 10tahun yll dari langsung org syiah.

Semoga megawati tidak termasuk org Kafir..

Pria ini disebut yang tabayun ngawur di atas --------------

Hanya ada satu cara untuk melakukan klarifikasi. Yakni keluarga. KARTANU sudah melakukan tabayyun langsung ke putra KH Nur Iskandar, Gus Mahrus. Pada Rabu (28/12/2016) pagi, lewat pesan WA yang dikirimkan redaksi, Gus Mahrus mengatakan kalau kondisi abahnya sudah sehat, "Alhamdlh mpun waras sehat," balasnya. Ia juga mengatakan kalau foto yang beredar selama ini adalah foto lama yang disebar pihak-pihak tidak bertanggungjawab.

Menurut keterangan Gus Mahrus, Abah sakit sebenarnya karena telat cuci darah dan capek setelah acara dari Jogja. Soal foto yang beredar, jelas bukan foto terakhir. "Berat Abah naik drastis, bukan malah kurus seperti di photo yang beredar sekarang," terangnya kepada KARTANU.

Hoax komentar sumbu pendek Ngeri melihat komen-komen para sumbu pendek yang banyak diantaranya bergelar sarjana, magister, doktor, juga ustadz. Ada yang kemudian panas adem minta hapus foto Yusuf Mansur jenguk KH Nur Iskandar karena dianggap akan menimbulkan fitnah. Lha wong silaturrahim tanda kasih sayang kok ya tidak boleh, ya ampyun, kalian ini makhluk planet mana sih. Ini fotonya, silakan disimpan.

Foto Ustadz Yusuf Mansur ketika menjenguk KH Nur Iskandar Semoga doa-doa bernada laknat kepada kiai NU tersebut bisa menjadi maghfirah (ampunan) untuk semua dosa-dosa beliau yang selama ini terus mengabdi di bidang pendidikan. Alfatihah. Syafahullah. [KARTANU]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/kh-nur-iskandar-sakit-sumbu-pendek-kualat-karena-bela-ahok.html

Selasa, 17 Januari 2012

Isu PKI Itu Mainan Para Alumnus Amerika, Lalu Radikalis Mainan Siapa?

KARTANU - Amerika mulai khawatir terhadap langkah politik internasional Presiden sekarang dengan membangun poros “Jakarta-Beijing-Taheran-Moskow” meliputi perdagangan, teknologi sipil, teknologi militer, kesehatan, nuklir dan investasi.

Hal yang paling merisaukan Amerika adalah hancurnya hegemoni mereka serta hilangnya kontrol atas geliat ekonomi di Indonesia yang pada akhirnya akan merubah kiblat negara-negara kawasan di Asia Tenggara mengikuti jejak langkah Indonesia yang progresif.

Ketakutan Amerika juga tidak terlepas dari kebijakan Presiden terhadap perpanjangan kontrak PT. Freeport Indonesia di bumi Papua, betapa besar kehilangan keuntungan bagi mereka apabila PT. Freeport Indonesia akan dimainkan Jokowi sebagai ‘capital politic’ pada pilpres tahun 2019 nanti, maka akan tamatlah Amerika di Indonesia.

Isu PKI Itu Mainan Para Alumnus Amerika, Lalu Radikalis Mainan Siapa? - KARTANU
Isu PKI Itu Mainan Para Alumnus Amerika, Lalu Radikalis Mainan Siapa? - KARTANU


Isu PKI Itu Mainan Para Alumnus Amerika, Lalu Radikalis Mainan Siapa?

Ada beberapa langkah yang telah dan mulai dimainkan oleh Amerika di Indonesia dalam rangka tetap dapat mengusai Indonesia seperti selama ini berhasil mereka lakukan;

KARTANU

1. Lewat bantuan Arab Saudi dengan memberikan suntikan dana besar kepada para radikalis dan teroris di Indonesia.

KARTANU

2. Lewat Mesir dan Turkey dengan menggerakan Hizbut Tahrir dan Ikhwanul Muslim di Indonesia (HTI dan PKS).

3. Lewat Alumnus West Point, Minneapolis, dan kursus perwira Indonesia di negeri Paman Sam dengan memainkan isu bangkitnya PKI.

Baca: Habib yang Ketua Ansor Jember Ini Dibunuh PKI

Ada pertanyaan, apakah CIA bermain di sini, maka jawabnya tentu saja. Sebab sudah bukan rahasia lagi bahwa selama ini, mereka (CIA) telah merekrut alumnus sekolah perwira militer maupun para akademisi terbaik dari sipil yang pernah mengenyam pendidikan Amerika, dan terlihat dari unsur Radikalis merapat ke blok Amrikiyya ini.

Maka janganlah heran kalau yang menyebar isu anti Cina dan tuduhan bahwa Ahok bisa menjadi pemicunya mungkin mengarah ke tragedi tahun 1998, dan yang mengatakan bahwa hantu PKI itu memang nyata, serta yang membakar masa dalam pidato tentang bangkitnya ideologi komunis lewat PKI di Indonesia, semuanya adalah purnawirawan Jenderal lulusan Amerika. Apakah bukan kebetulan semata?

Sederhana saja jawabnya, bahwa pola yang dimainkan Amerika sangat mirip dengan yang terjadi pada situasi sebelum meledaknya G 30 S/PKI seperti contoh di bawah ini:

– Settingnya dulu adalah Tritura, juga terselip sentimen anti Cina. Golnya adalah jatuhnya Bung Karno. Dan saat ini setingnya adalah “Turunkan Jokowi dan hancurkan PKI”, targetnya jatuhkan Jokowi.

– Dulu Amerika memainkan kebodohan dan ambisi PKI dengan memusuhi para ulama dan agamawan, kemudian melakukan kudeta terhadap para Pahlawan Revolusi, maka saat ini digandengnya kaum radikalis yang anti Pancasila karena dianggap ajaran Thoghut untuk propaganda bangkitnya PKI. Padahal apa urusan mereka soal PKI, mereka itu jelas-jelas anti Pancasila dan ingin mendirikan Khilafah Islamiyah di Indonesia.

– Pola penghancuran Indonesia telah dilakukan lewat aksi teror dan rencana membagi Indonesia menjadi 18 sampai 20 negara baru sehingga mudah dikuasai sesuai kepentingan mereka. Langkah itu tidak membuahkan hasil, maka mereka (Amerika) lewat antek-antek mereka di Indonesia memainkan isu yang paling sensitive yaitu “Bangkitnya PKI”.

– Membangun fitnah terhadap pribadi Agus Wijoyo, purnawirawan Jenderal bintang 3 anak dari salah seorang Pahlawan Revolusi yang adalah tokoh penggagas serta pelopor rekonsiliasi antara anak mantan PKI dengan anak Pahlawan Revolusi. Sehingga ditimbulkanlah pertanyaan nyeleneh dari juga purnawirawan Jenderal lulusan Amerika bahwa perlu dipertanyakan apakah betul Agus Wijoyo itu anak dari Pahlawan Revolusi? Hal yang kemudian dibantah dan diluruskan oleh AM.

Hendropriyono, purnawirawan Jenderal mantan kepala BIN menyatakan bahwa dia kenal betul siapa Agus Wijoyo dan kenal betul siapa bapaknya. Sekarang isu bangkitnya PKI menjadi mainan yang menyatukan para alumnus Amerika baik sipil maupun militer bergandeng tangan dengan mesin penghancur Amerika di Timur Tengah yaitu kelompok radikal serta teroris berbaju agama.

Akankah kita Bangsa Indonesia dapat dihancurkan oleh mereka dengan cara-cara keji di atas? Tentu kondisi nya berbeda, karena langkah yang ditempuh Jokowi adalah sebagai berikut:

1. Membangun kekuatan TNI, baik lewat perbaikan Alusista, baik produksi dalam negeri maupun lewat pembelian dengan melirik Rusia sebagai mitra utama.

2. Membersihkan BIN dari agen ganda pengabdi kepada kepentingan Amerika dengan agen Merah Putih.

3. Menempatkan jabatan Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan, serta juga Kapolri yang bukan lagi lulusan Amerika.

4. Membangun infrastruktur besar di Indonesia.

Semuanya adalah dalam memperkuat ketahanan nasional, serta meninggikan martabat bangsa dengan tidak lagi tunduk kepada kemauan Amerika. Maka malulah kita, kalau masih saja mau menjual diri kepada kepentingan Amerika. [KARTANU]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/isu-pki-itu-mainan-para-alumnus-amerika-lalu-radikalis-mainan-siapa.html

Rabu, 14 Desember 2011

Satukan Warga Pasca Pilpres, NU Kapuk Gelar Khataman

Jakarta Barat, KARTANU. Pengurus Ranting NU Kapuk kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat mengadakan khataman Al-Quran dan santunan yatim di majelis Condro Mowo, Cengkareng, Jakbar, Ahad (20/7) malam. Mereka bermaksud mencairkan ketegangan di tengah warga melalui kegiatan keagamaan yang dirangkai dengan Tarawih berjamaah ini.

Ketua Ranting NU Kapuk Cengkareng KH Gus Siroj Ronggo Lawe menyampaikan, melalui safari Ramadhan NU Kapuk mengajak warga kelurahan Kapuk dan sekitarnya untuk memperkuat tali kerukunan serta berdoa untuk Indonesia damai.

Satukan Warga Pasca Pilpres, NU Kapuk Gelar Khataman (Sumber Gambar : Nu Online)
Satukan Warga Pasca Pilpres, NU Kapuk Gelar Khataman (Sumber Gambar : Nu Online)


Satukan Warga Pasca Pilpres, NU Kapuk Gelar Khataman

Kami mengingatkan usai pilpres ini warga menjaga kebersamaan, kerukunan, dan menghindari perpecahan," kata Gus Siroj.

KARTANU

dalam kesempatan ini hadir Katib Syuriyah PBNU KH Mujib Qoliyubi memberikan pembekalan kepada warga dan pengurus NU Kapuk. Dalam taushiyahnya, Kiai Mujib mengingatkan warga akan kemungkinan provokasi setelah pengumam pilpres pada Selasa 22 Juli.

"Jangan sampai kita tergerus dalam isu perpecahan. Pemilu sudah usai, kita serahkan hasilnya pada KPU. Mari kita kembali rukun dan kembali beraktifitas sehari-hari dengan damai," imbau Kiai Mujib di tengah puluhan warga. (Junaidi/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/53429/satukan-warga-pasca-pilpres-nu-kapuk-gelar-khataman

KARTANU

KARTANU

Kamis, 03 Juni 2010

Nyata: Gus Dur Mengislamkan 100 Romo Katolik Sebulan

KARTANU - Ini adalah catatan Dr Syaltout, dosen Universitas Indonesia dalam sekolah Ansos yang pernah diadakan pada tahun 1997 silam. Tentang dakwah Romo Mangun dan KH Abdurrahman Wahid dalam merancang startegi masing-masing melakukan misionarisasi, baik Kristen maupun Islam.

Untuk memberikan keterangan kepada hadirin, Romo Mangun mengutip ayat Qur'an Ali Imran ayat 110 dan menginterpretasinya. Ini bunyi ayat tersebut:

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ آَمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

Nyata: Gus Dur Mengislamkan 100 Romo Katolik Sebulan - KARTANU
Nyata: Gus Dur Mengislamkan 100 Romo Katolik Sebulan - KARTANU


Nyata: Gus Dur Mengislamkan 100 Romo Katolik Sebulan

Artinya: Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS. Ali Imran: 110)

KARTANU

Ayat di atas biasanya dipahami cukup chauvinis (kesetiaan ekstrim tanpa mau melihat pandangan alternatif lain) di sebagian besar Islam.

Dalam kesempatan tersebut, Romo Mangun memberikan pengantar tentang pola "dakwah" nya yang terinspirasi dari Ali Imran 110 itu. Di situ ada alur logika yang imanen dan ilahiyah tentang bagaimana melakukan advokasi yang baik. Berikut ada 4 tahapan dakwah yang diulas Romo Mangun dari ayat di atas:

1). Kuntum khoira ummah (kamu adalah ummat terbaik). Yakni, umat harus disapa pertama kali dengan mentalitas superior (percaya diri), bukan inferior. Inferiority complex itu bahaya. Dendam, butuh pengakuan, butuh pujian itu tidak sehat.

KARTANU

Dalam tradisi Katolik, sapaan awal "mentalitas superior" ini dimulai dengan kalimat "saudara-saudaraku terkasih dosa kalian sudah ditebus Tuhan Yesus". Perasaan bebas dari dosa dan salah bisa menciptakan mentalitas superior itu.

2. Ta'muruna bil ma'ruf (mengajak berbuat baik). Dan logisnya, sebelum mengajak tentu harus berbuat baik dulu. Saat umat lapar, kita beri makan. Kita buat mereka kenyang. Saat umat butuh tempat bernaung, kita buatkan tempat itu. Kita cukupi kebutuhan mereka. Kita jadikan diri kita sebagai teladan bagi umat. Dengan begitu, umat jadi ikut, mau diajak dan kemudian juga mengajak yang lain untuk berbuat kebaikan.

3. Tanhauna 'anil munkar (cegah kerusakan atau perbuatan yang tidak pinter, tidak bener, dan tidak pener), yang logisnya tentu kita kasih teladan dulu bahwa kita tidak berbuat buruk, tidak berbuat yang tidak pinter, tidak bener dan tidak pener. Dengan demikian, sistem dan ekosistem yang sudah baik (karena sudah melewati tahap 1 dan 2) bisa terjaga dari pengaruh yang buruk.

4. Yu'minuna billah (beriman kepada Allah, percaya kepada Tuhan Yang Maha Kasih - atau dalam bahasa Romo Mangun "tahap penginjilan" - percaya pada kristus).

Menurut Romo Mangun, banyak dakwah atau advokasi gagal karena nalarnya loncat. Kalau buru-buru masuk tahap 4, tentu yang ada ialah perang. Jika masuk tahapan ke-3, tanpa melalui tahapan ke-1 dan ke-2, tentu yang terjadi adalah kekerasan.

Ini adalah kritik terhadap gerakan-gerakan dakwah "nahi munkar" yang menumbuhkan bibit kekersaan ala FPI. Termasuk kritik terhadap saran almarhum KH. Zaunuddin MZ yang pernah melarang dakwah terhadap orang beragama, melarang umat Islam yang miskin diberi Indomie, beras dan kebutuhan harian lainnya.

Yang menarik adalah tahapan dakwah antara Romo Mangun dan Gus Dur. Mereka ini sudah pada tahapan dakwah dengan dialog dan bercanda lintas iman. Akhirnya, semua bisa disampaikan secara baik-baik.

Gus Dur bertanya kepada Romo Mangun, dengan cara menerapkan Qur'an seperti itu (4 tahapan dakwah dari surat Ali Imron 110), Romo berhasil menginjilkan berapa orang?

Romo Mangun menjawab, "sekitar 30-50 orang per bulan, mereka umat yang miskin, yang teraniaya, lapar, tinggal di bantaran kali, dan hampir terlupakan," katanya.

Mendengar jawaban tersebut, beberapa kawan NU ada yang sempat emosi. Mereka kemudian bertanya kepada Gus Dur terkait "kristenisasi" Romo Mangun itu.

"Alhamdulillah mereka masih pindah agama, daripada mereka pindah ke alam baka," jawab Gus Dur selengekan. Hadirin tertawa tapi tetap masih resah.

Saat semua grundel, Gus Dur melanjutkan, "saya senang ayat Qur'an dipakai Romo, daripada nganggur. Ya, saya mirip Romo juga sebenarnya. Saya bisa mengislamkan 30-50 bahkan pernah 100 orang dalam sebulan. Tapiii... itu Romo semua!".

Semua hadirin tertawa, Romo Mangun dan Gus Dur berpelukan hangat. Ah, jadi kangen Gus Dur yang selalu punya cara unik menyelesaikan masalah tanpa basi-basi. [KARTANU]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/11/rahasia-gus-dur-mengislamkan-100-romo-katolik-sebulan.html

Selasa, 06 April 2010

Pola Dakwah Wali Songo Perlu Diteladani

Blitar, KARTANU. Pola dakwah wali Sembilan (wali songo) perlu diteladani oleh para kader dan penerus NU. Karena, pola yang dijalankan oleh para wali sederhana. Namun mengandung hikmah dan motivasi yang sangat tinggi.

Dalam berdakwah para wali ini tidak terlalu muluk-muluk dalam penyampaian. Namun, dinamis dalam pelaksanaannya," ujar Wakil Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Blitar, KH Noer Hidaytulloh Dawami kepada NU Onlie tadi pagi (10/1), usai melakukan ziarah makam dan pendiri NU di Jatim, tadi pagi.

Pola Dakwah Wali Songo Perlu Diteladani (Sumber Gambar : Nu Online)
Pola Dakwah Wali Songo Perlu Diteladani (Sumber Gambar : Nu Online)


Pola Dakwah Wali Songo Perlu Diteladani

Sitem dakwah para wali, lanjut Kiai Noer, tidak macem-macem. Baik pola maupun bahasanya. Sehingga masyarakat luas mudah menerima apa yang disampaikan.

KARTANU

Para wali itu semua hafal Quran dan hadits. Tapi mereka tidak banyak mengunakan dalil-dalil itu untuk disampaikan ke umatnya. Namun kandungannya yang dijlentrehkan berfaedah. Misalnya kenduri. Dulu kenduri itu bentuknya sesaji kepada mahluk gaib. Namun oleh wali diluruskan bahwa kenduri itu bagian dari shodaqoh. La shodaqoh itu bagian dari li dafil balak (menjauhkan dari mara bahaya)," ungkap Kiai Noer yang juga pengasuh pesantren Darur Roja Selokajang ini.

Jadi dakwahnya sangat sederhana. Namun mengena. Para wali tahu ini Jawa bukan Arab. Sehingga melalui tradisi dan buya itulah para wali bisa menyebarkan Islam di Jawa secara damai. Ini yang perlu diteladani," tambahnya.

KARTANU

Sebagimana diketahui, sukses pelaksanaan dan hasil dalam konfercab NU Kabupaten Blitar. Panitia konfercab, melakukan safari ziarah wali dan pendiri NU di Jatim. Acara dilaksanakan, 8-9 Januari 2013 kemarin. Ziarah yang diikuti anggota panitia berjumlah sekitar 55 orang itu mengambil rute, Tuban, Lamongan, Gresik, Bangkalan, Surabaya dan Jombang.

Ziarah kita mulai dari Tuban, lalu ke Lamongan, terus Gresik. Tiba di Gresik pas waktu subuh. Habis Subuhan, kita ziarah ke makam Sunan Giri. Setelah itu perjalanan dilanjutkan ke Bangkalan untuk ziarah ke makam Syakhona Cholil. Usai dari Bangkalan, rombongan menuju ke Ampel Surabaya, jelas Masduki, ketua panitia.

Tiba di Ampel, lanjut Masduki, waktu sudah menunjukkan pukul 14.00. Padahal, rombongan masih belum ke Troloyo Mojokerto dan Tebuireng Jombang. Karena waktunya mepet, maka perjalanan dilanjutkan ke Jombang. Untuk ziarah ke makam KH Hasyim Asyari, KH Wahid Hasyim dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Namun sayang, tiba di Tebuireng waktu sudah menunjukkan pukul 17.15 menit. Pintu gerbang pesarehan sudah tutup. Yak arena tutup kit abaca tahlil di depan pintu masuk di sebelah barat. Toh hal ini tidak mengurangi pahala tahlil," ujar Masduki menghibur. Setelah itu, rombongan pulang ke Blitar melalui jalur Pare dan Kediri. Tadi malam sekitar jam 22.00 kita sampai di Blitar," tambahnya.

Redaktur : Hamzah Sahal

Kontributor : Imam Kusnin

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/41694/pola-dakwah-wali-songo-perlu-diteladani

KARTANU

Kamis, 01 Februari 2007

Gus Dur dan Matori Jajaki Rekonsiliasi

Jakarta, KARTANU. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pimpinan Alwi Shihab dan PKB pimpinan Matori Abdul Djalil sepakat untuk melakukan rekonsiliasi guna membangun kembali partai tersebut menjelang Pemilu 2004.

Kami kemarin malam membicarakan rekonsiliasi dengan Gus Dur (Abdurrahman Wahid), bagaimana untuk membangun kembali PKB yang unik ini. Yaitu, partai yang berwawasan kebangsaan dan lahir dari rahim organisasi keagamaan, kata Matori di kediamannya, kemarin.

Pertemuan antara Matori dan Gus Dur tersebut berlangsung Sabtu (14/6) lalu pukul 20.00 WIB di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat. Menurut Matori, dalam pertemuan tersebut tidak dibicarakan mengenai persyaratan-persyaratan untuk kedua pihak supaya dapat melakukan rekonsiliasi.

Gus Dur dan Matori Jajaki Rekonsiliasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur dan Matori Jajaki Rekonsiliasi (Sumber Gambar : Nu Online)


Gus Dur dan Matori Jajaki Rekonsiliasi

Sementara itu, Ketua DPP PKB pimpinan Alwi, Muhaimin Iskandar, dan Wakil Ketua Umum DPP PKB pimpinan Alwi, Mahfud MD, mengatakan masih belum mengetahui hasil pertemuan antara Gus Dur dan Matori yang membicarakan rekonsiliasi tersebut karena baru kembali ke Jakarta.

Matori yang juga Menteri Pertahanan ini mengaku bisa memahami pikiran Gus Dur yang mengajukan kasasi atas kekalahan PKB Kuningan. Namun, sambil menunggu hasil kasasi, PKB Kuningan maupun PKB pimpinan Matori sepakat untuk cooling down.

Ketika ditanya soal prospek kasasi yang diajukan PKB Kuningan, ia berpendapat bahwa PKB Kuningan akan sulit memenangkan kasus itu. Sebab, pada prinsipnya PKB Kuningan menganggap Sidang Istimewa MPR itu cacat prosedural dan inkonstitusional.

"Saya yakin jika Mahkamah Agung (MA) mengambil keputusan mengalahkan saya, berarti MA menyalahkan fatwanya sendiri tentang SI sebab jika dekrit dianggap sah, otomatis SI MPR dan hasil-hasilnya tidak sah," ujarnya.

KARTANU

Karena itu, lanjut Matori, sambil menunggu hasil kasasi, pihaknya melakukan konsolidasi partai. Antara lain, dengan mengadakan musyawarah nasional pada 4 Juli 2003 mendatang.

Tentang perselisihannya dengan Gus Dur, ia menyadari sejak PKB dilahirkan, ada pihak-pihak yang berusaha memisahkan dirinya dari Gus Dur. Tetapi, melalui upaya islah itu semua pihak yang diberitakan bersilang pendapat, semisal Gus Dur, Ketua PBNU Hasyim Muzadi, Alwi Shihab, Mahfud MD, dan dirinya, diharapkan dapat kompak kembali. "Semua ini adalah demi kebesaran partai. Kalau PKB meraih 12% saja kursi DPR, setidak-tidaknya PKB punya fraksi di DPR saja, saya bersyukur," kata Matori.(MoL)

KARTANU

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/216/gus-dur-dan-matori-jajaki-rekonsiliasi

KARTANU

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KARTANU sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KARTANU. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KARTANU dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock