Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 September 2016

Dalil Dzikir Berjamaah Setelah Sholat

KARTANU - Inilah jawaban atas tuduhan bid'ah dzikir berjama'ah yang selalu dilontarkan oleh kaum wahabi kepada warga ahlus sunnah wal jama'ah di mana pun berada. Jawaban ini ditulis oleh Ustadz Idrus Romli dalam bentuk dialog agar enak dipahami dengan mudah.

WAHABI: “Anda belum menjawab, alasan Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyah membid’ahkan doa bersama setelah shalat, baik dimpimpin oleh seorang imam atau berdoa sendiri-sendiri.”

SUNNI: “Doa bersama dengan dipimpin oleh seorang imam, itu telah diamalkan oleh umat Islam sejak generasi salaf, dan memiliki dasar yang sangat kuat dalam al-Qur’an dan hadits.”

WAHABI: “Owh, mana dalil Al-Qur’an nya?

SUNNI: “Dalam al-Qur’an, Allah subhanahu wata’ala menceritakan tentang dikabulkannya doa Nabi Musa dan Nabi Harun ‘alaihimassalaam:

قَالَ قَدْ أُجِيبَتْ دَعْوَتُكُمَا فَاسْتَقِيمَا. (يونس : ٨٩).

“Allah berfirman: “Sesungguhnya telah diperkenankan doa kamu berdua, oleh karena itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus.” (QS. Yunus : 89).

Dalam ayat di atas, Al-Qur’an menegaskan tentang dikabulkannya doa Nabi Musa dan Nabi Harun ‘alaihimassalaam. Padahal yang berdoa sebenarnya Nabi Musa ‘alaihissalaam, sedangkan Nabi Harun ‘alaihissalaam hanya mengucapkan amin, sebagaimana diterangkan oleh para ulama ahli tafsir. Nabi Musa ‘alaihissalam yang berdoa dan Nabi Harun ‘alaihissalam yang mengucapkan amin, dalam ayat tersebut sama-sama dikatakan berdoa. Hal ini menunjukkan bahwa doa bersama dengan dimpimpin oleh seorang imam adalah ajaran al-Qur’an, bukan ajaran terlarang. (Bisa dilihat dalam Tafsir al-Hafizh Ibnu Katsir, 4/291).”

WAHABI: “Selain dalil al-Qur’an, apakah ada dalil hadits?”

SUNNI: “Ya ada. Misalnya hadits berikut ini. Pertama, hadits Habib bin Maslamah al-Fihri:

عَنْ حَبِيْبِ بْنِ مَسْلَمَةَ الْفِهْرِيِّ وَكَانَ مُجَابَ الدَّعْوَةِ رضي الله عنه قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ: لاَ يَجْتَمِعُ قَوْمٌ مُسْلِمُوْنَ يَدْعُوْ بَعْضُهُمْ وَيُؤَمِّنُ بَعْضُهُمْ إِلاَّ اسْتَجَابَ اللهُ دُعَاءَهُمْ. رواه الطبراني في الكبير و الحاكم في المستدرك وقال صحيح على شرط مسلم، وقال الحافظ الهيثمي في مجمع الزوائد: رجاله رجال الصحيح غير ابن لهيعة وهو حسن الحديث.

“Dari Habib bin Maslamah al-Fihri radhiyallahu ‘anhu –beliau seorang yang dikabulkan doanya-, berkata: “Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak lah berkumpul suatu kaum Muslimin, lalu sebagian mereka berdoa, dan sebagian lainnya mengucapkan amin, kecuali Allah pasti mengabulkan doa mereka.” (HR. al-Thabarani dalam al-Mu’jam al-Kabir [3536], dan al-Hakim dalam al-Mustadrak 3/347).

Al-Hakim berkata, hadits ini shahih sesuai persyaratan Muslim. Al-Hafizh al-Haitsami berkata dalam Majma’ al-Zawaid 10/170, para perawi hadits ini adalah para perawi hadits shahih, kecuali Ibn Lahi’ah, seorang yang haditsnya bernilai hasan.”

Hadits di atas memberikan petunjuk kepada kita agar sering berkumpul untuk melakukan doa bersama, sebagian berdoa, dan yang lainnya membaca amin, agar doa dikabulkan.

Kedua, hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallaahu ‘anhuma:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: اَلدَّاعِيْ وَالْمُؤَمِّنُ فِي اْلأَجْرِ شَرِيْكَانِ. رواه الديلمي في مسند الفردوس بسند ضعيف.

“Dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma, berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Orang yang berdoa dan orang yang membaca amin sama-sama memperoleh pahala.” (HR. al-Dailami [3039] dalam Musnad al-Firdaus dengan sanad yang lemah).

Kelemahan hadits ini dapat dikuatkan dengan hadits sebelumnya dan ayat al-Qur’an di atas.

Ketiga, hadits Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu:

عن أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ الله صَلَّى الله عَلَيه وسَلَّم : أُعْطِيتُ ثَلاَثَ خِصَالٍ : صَلاَةً فِي الصُّفُوفِ ، وَأُعْطِيتُ السَّلاَمَ وَهُوَ تَحِيَّةُ أَهْلِ الْجَنَّةِ ، وَأُعْطِيتُ آمِينَ ، وَلَمْ يُعْطَهَا أَحَدٌ مِّمَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ ، إِلاَّ أَنْ يَكُونَ الله أَعْطَاهَا هَارُونَ ، فَإِنَّ مُوسَى كَانَ يَدْعُو وَيُؤَمِّنُ هَارُونَ. رواه الحارث وابن مردويه وسنده ضعيف

Anas bin Malik berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku dikaruniakan tiga perkara; shalat dalam shaf-shaf. Aku dikaruniakan salam, yaitu penghormatan penduduk surga. Dan aku dikaruniakan Amin, dan belum pernah seseorang sebelum kalian dikaruniakan Amin, kecuali Allah karuniakan kepada Harun. Karena sesungguhnya Musa yang selalu berdoa, dan Harun selalu membaca amin.” (HR al-Harits bin Abi Usamah dan Ibnu Marduyah. Sanad hadits ini dha’if. Lihat, al-Amir al-Shan’ani, al-Tanwir Syarh al-Jami’ al-Shaghir, 2/488).

Kelemahan hadits ini dapat diperkuat dengan hadits-hadits sebelumnya serta ayat Al-Qur’an di atas. Hadits di atas mengisyaratkan pentingnya membaca amin bagi orang orang lain, sebagaimana bacaan amin Nabi Harun ‘alaihissalam atas doa Nabi Musa ‘alaihissalam.

Keempat, hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha

عن عائشة - رضي الله عنها - عن النبي - صلى الله عليه وسلم - قال: مَا حَسَدَتْكُمُ الْيَهُوْدُ عَلىَ شَيْءٍ مَا حَسَدُوْكُمْ عَلىَ السَّلاَمِ وَالتَّأْمِيْنِ أخرجه البخاري في الأدب المفرد وأحمد بمعناه ابن ماجة وقال البوصيري هذا إسناد صحيح، وإسحاق بن راهوية في مسنده قال الأمير الصنعاني قد صححه جماعة، وقال الحافظ ابن حجر صححه ابن خزيمة وأقره.

“Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Orang-orang Yahudi tidak hasud kepada kalian melebihi hasud mereka pada ucapan salam dan amin.” (HR. al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad [988], Ahmad 6/134, Ibnu Majah [856], dan Ibnu Rahawaih dalam al-Musnad [1122]. Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah, al-Hafizh Ibnu Hajar, al-Hafizh al-Bushiri dan lain-lain. Lihat al-Amir al-Shan’ani, al-Tanwir Sayrh al-Jami’ al-Shaghir, 9/385).

Hadits di atas menganjurkan kita memperbanyak ucapan salam dan amin. Tentu saja ucapan salam kepada orang lain. Demikian pula memperbanyak ucapan amin, baik untuk doa kita sendiri, maupun doa orang lain. Hadits ini juga menjadi dalil, bahwa ajaran Syiah sangat dekat dengan Yahudi, karena sama-sama melarang membaca amin.

Dari paparan di atas, jelas sekali bahwa doa bersama, dengan dipimpin oleh seorang imam memang ajaran Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

WAHABI: “Bagaimana tanggapan Anda terhadap fatwa Imam Ahmad bin Hanbal radhiyallahu ‘anhu berikut ini:

Imam Ahmad bin Hanbal pernah ditanya:

يكره أن يجتمع القوم يدعون الله سبحانه وتعالى ويرفعون أيديهم؟

“Apakah diperbolehkan sekelompok orang berkumpul, berdoa kepada Allah subhanahu wa ta’ala, dengan mengangkat tangan?”

Maka beliau mengatakan:

ما أكرهه للإخوان إذا لم يجتمعوا على عمد، إلا أن يكثروا

“Aku tidak melarangnya jika mereka tidak berkumpul dengan sengaja, kecuali kalau terlalu sering.” (Diriwayatkan oleh Al-Marwazy di dalam Masail Imam Ahmad bin Hambal wa Ishaq bin Rahuyah 9/4879)

SUNNI: “Semoga Allah meridhai dan merahmati Sayyidina al-Imam Ahmad bin Hanbal. Semoga Allah mengalirkan berkah beliau dan ilmunya kepada kami. Fatwa Imam Ahmad bin Hanbal, tidak diikuti oleh mayoritas ulama. Dalam fatwa di atas, Imam Ahmad tidak suka orang-orang melakukan doa bersama dan dzikir bersama apabila dilakukan dengan sengaja dan terlalu sering.”

WAHABI: “Mengapa mayoritas ulama tidak mengikuti fatwa Imam Ahmad bin Hanbal? Bukankah beliau ulama salaf yang diakui kehebatannya dalam ilmu dan amal?”

SUNNI: “Mayoritas ulama menghargai fatwa beliau, tetapi tidak mengikutinya, karena dalil-dalil Sunnah sangat kuat menganjurkan doa bersama dan dzikir bersama. Sebagaimana dimaklumi, Imam Ahmad dalam fatwanya tidak menjelaskan dalilnya, dan para ulama Wahabi juga tidak pernah menjelaskan dalil beliau.”

WAHABI: “Mana dalilnya? Jangan-jangan dalilnya hanya sedikit.”

SUNNI: “Akhi, dalil itu, selama metode istinbath nya shahih, meskipun hanya ada satu dalil, itu sudah dibenarkan dalam kacamata agama. Apalagi dalilnya banyak. Selain dalil-dalil di atas, yang menganjurkan doa bersama, banyak sekali hadits-hadits yang menganjurkan doa bersama dan dzikir bersama. Misalnya hadits berikut ini:

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إِنَّ للهِ مَلائِكَةً يَطُوفُونَ فِي الطُّرُقِ يَلْتَمِسُونَ أَهْلَ الذِّكْرِ فَإِذَا وَجَدُوا قَوْمًا يَذْكُرُونَ اللهَ تَنَادَوْا هَلُمُّوا إِلَى حَاجَتِكُمْ قَالَ فَيَحُفُّونَهُمْ بِأَجْنِحَتِهِمْ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا قَالَ فَيَسْأَلُهُمْ رَبُّهُمْ وَهُوَ أَعْلَمُ مِنْهُمْ مَا يَقُولُ عِبَادِي قَالُوا يَقُولُونَ يُسَبِّحُونَكَ وَيُكَبِّرُونَكَ وَيَحْمَدُونَكَ وَيُمَجِّدُونَكَ قَالَ فَيَقُولُ هَلْ رَأَوْنِي قَالَ فَيَقُولُونَ لَا وَاللهِ مَا رَأَوْكَ قَالَ فَيَقُولُ وَكَيْفَ لَوْ رَأَوْنِي قَالَ يَقُولُونَ لَوْ رَأَوْكَ كَانُوا أَشَدَّ لَكَ عِبَادَةً وَأَشَدَّ لَكَ تَمْجِيدًا وَتَحْمِيدًا وَأَكْثَرَ لَكَ تَسْبِيحًا قَالَ يَقُولُ فَمَا يَسْأَلُونِي قَالَ يَسْأَلُونَكَ الْجَنَّةَ قَالَ يَقُولُ وَهَلْ رَأَوْهَا قَالَ يَقُولُونَ لَا وَاللهِ يَا رَبِّ مَا رَأَوْهَا قَالَ يَقُولُ فَكَيْفَ لَوْ أَنَّهُمْ رَأَوْهَا قَالَ يَقُولُونَ لَوْ أَنَّهُمْ رَأَوْهَا كَانُوا أَشَدَّ عَلَيْهَا حِرْصًا وَأَشَدَّ لَهَا طَلَبًا وَأَعْظَمَ فِيهَا رَغْبَةً قَالَ فَمِمَّ يَتَعَوَّذُونَ قَالَ يَقُولُونَ مِنْ النَّارِ قَالَ يَقُولُ وَهَلْ رَأَوْهَا قَالَ يَقُولُونَ لَا وَاللهِ يَا رَبِّ مَا رَأَوْهَا قَالَ يَقُولُ فَكَيْفَ لَوْ رَأَوْهَا قَالَ يَقُولُونَ لَوْ رَأَوْهَا كَانُوا أَشَدَّ مِنْهَا فِرَارًا وَأَشَدَّ لَهَا مَخَافَةً قَالَ فَيَقُولُ فَأُشْهِدُكُمْ أَنِّي قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ قَالَ يَقُولُ مَلَكٌ مِنْ الْمَلَائِكَةِ فِيهِمْ فُلَانٌ لَيْسَ مِنْهُمْ إِنَّمَا جَاءَ لِحَاجَةٍ قَالَ هُمْ الْجُلَسَاءُ لا يَشْقَى بِهِمْ جَلِيسُهُمْ رواه البخاري ومسلم

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah memiliki banyak malaikat yang selalu mengadakan perjalanan, mereka senantiasa mencari orang-orang yang berdzikir. Apabila mereka mendapati satu kaum sedang berdzikir kepada Allah, maka mereka akan saling berseru: “Mintalah hajat kalian.” Beliau melanjutkan: “Lalu para malaikat itu mengelilingi dengan sayap-sayapnya hingga memenuhi jarak antara mereka dengan langit dunia.” Beliau melanjutkan: “Lalu Tuhan mereka menanyakan mereka padahal Dia lebih mengetahui dari pada mereka: “Apa yang dikatakan oleh hamba-hamba-Ku?” Para malaikat itu menjawab: “Mereka mensucikan, membesarkan, memuji dan mengagungkan-Mu.” Allah bertanya lagi: “Apakah mereka pernah melihat-Ku?” Para malaikat itu menjawab: “Demi Allah, mereka tidak pernah melihat-Mu.” Allah bertanya lagi: “Bagaimana seandainya mereka pernah melihat-Ku?” Para malaikat itu menjawab: “Seandainya mereka pernah melihat-Mu, tentu mereka akan lebih bersungguh-sungguh beribadah, mengagungkan dan semakin banyak mensucikan-Mu.” Allah bertanya lagi: “Apa yang mereka minta kepada-Ku?” Para malaikat itu menjawab: “Mereka memohon surga-Mu.” Allah bertanya lagi: “Apakah mereka sudah pernah melihat surga-Ku?” Para malaikat itu menjawab: “Belum wahai Tuhan kami.” Allah bertanya lagi: “Bagaimana jika mereka telah melihat surga-Ku?” Para malaikat itu menjawab: “Tentu mereka akan lebih bersungguh-sungguh memohon dan menginginkannya.” Allah bertanya lagi: “Dari apakah mereka memohon perlindungan-Ku?” Para malaikat itu menjawab: “Dari neraka-Mu.” Allah bertanya lagi: “Apakah mereka sudah pernah melihat neraka-Ku?” Para malaikat itu menjawab: “Demi Allah, mereka belum pernah melihat neraka-Mu.” Allah bertanya lagi: “Bagaimana seandainya mereka pernah melihat neraka-Ku?” Para malaikat itu itu menjawab: “Tentu mereka akan semakin lari dan takut pada neraka itu.” Beliau melanjutkan: “Kemudian Allah berfirman: “Saksikanlah oleh kalian, bahwa Aku sudah mengampuni mereka.” Beliau melanjutkan lagi, “Lalu sebagian malaikat itu berkata: “Wahai Tuhan kami! Di antara mereka terdapat si Fulan, ia bukanlah termasuk orang-orang yang berdzikir, hanya saja ia kebetulan datang karena ada keperluan (duduk bersama mereka).” Lalu Allah menjawab: “Mereka adalah kaum yang tidak akan sengsara orang yang ikut duduk bersama mereka.” (HR. al-Bukhari [6408] dan Muslim [4854]).

Hadits di atas jelas memberikan pelajaran tentang keutamaan majlis dzikir. Kita dianjurkan memperbanyak majlis dzikir. Kemudian di bagian akhir hadits tersebut dijelaskan, tentang keutamaan orang yang tidak sengaja datang kepada mereka, lalu diampuni, padahal tidak bermaksud menjadi peserta majlis dzikir. Nah, apabila orang yang tidak sengaja datang, begitu besar pahalanya, apalagi orang yang sengaja datang, tentu lebih besar pahalanya. Bukankah begitu akhi? (Lihat, al-Hafizh Ibnu Hajar, Fath al-Bari, juz 11 hal. 213).

WAHABI: “Tapi kalau dalam dzikir, membaca dzikiran dengan satu suara itu kan tidak ada dalilnya? Berarti kan bid’ah dholalah dan masuk neraka.”

SUNNI: “Akhi, sebaiknya Anda jangan mudah berburuk sangka kepada umat Islam yang rajin beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Apalagi ibadah mereka telah dituntun oleh para ulama sejak awal-awal Islam masuk ke Indonesia. Mereka ulama yang sangat alim ilmunya akhi. Tidak bisa dibandingkan dengan kita-kita yang hanya tahu sedikit sekali ilmu agama. Coba perhatikan hadits ini:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَأَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ يَذْكُرُونَ اللهَ إِلاَّ حَفَّتْهُمْ الْمَلائِكَةُ وَتَغَشَّتْهُمْ الرَّحْمَةُ وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمْ السَّكِينَةُ وَذَكَرَهُمْ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ. رواه أحمد وعبد بن حميد وعبد الرزاق وابن أبي شيبة والطبراني.

Dari Abu Hurairah dan Abu Sa’id al-Khudri, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah berkumpul suatu kaum, mereka berdzikir kepada Allah, melainkan para malaikat mengelilingi mereka, rahmat Allah menaungi mereka, ketenangan dari Allah turun kepada mereka dan Allah menyebutkan mereka di antara orang-orang yang bersama-Nya.” (HR. Ahmad [11892], Abd bin Humaid [861], Abdurrazzaq [20577], dan al-Thabarani dalam al-Ausath [1500]).

Hadits di atas, memberikan pelajaran tentang keutamaan dzikir berjamaah atau dzikir bersama.

WAHABI: “Ya walaupun dzikir bersama, tapi bacaannya kan tidak perlu seragam seperti paduan suara akhi.”

SUNNI: “Akhi, Anda mengerti makna berjamaah? Seandainya ada seratus orang berkumpul di Masjid, tapi shalatnya dilakukan sendiri-sendiri, apakah dinamakan shalat berjamaah? Tentu tidak kan? Nah, dzikir berjamaah itu juga demikian, mereka sama-sama membaca, baik membaca sendiri-sendiri atau dengan satu suara seperti paduan suara. Hal ini juga dipertegas dengan hadits lain tentang membaca satu suara:

عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ قَالَ إِنَّا لَعِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه ووسلم إِذْ قَالَ هَلْ فِيْكُمْ غَرِيْبٌ يَعْنِيْ أَهْلَ الْكِتَابِ قُلْنَا لاَ يَا رَسُوْلَ اللهِ فَأَمَرَ بِغَلْقِ الْبَابِ فَقَالَ ارْفَعُوْا أَيْدِيَكُمْ فَقُوْلُوْا لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ فَرَفَعْنَا أَيْدِيَنَا سَاعَةً ثُمَّ وَضَعَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه ووسلم يَدَهُ ثُمَّ قَالَ الْحَمْدُ للهِ اللّهُمَّ إِنَّكَ بَعَثْتَنِيْ بِهَذِهِ الْكَلِمَةِ وَأَمَرْتَنِيْ بِهَا وَوَعَدْتَنِيْ عَلَيْهَا الْجَنَّةَ إِنَّكَ لاَ تُخْلِفُ الْمِيْعَادَ ثُمَّ قَالَ أَبْشِرُوْا فَإِنَّ اللهَ قَدْ غَفَرَ لَكُمْ. (رواه أحمد والحاكم والطبراني والبزار وحسنه الحافظ المنذري).

“Syaddad bin Aus berkata, “Kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tiba-tiba beliau berkata, “Apakah di antara kalian ada orang asing (ahli kitab)?” Kami menjawab, “tidak ada wahai Rasulullah.” Lalu beliau memerintahkan agar mengunci pintu dan berkata, “Angkatlah tangan kalian, lalu katakan Laa ilaaha illallaah!” Kami mengangkat tangan beberapa saat, kemudian Rasulullah meletakkan tangannya. Lalu bersabda, “Alhamdulillah. Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengutusku membawa kalimat tauhid ini, Engkau memerintahkannya kepadaku dan menjanjikanku surga karenanya, sesungguhnya Engkau tidak akan menyalahi janji.” Kemudian beliau bersabda, “Bergembiralah, sesungguhnya Allah telah mengampuni kalian.” (HR. Ahmad [17121], al-Hakim 1/501, al-Thabarani dalam Musnad al-Syamiyyin [921], dan al-Bazzar. Hadits ini dihasankan oleh al-Hafizh al-Mundziri dalam al-Targhib wa al-Tarhib 2/415).

Perhatikan, dalam hadits di atas, para sahabat membaca kalimah thoyyibah bersama-sama berdasarkan perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Wallahu a’lam. [KARTANU]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/10/dalil-dzikir-berjamaah-setelah-sholat.html

Rabu, 04 November 2015

Gus Sholah: Gejolak Pilkada DKI Kemarin, Imbas Buruk Pemutlakan Pendapat

Jakarta, KARTANU. Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng KH Sholahuddin Wahid (Gus Sholah) mengatakan, sejak dahulu umat Islam terbelah menjadi dua kelompok besar, yaitu kelompok yang mengartikan teks-teks agama secara literal dan kelompok yang memahami teks dengan menggunakan penafsiran-penafsiran.

Sejak dulu ada dua aliran besar dalam Islam, kata Gus Sholah.

Gus Sholah: Gejolak Pilkada DKI Kemarin, Imbas Buruk Pemutlakan Pendapat (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah: Gejolak Pilkada DKI Kemarin, Imbas Buruk Pemutlakan Pendapat (Sumber Gambar : Nu Online)


Gus Sholah: Gejolak Pilkada DKI Kemarin, Imbas Buruk Pemutlakan Pendapat

Hal ini disampaikan saat ia memberikan sambutan dalam acara Seminar Pemikiran Hadratus Syaikh Hasyim Asyari dengan tema Keislaman dan Keindonesiaan: Aktualisasi Pemikiran dan Perjuangan Hadratus Syaikh Hasyim Asyari di Gedung MPR RI Jakarta, Sabtu (6/5).

KARTANU

Menurutnya, kedua kelompok ini tidak perlu saling menyalahkan dan memaksakan pendapatnya karena keduanya tentu memiliki tendensinya masing-masing. Tidak perlu saling menyalahkan, ucapnya.

Salah satu contoh mutakhir perdebatan sengit kedua kelompok tersebut, jelas Gus Sholah, adalah terkait dengan penafsiran kata aulia dalam Surat Al-Maidah ayat 51 dalam konteks pemilihan kepada daerah DKI Jakarta.

Imbasnya, ada stigma negatif bagi kedua pendukung Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Mereka yang mendukung pasangan ini dianggap tidak nasionalis dan antikebhinnekaan. Sementara yang pendukung pasangan yang satunya lagi dianggap tidak Islami dan munafik.

KARTANU

Terkait hal itu, Gus Sholah mengkritik keduanya. Baginya, semua pihak harus saling menghormati dan tidak melakukan tindakan yang seperti itu.

Maka dari itu, ia mengusulkan untuk melaksanakan dialog untuk menjembatani kedua kelompok yang memiliki beda pandangan tersebut. Perlu dilakukan dialog dengan hati dan kepala yang dingin, terangnya.

Dialog tersebut, lanjut Gus Sholah, semestinya diinisiasi oleh tokoh yang bisa diterima oleh kedua belah pihak. Seperti Kiai Hasyim Muzadi kalau beliau masih hidup, tegasnya.

Di dalam dialog tersebut juga ditanyakan apa saja yang diinginkan dan yang tidak diinginkan kedua kelompok tersebut, lanjutnya. (Muchlishon Rochmat/Alhafiz K)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/77721/gus-sholah-gejolak-pilkada-dki-kemarin-imbas-buruk-pemutlakan-pendapat

KARTANU

Senin, 20 Juli 2015

Akibat Durhaka Kepada Kiai, Santri Ini Tak Punya Taji

KARTANU - Dikisahkan, belasan tahun lalu seorang santri jenius yang mondok di Rubath Tarim yang saat itu diasuh Habib Abdullah bin Umar Assyathiri. Di sana, ia dikenal sebagai santri yang sangat alim hingga mampu menghafal kitab Tuhfatul Muhtaj 4 jilid. Siapa tak kenal dia? Semua pun tahu bahwa ia sangat alim, bahkan diprediksi kelak akan menjadi ulama besar.

Akibat Durhaka Kepada Kiai, Santri Ini Tak Punya Taji - KARTANU
Akibat Durhaka Kepada Kiai, Santri Ini Tak Punya Taji - KARTANU


Akibat Durhaka Kepada Kiai, Santri Ini Tak Punya Taji

Nah, suatu hari di saat Habib Abdullah mengisi pengajian rutin di pondok, tiba tiba Sang Habib pengasuh pondok tersebut bertanya tentang santri yang sangat terkenal alim itu, "kemana si Fulan?", semua santri bingung tak bisa menjawab pertanyaan sang guru.

Ternyata santri yang alim tadi tidak ada di pondok. Ia keluar berniat mengisi pengajian di sebuah kota yang bernama Mukalla. Tapi ia keluar tanpa izin. Akhirnya, Habib Abdullah Asysyathiri yang kondang allamah (sangat alim) dan kewaliannya itu berkata, "baiklah, orangnya boleh keluar tanpa izin, tapi ilmunya tetap di sini!".

Di kota Mukalla, santri yang alim tersebut sangat dinanti-nantikan oleh para pecinta ilmu untuk mengisi pengajian di Masjid Omar Mukalla. Singkat cerita, si santri ini pun maju ke depan dan mulai membuka ceramahnya dengan salam dan muqaddimah pendek.

Subhanallah, ternyata setelah membaca amma ba'du, si alim ini tak mampu berkata sama sekali, bahkan untuk menerangkan kitab paling tipis sekelas Safinah sedikit pun tak mampu ia ingat. Sontak dia tertunduk dan menangis. Para hadirin pun heran, "ada apa ini?" Akhirnya Salah satu ulama kota Mukalla menghapirinya dan bertanya, "saudara mengapa begini? Apa yang saudara lakukan sebelumnya?"

Dia menjawab, "aku keluar tanpa izin guruku di pesantren." Dia terus menangis, dan beberapa orang menyarankan agar ia meminta maaf kepada Habib Abdullah Asysyathiri. Namun dengan sombongnya ia tidak mau meminta maaf.

Kesombongannya ini membuat semua orang menjauhinya, dan tidak ada satupun yang peduli padanya, bahkan setelah itu hidupnya sangat miskin dan terlunta lunta. Sehingga ia bisa bekerja apapun kecuali hanya dengan menjual daging ikan kering.

Dan di saat ia meninggal, dia mati dalam keadaan miskin bahkan kain kafannya pun tak mampu dibeli dan akhirnya diberi oleh seseorang. ***

"Santri yang ilmunya berkah bukanlah yang paling banyak hafalannya, yang paling bagus dalam membaca kitabnya, yang selalu juara kelas. Tapi santri yang berkah dan bermanfaat adalah yang paling hormat dan taat kepada gurunya. Dan menganggap dirinya bukan siapa-siapa di hadapan Gurunya."

Di Hari Santri ini, mudah-mudahan dapat mengingatkan kita kembali akan pentingnya mendapatkan ilmu yang berkah, bukan sekadar pintar. [KARTANU]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/10/akibat-durhaka-kepada-kiai-santri-ini-tak-punya-taji.html

Sabtu, 01 November 2014

Dishub-IPNU Jatim Deklarasi Pelajar Pelopor Tertib Lalu Lintas

Surabaya, KARTANUDinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur bersama Pengurus Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Timur melakukan deklarasi pelajar pelopor tertib lalu lintas, Rabu (25/5) di Sport Center Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya.

Kepala Dishub Jatim Wahid Wahyudi mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun dari lapangan, setiap hari di Jawa Timur terjadi sebanyak 57 kecelakaan. Faktanya dari jumlah kecelakaan tersebut didominasi oleh usia produktif yakni pemuda dan pelajar.

Dishub-IPNU Jatim Deklarasi Pelajar Pelopor Tertib Lalu Lintas (Sumber Gambar : Nu Online)
Dishub-IPNU Jatim Deklarasi Pelajar Pelopor Tertib Lalu Lintas (Sumber Gambar : Nu Online)


Dishub-IPNU Jatim Deklarasi Pelajar Pelopor Tertib Lalu Lintas

Sebanyak 81 persen dari 57 kecelakaan lalu lintas perhari itu pemuda dan pelajar. Yang mengagetkan tercatat 15 korban tewas, sehingga setahun bisa mencapai 5.475 korban tewas di jalanan, katanya ditemui usai Deklarasi Pelajar Pelopor Tertib Lalu Lintas.

Lebih lanjut, Wahid menjelaskan faktor penyebab kecelakaan didominasi faktor manusia. Bahkan angkanya mencapai sebanyak 96 persen. Menurutnya, kecelakaan yang jumlahnya cukup banyak diawali oleh pelanggaran kecepatan, rambu lalu lintas dan sebab lain. Maka melalui deklarasi ini kita harapkan IPNU Jatim dapat menjadi mitra untuk mengampanyekan tertib lalu lintas. Artinya, muncul kesadaran dari dalam diri agar berkendara dengan baik, terangnya.

KARTANU

Menurutnya, peran pendidikan memiliki posisi strategis dalam mencetak generasi cerdas dan melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkarakter. Dia optimis apabila para pemuda dan pelajar dapat menyalurkan potensi dengan baik maka bukan sesuatu yang sulit mewujudkan Jawa Timur yang sejahtera dan makmur.

KARTANU

Ketua PW IPNU Jatim, Haikal Atiq Zamzami mengatakan pihaknya telah menyiapkan konsep sosialisasi dan gerakan bersama untuk mengampanyekan tertib lalu lintas. Dalam waktu dekat, IPNU Jatim akan masuk ke sekolah-sekolah untuk memberi pemahaman bahwa berkendara di jalan raya tidak hanya persoalan keselamatan pribadi namun juga orang lain.

Memang sepertinya sepele, tapi faktanya angka kecelakaan itu membuat kita prihatin. IPNU Jatim memiliki inisiatif melakukan kerjasama pelajar pelopor tertib lalu lintas sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan kepedulian, tandas Haikal.

Selain dialog publik, acara lain yang turut meramaikan yakni photography contest dan video selfie pendidikan. Hadir Pula dalam kesempatan ini Rektor UIN Sunan Ampel Prof Abd Ala, Guru Besar Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Prof Murtadlo, Mantan anggota DPR RI dan Guru Besar UIN Sunan Ampel, Prof Ali Maschan Moesa, Pakar Pendidikan, Prof Zainuddin Maliki dan sebagai moderator, Dosen Ilmu Komunikasi Unair, Suko Widodo. (Red: Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/68507/dishub-ipnu-jatim-deklarasi-pelajar-pelopor-tertib-lalu-lintas

KARTANU

Selasa, 06 November 2012

Ini Khutbah Menakjubkan, Berbahasa Arab Tanpa Huruf Alif Satupun

KARTANU - Khutbah ini dinamakan khotbah muniqah (menakjubkan), yang telah diriwayatkan dari Kalbi, dari Abu Saleh, dari Babuwaih atau juga dengan silsilah sanadnya dari Sayyidina Ridha as. Biasanya, dalam khotbah, huruf alif banyak dipakai. Tapi dengan secara mengejutkan Sayyidina Ali as melontarkan khotbahnya dengan 'tanpa huruf alif''. Dalam al-Misbah, Kafa'mi meriwayatkan sebagai berikut,

Ini Khutbah Menakjubkan, Berbahasa Arab Tanpa Huruf Alif Satupun - KARTANU
Ini Khutbah Menakjubkan, Berbahasa Arab Tanpa Huruf Alif Satupun - KARTANU


Ini Khutbah Menakjubkan, Berbahasa Arab Tanpa Huruf Alif Satupun

"Suatu hari, Rasulullah saw sedang duduk berkumpul dengan sahabat-sahabatnya,mereka membicarkan tentang huruf-huruf yang sangat sering dan biasa dipergunakan dalam percakapan sehari-hari. Di tengah-tengah pertemuan itu, Ali as tampak sedang berfikir keras dan secara tiba-tiba mulai melontarkan khotbahnya yang kosong dari huruf alif dengan fasih, yang kemudian dikenal dengan khotbah 'muniqah'. Berikut khutbahnya:

حمدت وعظمت من عظمت منته , وسبغت نعمته , وسبقت غضبه رحمته , وتمت كلمته , ونفذت مشيئته , وبلغت قضيته . حمدته حمد مقر بتوحيده , ومؤمن من ربه مغفرة تنجيه , يوم يشغل عن فصيلته وبنيه . ونستعينه ونسترشده ونشهد به , ونؤمن به , ونتوكل عليه , ونشهد له تشهد مخلص موقن , وتفريد ممتن , ونوحده توحيد عبد مذعن , ليس له شريك في ملكه , ولم يكن له ولي في صنعه , جل عن وزير ومشير , وعون ومعين ونظير , علم فستر , ونظر فجبر , وملك فقهر , وعصي فغفر, وحكم فعدل , لم يزل ولم يزول , ليس كمثله شئ , وهو قبل كل شئ , وبعد كل شئ , رب متفرد بعزته , متمكن بقوته , متقدس بعلوه , متكبر بسموه , ليس يدركه بصر , وليس يحيطه نظر , قوي منيع , رؤوف رحيم , عجز عن وصفه من يصفه , وصل به من نعمته من يعرفه , قرب فبعد , وبعد فقرب , مجيب دعوة من يدعوه , ويرزقه ويحبوه , ذو لطف خفي , وبطش قوي , ورحمته موسعه , وعقوبته موجعة , رحمته جنة عريضة مونقة , وعقوبته جحيم ممدودة موثقة . وشهدت ببعث محمد عبده ورسوله , وصفيه ونبيه وحبيبه وخليله , صلة تحظيه , وتزلفه وتعليه , وتقربه وتدنيه , بعثه في خير عصر , وحين فترة كفر, رحمة لعبيده , ومنة لمزيده , ختم به نبوته , ووضح به حجته فوعظ ونصح , وبلغ وكدح , رؤوف بكل مؤمن رحيم , رضي ولي زكي عليه رحمة وتسليم , وبركة وتكريم , من رب رؤوف رحيم , قريب مجيب . موصيكم جميع من حضر , بوصية ربكم , ومذكركم بسنة نبيكم , فعليكم برهبة تسكن قلوبكم ,وخشية تذرف دموعكم وتنجيكم , قبل يوم تذهلكم وتبلدكم , يوم يفوز فيه من ثقل وزن حسنته , وخف وزن سيئته , وليكن سؤلكم سؤل ذلة وخضوع , وشكر وخشوع , وتوبة ونزوع , وندم ورجوع , وليغتنم كل مغتنم منكم صحته قبل سقمه , وشبيبته قبل هرمه فكبره ومرضه , وسعته وفرغته قبل شغله وثروته قبل فقره , وحضره قبل سفره , من قبل يكبر ويهرم ويمرض ويسقم ويمله طبيبه ويعرض عنه حبيبه , وينقطع عمره ويتغير عقله . قبل قولهم هو معلوم , وجسمه مكهول , وقبل وجوده في نزع شديد , وحضور كل قريب وبعيد , وقلب شخوص بصره , وطموح نظره , ورشح جبينه , وخطف عرينه , وسكون حنينه , وحديث نفسه , وحفر رمسه , وبكي عرسه , ويتم منه ولده , وتفرق عنه عدوه وصديقه , وقسم جمعه , وذهب بصره وسمعه , ولقي ومدد , ووجه وجرد , وعري وغسل , وجفف وسجى , وبسط له وهيئ , ونشر عليه كفنه , وشد منه ذقنه , وقبض وودع وسلم عليه , وحمل فوق سريره وصلي عليه , ونقل من دور مزخرفة وقصور مشيدة , وحجر متحدة , فجعل في طريح ملحود , ضيق موصود , بلبن منضود , مسعف بجلمود , وهيل عليه عفره , وحشي عليه مدره , وتخفق صدره , ونسي خبره , ورجع عنه وليه وصفيه ونديمه ونسيبه , وتبدل به قريبه وحبيبه , فهو حشو قبر , ورهين قفر , يسعى في جسمه دود قبره , ويسيل صديده على صدره ونحره , يسحق تربه لحمه , وينشف دمه ويرم عظمه , حتى يوم محشرة ونشره , فينشر من قبره وينفخ في صوره , ويدعى لحشره ونشوره , فتلم بعزه قبور , وتحصل سريرة صدور , وجئ بكل صديق , وشهيد ونطيق , وقعد للفصل قدير , بعبده خبير بصير , فكم من زفرة تعنيه , وحسرة تقصيه في موقف مهيل ومشهد جليل بين يدي ملك عظيم بكل صغيرة وكبيرة عليم , حينئذ يجمعه عرفه ومصيره , قلعة عبرته غير مرحومة , وصرخته غير مسموعة , وحجته غير مقبولة , تنشر صحيفته , وتبين جريرته , حين نطر في سور عمله , وشهدت عينه بنظره , ويده ببطشه , ورجله بخطوه , وفرجه بلمسه , وجلده بمسه , وشهد منكر ونكير , وكشف له من حيث يصير , وغلل ملكه يده , وسيق وسحب وحده , فورد جهنم بكرب وشده , فظل يعذب في جحيم , ويسقى شربة من حميم , يشوى وجهه , ويسلخ جلده , ويضربه زبينه بمقمعة من حديد , يعود جلده بعد نضجه وهو جلد جديد , يستغيث فيعرض عنه خزنة جهنم , ويستصرخ فلم يجده ندم , ولم ينفعه حينئذ ندمه . نعوذ برب قدير من شر كل مضير , ونطلب منه عفو من رضي عنه , ومغفرة من قبل منه , فهو ولي سؤلي , ومنجح طلبتي , فمن زحزح عن تعذيب ربه , جعل في جنة قربه , خلد في قصور مشيده , وملك حور عين وعده , وطيف عليه بكؤوس , وسكن في جنة فردوس , وتقلب في نعيم , وسقي من تسنيم , وشرب من عين سلسبيل قد مزج بزنجبيل , ختم بمسك , مستديم للملك , مستشعر بسرور , يشرب من خمور , في روض مغدق , ليس يبرق , فهذه منزلة من خشي ربه , وحذر ذنبه ونفسه , قوله قول فصل , وحكمه حكم عدل , قص قصص , ووعظ نص , بتنزيل من حكيم حميد , نزل به روح قدس متين , مبين من عند رب كريم , على نبي مهدي رحمة للمؤمنين , وسيد حلت عليه سفره ,مكرمون برره , وعذت برب عليم حكيم , قدير رحيم , من شر عدو ولعين رجيم , يتضرع متضرع كل .منكم , ويبتهل مبتهلكم , ويستغفر رب كل مذنوب لي ولكم

Artinya:

"Aku mengucapkan rasa syukur kepada-Nya atas anugrah berbagai kenikmatan. Rahmat-Nya meliputi segala sesuatu, kalimat-Nya yang telah sempurna, keinginan-Nya yang berpengaruh, hujjah-Nya yang sempurna dan hikmah-Nya yang adil. Aku mengucapkan rasa syukur kepada-Nya atas umat yang telah menetapkan Dia sebagai Pengatur alam, yang tunduk dengan penghambaan kepada-Nya, meminta ampun dosa-dosanya, menetapkan ketauhidan dan keesaan-Nya , berlindung kepada-Nya atas balasan dosa dan mengharapkan pengampunan dari-Nya. Mengharapkan bahwa Dia akan memberikan keselamatan di hari kesulitan yang memisahkan mereka, meminta dari-Nya pertolongan dan kepada-Nya kita beriman dan bertawakal.

Aku bersaksi kepadanya dengan kesaksian hamba yang ikhlas dan yakin dan mengenal keesaan-Nya, seperti halnya seorang mukmin yang teguh imannya dan mempercayai keesaan-Nya. Aku mengenal keesaan-Nya seorang hamba yang tidak menyekutukan-Nya, kepemilikan dan kekuasaan-Nya. Tidak ada wakil dalam ciptaan-Nya. Lebih besar bagi-Nya untuk mengambil seorang untuk bermusyawarah dan wakil. Suci dari permisalan dan persamaan, bagi-Nya ilmu lahir dan batin, memberitakan sesuatu yang lahir dan batin. Pemilik dan Penguasa dikarenakan Dia akan memberikan balasan siksa orang berbuat maksiat, memberikan pahala kebaikan kepada orang yang beribadah kepada-Nya,ketika menghukum, Dia menghukum dengan keadilan-Nya, memberikan belas-kasih dan kemurahan-Nya, Dia tidak sama dengan sesuatu, Dia akan selalu ada sebelum dan sesudah segala sesuatu.

Tuhan Yang kemulian-Nya adalah Esa dan dengan kuasa-Nya adalah Penguasa. Dengan kemampuan dan kekuatan-Nya menutupi segala keaiban. Yang Maha besar. Tidak ada satu makhluk pun yang dapat melihat-Nya, tidaklah ada sesuatu yang melampaui pandangan-Nya, keekuatan-Nya. Pengasih, Kemampuan dan Alim. Lemah dalam penyifatan atas diri-Nya atas orang yang menyifati-Nya dan menyimpang dari penyifatan atas diri-Nya bagi seseorang yang telah mencapai makrifat-Nya. Pada kejauhan-Nya, Dia dekat pada kedekatan-Nya Dia jauh. Setiap orang yang memohon kepada-Nya maka Dia akan mengabulkan, memberikan rezeki kepadanya, mengasihinya sebagai Pemilik kasih-sayang yang tersembunyi dan siksaan yang pedih. Rahmat-Nya yang luas dan azab-Nya yang pedih. Sebuah rahmat yang seperti halnya suatu surga yang luas dan menakjubkan dan suatu siksa yang merupakan ganjarannya adalah neraka yang memiliki berbagai tingkatan yang memcelakakan.

Aku bersaksi atas pengangkatan Muhammad sebagai hamba dan Rasul-Nya, Nabi-Nya, yang terpilih dan kekasih serta utusan-Nya, yang terbaik di zamannya. Dikarenakan pada masa sebelumnya, tidaklah diutus nabi yang meliputu seluruh alam. Nabi inilah merupakan sebuah rahmat bagi hamba-Nya dan Allah menambahkan anugrah(taufik-Nya) kepada mereka. Kenabian berakhir dengannya dan hujjah-Nya kokoh dengan diutusnya beliau saw.

Adapun dia adalah seorang nabi dengan berbagai kesulitan memberikan peringatan, nasihat dan tablignya untuk setiap Mukmin yang memiliki kasih-sayang, belas kasih, penuh cinta, dan murah hati sehingga mereka akan menerima ajakannya. Rahmat, keselamatan, keberkahan, keagungan dan kasih-sayang Allah yang memberikan pengampunan dan mengabulkan permohonan hamba-Nya.

Aku memberikan nasihat kepada kalian, agar menjaga kesucian jiwa terhadap perkara-perkara yang dilarang Allah, mengikuti ajakan para nabi yang diutus-Nya. Dan saya ingatkan pada kalian, "Sebuah ketakutan yang akan menambah ketenangan jiwa anda dan yang mengalirkan air mata kalian. Ketakwaan yang akan menyelamatkan kalian di hari yang akan melupakan dan menjadi musibah bagi kalian. Adalah suatu hati yang akan memperoleh kemenangan yang besar atas timbangan yang berat karena kebaikannya dan timbangan yang ringan atas kejelekannya. Harus bagi kalian memohon kepada Tuhan kalian dengan kehinaan, ketundukan, dan kekhusyukan. Seperti halnya orang yang bertaubat dan menghalau segala dosanya dan setelah itu tela merasa optimis.

Oleh karena itu, setiap anugrah nikmat kepada kalian kesehatan merupakan anugrah-Nya, keselamatan sebelum mengalami sakit, mudanya sebelum masa tuanya dan keluasan rezeki sebelum kefakirannya. Ketenangan atau kedamaian kalian sebelum masa kesulitan kalian. Kesempatan kalian sebelum hilang masa kesempatan ini. Keselamatan atau kesehatan diri kalian sebelum masa uzur , sakit dan lemah. Kesehatannya, sebelum dokter tidak mampu mengobatinya, teman-temannya yang akan meninggalkannya, terputus umurnya, berubah akalya. Orang-orang di sekitarnya mengatakan, "Tidak dapat lagi untuk bergerak, tubuhnya kurus dan merasa sangat sakit pada badannya".

Dalam keadaan ini, setiap kerabat jauh dan dekat akan hadir di samping tempat tidurnya. Namun, keadaan matanya tidak mampu berkedip dan keringatnya mengalir di keningnya, detak jantungnya berhenti dan sekujur tubuhnya merasa sakit sedang istrinya menangisinya. Mereka mempersiapka penggalian kuburnya, anak-anaknya menjadi yatim,orang-orang dekatnya akan meninggalkannya, hartanya akan dibagikan. Padahal penglihatannya, pendengarannya telah hilang dan kain kafannya telah disiapkan, tangan dan kakinya ditarik, menghadap kiblat, pakaiannya akan dilepas dan dia akan telanjang, tubuhnya yang telah dimandikan akan dikeringkan. Ketika itu, tempat (kuburan) telah dipersiapkan dan kafannya akan dibuka. Dagunya akan tertutup dengan kain (kafan) yang dipakainya, diletakka lilitan sal (imamah) di kepalanya, yang terakhir kain kafan akan dililitkan pada tubuhnya, kalimat perpisahan darinya, diletakkan dalam peti, dishalatkan, dibangun kuburannya dan istana yang kokoh dan bertingkat dipindahkan ke pekuburannya, yang berada di lubang bumi, suatu tempat yang sempit dan pengap, yang ditutupi oleh tanah dan pasir diletakkan berbatuan di atasnya. Sesuatu yang menyebabkan dirinya merasa takut, akan segera datang.

Teman-temannya, orang-orang yang berduka cita dengan kepergiannya dan para kerabatnya serta para penolongnya telah meninggalkannya. Istrinya yang telah ditinggalkannya akan memilih pasangan lain. Di dunia, dia telah memiliki teman dekatnya, memulai lagi kehidupan tanpa orang lain disampingnya dan hidup di alam kubur dengan kesendirian yang sengsara.

Panasnya bumi menyerang tubuhnya. Hidung, mulutnya, kotoran dan darahnya akan keluar. Pakaian dan daging tubuhnya akan membusuk, darahnya akan menghilang, jasadnya mongering dan tulang-tulangnya akan keropos.

Dalam keadaan ini mereka akan menetap, hingga di hari kebangkitan akan kembali dari tempat pemakaman mereka, suatu hari ditiupkan kembali arwah mereka untuk dibangkitkan. Suatu hari kuburan mereka akan terbuka, rahasia di hati-hati mereka akan dimunculkan. Suatu hari setiap nabi akan hadir memberikan kesaksian secara benar, berbicara, kuasa terhadap hukum, menghakimi perbuatan dan perilaku para hamba yang melihat dan buta atas nama Maha Penguasa Hukum (Tuhan).

Maka, bagaimana pun akan muncul rintihan-rintihan hati yang tergores dan keinginan-keinginan yang suram dikarenakan mereka terjaga di tempat yang penuh dengan kesengsaraan yang besar, di hadapan Sang Penguasa Yang Pemurah, Yang mengetahui segala sesuatu yang kecil dan besar, yang ketika itu, kerungat akan mengalir, kegoncangan yang dahsyat akan terjadi, mata-mata akan menangis. Akan tetapi, tak seorang pun akan megasihani dan tidak menjawab seruannya, hujahnya tidak diterima dan dibukakan catatan amal buruknya serta akan ditampakkan segala bentuk penyelewengannya.

Ketika itu, segala anggota tubuhnya akan bersaksi dan mengkhabarkan perbuatan buruknya. Matanya akan memberikan kesaksian terhadap apa yang telah dilihatnya. Tangan akan memberikan kesaksian atas apa yang telah diberikannya, kaki akan memberikan kesaksian atas langkahnya, kulit akan memberikan kesaksian atas apa yang telah disentuhnya, alat kelamin akan memberikan kesksian atas apa yang telah dirasakannya, malaikat Munkar dan Nakir akan mengancamnya yang menjadikannya rasa takut dan segala kejelekan perangainya akan tampak.

Hingga tali rantai akan dililitkan di lehernya, tangan-tangannya dalam keadaan belenggu, dia pun diseret dan dimasukkan ke dalam neraka, api neraka pun akan membakarnya, dia merasakan lahar yang panas dan membakarnya, kulit badannya detelah terbakar akan menjadi kulit yang lain. Meminta pertolongan, namun penjaga jahannam tidak menjawabnya. Apa pun yang dia teriakkan maka tak seorang pun dapat mendengarnya yang menyebabkan dirinya akan mengalami penyesalan, kami berlindung dengan nama Tuhan yang berkuasa atas segala kejelekkan yang telah dilakukan dan meminta maaf kepada seseorang dan menginginkan keridhaannya serta meminta ampun dari sisi-Nya sebagai Sang Pemilik nikmat, keinginan-keinginan dan Yang memenuhi segala kebutuhan.

Maka sesorang yang selamat dari azab Ilahi, dia mendapatkan kedudukan kedekatan (di sisi-Nya), dia akan tinggal di dalam surga dan menempati istana yang kokoh lagi kekal. Juga terdapat para bidadari sebagai pelayan surga, menyiapkan cangkir-cangkir minuman untuknya dan menempati Firdaus yang tinggi, bersenang-senang dalam kenikmatan dan meminum air penghilang dahaga yang bercampur dengan wewangian. Nikmat-nikmat selalu menyertainya dan hidup dalam kebahagiaan. Menikmati minuman-minuman di taman-taman surga yang terang dan penuh cahaya dan air selalu mengalir di taman-taman tersebut. Minuman yang menghilangkan rasa sakit yang tidak memabukkan. Kedudukan ini diperoleh oleh hamba-hamba-Nya yang takut pada Allah dan menjaga kesucian jiwanya.

Balasan terhadap orang-orang yang berbuat maksiat dan mudah baginya untuk berbuat maksiat. Baginya perkataan yang jelas dan hokum yang adil, paling bagusnya kisah-kisah yang telah dinukil dan paling indahnya nasihat-nasihat yang telah disarankan kepadanya, telah diturunkan kepadanya hokum terpuji dan Jibril membawa petunjuk kepada Nabi saw, yang menurunkan pemilik kekuasaan dan kedudukan. Seorang utusan diperintahkan untuk menyampaikan ucapan selamat kita kepada beliau saw.

Aku berlindung kepada Allah Yang Pengasih dari setiap kejelekkan yang telah ditunggangi orang-orang yang menyesatkan, maka sudah seharusnyalah kita tunduk seperti orang-orang yang tunduk dan menangis seperti orang-orang yang menangis.

Pada akhirnya, aku dan anda sekalian meminta pengampunan dari Tuhan Pemberi Petunjuk dan hidayah bagi hamba-Nya.” [KARTANU] 

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/ini-khutbah-menakjubkan-berbahasa-arab-tanpa-huruf-alif-satupun.html

Kamis, 05 Juli 2012

Ini yang Terjadi Jika Setiap Cabang NU Punya Minimarket

KARTANU - NU adalah jam'iyyah yang punya jamaah paling banyak di negeri ini dan juga mungkin di dunia. Kalau seius mau bergerak di bidang ekonomi, NU akan menjadi kekuatan besar dan bermanfaat bagi jamaahnya. Umpama NU menggerakkan bisnis jejaring dengan membuka mini market di setiap cabang dan MWC, maka hasilnya akan luar biasa.

Di Jawa, mulai dari Banten sampe Jatim, jumlah kabupaten dan kota ada 119. Jumlah kecamatan ada 2116. Maka kalau setiap kabupaten dan kota serta kecamatan memiliki pengurus cabang dan kecamatan jumlah keseluruhan di pulau Jawa ini akan ada 2235 kepengurusan. Jika masing-maasing PC dan MWC punya satu saja mini market, NU akan memiliki gerai sejumlah 2235 buah.

Kalau setiap mini market dalam sehari mengumpulkan uang kembalian dari pembeli yang tidak diambil karena nilainya hanya 100 perak atau 200 perak, dengan hitungan transaksi perharinya pada satu minimarket Rp. 10.000, maka setiap hari akan terkumpul uang Rp. 22.350.000. Hitungan pukul rata itu jika dikalikan sebulan ketemu angka Rp. 670.500.000. Setahun jumlahnya bisa mencapai Rp. 8.046.000.000. Dahsyat.

Ini yang Terjadi Jika Setiap Cabang NU Punya Minimarket - KARTANU
Ini yang Terjadi Jika Setiap Cabang NU Punya Minimarket - KARTANU


Ini yang Terjadi Jika Setiap Cabang NU Punya Minimarket

Jelas angka itu sangat fantastis karena dikumpulkan dari uang yang sudah tidak dianggap. Rp. 100 atau Rp. 200. Jumlah itu jauh lebih besar dari sumbangan Hary Tanu ke pesantren-pesantren melalui YPP-nya.

Ini baru bergerak di satu bisnis, coba kalau NU punya banyak bisnis nasional. Maka hasilnya akan luar biasa dan orang akan berusaha menjadi anggota NU karena banyak manfaatnya. Tidak hanya manfaat akhirat, tapi juga manfaat di dunia.

KARTANU

Sekali lagi, ini hanya hayalan dan hanya berharap semoga menjadi kenyataan. Semoga yang di struktural NU tidak hanya mengurusi dan mengembangkan bisnis pribadinya saja, tapi juga mengurusi bagaimana caranya NU ini bisa menjadi organisasi yang punya manfaat besar di dunia dan akhirat.

KARTANU

Yang fakta, NU bukan ormas bisnis memang. Ia adalah ormas sosial keagamaan yang kelak memang diharapkan jadi penopang perdamaian dunia. Tapi tidak ada salahnya jika mimpi di atas jadi kenyataan. Toh semua orang sukses berawal dari mimpi dan impian besar. [KARTANU]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/ini-yang-terjadi-jika-setiap-cabang-nu-punya-minimarket.html

Senin, 16 Januari 2012

Sahabat Nabi Tidak Rayakan Maulid, Bidah Dong!

KARTANU - Umat Islam yakin seyakin-yakinnya bahwa para sahabat adalah sekelompok manusia mulia yang tidak diragukan kadar cinta mereka kepada Nabi Muhammad SAW. Pertanyaan muncul, mengapa kita saat ini melakukan Maulid Nabi, padahal sahabat tidak melakukannya. (Silakan dikorekasi jika ternyata ada riwayat sahabat merayakan maulid Nabi).

Apakah peringatan maulid yang dilakukan umat Islam saat ini bisa jadi tolak ukur cintanya kepada Nabi Muhammad? Bahkan ditanyakan juga, apakah cinta sebagian umat Islam yang ikut memeringati Maulid Nabi saat ini melebihi cinta para sahabat yang pernah hidup bersama Nabi, hanya karena umat saat ini memperingati kelahiran Nabi, sedang sahabat tidak?

Sahabat Nabi Tidak Rayakan Maulid, Bidah Dong! - KARTANU
Sahabat Nabi Tidak Rayakan Maulid, Bidah Dong! - KARTANU


Sahabat Nabi Tidak Rayakan Maulid, Bidah Dong!

Jawabannya, justru karena umat saat ini yang tak pernah berjumpa dengan Nabi itulah yang seharusnya memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan cara membaca kembali kisah hidup perjuangan beliau, sejak lahir hingga wafat.

Apakah salah kita membaca kisah hidup sang Nabi akhir zaman kekasih Allah ini? Harusnya, kita wajib membaca dan mempelajari sejarah hidup Nabi Muhamad SAW, agar tumbuh cinta dan sayang kapada Nabi.

KARTANU

Bukankah peribahasa mengatakan, tak kenal maka tak sayang? Lalu dengan cara apa lagi kita bisa mengenal Nabi jika tidak pernah membaca sejarah hidup beliau, akhi? Maka sangat patut dan harus membacanya, sebagaimana banyak ditulis oleh para ulama dalam berbagai kitab sirah dan kitab maulid seperti Simtud Duror karangan Assayyidil Habib Ali bin Muhammad Alhabsy, Barzanji, Addiba’i dan juga Qashidah Burdah karya Assyekh Abi Abdillah Muhammad Albushiry.

Kita yang tidak pernah hidup dan melihat langsung Nabi Muhammad Saw. inilah yang harus dibangkitkan cintanya. Adapun para sahabat Nabi adalah saksi yang melihat langsung bagaimana Nabi Muhammad SAW berjuang dan berdakwah, sehingga tidak diragukan lagi rasa cintanya kepada Nabi.

Disamping itu, buku-buku tentang kisah hidup Nabi ditulis jauh masanya setelah para sahabat meninggal. Bahkan buku-buku kisah Nabi itu bersumber dari keterangan lisan para sahabat yang kemudian ditulis oleh para ulama.

KARTANU

Allah juga memerintahkan kepada kita untuk mempelajari kisah hidup para Nabi sebelum Nabi Muhammad SAW, sebagaimana ayat-ayat berikut ini:

1. Surat Maryam ayat 41:  “Ceritakanlah (Hai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Al Kitab (Al-Quran) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan lagi seorang Nabi.”

2. Surat Maryam ayat 51: Dan ceritakanlah (Hai Muhammad kepada mereka), kisah Musa di dalam Al-Kitab (Al Quran) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang dipilih dan seorang rasul dan nabi.

3. Surat Maryam ayat 54: Dan ceritakanlah (Hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam Al Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi.

4. Surat Maryam ayat 56: Dan ceritakanlah (Hai Muhammad kepada mereka, kisah) Idris (yang tersebut) di dalam Al Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi.

Coba perhatikan ayat-ayat di atas, Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk menceritakan kisah para Nabi terdahulu dalam rangka menguatkan iman dan islamnya para sahabat ketika itu. Mengapa? Karena para sahabat tidak pernah tahu apalagi melihat langsung kehidupan Nabi terdahulu.

Karena itulah kisah hidup perjuangan Nabi Muhammad SAW patut juga kita pelajari dan baca kembali, melalui berbagai media apapun, termasuk dengan cara membaca Kitab Maulid seperti sudah disebutkan di atas.

Jika masih ada saja yang membenci perayaan maulid Nabi, melarangnya, bahkan mensyirikkannya, maka firman Allah di bawah ini rasanya tepat dijadikan jawaban,

Artinya: "Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata: "Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil". (QS. al-Qoshos: 55). Wallahu’alam. [KARTANU]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/sahabat-nabi-tidak-rayakan-maulid-bidah-dong.html

Selasa, 10 Januari 2012

Doa Malam Nishfu Syaban dari Sayyid Muhammad bin Alwy al-Maliky

KARTANU - Doa malam nisfu Sya'ban yang disebutkan dalam Kitab Madza fi Sya'ban karya Sayyid Muhammad bin Alawy al-Maliky:

Doa Mashur dan Mujarab

Doa Malam Nishfu Syaban dari Sayyid Muhammad bin Alwy al-Maliky - KARTANU
Doa Malam Nishfu Syaban dari Sayyid Muhammad bin Alwy al-Maliky - KARTANU


Doa Malam Nishfu Syaban dari Sayyid Muhammad bin Alwy al-Maliky

بِسْمِ الله ِالرَحْمٰنِ الرَّحِيمِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَـحْبِهِ وَسَـلَّمَ. اَللهم يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْهِ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، يَا ذَا الطُّولِ وَالْإِنْعَامِ، لَا إله إِلَّا أَنْتَ ظَهْرُ اللَّاجِئِينَ، وَجَارُ الْمُسْتَجِيرِينَ، وَمَأْمَنُ الْخَائِفِينَ. اَللهم إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ (فِي أُمِّ الْكِتَابِ) شَـقِـيًا أَوْ مَحْـرُومًـا أَوْ مَطْرُودًا أَوْ مُقْتَرًا عَلَيَّ فِي الرِّزْقِ، فَامْحُ اللهم بِفَضْلِكَ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَطَرْدِي وَإِقْتَارَ رِزْقِي، وَأَثْبِتْنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ سَعِيدًا مَرْزُوقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ، فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِي كِتَابِكَ الْمُنَـزَّلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ: (يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ). إِلٰهِي بِالتَّجَلِّي الْأَعْظَمِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَهْرِ شَعْبَانَ الْمُكَرَّمَ الَّتِي يُفْرَقُ فِيهَا كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ وَيُبْرَمُ، أَسْأَلُكَ أَنْ تَكْشَفَ عَنَّا مِنَ الْبَلَاءِ مَا نَعْلَمُ وَمَا لَا نَعْلَمُ ، وَمَا أَنْتَ بِهِ أَعْلَمُ ، إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ. وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ . اِنْتَهَى

Doa Riwayat Ulama Salaf

KARTANU

اَللهم إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي. اَللهمّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ وَالْمُعَافَاةَ الدَّائِمَةَ فِي الدِّينِ وَالدُّنْيَا وَالْآخِرَةَ

Doa Nabi Adam As:

KARTANU

اَللهم إِنَّكَ تَعْلَمُ سِرِّي وَعَلَانِيَتِي فَاقْبَلْ مَعْذِرَتِي، وَتَعْلَمُ حَاجَتِي فَأَعْطِنِي سُؤْلِي، وَتَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي ذُنُوبِي. اَللهم إِنِّي أَسْأَلُكَ إِيمَانًا يُبَاشِرُ قَلْبِي، وَيَقِينًا صَادِقًا حَتَّى أَعْلَمَ أَنَّهُ لَا يُصِيبُنِي إِلَّا مَا كَتَبْتَ لِي، وَرَضِّنِي بِقَضَائِكَ. فَأَوْحَى اللهُ إِلَيْهِ: يَا آدَمُ، إِنَّكَ دَعَوْتَنِي بِدُعَاءٍ فَاسْتَجَبْتُ لَكَ فِيهِ، وَلَنْ يَدْعُوَنِي بِهِ أَحَدٌ مِنْ ذُرِّيَّتِكَ إِلَّا اسْتَجَبْتُ لَهُ وَغَفَرْتُ لَهُ ذَنْبَهُ وَفَرَجْتُ هَمَّهُ وَغَمَّهُ وَاتَّجَرْتُ لَهُ مِنْ وَرَاءِ كُلِّ تَاجِرٍ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا رَاغِمَةً وَإِنْ كَانَ لَا يُرِيدُهَا. اِنْتَهَى

Doa Syaikh Abdul Qadir al-Jilani:

اَللهم إِذْ أَطْلَعْتَ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ عَلَى خَلْقِكَ، فَعُدْ عَلَيْنَا بِمَنِّكَ وَعِتْقِكَ، وَقَدِّرْ لَنَا مِنْ فَضْلِكَ وَاسِعَ رِزْقِكَ، وَاجْعَلْنَا مِمَّنْ يَقُومُ لَكَ فِيهَا بِبَعْضِ حَقِّكَ. اَللهم مَنْ قَضَيْتَ فِيهَا بِوَفَاتِهِ فَاقْضِ مَعَ ذٰلِكَ لَهُ رَحْمَتَكَ، وَمَنْ قَدَّرْتَ طُولَ حَيَاتِهِ فَاجْعَلْ لَهُ مَعَ ذٰلِكَ نِعْمَتَكَ، وَبَلِّغْنَا مَا تَبْلُغُ الْآمَلُ إِلَيْهِ، يَا خَيْرَ مَنْ وَقَفَتِ الْأَقْدَامُ بَيْنَ يَدَيْهِ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ خَلْقِهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

Doa al-Imam al-Habib Hasan bin Abdullah bin ‘Alawi al-Hadad a. Doa Sederhana

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ. يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، يَا ذَا الطُّولِ وَالْإِنْعَامِ، لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِينَ، وجَارَ الْمُسْتَجِيرِينَ، وَمَأْمَنَ الْخَائِفِينَ. اَللهم إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مَطْرُودًا أَوْ مُقَتَّرًا عَلَيَّ فِي الرِّزْقِ فَامْحُ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَطَرْدِي وَتَقْتِيرَ رِزْقِي، وَأَثْبِتْنِي عِنْدَكَ سعيدًا مَرْزُوقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ. فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِي كِتَابِكَ الْمُنَزَّلِ عَلَى نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ: (يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ). إِلٰهِي بِالتَّجَلِّي الْأَعْظَمِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ الْمُكَّرمِ الَّتِي يُفْرَقُ فِيهَا كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ وَيُبْرَمُ، اِكْشِفْ عَنِّي مِنَ الْبَلَاءِ مَا أَعْلَمُ، وَاغْفِرْ لِي مَا أَنْتَ بِهِ أَعْلَمُ. اَللهم اجْعَلْنِي مِنْ أَعْظَمِ عِبَادِكَ حَظًّا وَنَصِيبًا فِي كُلِّ شَـيْءِ قَسَمْتَهُ فِي هٰذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ نُورٍ تَهْدِي بِهِ، أَوْ رَحْمَةٍ تَنْشُرُهَا، أُوْ رِزْقٍ تَبْسُطُهَ، أَوْ فَضْلٍ تَقْسِمُهُ عَلَى عِبَادِكَ الْمُؤْمِنِينَ، يَا اللهُ لاَ إِلهَ إلآ أنت . اَللهم هَبْ لِي قَلْبًا نَقِيًّا مِنَ الشِّرْكِ بَرِيًّا وَلَا شَقِيًّا، وَقَلْبًا سَلِيمًا خَاشِعًا ضَارِعًا. اَللهم امْلَأْ قَلْبِي بِنُورِكَ وَأَنْوَارِ مُشَاهَدَتِكَ، وَجَمَالِكَ وَكَمَالِكَ وَمَحَبَّتِكَ، وَعِصْمَتِكَ وَقُدْرَتِكَ وَعِلْمِكَ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

b. Doa Sempurna

إِلٰهِي تَعَرَّضَ لَكَ فِي هٰذِهِ اللَّيْلَةِ الْمُتَعَرِّضُونَ، وَقَصَدَكَ وَأَمَلَ مَعْرُوفَكَ وَفَضْلَكَ الطَّالِبُونَ، وَرَغِبَ إِلَى جُودِكَ وَكَرَمِكَ الرَّاغِبُونَ، وَلَكَ فِي هٰذِهِ اللَّيْلَةِ نَفْحَاتٌ وَعَطَايَا وَجَوَائِزُ وَمَوَاهِبُ وَهِبَاتٌ تَمُنُّ بِهَا عَلَى مَنْ تَشَاءُ مِنْ عِبَادِكَ، وَتَخُصُّ بِهَا مَنْ أَحْبَبْتَهُ مِنْ خَلْقِكَ، وَتَمْنَعُ وَتَحْرُمُ مَنْ لَمْ تَسْبِقْ لَهُ الْعِنَايَةُ مِنْكَ، فَأَسْأَلُكَ يَا اللهُ بِأَحَبِّ الْأَسْمَاءِ إِلَيْكَ وَأَكْرَمِ الْأَنْبِيَاءِ عَلَيْكَ، أَنْ تَجْعَلَنِي مِمَّنْ سَبَقَتْ لَهُ مِنْكَ الْعِنَايَةُ، وَاجْعَلْنِي مِنْ أَوْفَرِ عِبَادَكَ وَأَجْزَلِ خَلْقِكَ حَظًّا وَنَصِيبًا وَقِسْمًا وَهِبَةً وَعَطِيَةً فِي كُلِّ خَيْرٍ تَقْسَمُهُ فِي هٰذِهِ اللَّيْلَةِ أَوْ فِيمَا بَعْدَهَا مِنْ نُورٍ تَهْدِي بِهِ، أَوْ رَحْمَةٍ تَنْشُرُهَا، أَوْ رِزْقٍ تَبْسُطُهُ، أَوْ ضَرٍّ تَكْشِفُهُ، أَوْ ذَنْبٍ تَغْفِرُهُ، أَوْ شِدَّةٍ تَدْفَعُهَا، أَوْ فِتْنَةٍ تَصْرِفُهَا، أَوْ بَلَاءٍ تَرْفَعُهُ، أَوْ مُعَافَاةٍ تَمُنُّ بِهَا، أَوْ عَدُوٍّ تَكْفِيهِ، فَاكْفِنِي كُلَّ شَرٍّ، وَوَفِّقْنِيَ اللهم لِمَكَارِمِ الْأَخْلَاقِ، وَارْزُقْنِي الْعَافِيَةَ وَالْبَرَكَةَ وَالسَّعَةَ فِي الْأَرْزَاقِ، وَسَلِّمْنِي مِنَ الرِّجْزِ وَالشِّرْكِ وَالنِّفَاقِ . اَللهم إِنَّ لَكَ نَسَمَاتِ لُطْفٍ إِذَا هَبَّتْ عَلَى مَرِيضِ غَفْلَةٍ شَفَتْهُ، وَإِنَّ لَكَ نَفْحَاتِ عَطْفٍ إِذَا تَوَجَّهَتْ إِلَى أَسِيرِ هَوَى أَطْلَقَتْهُ، وَإِنَّ لَكَ عِنَايَاتٍ إِذَا لَاحَظَتْ غَرِيقًا فِي بَحْرِ ضَلَالَةٍ أَنْقَذَتْهُ، وَإِنَّ لَكَ سَعَادَاتٍ إِذَا أَخَذَتْ بِيَدِ شَقِيٍّ أَسْعَدَتْهُ، وَإِنَّ لَكَ لَطَائِفَ كَرَمٍ إِذَا ضَاقَتِ الْحِيلَةُ لِمُذْنِبٍ وَسَعَتْهُ، وَإِنَّ لَكَ فَضَائِلَ وَنِعَمًا إِذَا تَحَوَّلَتْ إِلَى فَاسِدٍ أَصْلَحَتْهُ، وَإِنَّ لَكَ نَظَرَاتِ رَحْمَةٍ إِذَا نَظَرْتَ بِهَا إِلَى غَافِلٍ أَيْقَظْتَهُ، فَهَبْ لِيَ اللهم مِنْ لُطْفِكَ الْخَفِيّ نَسَمَةً تَشْفِي مَرَضَ غَفْلَتِي، وَانْفَحْنِي مِنْ عَطْفِكَ الْوَفِيّ نَفْحَةً طَيِّبَةً تُطْلِقُ بِهَا أَسْرِي مِنْ وَثَاقِ شَهْوَتِي، وَالْحِظْنِي وَاحْفِظْنِي بِعَيْنِ عِنَايَتِكَ مُلَاحَظَةً تُنْقِذُنِي بِهَا وَتُنْجِينِي بِهَا مِنْ بَحْرِ الضَّلَالَةِ، وَآتِنِي مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ تُبْدِلُنِي بِهَا سَعَادَةً مِنْ شَقَاوَةٍ، وَاسْمَعْ دُعَائِي، وَعَجِّلْ إِجَابَتِي، وَاقْضِ حَاجَتِي وَعَافِنِي، وَهَبْ لِي مِنْ كَرَمِكَ وَجُودِكَ الْوَاسِعِ مَاتَرْزُقَنِي بِهِ الْإِنَابَةَ إِلَيْكَ مَعَ صِدْقِ اللَّجَاءِ وَقَبُولِ الدُّعَاءِ، وَأَهِّلْنِي لِقَرْعِ بَابِكَ لِلدُّعَاءِ يَاجَوَّادُ حَتَّى يَتَّصِلَ قَلْبِي بِمَا عِنْدَكَ، وَتُبَلِّغَنِي بِهَا إِلَى قَصْدِكَ. يَاخَيْرَ مَقْصُودٍ وَأَكْرَمَ مَعْبُودٍ، أَبْتَهِلُ وَأَتَضَرَّعُ إِلَيْكَ فِي طَلَبِ مَعُونَتِكَ وَأَتَّخِذُكَ يَا إِلٰهِي مَفْزَعًا وَمَلْجَأً، أَرْفَعُ إِلَيْكَ حَاجَتِي وَمَطَالِبِي وَشَكَوَايَ، وَأُبْدِي إِلَيْكَ ضَرِّي، وَأَفُوِّضُ إِلَيْكَ أَمْرِي وَمُنَاجَاتَي، وَأَعْتَمِدُ عَلَيْكَ فِي جَمِيعِ أُمُورِي وَحَالَاتِي . اَللهم إِنَ هٰذِهِ اللَّيْلَةَ خَلْقٌ مِنْ خَلْقِكَ فَلَا تُبْلِنِي فِيهَا وَلَا بَعْدَهَا بِسُوءٍ وَلَا مَكْرُوهٍ، وَلَا تَقْدِرْ عَلَيَّ فِيهَا مَعْصِيَةً وَلَا زَلَّةً تُثْبِتُ عَلَيَّ فِيهَا ذَنْبًا، وَلَا تُبْلِنِي فِيهَا إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ، وَلَا تُزَيِّنْ لِي جَرَاءَةً عَلَى مَحَارِمِكَ، وَلَا تَرْكًا لِطَاعَتِكَ، وَلَا اسْتِخْفَافًا بِحَقِّكَ وَلَا شَكًّا فِي رِزْقِكْ، فَأَسْأَلُكَ اللهم نَظْرَةً مِنْ نَظْرَاتِكَ وَرَحْمَةً مِنْ رَحْمَاتِكَ وَعَطِيَّةً مِنْ عَطَيَاتِكَ اللَّطِيفَةِ، وَارْزُقْنِي مِنْ فَضْلِكَ، وَاكْفِنِي شَرَّ خَلْقِكَ وَاحْفِظْ عَلَيَّ دِينُ الْإِسْلَامِ، وَانْظُرْ إِلَيْنَا بِعَيْنِكَ الَّتِي لَا تَنَامُ، وَآتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. -ثَلَاثا-.

إِلٰهِي بِالتَّجَلِّي الْأَعْظَمِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ الشَّهْرِ الْأَكْرَمِ الَّتِي يُفْرَقُ فِيهَا كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ وَيُبْرَمْ، اِكْشِفْ عَنَّا مِنَ الْبَلَاءِ مَا نَعلَمُ وَمَا لَا نَعْلَمْ، وَاغْفِرْ لَنَا مَا أَنْتَ بِهِ أَعْلَمُ. -ثَلَاثًا-.

اَللهم إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا تَعْلَمُ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ مِنْ كُلِّ مَا تَعْلَمُ، إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ. اَللهم إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا تَعْلَمُ وَمَا لَا أَعْلَمُ.

اَللهم إِنَّ الْعِلْمَ عِنْدَكَ وَهُوَ عَنَّا مَحْجُوبٌ، وَلَا نَعْلَمُ أَمْرًا نَخْتَارَهُ لِأَنْفُسِنَا، وَقَدْ فَوَّضْنَا إِلَيْكَ أُمُورَنَا، وَرَفَعْنَا إِلَيْكَ حَاجَاتِنَا، وَرَجَوْنَاكَ لِفَاقَاتِنَا وَفَقْرِنَا، فَأَرْشِدْنَا يَا اللهُ، وَثَبِّتْنَا وَوَفِّقْنَا إِلَى أَحَبِّ الْأُمُورِ إِلَيْكَ، وَأَحْمَدُهَا لَدَيْكَ، فَإِنَّكَ تَحْكُمُ بِمَا تَشَاءُ وَتَفْعَلُ مَا تُرِيدُ، وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٍ. وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. ------------------------

اِنْتَهَى دُعَاءُ شَعْبَانَ

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/05/doa-malam-nishfu-syaban-dari-sayyid-muhammad-bin-alwy-al-maliky.html

Minggu, 02 Oktober 2011

Kader NU Pimpin Shalat Tentara di Laut Lebanon

Beirut, KARTANU. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Lebanon dipercaya menjadi khatib dan imam Shalat Jumat di KRI Bung Tomo 357 Jumat (6/1) lalu.

Ustadz Dhiya Fakhri Abidin, Koordinator Lembaga Dakwah dan M. Audy Prasetyawan, Lajnah Nasyr wat Talif memimpin Shalat Jumat pasukan Garuda di atas kapal perang Indonesia di Lebanon. Pasukan tersebut tergabung dalam MTF UNIFIL yang bertugas menjaga wilayah perbatasan perairan Lebanon.

Kader NU Pimpin Shalat Tentara di Laut Lebanon (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader NU Pimpin Shalat Tentara di Laut Lebanon (Sumber Gambar : Nu Online)


Kader NU Pimpin Shalat Tentara di Laut Lebanon

Cuaca dingin yang sedang menyelimuti kota Beirut sehingga tidak memungkinkan melaksanakan Shalat Jumat di bagian dek kapal. Akhirnya Shalat Jumat dilaksanakan di lorong-lorong kapal yang membentuk satu barisan memanjang.

KARTANU

Ini kali pertama PCINU Lebanon mendapat kepercayaan untuk menyampaikan khutbah Jumat sekaligus mengimami pasukan garuda dibawah komando Kolonel Laut (P) Heri Triwibowo.

Ketua PCINU Lebanon Ustadz Rahmat Ilahi bangga atas perhatian Komandan KRI pada pelaksanaan ibadah para prajurit. Rahmat juga merasa terhormat PCINU Lebanon dipercaya menjadi imam dan khatib tersebut.

KARTANU

"Ini merupakan kehormatan sekaligus kesempatan kami untuk mengamalkan ilmu yang diajarkan ulama dan kiai-kiai kita, untuk bekerja sama dengan TNI atau pasukan perdamaian Garuda menjaga keamanan dunia," ungkapnya.

Warga NU, kata dia, mendoakan agar tugas para pasukan TNI di kapal tersebut selalu sukses dan berkah. (Red: Abdullah Alawi)

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/74556/kader-nu-pimpin-shalat-tentara-di-laut-lebanon

KARTANU

Selasa, 05 Juli 2011

Kader PMII Solo Diminta Waspadai Gerakan Radikal

Solo, KARTANU. Pola pengkaderan gerakan radikal banyak menyasar kepada generasi muda, membuat para kader PMII, sebagai salah satu komponen kader muda Nahdliyin, perlu ikut terlibat dalam mewaspadai dan mencegah perkembangan gerakan tersebut.

Demikian disampaikan Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Tengah, Ibnu Aqil, pada acara pelantikan pengurus cabang dan komisariat PMII Kota Surakarta di Gedung FKIP UNS, Sabtu (6/6) lalu.

Kader PMII Solo Diminta Waspadai Gerakan Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader PMII Solo Diminta Waspadai Gerakan Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)


Kader PMII Solo Diminta Waspadai Gerakan Radikal

Khususnya di Kota Solo ini, para kader PMII mesti ikut terlibat dalam upaya mewaspadai gerakan radikalisme, tegas Aqil.

KARTANU

Sementara itu, Ketua Umum PMII Cabang Kota Surakarta Ahmad Rodif mengatakan terkait upaya pencegahan gerakan radikalisme di kalangan mahasiswa, dapat dilakukan dengan cara mendorong kader PMII agar ikut aktif di masjid kampus.

Masjid kampus perlu kita masuki. Selama ini, masjid kampus seakan jadi ruang hampa, justru jadi lahan pembibitan radikalisme, ujarnya.

Dalam orasinya, Rodif juga menegaskan di era sekarang PMII mesti bisa mengambil posisi strategis serta mampu membaca perkembangan zaman.

KARTANU

Semisal dalam persoalan adanya bonus demografi yang dapat menjadi bermanfaat kalau dapat kita kelola dengan baik, atau dapat sebaliknya, kata dia.

Turut hadir dalam acara pelantikan tersebut, Ketua IKA PMII Solo Chamim Irfani dan Syuriyah PCNU Sukoharjo Ahmad Hafidh. (ajie najmuddin/mukafi niam)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/60063/kader-pmii-solo-diminta-waspadai-gerakan-radikal

KARTANU

Selasa, 14 September 2010

Mengungkap Keagungan dan Kemuliaan Rasulullah

Di zaman yang serba modern ini, segala hal dituntut harus sesuai dengan akal (rasio), sehingga apa-apa yang bertentangan dengan kaidah akal, hukumnya wajib ditolak. Hal ini pula yang melatarbelakangi muncul dan berkembangnya kaum-kaum modernis sebagai bentuk perlawanan dari kaum tradisional yang mereka pandang banyak amaliyah-amaliyahnya bertentangan dengan rasio, sehingga mereka mencap para kaum tradisionalis sebagai kaum yang gandrung pada Takhayyul, Bidah dan Churafat (TBC). Sehingga gerakan purifikasi mereka adalah Kembali kepada Al-Quran dan al-Hadist, padahal untuk kembali kepada dua sumber hukum tersebut tidak semudah apa yang mereka gembor-gemborkan. Dibutuhkan berbagai disiplin keilmuan untuk memahami apa yang ada dalam dua sumber tersebut,

Pada kesempatan ini, Abdul Aziz Sukarnawadi menulis sebuah karya yang mengupas tentang keagungan-keagungan yang dimiliki oleh Sayyidina Muhammad, yang selama ini banyak yang tidak diketahui oleh umat Islam pada umumnya. Dalam buku ini membahas tentang beberapa tema, contohnya tentang maulid, tentang Rasulullah sebagai ciptaan pertama Allah yang paling agung, dari dan untuk beliau terciptalah alam semesta beserta isinya, tentang memuji Rasulullah dapat menyembuhkan penyakit lumpuh dan membuka segala gerbang kebajikan, tawasul, keistimewaan dan kesaktian shalawat dan masih banyak yang lain. Namun di sini saya menjabarkan sedikit dari isi yang ada dalam buku ini.

Mengungkap Keagungan dan Kemuliaan Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengungkap Keagungan dan Kemuliaan Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)


Mengungkap Keagungan dan Kemuliaan Rasulullah

Sayyidina Muhammad, makhluk pertama

KARTANU

Jauh sebelum terwujud ruang dan masa, sebelum tercipta langit dan bumi, sebelum tergagas siang dan malam, sebelum terencana dunia dan akhirat, bahkan jauh sebelum terbina Arsyi, Kursi, Lauh dan Qalam. Ketika itu tiada satu pun bernama makhluk, yang ada hanyalah Sang Maha awal tanpa permulaan, Ialah Allah Swt. Lalu Allah Swt berfirman dalam hadis Qudsi: Pada awalnya Aku tidak diketahui, maka Aku menciptakan makhluk lalu aku memperkenalkan diri-Ku kepada mereka, dan dengan-Ku mereka mengenal-Ku. Maka bekehendaklah Dia untuk mencipta, Ia memulaikan kekhaliqan-Nya untuk yang pertama kalinya. Sehingga terciptalah sebuah cahaya sakti nan abadi yang amat dikasihiNya. Cahaya itu pun menjadi asal muasal segala makhluk sejagat raya dan alam semesta. Darinya, karenanya, dan untuknya lah tercipta segala yang ada. Cahaya keagungan yaitu Sayyidina Muhammad Saw. dengan simbol al-Haqiqoh al-Muhammadiyah atau an-Nur al-Muhammad. Dalam sebuah hadis, Rasulullah bercerita: Aku telah menjadi cahaya di hadapan Tuhanku empat belas ribu tahun sebelum proses penciptaan adam dimulai dan dalam riwayat lain Aku telah menjadi hamba Allah dan penutup para nabi di saat Adam masih dalam proses penciptaannya.

Alasan merayakan maulid

Perayaan maulid nabi adalah salah satu sunah hasanah, yang berlandaskan tuntutan agama. Bahkan Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki menekankan bahwa Rasulullah lah yang pertama kali merayakan maulid tersebut dengan cara berpuasa. Oleh sebab itu, sebagai pengikut beliau, kitalah yang lebih pantas bersyukur dan berbahagia dengan berbagai cara yang mampu kita lakukan, sebab Rasulullah tidak pernah membatasi cara memperingati maulid beliau dengan cara puasa. Perayaan maulid tidak memiliki cara-cara yang khusus dan terbatas, melainkan bebas dilakukan dengan cara apapun selagi dalam koridor halal, positif dan bermanfaat bagi umat dalam rangka meningkatkan cinta dan taat kepada Rasulullah Saw.

KARTANU

Karunia dan rahmat Allah yang terbesar bagi umat manusia bahkan alam semesta adalah Rasulullah Saw. sehingga kegembiraan di musim maulid Nabi sesungguhnya merupakan aplikasi terhadap perintah Allah Swt. Meskipun beliau juga wafat di bulan, tanggal dan hari yang sama, akan tetapi bersuka cita memperingati rahmat di sisi Allah lebih baik daripada berduka cita memperingati sebuah musibah. Lagipula kepergian Rasulullah Saw. ke alam hakiki bukanlah musibah yang harus disedihkan, melainkan nikmat baru yang patut diraih kebaikannya, sebagaimana sabda beliau Wafatku baik buat kalian, karena amal perbuatan kalian diajukan kepadaku. Apabila aku melihat yang baik maka aku bersyukur, namun bila aku melihat yang buruk maka aku mintakan ampun dari Allah untuk kalian. (HR. al-Bazzar).

Di antara hal-hal yang dipermasalahkan oleh kelompok Wahabi dalam perayaan maulid antara lain, berdiri saat menceritakan kelahiran Rasulullah Saw. sambil membakar kemenyan, lalu meminum air yang tengah disuguhkan dalam majelis. Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki menjelaskan, semua itu hanyalah ekspresi penyambutan kepada Rasulullah Saw. yang didasari sebuah kepercayaan bahwa arwah beliau mampu menghadiri setiap majelis maulid yang dilangsungkan umat Islam di mana saja. Hal itu tidaklah wajib dan tidak pula haram, karena ia sebatas improvisasi etis dari para pecinta yang sedang membayangkan atau tepatnya merasakan kehadiran Baginda.

Raulullah mencintai muslim Indonesia

Alkisah, ketika pengasuh Pesantren asy-Syifa wa al-Mahmudiyah Sumedang KH Muhyidin Abdul Qadir al-Manafi bertemu dengan ulama-ulama besar di pinggir makam Rasulullah Saw. di Madinah, ada seorang guru Sufi bernama Syekh Utsman melihatnya lalu bertanya tentang nama dan asal-usulnya. Setelah Syekh Ustman mengetahuinya berasal dari Indonesia, Syekh Ustman kemudian menceritakan sebuah rahasia yang belum pernah dibuka kepada siapapun sebelumnya.

Syekh Ustman mengakatan, dulu ia bersama gurunya pernah berziarah ke makam Rasulullah Saw. Guru dimaksud memasuki ruangan makam dan bertemu langsung dengan Rasulullah Saw. dalam keadaan terjaga (bukan mimpi) lalu melihat lautan manusia yang sangat banyak terlihat sepanjang mata memandang. Dari lautan manusia yang tak terhingga Jumlahnya itu, ia melirik ke sekelompok orang dan jumlahnya terbanyak di antara sekian lautan manusia yang ada.

Guru Syekh Ustman pun tercengang dan bertanya kepada Rasulullah Saw: Ya Rasulullah, siapakah mereka?. Beliau menjawab: Mereka adalah kekasih-kekasihku dari Indonesia. Guru Syekh Ustman ini kemudian menangis terharu lalu keluar sembari bertanya kepada para Jamaah: Mana orang Indonesia? Aku sangat cinta kepada Indonesia.

Pada Sabtu malam, 15 Maret 2014, dalam acara rutin Majelis Riyadhul Jannah bertempat di kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang dihadiri puluhan ribu muslim, KH Abdul Qadir Manafi melakukan penjelasan atas berita gembira tersebut yang kemudian ramai disebar di beberapa media massa. Iapun menegaskan kebenaran kisah tersebut, dan ulama yang menerima kabar gembira dimaksud merupakan salah seorang guru Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki.

Dari beberapa bab yang disebutkan di atas bahwa tidak semua kebenaran harus didasarkan rasionalitas. Kabar gembira yang menyebutkan bahwa Rasulullah mencintai umat Islam Indonesia patut dijadikan kebahagiaan serta motivasi tersendiri agar kita selalu menjaga Indonesia dalam beraqidah Ahlussunnah wal Jamaah serta meneruskan dan memperjuangkan amaliyah-amaliyah yang telah ulama-ulama lakukan serta tidak terbuai oleh rayuan gombal dalam slogan yang indah tetapi hanya bualan belaka.

Data Buku

Judul : Di Bawah Lindungan Rasulullah Saw; Menyibak Tirai Keagungan Sang Manusia Cahaya

Penulis : H. Abdul Aziz Sukarnawadi, Lc. MA.

Penerbit : CV. Aswaja Pressindo

Terbitan : I, 2015

Tebal : xviii + 366 Halaman; 15 x 23 cm

ISBN : 602-14838-5-5

Peresensi : M Ichwanul Arifin, Mahasiswa FUF UIN Sunan Ampel Surabaya/Kader PC IPNU Kota Surabaya

Dari (Pustaka) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/63789/mengungkap-keagungan-dan-kemuliaan-rasulullah

KARTANU

Selasa, 25 Agustus 2009

Pertemuan 200 Ulama, Habib dan Akademisi di Mojokerto: Apa Saja Hasilnya?

KARTANU - Pertemuan para ulama, habaib, profesional dan tokoh-tokoh di Pesantren Raudlatul Jannah, Pacet, Mojokerto, sangat luar biasa.

Dari sisi yang hadir, ada ulama-ulama sepuh seperti KH. Maruf Amin, KH. Sholahuddin Wahid, KH. Soleh Al-Qasim, KH. Maksum (Bondowoso), KH. Nasiruddin (Tuban), Gus Munip (Langitan), Gus Zaim (Lasem), Gus Akomadhien (Brebes), Dr. KH. Fauzi Tidjani (Madura), dan puluhan ulama lainnya. Ada pula para habaib: Habib Husen Al-Idrus, Habib Soleh, Habib Muhsin Al-Jufri, dan lain-lain.

Beberapa akademisi, rektor dan tokoh: Prof. Dr. Muhammad Nuh (Mantan Mendiknas), Prof. Dr. M. Bisri (Rektor Univ. Brawijaya), Prof. Dr. Imam Suprayogo (mantan Rektor UIN Malang), Prof. Dr. Ahmad Zahro, Dr. H. Marzuki Ali, Ir. H. Heppy Trenggono, dan lain-lainnya. Sekitar 200-an ulama, habaib dan akademisi berkumpul dari segala penjuru tanah air.

Diskusinya sangat produktif, dinamis dan semua kalimat yang keluar dari para ulama-ulama benar-benar visioner, nasionalis dan kental sekali komitmen keumatan dan kebangsaannya. Saya merasakan suasana kebatinan yang luar biasa dahsyat, ada energi yg sedang bergerak melalui para ulama pengasuh pesantren ini.

Saya melihat juga suatu sinergi yang mulai dibangun dan dirancang yang menembus batas sekat golonganisme umat: tidak ada sekat ormas, sekat salaf-modern, dll. Semuanya berbicara ke depan untuk umat dan bangsa: untuk Indonesia.

Beberapa rumusan dan 'teriakan' telah didengungkan menyikapi kondisi terkini keumatan dan kebangsaan: politik, sosial, budaya, ekonomi bahkan hingga keamanan dan pertahanan bangsa.

Prof. Dr. Bisri, Rektor Univ. Brawijaya Malang mengatakan perlunya sinergi akademisi perguruan tinggi dan santri. Banyak hasil riset perguruan tinggi yang bisa dimanfaatkan oleh pesantren. Beliau juga menegaskan bahwa akses pesantren kepada perguruan tinggi harus dibuka, karena menurut pengakuannya, SDM pesantren rata-rata lebih unggul. Selama ini mereka tidak banyak diberi kesempatan. Ini tidak adil.

Sementara itu, Prof. Dr. M. Nuh menyoroti tentang pentingnya pemetaan peran dan strategi keumatan. Potensi besar jika pemetaannya tidak tepat dan tidak strategis maka selamanya umat Islam akan kalah. Ia juga menandaskan lagi perlunya sinergi perguruan tinggi dengan pesantren hukumnya adalah wajib. Maka, ia mendorong para rektor untuk membuka akses seluas-luasnya kepada santri. Salah satu harapan bangsa ini ke depan adalah para santri.

Habib Muhsin Al-Hamid dalam sambutannya menginginkan agar forum-forum seperti ini harus terus digalakkan. Menurutnya, ini adalah jembatan hati umat, yang jika kiblatnya adalah Rasulullah akan ketemu dan bersatu. Tapi jika kiblatnya adalah semata akal pikiran, pasti akan berbeda.

Habib juga menyoroti bahwa umat Islam ini punya masalah, tapi tidak pernah selesai, karena ulamanya tidak pernah ketemu. Yang penting adalah ketemu hati, baru pikiran. Maka, harus ada orang yang amanah untuk menghimpun potensi dan mempersatukan umat ini.

Potensi umat yang harus digarap adalah maritim, peternakan, dan agrobisnis. Bidang-bidang ini yang selama ini diabaikan umat, padahal kita punya kekuatan di situ dan strategis. Ini soal kedaulatan bangsa dan umat sekaligus.

Habib yang punya TV Nabawi ini menyoroti pula tentang lemahnya umat dalam media. Sehingga, umat selalu menjadi korban media dan semua yang terjadi pada umat dikapitalisasi oleh media mereka.

KH. Maruf Amin mengingatkan para ulama tentang dua tanggung jawab: yaitu tanggung jawab keumatan dan kebangsaan. Ia pun menegaskan bahwa jika dulu merunut kemerdekaan melalui gerakan politik, sekarang ini umat gerakannya adalah politik dan ekonomi.

Umat melalui saluran yang ada harus mendesak pemerintah untuk membuat regulasi yang berpihak pada umat. Pemerintah harus didesak dan dikawal terus dalam hal ini. Gerakan yang dilakukan oleh ulama ada 4, yaitu: gerakan perlindungan, gerakan penguatan, gerakan penyatuan dan gerakan pengabdian. Ulama jangan melepaskan diri pada gerakan kebangsaan.

Suasana negeri saat ini memprihatinkan. Maka, perlu mendesak Presiden untuk menyelenggarakan dialog nasional untuk menyelamatkan negeri. Jika Presiden tidak berkenan, maka MUI dan para ulama yang akan adakan. Akan ada deklarasi semua ormas Islam komitmen pada NKRI dan Pancasila.

Telah pula dibentuk Dewan Tinggi Ekonomi Umat terdiri dari para kiai pengasuh pesantren berkolaborasi dengan para pengusaha dan profesional. Suatu gerakan pemberdayaan ekonomi yang berbasis pesantren.

KH. Mahfudz Syubari, pengasuh PP Raudhatul Jannah bersama Prof. Dr. KH. Muhammad Nuh (mantan Mendiknas), Prof. Dr. Imam Suprayogo (Mantan Rektor UIN Malang), Habib Muhsin (Owner Nabawi TV), KH. Maksum (Bondowoso), Dr. H. Marzuki Ali, Heppy Trenggono, dan lain-lain didaulat untuk mengawal gerakan ini.

Telah pula dibentuk formatur sementara Yayasan Penguatan Peran Pesantren Indonesia (YP3I), sebuah Yayasan yang nanti akan mendorong kemajuan pesantren dan memobilisasi potensi pesantren baik dari sisi pendidikan, SDM, ekonomi dan jejaring kerjasam-kerjasama.

KH. DR (HC) Sholahuddin Wahid didaulat menjadi Ketua Dewan Pembina bersama Prof. Dr. KH. Amal Fathullah Zarkasyi (Gontor), KH. Mahfudz Syubari (Mojokerto), Habib Soleh Al-Jufri, KH. Akbar, Dr. KH. Muzammil Basyuni dan Prof. Dr. KH. Ahmad Zahro.

Sedangkan Dr. H. Marzuki Ali dan Ir. Heppy Trenggono didaulat sebagai Ketua Umum dan Wakil Ketum. Adapun Sekretaris Umum dipercayakan kepada KH. Bahrul Hayat, Ph.D (Mantan Sekjen Kemenag) dan Drs. KH. Rusli Effendi, M.Si sebagai Wakil Sekum. Bendahara Umum diamanatkan kepada KH. Anang Rikza Masyhadi, MA dari PM Tazakka Batang.

Disepakati pula tentang perlunya penguatan karakter dan mental umat melalui pendidikan keagamaan yang berkesinambungan baik melalui jalur formal pendidikan dan pesantren maupun melalui informal. Ulama harus menjadi kendali moral dan karakter kebangsaan. Ulama harus ambil peran strategis. Ulama harus dijaga muru'ah dan wibawanya.

Banyak hal didiskusikan, yang tidak mungkin disebut satu per satu di sini. Namun, pertemuan selama kurang lebih 6 jam baik pada sesi umum maupun sesi khusus terbatas, saya menyaksikannya sebagai suatu komitmen yang luar biasa.

Ya, intinya para ulama menyerukan kepada semua elemen bangsa khususnya Pemerintah untuk mengembalikan lagi kedaulatan bangsa.

Ya Robb, berilah kami kekuatan untuk mengemban amanah ini; mengawal dan membimbing umat dan bangsa yang besar ini. [KARTANU]

Anang Rikza Masyhadi, Pondok Modern Tazakka Batang Jawa Tengah

Keterangan:

Ditulis di Pacet, Mojokerto, 23 Robiuts Tsani 1438/ 21 Januari 2017

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/hasil-pertemuan-ulama-di-mojokerto-apa-saja-hasilnya.html

Senin, 12 Februari 2007

Kemenag Jawa Timur Berangkatkan 27.323 Calon Jamaah Haji

Sidoarjo, KARTANU. Kantor Wilayah Kementrian Agama Jawa Timur menyebutkan bahwa jumlah calon jamaah haji dari 38 kabupaten dan kota se-Jatim mencapai angka angka 27.323 orang. Pihak Kanwil Kemanag Jatim akan membentuk kloter pemberangkatan mulai kloter 1 hingga 62 kloter untuk semua jamaah.

Kepala Kanwil Kemenag Jatim Mahfud Shodar mengatakan, dari kloter 1 hingga kloter 62 pramanifest itu sudah siap dan sudah didampingi dengan paspor. Bahkan mereka sudah berada di Jakarta. Sedangkan visa yang sudah siap dan berada di Jawa Timur adalah kloter 1 sampai kloter 5.

Kemenag Jawa Timur Berangkatkan 27.323 Calon Jamaah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Jawa Timur Berangkatkan 27.323 Calon Jamaah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)


Kemenag Jawa Timur Berangkatkan 27.323 Calon Jamaah Haji

"Alhamdulillah persiapannya sudah selesai 100 persen. Jumat lalu, sudah kami kirim ke Jakarta. Paspor sudah siap dan berada di pusat," kata Mahfud, Jumat (29/7).

KARTANU

Untuk melayani calon jamaah haji, Kanwil Kemenag Jatim telah membentuk tim medis dan pendamping bagi mereka yang berangkat menunaikan ibadah haji. Tim medis ini akan melayani 450 orang jamaah yang akan ditempatkan di masing-masing kloter terdiri atas tiga orang, seorang dokter, dua perawat.

Calon jamaah haji Jawa Timur rencananya akan diberangkatkan melalui asrama haji Sukolilo Surabaya pada pertengahan Agustus mendatang dari Bandara Juanda Surabaya yang berlokasi di Sidoarjo.

Sementara jumlah calon jamaah haji cadangan di Jawa Timur dari 38 kabupaten maupun kota berbeda. Tercatat ada empat kabupaten dan kota yang mendominasi jumlah calon jamaah haji cadangan terbanyak dibandingkan kabupaten dan kota lainnya se-Jatim.

KARTANU

Menurut Mahfud, empat kabupaten dan kota itu adalah Surabaya, Jember, Sidoarjo, dan Gresik.

"Bagi calon jammah haji cadangan diharapkan bersedia untuk berangkat meski melalui keberangkatan dari kloter wilayah lain. Karena tahun ini jatah kursi kuota bagi mereka berkurang dan sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selan itu banyaknya penggabungan antara suami-istri, para usia lanjut, dan pendampingnya," kata Mahfud, Jumat (29/7).

Calon jamaah haji cadangan sudah membuat pernyataan untuk siap berangkat dan tidak berangkat meski berpisah dengan keluarganya. Hal itu sudah diatur berdasarkan nomor urut yang diambil lima persen dari jumlah 27.323 orang.

"Ada juga calon jamaah haji cadangan kabupaten maupun kota rata-rata satu orang bahkan ada yang kosong tanpa calon jamaah haji cadangan," pungkasnya. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/70058/kemenag-jawa-timur-berangkatkan-27323-calon-jamaah-haji

KARTANU

Kamis, 27 Juli 2006

Kiai Maruf Amin: Kelompok Ekstrem Banyak Tak Paham Soal Sumber Syariah

Jombang, KARTANU. Rais Aam PBNU KH Maruf Amin menyebut gerakan kelompok ekstrem baik ekstrem kanan atau kiri penting untuk diperhatikan. Kelompok ini berpotensi memicu perpecahan antarsesama, sebab secara umum kelompok ini tak bisa menerima terhadap perbedaan khususnya di tanah air, terutama soal syariah.

Kiai Maruf Amin mengimbau agar para ulama dan kiai hendaknya bisa menjaga generasi bangsa dari kelompok-kelompok tersebut. "Para kiai dan ulama harus menjaga dari pikiran-pikiran yang menyimpang," kata Kiai Maruf saat menghadiri haul ke-38 almaghfurlah KH Bisri Syansuri di halaman Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar Jombang, Selasa (28/3) malam.

Kiai Maruf Amin: Kelompok Ekstrem Banyak Tak Paham Soal Sumber Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Maruf Amin: Kelompok Ekstrem Banyak Tak Paham Soal Sumber Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)


Kiai Maruf Amin: Kelompok Ekstrem Banyak Tak Paham Soal Sumber Syariah

Ia menjelaskan, sikap kelompok ekstrem yang cenderung keras terhadap kelompok yang tidak sepaham ini diakibatkan oleh minimnya pemahaman terhadap syariah. Mereka hanya berpegang teguh pada teks sebagai sumber syariah, dan menyampingkan upaya ijtihad para ulama dalam merespon setiap persoalan aktual.

KARTANU

"Kelompok-kelompok itu hanya kedepankan teks-teks saja, jika persoalan tidak ada nashnya maka dianggap bidah. Jika sudah bidah maka mereka menganggap tempatnya di neraka dan dimusuhi," jelasnya.

KARTANU

Dengan mengutip pendapat Imam Haramain, Kiai Maruf menegaskan bahwa syariah kebanyakan diperoleh dari proses ijtihad para ulama atas setiap masalah yang terjadi, dan nash tidak dijelaskan secara detail.

"Imamul Haramain dalam salah satu kitabnya menjelaskan, sebagian besar syariah itu lahir dari ijtihad bukan dari nash yang langsung ditafsirkan secara tekstual," kata Kiai Maruf.

Hal itu menunjukkan bahwa masalah-masalah keumatan terus berkembang hingga saat ini. "Al-Quran hanya 30 juz, sementara kejadian-kejadian itu terus berkembang. Makanya itu semua harus disikapi dengan ijtihad-ijtihad," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/76523/kiai-maruf-amin-kelompok-ekstrem-banyak-tak-paham-soal-sumber-syariah

KARTANU

Selasa, 21 Februari 2006

Pagar Nusa Sukoharjo Prioritaskan Pengkaderan

Sukoharjo, KARTANU. Beberapa pemuda berpakaian serba hitam terlihat di beberapa sudut acara Sukoharjo Bersolawat, Jumat kemarin (11/1). Sebagian dari mereka, membentuk kelompok dan berjalan berkeliling memantau keamanan acara. Mereka adalah para pemuda yang tergabung dalam organisasi Pencak Silat Nadlatul Ulama Pagar Nusa Kabupaten Sukoharjo.

Hampir setiap ada kegiatan baik pengajian atau yang lainnya, Pagar Nusa bersama Banser, siap mengawal jalannya acara dan keamanan khususnya bagi para kiai.

Pagar Nusa Sukoharjo Prioritaskan Pengkaderan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Sukoharjo Prioritaskan Pengkaderan (Sumber Gambar : Nu Online)


Pagar Nusa Sukoharjo Prioritaskan Pengkaderan

Di Sukoharjo sendiri, Pagar Nusa, dalam dua tahun belakangan ini mengalami perkembangan yang cukup bagus bila dibandingkan dengan kurun waktu sebelumnya. Organisasi beladiri yang didirikan kiai-kiai NU tanggal 3 Januari 1986 ini, mendapat respon yang baik, khususnya di kalangan pelajar. Sejumlah anggota yang aktif sekarang, kebanyakan berusia antara SMP hingga mahasiswa. Mereka tersebar di berbagai daerah di Kota Makmur.

KARTANU

Ketua Pagar Nusa Kab. Sukoharjo saat ini, Edy Rusmidi, saat ditemui KARTANU usai acara Sukoharjo Bersolawat, ia menjelaskan mengenai tantangan ke depan Pagar Nusa di Sukoharjo, yang terpenting saat ini yakni masalah kaderisasi. Ini yang akan kita prioritaskan

Menurut Leneng, sapaan Edy, dirinya beserta pengurus yang lain membidik para remaja untuk direkrut dan dilatih di Pagar Nusa. Mereka perlu diarahkan. Daripada terjerumus ke hal yang negatif, mending kita arahkan kepada kegiatan beladiri yang positif.

KARTANU

Setiap latihan kita juga menyisipi dengan pengajian agama. Jadi secara tidak langsung mereka juga kita arahkan untuk menjalankan agama dengan benar. Imbuhnya.

Saat ini, anggota Pagar Nusa Sukoharjo baru berjumlah kurang lebih 60 anggota aktif. Jumlah tersebut mungkin sedikit bila dibandingkan dengan daerah lain, yang mayoritas warganya NU.

Salah satu anggota, Imam (16), menuturkan motivasinya untuk masuk Pagar Nusa, ya suka saja dengan beladiri. Lain lagi dengan Syamsul, mahasiswa IAIN Surakarta ini beralasan mengikuti organisasi ini untuk menunjukkan identitasnya sebagai pemuda NU, ndisamping saya memang suka pencak silat, dan sebagai pemuda NU, ya semestinya inilah wadah kita.

Sedangkan untuk jadwal latihan, tiap daerah memiliki rutinan sendiri. Seperti di daerah Tawangsari dan Bulu terjadwal setiap Rabu malam. Sedangkan di Kartasura, biasanya mereka berlatih di sekitar kompleks IAIN Surakarta. Jadi mulai sekarang, anda yang tinggal di sekitar daerah tadi, tak perlu takut bila menemui sekelompok pemuda berpakaian serba hitam yang tengah berlatih ilmu kanuragan, sebab mereka adalah pendekar Pagar Nusa. Pagar NU dan Bangsa!

Redaktur : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/41749/pagar-nusa-sukoharjo-prioritaskan-pengkaderan

KARTANU

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KARTANU sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KARTANU. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KARTANU dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock