Tampilkan postingan dengan label Soheh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Soheh. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 November 2016

Ketum PBNU Tidak Tahu dan Tidak Hadir Acara Istighatsah dengan Ahok Malam Ini

KARTANU - Pada caption liputan Metro TV petang Ahad, 5 Februari 2017, disampaikan bahwa Ketum PBNU KH Said Aqil Siraj akan menghadiri sebuah acara istighatsah dimana Ahok juga hadir. Metro TV sempat membuat caption "Ketua Umum PBNU dan Ahok Direncanakan Hadir". Ini bukti caption hoax liputan Metro TV.

Ketum PBNU Tidak Tahu dan Tidak Hadir Acara Istighatsah dengan Ahok Malam Ini - KARTANU
Ketum PBNU Tidak Tahu dan Tidak Hadir Acara Istighatsah dengan Ahok Malam Ini - KARTANU


Ketum PBNU Tidak Tahu dan Tidak Hadir Acara Istighatsah dengan Ahok Malam Ini

Caption liputan yang membuat Ketum PBNU tidak nyaman Berita di atas cukup membuat tidak nyaman PBNU di tengah hiruk pikuk politik menjelang puncak hari Pilkada DKI beberapa hari mendatang, di mana NU memang dituntut netral kepada semua kandidat, apalagi memperhatikan kasus-kasus yang menyibukkan kandidat, NU memang harus netral agar tidak mudah dipolitisir untuk mendulang suara.

Ketum PBNU Tidak Tahu dan Tidak Hadir Acara Istighatsah dengan Ahok Malam Ini - KARTANU
Ketum PBNU Tidak Tahu dan Tidak Hadir Acara Istighatsah dengan Ahok Malam Ini - KARTANU


Ketum PBNU Tidak Tahu dan Tidak Hadir Acara Istighatsah dengan Ahok Malam Ini

Dalam berita yang dimuat Detikcom, foto acara "politis" bertajuk "Istigosah Kebangsaan Warga Nahdliyyin DKI Jakarta" yang digelar di Rumah Djian Farid (PPP) Jalan Talang, Jakarta Pusat (Ahad, 05/02/2017) itu, logo NU juga dibentang besar sebagai background.

Istigosah Kebangsaan Warga Nahdliyyin DKI Jakarta Memperhatikan perihal di atas, Ketum PBNU KH Said Aqiel Siraj melalui Ketua PBNU Bidang Hukum, KH Robikin menyampaikan bahwa Ketum PBNU tidak menghadiri acara tersebut dan PBNU tidak mengetahui atau terlibat dalam acara tersebut.

Demikian klarifikasi terhadap pemberitaan Metro TV, semoga memberikan kepahaman kepada masyarakat dengan jelas. [KARTANU]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/02/ketum-pbnu-tidak-tahu-dan-tidak-hadir-acara-istighatsah-dengan-ahok.html

Kamis, 25 Februari 2016

Cinta Lingkungan, Madrasah NU Wonosobo Tanam 1000 Pohon

Wonosobo, KARTANU. Cara sekolah mengajarkan sesuatu pada muridnya tak mesti dilaksanakan di kelas. Madrasah Tsanawiyah (MTs) Maarif NU Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, melatih siswa-siswinya secara rutin melakukan aksi tanam 1000 pohon di Desa Kreo, Kecamatan Kejajar.

Kegiatan ini guna menanamkan jiwa cinta terhadap lingkungan dan juga merawat lingkungan. Harapan kami agar para siswa cinta terhadap lingkungan, terang Supriyadi, pembina Pramuka MTs Maarif NU Kejajar kepada KARTANU, Kamis (13/11).

Cinta Lingkungan, Madrasah NU Wonosobo Tanam 1000 Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)
Cinta Lingkungan, Madrasah NU Wonosobo Tanam 1000 Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)


Cinta Lingkungan, Madrasah NU Wonosobo Tanam 1000 Pohon

Disebutkan pula, 1000 pohon yang ditanam itu merupakan hasil dari pembibitan di sekolah. Setelah tumbuh agak besar, ditanamlah di beberapa lokasi di Desa Kreo. Semoga saja setelah ditanam, nantinya bisa dirawat hingga tumbuh dan hidup menjadi lebih besar serta bermanfaat, jelasnya.

Aksi tanam pohon ini terangkai dalam agenda rutin Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami). Secara rutin MTs Maarif Kejajar melakukan Persami. Namun, Persami kali ini berbeda dengan persami sebelumnya. Persami kali ini para melakukan aksi tanam 1000 pohon di desa Kreo Kecamatan Kejajar, tambah Supriyadi.

KARTANU

KARTANU

Pihak sekolah berharap, aksi yang diikuti sekitar 250 siswa dari kelas VII sampai IX ini berlanjut hingga ke tingkat perawatan dan penjagaan sehingga jerih payah peserta dalam gerakan cinta lingkungan tidak sia-sia. (Fathul Jamil/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/48191/cinta-lingkungan-madrasah-nu-wonosobo-tanam-1000-pohon

KARTANU

Rabu, 25 Desember 2013

Sambut Tahun Hijriyah, JQH NU Pringsewu Semaan Al-Quran

Pringsewu, KARTANU. Jamiyyatul Quro wal Hufadz (JQH NU) Kabupaten Pringsewu, Lampung, menggelar semaan Al-Quran di Pendopo Kabupaten Pringsewu pada Senin (4/11). Kegiatan kerja sama Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu rutin digelar tiap menyambut tahun baru Hijriyah.

Bupati Pringsewu Sujadi Saddad pada kesempatan yang dihadiri warga dan para santri, serta para penghafal Al-Quran NU itu berharap, kegiatan tersebut dapat menjadi momentum untuk saling memaafkan.

Sambut Tahun Hijriyah, JQH NU Pringsewu Semaan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Tahun Hijriyah, JQH NU Pringsewu Semaan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)


Sambut Tahun Hijriyah, JQH NU Pringsewu Semaan Al-Quran

Sujadi yang juga Mustasyar PCNU Kabupaten Prinsewu tersebut berdoa supaya seluruh warga Kabupaten Pringsewu selalu diberi kemudahan dalam beribadah dan mendapatkan keberkahan dalam hidup sehingga akan tercipta Pringsewu yang agamis.

KARTANU

Tampak pada kesempatan itu sejumlah Kepala Dinas, Ketua MUI Kabupaten Pringsewu KH. Hambali.

Pada kesempatan itu, MUI memberikan selebaran makalah tentang fadilah bulan Muharam kepada para jamaah. Makalah tersebut dilengkapi dengan doa awal dan akhir tahun serta amaliyah amaliyah yang dapat dilakukan di bulan Muharram disertai dalil dalilnya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

KARTANU

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/48021/sambut-tahun-hijriyah-jqh-nu-pringsewu-semaan-al-quran

KARTANU

Jumat, 13 Desember 2013

Tahun Baru, IPNU-IPPNU Probolinggo Istighotsah Bersama

Probolinggo, KARTANU. Dalam rangka menyambut tahun baru 2017, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Probolinggo melaksanakan istighotsah bersama, Senin (2/1).

Kegiatan yang dipusatkan di Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Kota Probolinggo di Kelurahan Kedopok Kecamatan Kedopok Kota Probolinggo ini diikuti oleh puluhan pelajar NU baik tingkat cabang maupun anak cabang di Kota Probolinggo.

Tahun Baru, IPNU-IPPNU Probolinggo Istighotsah Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahun Baru, IPNU-IPPNU Probolinggo Istighotsah Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)


Tahun Baru, IPNU-IPPNU Probolinggo Istighotsah Bersama

Istighotsah bersama ini digelar dengan harapan agar di tahun 2017 ini, khususnya negara ini dijauhkan dari segala bala dan musibah. Sehingga rakyatnya bisa hidup aman, tentram dan sejahtera, kata Ketua PC IPNU Kota Probolinggo Anton.

Menurut Anton, istighotsah bersama ini dilakukan dengan tujuan untuk mencegah para pemuda, khususnya pelajar merayakan tahun baru dengan hura-hura. Apalagi selama ini pergantian tahun selalu identik dengan kebut-kebutan dan kegiatan negatif seperti mabuk-mabukan dan lain sebagainya.

KARTANU

Dari pada merayakan tahun baru dengan hal-hal yang negatif, lebih baik kita isi dengan hal-hal yang positif. Selain untuk meningkatkan tali silaturahim, kegiatan ini juga mengharapkan ridho dan syafaat dari Nabi Muhammad SAW, jelasnya.

Melalui kegiatan ini Anton mengharapkan agar IPNU dan IPPNU di Kota Probolinggo selalu bisa berperan aktif untuk kemajuan dan kebaikan bangsa. Serta konsisten dalam menumbuhkan nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) an nahdliyah di kalangan pelajar.

KARTANU

Setidaknya dengan kegiatan ini nantinya diharapkan ke depan kepengurusan IPNU dan IPPNU di Kota Probolinggo bisa semakin kompak kedepannya. Sehingga bisa memberikan manfaat bagi pelajar NU di Kota Probolinggo, harapnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/74349/tahun-baru-ipnu-ippnu-probolinggo-istighotsah-bersama

Selasa, 09 Oktober 2012

Banser Remaja Putri Ini Amankan Maulidan di Kota Banjar

Banjar, KARTANU. Puluhan anggota Banser Kota Banjar bersiap mengamankan kegiatan Maulid Nabi dan silaturahmi para habib serta ulama se-Kota Banjar di Pesantren Al-Hilal, Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Senin (25/4). Tetapi siapa kira ada seorang remaja putri berseragam Banser ikut berbaris mendengarkan instruksi serta arahan dari Kasatkoryon Banser Langensari.

Banser wanita ini adalah Eti Herlina (22). Warga Dusun Sukahurip, Desa dan Kecamatan Langensari, Kota Banjar ini tidak sekali terlibat dalam pengamanan yang pernah dilakukan Banser Kota Banjar.

Banser Remaja Putri Ini Amankan Maulidan di Kota Banjar (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Remaja Putri Ini Amankan Maulidan di Kota Banjar (Sumber Gambar : Nu Online)


Banser Remaja Putri Ini Amankan Maulidan di Kota Banjar

"Saya karyawan toko emas, sudah beberapa kali mengikuti pengamanan kegiatan keagamaan baik di Kota Banjar maupun di daerah lain," kata Eti kepada KARTANU.

KARTANU

Eti mengatakan menceritakan itikad baiknya mengabdikan diri kepada NU melalui cara yang ia lakukan sekarang. Sementara itu, hanya dia satu-satunya anggota Banser wanita di Banjar.

KARTANU

"Saya ingin banyak teman Banser perempuan. Sampai saat ini keluarga mendukung dan tidak ada komplain," ungkapnya.

Di tempat yang sama, Ketua GP Ansor Langensari Ihsan Hanafi menjelaskan, adanya Banser wanita ini merupakan upaya membangkitkan semangat mempertahankan NKRI.

"Kader putri NU baik di Fatayat, IPPNU harus diberi ruang gerak untuk berkhidmah kepada ulama. Jangan salah, pejuang perempuan sudah ada sejak zaman penjajahan. Makanya sekarang perlu ditumbuhkan, bukan dulu saja," pungkasnya. (Muhafid/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/67627/banser-remaja-putri-ini-amankan-maulidan-di-kota-banjar

KARTANU

Sabtu, 16 Juni 2012

Pekalongan Dibanjiri Ulama Peserta Konferensi Internasional Belanegara

KARTANU - Para tamu dari berbagai daerah telah sampai di Pekalongan untuk mengikuti berbagai rangkaian acara Konferensi Internasional Bela Negara. Nampak di antara para tamu tersebut ialah ulama sepuh kharismatis, KH Maimun Zubair, pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang.

Para tamu siang ini sudah mulai melakukan registrasi dan mendapat ID Card resmi untuk mengikuti Konferensi Internasional Bela Negara yang akan digelar pada 27-29 Juli 2016 di kota Pekalongan. Menurut salah satu panitia, Dani, pada siang hari ini registrasi peserta dilakukan di dua tempat.

Pekalongan Dibanjiri Ulama Peserta Konferensi Internasional Belanegara - KARTANU
Pekalongan Dibanjiri Ulama Peserta Konferensi Internasional Belanegara - KARTANU


Pekalongan Dibanjiri Ulama Peserta Konferensi Internasional Belanegara

“Hari ini, registrasi peserta konferensi dilaksanakan di dua tempat, sebagian tamu melakukan registrasi di Hotel Santika, sedangkan sebagian lagi melakukan registrasi di Gedung Kanzus Sholawat,” ujarnya.

KARTANU

Untuk peserta yang sudah melakukan registrasi di antaranya peserta dari Jakarta, Banten, Papua, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara Barat. Untuk wilayah Bali, Maluku , dan lain-lain diperkirakam akan sampai sore ini.

Sebelumnya, panitia Konferensi Internasional Bela Negara mengirim undangan acara kepada para ulama, mursyid, muqoddam, khalifah, pengasuh pesantren, pengurus JATMAN, TNI, POLRI, dan tokoh masyarakat dari dalam maupun luar negeri.

KARTANU

Ada beberapa persyaratan yang harus diserahkan oleh para tamu untuk melakukan registrasi. Di antaranya, harus membawa surat mandat dari panitia. Menurut Nala Riskiati, salah satu panitia registrasi, setelah melakukan registrasi peserta akan diantar ke penginapan.

Lokasi acara registrasi cukup kondusif dan aman. Bapak Sugianto, salah satu personil Polsek Pekalongan Timur, menyatakan telah menerjunkan 15 personil untuk membantu kelancaran registrasi di Gedung Kanzus Sholawat. Sementara di Hotel Santika, pengamanan tak kalah ketat. Nampak belasan personil polisi dan jibom yang diturunkan untuk mengamankan lokasi.

KH. Dr. Hamdani, pengurus JATMAN yang ikut mengawasi proses registrasi, sangat antusias atas acara yang digagas oleh Al-Habib Lutfi Bin Yahya ini.

“Saya pikir ini adalah sejarah, sehingga thariqah tidak hanya dikonotasikan sebagai orang-orang yang ahli dzikir, tetapi juga memiliki komitmen nasionalisme. Bahkan ini mendunia! Dengan acara Konferensi Internasional Ulama Thariqah sedunia ini menunjukan bahwa ahli thariqah itu juga berkontribusi kepada dunia dalam hal peradaban, dan kemanusiaan yang berdasarkan atas perdamaian dunia. Dan itu adalah suatu sejarah yang mungkin belum terjadi sebelumnya. Kita patut mengapresiasi kegiatan ini, terutama kepada Habib Lutfi sebagai Rais ‘Aam JATMAN yang memelopori dan menggagas acara ini. Patut kita syukuri dan teladani," ujarnya.

Ia juga berharap, acara ini bisa ditindaklanjuti dari apa yang dibahas dalam konfrensi. “Harapan saya, kita bisa melanjutkan dan menindaklanjuti acara semacam ini, sebagaimana dhawuh Habib Lutfi, bahwa thariqah harus memberikan keteladanan di tengah konflik yang banyak terjadi saat ini,” pungkasnya.

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/07/pekalongan-dibanjiri-ulama-peserta-konferensi-internasional-bela-negara.html

Selasa, 17 Januari 2012

Isu PKI Itu Mainan Para Alumnus Amerika, Lalu Radikalis Mainan Siapa?

KARTANU - Amerika mulai khawatir terhadap langkah politik internasional Presiden sekarang dengan membangun poros “Jakarta-Beijing-Taheran-Moskow” meliputi perdagangan, teknologi sipil, teknologi militer, kesehatan, nuklir dan investasi.

Hal yang paling merisaukan Amerika adalah hancurnya hegemoni mereka serta hilangnya kontrol atas geliat ekonomi di Indonesia yang pada akhirnya akan merubah kiblat negara-negara kawasan di Asia Tenggara mengikuti jejak langkah Indonesia yang progresif.

Ketakutan Amerika juga tidak terlepas dari kebijakan Presiden terhadap perpanjangan kontrak PT. Freeport Indonesia di bumi Papua, betapa besar kehilangan keuntungan bagi mereka apabila PT. Freeport Indonesia akan dimainkan Jokowi sebagai ‘capital politic’ pada pilpres tahun 2019 nanti, maka akan tamatlah Amerika di Indonesia.

Isu PKI Itu Mainan Para Alumnus Amerika, Lalu Radikalis Mainan Siapa? - KARTANU
Isu PKI Itu Mainan Para Alumnus Amerika, Lalu Radikalis Mainan Siapa? - KARTANU


Isu PKI Itu Mainan Para Alumnus Amerika, Lalu Radikalis Mainan Siapa?

Ada beberapa langkah yang telah dan mulai dimainkan oleh Amerika di Indonesia dalam rangka tetap dapat mengusai Indonesia seperti selama ini berhasil mereka lakukan;

KARTANU

1. Lewat bantuan Arab Saudi dengan memberikan suntikan dana besar kepada para radikalis dan teroris di Indonesia.

KARTANU

2. Lewat Mesir dan Turkey dengan menggerakan Hizbut Tahrir dan Ikhwanul Muslim di Indonesia (HTI dan PKS).

3. Lewat Alumnus West Point, Minneapolis, dan kursus perwira Indonesia di negeri Paman Sam dengan memainkan isu bangkitnya PKI.

Baca: Habib yang Ketua Ansor Jember Ini Dibunuh PKI

Ada pertanyaan, apakah CIA bermain di sini, maka jawabnya tentu saja. Sebab sudah bukan rahasia lagi bahwa selama ini, mereka (CIA) telah merekrut alumnus sekolah perwira militer maupun para akademisi terbaik dari sipil yang pernah mengenyam pendidikan Amerika, dan terlihat dari unsur Radikalis merapat ke blok Amrikiyya ini.

Maka janganlah heran kalau yang menyebar isu anti Cina dan tuduhan bahwa Ahok bisa menjadi pemicunya mungkin mengarah ke tragedi tahun 1998, dan yang mengatakan bahwa hantu PKI itu memang nyata, serta yang membakar masa dalam pidato tentang bangkitnya ideologi komunis lewat PKI di Indonesia, semuanya adalah purnawirawan Jenderal lulusan Amerika. Apakah bukan kebetulan semata?

Sederhana saja jawabnya, bahwa pola yang dimainkan Amerika sangat mirip dengan yang terjadi pada situasi sebelum meledaknya G 30 S/PKI seperti contoh di bawah ini:

– Settingnya dulu adalah Tritura, juga terselip sentimen anti Cina. Golnya adalah jatuhnya Bung Karno. Dan saat ini setingnya adalah “Turunkan Jokowi dan hancurkan PKI”, targetnya jatuhkan Jokowi.

– Dulu Amerika memainkan kebodohan dan ambisi PKI dengan memusuhi para ulama dan agamawan, kemudian melakukan kudeta terhadap para Pahlawan Revolusi, maka saat ini digandengnya kaum radikalis yang anti Pancasila karena dianggap ajaran Thoghut untuk propaganda bangkitnya PKI. Padahal apa urusan mereka soal PKI, mereka itu jelas-jelas anti Pancasila dan ingin mendirikan Khilafah Islamiyah di Indonesia.

– Pola penghancuran Indonesia telah dilakukan lewat aksi teror dan rencana membagi Indonesia menjadi 18 sampai 20 negara baru sehingga mudah dikuasai sesuai kepentingan mereka. Langkah itu tidak membuahkan hasil, maka mereka (Amerika) lewat antek-antek mereka di Indonesia memainkan isu yang paling sensitive yaitu “Bangkitnya PKI”.

– Membangun fitnah terhadap pribadi Agus Wijoyo, purnawirawan Jenderal bintang 3 anak dari salah seorang Pahlawan Revolusi yang adalah tokoh penggagas serta pelopor rekonsiliasi antara anak mantan PKI dengan anak Pahlawan Revolusi. Sehingga ditimbulkanlah pertanyaan nyeleneh dari juga purnawirawan Jenderal lulusan Amerika bahwa perlu dipertanyakan apakah betul Agus Wijoyo itu anak dari Pahlawan Revolusi? Hal yang kemudian dibantah dan diluruskan oleh AM.

Hendropriyono, purnawirawan Jenderal mantan kepala BIN menyatakan bahwa dia kenal betul siapa Agus Wijoyo dan kenal betul siapa bapaknya. Sekarang isu bangkitnya PKI menjadi mainan yang menyatukan para alumnus Amerika baik sipil maupun militer bergandeng tangan dengan mesin penghancur Amerika di Timur Tengah yaitu kelompok radikal serta teroris berbaju agama.

Akankah kita Bangsa Indonesia dapat dihancurkan oleh mereka dengan cara-cara keji di atas? Tentu kondisi nya berbeda, karena langkah yang ditempuh Jokowi adalah sebagai berikut:

1. Membangun kekuatan TNI, baik lewat perbaikan Alusista, baik produksi dalam negeri maupun lewat pembelian dengan melirik Rusia sebagai mitra utama.

2. Membersihkan BIN dari agen ganda pengabdi kepada kepentingan Amerika dengan agen Merah Putih.

3. Menempatkan jabatan Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan, serta juga Kapolri yang bukan lagi lulusan Amerika.

4. Membangun infrastruktur besar di Indonesia.

Semuanya adalah dalam memperkuat ketahanan nasional, serta meninggikan martabat bangsa dengan tidak lagi tunduk kepada kemauan Amerika. Maka malulah kita, kalau masih saja mau menjual diri kepada kepentingan Amerika. [KARTANU]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/isu-pki-itu-mainan-para-alumnus-amerika-lalu-radikalis-mainan-siapa.html

Minggu, 08 Mei 2011

Ketua DPRD Nilai Ansor Way Kanan OKP Aktif

Way Kanan, KARTANU. Ketua DPRD Kabupaten Way Kanan Raden Adipati Surya pasca upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-86 tahun di Blambangan Umpu, Way Kanan, Lampung, Selasa (28/10), mengapresiasi Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor di daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Provinsi Sumatera Selatan itu.

"Ansor sebagai organisasi kepemudaan atau OKP yang hidup atau tidak mati. Kami membutuhkan bantuan Ansor untuk membangun Way Kanan dan organisasi kepemudaan yang lain. Sinergi dan silaturahim untuk pembangunan daerah dan bangsa senantiasa kita perlukan," kata Adipati yang juga Ketua DPD KNPI Way Kanan itu pula.

Ketua DPRD Nilai Ansor Way Kanan OKP Aktif (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua DPRD Nilai Ansor Way Kanan OKP Aktif (Sumber Gambar : Nu Online)


Ketua DPRD Nilai Ansor Way Kanan OKP Aktif

Pada pertemuan itu, sejumlah pengurus PC GP Ansor Way Kanan seperti Sekretaris Eko Wahyudi, Kasatkorcab Banser Alex Al Mukin mengucapkan selamat kepada Adipati yang baru saja dilantik menjadi pimpinan DPRD Way Kanan definitif itu.

KARTANU

"Terima kasih. Selamat juga untuk GP Ansor yang memiliki pemimpin baru, sahabat Gatot Arifianto, saya sudah lama kenal beliau. Saya optimistis GP Ansor akan semakin maju di bawah kepemimpinannya," ujar Adipati lagi.

KARTANU

Pemerintah Kabupaten Way Kanan memperingati Hari Sumpah Pemuda ke 86 tahun di lapangan Pemkab setempat. Bertindak sebagai Inspektur Upacara pada kegiatan dihadiri Kapolres AKBP Kunto Prasetya dan diikuti sekitar seribu peserta dari berbagai unsur seperti PNS, pelajar dan organisasi kepemudaan itu Raden Adipati Surya, adapun Komandan Upacara Rusli Ali Sadewa dari Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Satkoryon Pakuanratu.

"Kami berima kasih atas amanah dan penunjukan yang diberikan, semoga ke depan GP Ansor dipercaya kembali sebagai komandan upacara di hari-hari nasional lainya," ujar Rusli singkat.

Permintaan GP Ansor menjadi Komandan Upacara Sumpah Pemuda 28 Oktober disampaikan Bupati Way Kanan Bustami Zainudin. (Hasyim Asari/Mahbib)

Foto: Rusli Ali Sadewa anggota Banser Satkoryon Pakuan Ratu Way Kanan menjadi Komandan Upacara Sumpah Pemuda 28 Oktober 2014 yang ke-86 di Waykanan, Lampung.

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/55382/ketua-dprd-nilai-ansor-way-kanan-okp-aktif

KARTANU

Senin, 25 April 2011

Fakta Seputar Pemakaman Gus Dur

Oleh M Zainal A Khosyi’in KARTANU - Acapkali mendapat undangan ceramah di Malang, Prof DR KH Ali Maschan Moesa, M.Si (Wakil Rois Syuriyah PWNU Jawa Timur) singgah dan menghampiri untuk mengajak penulis mendampingi beliau. Setiap masuk rumah sebelum duduk beliau selalu saja tertegun memandangi demikian dalam foto yang menggambarkan jasad mulia KH Abdurrohman Wahid (Gus Dur) berjalan dari tangan ke tangan sejak diturunkan dari mobil ambulans hingga memasuki Masjid Ulul Albab Pesantren Tebuireng untuk disholatkan sambil bergumam, “sungguh karunia luar biasa mendapat amanah tidak sengaja mengimami sholat jenazah Gus Dur”.

Kiai Ali—demikian biasa penulis menyapa beliau—lantas bercerita—sesuatu yang telah berkali-kali beliau tuturkan tetapi tetap saja penulis dengan semangat mendengarkannya seolah baru pertama kali beliau menceritakan—bahwa setelah wafat pada Rabu tanggal 30 Desember 2009 pukul 18.40 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, pihak keluarga—menuruti permintaan Gus Dur sendiri—memutuskan untuk memakamkan Gus Dur di Maqbarah Tebuireng yang berada dalam komplek Pesantren Tebuireng Jombang tempat dimana jasad mulia Hadratussyekh KHM Hasyim Asy’ari (kakek), Nyai Nafiqoh (nenek), KH A Wahid Hasyim (ayah), Nyai Sholihah Bisri (ibu) dan kerabat Tebuireng lainnya diistirahatkan dari kepayahan dunia.

Sejurus setelah itu komplek Pesantren Tebuireng Jombang telah sesak dengan peziarah dari berbagai penjuru dan Kiai Ali—yang ketika itu seperti biasa setiap hari sabtu, ahad dan hari libur berada di Surabaya karena libur tidak ada aktifitas kelegislatifan dalam kapasitasnya sebagai Anggota Komisi 8 DPR RI 2009-2014—pagi-pagi sudah berada di Tebuireng sekalian menjenguk salah satu putrinya yang sedang ngangsu kaweruh di Pesantren Putri Tebuireng. Karena Masjid Ulul Albab—tempat dimana jenazah Gus Dur telah ditunggu ratusan ribu takziyin untuk disholati—berada satu komplek dengan pesantren putri tentu saja Kiai Ali merupakan sedikit kiai dari ribuan kiai pentakziyah yang dengan mudah mencapai masjid.

Fakta Seputar Pemakaman Gus Dur - KARTANU
Fakta Seputar Pemakaman Gus Dur - KARTANU


Fakta Seputar Pemakaman Gus Dur

Maka ketika keranda berbalut merah putih yang membawa jenazah Gus Dur yang diusung dan dikawal sepasukan TNI berhasil mencapai mihrob masjid setelah sejaman lebih susah paya menyibak ratusan ribu pentakziyah yang terus berusaha berada paling dekat dengan jasad mulia Gus Dur tetapi sholat jenazah tidak kunjung dimulai dikarenakan menunggu sang imam sholat jenazah yang telah ditunjuk pihak Pesantren Tebuireng terblokade tidak bisa masuk masjid. Melalui telepon seluler KH Shalahuddin Wahid lantas menanyakan kepada petugas tentang siapa saja kiai yang berada didalam masjid, petugas menyebut KH Ahmad Mustofa Bisri—yang memang sejak berangkat dari kediaman Gus Dur di kawasan Warung Silah Ciganjur Jakarta terus berada mendampingi pihak keluarga—dan KH Ali Maschan Moesa. Karena KH Ahmad Mustofa Bisri sudah bersholat jenazah di Ciganjur dan sedang batal wudlu’ maka amanah itupun jatuh kepada KH Ali Maschan Moesa

Pentakziyah yang terus menangis dan tidak jarang histeris itu sudah berkali-kali dikomando melalui pengeras suara untuk tenang karena sholat segera dimulai. Pihak keluarga Tebuireng, pengurus masjid,  Banser dan bahkan TNI bergantian berusaha menenangkan gemuruh umat, sampai akhirnya KH Ali Maschan Moesa berteriak lantang ; “Allohumma sholli alaa Muhammad! Monggo sholat jenazah dimulai nggee...?!!”. Pentakziyahpun secara kuur menyahut ; “Nggggeeee...!!!”

KARTANU

KARTANU

Siapapun yang dikaruniai kesempatan bisa hadir untuk mengikuti sholat jenazah di Masjid Ulul Albab pada saat itu pasti merasakan atmospir kesedihan dan duka teramat sangat dalam karena kepergian Gus Dur. Penulis yang saat itu berada dilantai II Masjid Ulul Albab dapat menyaksikan betapa untuk memasuki masjid saja dibutuhkan kekuatan himmah untuk semata memberikan penghormatan terakhir kepada Gus Dur. Dan pasti untuk menenangkan ratusan ribu pentakziyah yang sangat larut dalam duka mendalam itu dibutuhkan kekuatan supranatural yang hebat.

Kiai Ali setiap habis menceritakan hal tersebut senantiasa mengijazahkan suatu amalan yang bisa membantu setiap kita dalam kondisi terjepit dan kepepet seolah Kiai Ali tahu

bahwa penulis tidak pernah sanggup menyelesaikan ijab qobul ijazah dengan mengatakan qobiltu. Ya bagaimana penulis sanggup menjawab qobiltu, sementara jiwa dan perasaan penulis setiap mendengar cerita itu terbawa pada situasi sangat syakral dan khidmad di pagi Kamis 31 Desember 2009 itu.

Tidak itu saja, memori penulis langsung saja tersambung dengan situasi di saat kapundutnya guru ayah penulis, H.M.Nashiruddin Kholil, seorang wali besar abad 20 yang adalah keponakan Rois Aam PBNU almaghfurlah KH Achmad Shiddiq yaitu KH Abdul Hamid bin Abdullah bin Umar Pasuruan pada Sabtu dinihari, tanggal 9 Robiul Awal 1403 H bertepatan dengan 25 Desember 1982, dalam usia 70 tahun menurut hitungan hijriyah atau 69 tahun menurut hitungan miladiyah.

Sebagaimana dituturkan secara apik oleh Hamid Ahmad dalam buku “Percik-Percik Keteladanan Kiai Hamid Pasuruan” : Kabar (kewafatan Kiai Hamid) pun segera menyebar, lewat radio, dari mulut kemulut dan dari telpon ke telpon. Umat datang berbondong-bondong untuk melayat ke rumah duka sejak pagi. Mereka berasal dari berbagai penjuru. Umumnya seperti tak percaya Kiai Hamid meninggal. Mereka menangis, mereka histeris. Melihat begitu banyaknya pelayat, pihak keluarga tidak mau ambil resiko. Khawatir rusak jadi rebutan, kerandanya diikat kuat-kuat

Menjelang Ashar, keranda dibawa ke masjid. Keranda itu berjalan dari satu tangan ketangan lain karena orang tak bisa berjalan, saking padatnya. Terjadi tarik menarik di antara mereka. Misalnya, ketika hendak keluar dari komplek pondok, sebagian orang hendak membawanya keluar dari gerbang barat, sebagian lainnya ke arah gerbang timur. Sampai di masjid pun begitu. Terjadi tarik menarik sehingga beberapa kali orang melanggar(?) jendela masjid. Konon, dari rumah ke masjid dibutuhkan waktu hingga dua jam (padahal jarak kediaman Kiai Hamid di komplek Pondok Salafiyah dengan Masjid Agung Al Anwar hanya sekitar

setengah kilo saja, pen.)

Dilaporkan, jamaah yang menyalati meluber. Tidak hanya ke alun-alun depan masjid, tapi terus ke timur hingga perempatan PLN (sekitar 100 meter), dan memenuhi Jalan Niaga hingga ke ujung utara dan ruas-ruas Jalan Nusantara hingga ke ujung selatan (dua jalan ini merentang dari utara ke selatan sepanjang 1 km). Diperkirakan jumlah mereka mencapai ratusan ribu orang. KH Ali Maksum (Rois Aam PBNU yang adalah karib Kiai Hamid, pen.) bertindak sebagai imam sholat.

Setelah sholat Ashar, jasad beliau disemayamkan di kompleks makam sebelah barat masjid Agung Al Anwar Pasuruan. Kompleks ini memang diperuntukkan bagi para kiai dan habaib. Di sana antara lain ada makam Habib Ja’far bin Syaikhon Assegaf (guru beliau), Kiai Achmad Qusyairi (paman sekaligus mertua beliau) dan Kiai Achmad bin Sahal (ipar beliau).

Waba’du. Mensejajarkan dan menyebut KH A Hamid Abdulloh dan KH Abdurrohman Wahid dalam satu tariakan nafas rasanya tidak berlebihan. Sekalipun dengan citra yang berbeda, kebanyakan orang

utamanya yang mengenal dekat beliau berdua, sama-sama meyakini jika keduanya adalah wali Allah. Sekalipun Gus Dur tidak ada kedekatan personal dengan Kiai Hamid, tapi orang-orang terdekat Gus Dur semisal KH Achmad Shiddiq (Rois Aam PBNU seperiode dengan Gus Dur ketika menjadi Ketua Umum PBNU), KH Ali Maksum (guru Gus Dur) dan KH Hamim Jazuli (Gus Mik Kediri) adalah kerabat dan teman dekat Kiai Hamid.

Jika ditelusuri lebih jauh, Kiai Hamid dan Gus Dur mempunyai kebiasaan yang sama: suka berziarah ke makam ulama dan terutama wali. Konon saking terbiasanya Gus Dur ziarah makam Sunan Ampel, sampai-sampai KH Nawawi (dzurriyah Sunan Ampel dan imam besar Masjid Agung Sunan Ampel sebelum tahun 2000-an) hafal betul kapan Gus Dur mesti datang berziarah sehingga Kiai Nawawi mesti

tidak diberitahu sebelumnya sudah menunggu kedatangan Gus Dur di pusara makam Sunan Ampel.

Gus Dur pula—ketika menjabat Presiden RI—yang memasyhurkan makam Sayyid Ibrohim as-Samarqondi (orang Jawa menyebutnya Maulana Ibrohim Asmorokondi) di Palang, Tuban. Pun Komplek Pemakaman

Troloyo di mana Sayyid Jamaluddin Husein (lebih karib dengan Syekh Jumadil Kubro) di Mojokerta dimasyhurkan Gus Dur dengan menyebut bahwa moyangnya yang berasal dari China yang bernama Tan Kim Han (didefinisikan orang sebagai Syekh Abdul Qodir as-Shiniy), dimakamkan di Troloyo juga.

Adapun perihal kebiasaan Kiai Hamid berziarah makam ulama, ada fakta menarik—sebagaimana disebutkan dalam buku Percik-Percik Keteladanan Kiai Hamid dan cerita ayah penulis—bahwa setiap

berziarah, Kiai Hamid senantiasa mengutamakan akhlaq. Sebagaimana ketika biasa mendawamkan ziarah makam gurunya—Habib Ja’far bin Syaikhon Assegaff—dan mertua sekaligus pamannya—KH Achmad Qusyairi Shiddiq—di pemakaman barat Masjid Agung Al-Anwar Pasuruan, Kiai Hamid selalu masuk dari arah yang menunjukkan posisi kaki dan duduk agak menjauh dari kijing makam. Ini sangat berbeda dengan kebanyakan orang dalam berziarah makam ulama atau wali selalu berebut posisi paling dekat dengan kepala.

Demikianlah, biar sangat terlambat tapi penulis bersyukur pada akhirnya dikaruniai kemampuan untuk mengungkap salah satu fakta kecil diseputar peristiwa besar mangkatnya orang besar yang mantan ketua umum pengurus besar organisasi besar. Semoga hal ini tercatat sebagai termasuk mengingat ulama dan orang-orang besar yang akan mendatangkan rahmat, idz bidzikrihim tatanazzalur rahamat. Amin. KARTANU

M Zainal A Khosyi’in, penulis buku Perintah

Perang Suci (2015)

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/04/fakta-seputar-pemakaman-gus-dur.html

Jumat, 18 Februari 2011

Ketum Muhammadiyyah: Bersama Wujudkan Islam Nusantara Berkemajuan

Jakarta, KARTANUDalam rangka menyemarakkan perayaan kurban di Hari Raya Idul Adha 1437 H, PT Bintang Toedjoe menggandeng NU Care-LAZISNU (Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama) dan LAZISMU (Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyyah).

Ya, jika sebelumnya (penyaluran kurbannya, Red.) hanya dilakukan di NU atau Muhammadiyyah, maka untuk tahun ini kami gandeng sekaligus dua ormas Islam terbesar ini, terang Simon Jonatan, Presiden Direktur PT Bintang Toedjoe di acara Konferensi Pers I, di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Rabu (24/08) siang.

Ketum Muhammadiyyah: Bersama Wujudkan Islam Nusantara Berkemajuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum Muhammadiyyah: Bersama Wujudkan Islam Nusantara Berkemajuan (Sumber Gambar : Nu Online)


Ketum Muhammadiyyah: Bersama Wujudkan Islam Nusantara Berkemajuan

Simon menuturkan, kurban tahun ini pihaknya mengambil tema Ayo Kurban Bersama. Sebab, menurutnya, untuk pertama kalinya ini penyaluran kurban PT Bintang Toedjoe dilakukan secara bersamaan di NU dan di Muhammadiyyah.

KARTANU

Sementara itu, Direktur Utama LAZISMU, Andar Nubowo menyampaikan, sinergi kegiatan LAZISMU dan NU CareLAZISNU tidak akan terhenti di kurban bersama saja. Sinergi-kolaborasi antara LAZISMU dan LAZISNU harus terus diintensifkan, karena masih banyak PR mengenai ZIS (Zakat, Infak, dan Sedekah), termasuk menggali potensi zakat Indonesia yang belum digarap secara optimal, tutur Andar.

Senada, Direktur NU CareLAZISNU Syamsul Huda menyatakan bahwa NU dan Muhammadiyyah harus sering bersinergi. Ini (kurban bersama, Red.) merupakan peristiwa besar dan langka. Saya harap NU dan Muhammadiyyah harus terus bersinergi. Bahkan Ketum PBNU dan Ketum Muhammadiyyah harus ngopi bareng, kata Syamsul.

Islam Nusantara Berkemajuan

KARTANU

Ketua Umum Muhammadiyyah Prof Haedar Nashir pada kesempatan itu menyampaikan bahwa kurban bersama antara NU dan Muhammadiyyah ini adalah suatu peningkatan. Jika pada tahun-tahun sebelumnya dua organisasi ini sama-sama berkurban, maka di tahun 2016 ini Muhammadiyyah dan NU berkurban bersama. Suatu peningkatan, paparnya.

Ia berharap upaya PT Bintang Toedjoe untuk berkurban dapat memotivasi perusahaan-perusahaan lain untuk juga berkurban. Tidak hanya mencari keuntungan sebesar-besarnya, melainkan juga perlu memperhatikan keberkahannya.

Semoga dengan adanya kurban bersama ini, semangat kebersamaan tetap terjaga. Jika NU punya konsep Islam Nusantara, dan Muhammadiyyah dengan Islam Berkemajuan-nya, maka jika bergerak bersama-sama menjadi Islam Nusantara Berkemajuan, paparnya, yang disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin.

Seusai dilaksanakannya Konferensi Pers I di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyyah, sore harinya kembali dilangsungkan Konferensi Pers II di Gedung PBNU, Lantai 8. Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj beserta Sekjen PBNU H Helmy Faishal Zaini hadir dalam Konferensi Pers II tersebut. Kiai Said berharap agar kerja sama NU dan Muhammadiyyah bisa ditingkatkan lagi.

Tantangan kita semakin berat. Datang dari kanan-kiri. Berbagai paham masuk ke Indonesia. Kalau bukan NU dan Muhammadiyyah, siapa lagi yang mau ngawal Indonesia ini. Maka itu, kita harus menyatu lagi. Bukan hanya soal sapi, jelas Kiai Said. (Wahyu Noerhadi/Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/70725/ketum-muhammadiyyah-bersama-wujudkan-islam-nusantara-berkemajuan

KARTANU

Sabtu, 24 Juli 2010

Gelar Sanlat, IPNU-IPPNU Bimbing Pelajar Sukses SMBPTN

Kudus, KARTANU. Sebanyak 63 pelajar MA/SMA/SMK mengikuti kegiatan Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN) yang diselenggarakan Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kudus. Jumat (8/5) kemarin, kegiatan BPUN yang dikemas pesantren kilat (sanlat) ini secara resmi dibuka di Pondok Pesantren Zainal Husain Desa Golantepus Mejobo Kudus.

Ketua panitia Abu Hasan Asyari menjelaskan, peserta BPUN 2015 ini tidak hanya diikuti pelajar Kudus saja tetapi beberapa dari Purwodadi, Sragen, Rembang dan Pati. Mereka akan mendapat bimbingan belajar menuju sukses Seleksi Masuk Bersama Perguruan Tinggi Negeri (SMBPTN) selama satu bulan.

Gelar Sanlat, IPNU-IPPNU Bimbing Pelajar Sukses SMBPTN (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Sanlat, IPNU-IPPNU Bimbing Pelajar Sukses SMBPTN (Sumber Gambar : Nu Online)


Gelar Sanlat, IPNU-IPPNU Bimbing Pelajar Sukses SMBPTN

"Program BPUN sudah berlangsung sejak 2007 hingga sekarang bertujuan membimbing, mendampingi dan mengawal kesuksesan pelajar meraih mimpinya masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN)," kata Abu Hasan.

KARTANU

Ia menambahkan, kegiatan ini juga akan mendorong pelajar lebih semangat ikhtiar belajar dan berdoa. "Jadwal kegiatannya, pagi bimbel, malam harinya pengajian agama, motivasi dan penambahan skill. Intinya belajar juga berdoa dengan melakukan riyadhoh," imbuh Abu.

Pengurus Wilayah IPNU Jateng Dwi Syaifullah yang turut hadir menyambut baik program BPUN ini. Menurutnya, program ini sangat bermanfaat menopang kebutuhan pelajar yang mempunyai cita-cita masuk PTN.

KARTANU

"IPNU-IPPNU mendampingi pelajar supaya menuntut ilmu menjadi bermanfaat dan berkah. Sebab, ilmu yang tidak berkah, tidak ada gunanya,"tandasnya.

Karenanya, Ia mengajak semua peserta BPUN bisa belajar memadukan ilmu umum dan agama guna meraih kesuksesan dunia dan akhirat. "Dan yang lebih penting juga, membahagiakan orang tua kalian," katanya dihadapan peserta BPUN.

Hal senada disampaikan Sekretaris PCNU Kudus Agus Hari Ageng saat membuka secara resmi kegiatan hasil kerjasama IPNU-IPPNU Kudus dengan Yayasan Mata Air Jakarta ini. Ia mengajak pelajar untuk belajar dengan tujuan mendapatkan keberkahan ilmu.

"Jangan punya pikiran belajar nanti menjadi apa? Tetapi tuntutlah ilmu yang manfaat," katanya memotivasi.

Ia menandaskan cita-cita mencari ilmu jangan berorientasikan dengan menjadi sosok di masa depan. Sebab, manakala tidak kesampaian akan mengalami kekecewaan.

"Selain dibekali sukses PTN, program yang akan menjaga keseimbangan rohani dan jasmani ini tidak dilakukan kelompok lain," ujarnya.

Dalam kegiatan bertema Today Student, Leader Tomorrow ini, peserta akan didampingi para mentor yang kompeten sesuai mapel yang diujikan dalam SMBPTN. Selain itu, pada malam hari diisi kegiatan keagamaan mengaji yang diasuh oleh pengasuh pesantren Zainal Hasan dan beberapa aktivis IPNU-IPPNU Kudus. (Qomarul Adib/Fathoni)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/59399/gelar-sanlat-ipnu-ippnu-bimbing-pelajar-sukses-smbptn

KARTANU

Rabu, 31 Maret 2010

Awas, Meletakkan Al-Quran di Lantai Bisa Murtad

KARTANU - Al-Quran adalah Kalamullah, maka setiap mukmin wajib memuliakan Kalamullah. Allah Ta'ala mewahyukan: "Demikianlah (perintah Allah). dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, Maka Sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati." (QS. al-Hajj, 22:32). Dan juga pada ayat "Sesungguhnya Al-Quran Ini adalah bacaan yang sangat mulia, pada Kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh), tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan." (QS. al-Waqia'ah, 56:77-79).

Awas, Meletakkan Al-Quran di Lantai Bisa Murtad - KARTANU
Awas, Meletakkan Al-Quran di Lantai Bisa Murtad - KARTANU


Awas, Meletakkan Al-Quran di Lantai Bisa Murtad

Memuliakan dan mengagungkan Mushaf Al-Quran merupakan salah satu bentuk pengagungan terhadap syiar-syiar Allah, dan sekaligus bukti keimanan dan ketakwaan seseorang. Oleh karena itu, kita wajib memperlakukan Mushaf Al-Quran dengan penuh adab, sopan santun yang tinggi.

Dan hendaknya kita juga mendidik anak-anak kita agar tidak meletakkan AlQuran secara langsung di lantai tanpa alas apa pun yang mengangkatnya agak tinggi dari atas lantai. Karena, barang siapa meletakkan Mushaf secara langsung di lantai dengan niat untuk menghinakannya, maka dia menjadi murtad dan kufur, keluar dari Islam, semoga Allah melindungi kita semua dari perbuatan semacam ini.

Dan jika seseorang meletakkan Mushaf Al-Quran di lantai secara langsung tanpa niat menghinakan Al-Quran, kendati tidak menjadi murtad, akan tetapi ia sangat tidak beradab kepada Al-Qur'an, telah memperlakukan Kitabullah dengan sangat buruk. (Diasarikan dari Fatwa Habib Umar bin Hafidz).

Syaikh Sulaiman bin Muhammad Al-Bujairimi dalam kitab Tuhfatul Habib menyatakan:

وَ يَحْرُمُ وَضْعُ الْمُصْحَفِ عَلَى اْلأَرْضِ بَلْ لاَ بُدَّ مِنْ رَفْعِهِ عُرْفاً وَلَوْ قَلِيْلاً

"Haram hukumnya meletakkan mushaf di lantai, harusnya mushaf tersebut harus diangkat, meskipun hanya sedikit."

Rasulullah saw tidak pernah meletakkan lembaran-lembaran mushaf di lantai, bahkan ketika sejumlah Yahudi memberikan kepada beliau kitab Taurat, Rasulullah saw meletakkan Taurat tersebut di atas bantal.

أَتَى نَفْرٌ مِنْ يَهُودَ فَدَعُوا رَسُولَ الله صلى الله عليه وسلّم إلَى الْقُفِّ، فأتَاهُمْ في بَيْتِ المِدْرَاسِ، فقالُوا: يَا أبَا الْقَاسِمِ إنَّ رَجُلاً مِنَّا زَنَى بامْرَأَةٍ فاحْكُمْ بَيْنَهُمْ، فَوَضَعُوا لِرَسُولِ الله صلى الله عليه وسلّم وِسَادَةً فَجَلَسَ عَلَيْهَا ثُمَّ قالَ: ائْتُونِي بالتَّوْرَاةِ، فأُتِيَ بِهَا، فَنَزَعَ الْوِسَادَةَ مِنْ تَحْتِهِ وَوَضَعَ التَّوْرَاةَ عَلَيْهَا وقالَ: آمَنْتُ بِكَ وَبِمَنْ أنْزَلَكَ.....

"Beberapa orang Yahudi datang dan mengundang Rasulullah saw untuk hadir ke Quff (tempat dekat Madinah), lalu beliau mendatangi mereka di tempat yang biasa mereka gunakan untuk mengaji. Mereka berkata, "Wahai Abul Qasim, seorang laki-laki di antara kami berzina dengan seorang wanita, maka tetapkanlah hukum bagi mereka." Mereka lantas memberi bantal Rasulullah saw untuk digunakan duduk, beliau pun duduk. Kemudian beliau minta diambilkan Taurat, naskah Taurat itu lalu diberikan kepada beliau. Beliau menarik bantal yang didudukinya dan meletakkan Taurat tersebut di atasnya seraya bersabda: "Aku beriman kepadamu dan kepada Dzat Yang menurunkanmu....." (Sunan Abu Dawud, no.4443)

Hadits di atas secara jelas memperlihatkan bagaimana Rasulullah saw memperlakukan kitab Taurat yang telah diubah oleh orang Yahudi tersebut di atas bantal, tentunya Al-Qur'an lebih utama untuk diperlakukan seperti itu. [KARTANU]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/06/awas-meletakkan-al-quran-di-lantai-bisa-murtad.html

Sabtu, 31 Januari 2009

Penyebar Propaganda Radikalisme Adalah Musuh dalam Selimut

Jakarta, KARTANU. Akademisi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Dr Waryono Abdul Ghofur menyebut warga negara Indonesia yang menjadi penyebar propaganda radikalisme dan pelaku teror sebagai "musuh dalam selimut".

"Musuh dalam selimut seperti itu justru lebih repot. Mereka seolah-olah bertindak atas nama negara dan agama, padahal tindakan mereka justru ingin menghancurkan agama dan negara," kata Waryono dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Jumat.

Penyebar Propaganda Radikalisme Adalah Musuh dalam Selimut (Sumber Gambar : Nu Online)
Penyebar Propaganda Radikalisme Adalah Musuh dalam Selimut (Sumber Gambar : Nu Online)


Penyebar Propaganda Radikalisme Adalah Musuh dalam Selimut

Dikatakannya, orang-orang yang terkena paham radikalisme dan terorisme perlu disadarkan. Mereka harus tahu bahwa paham itu salah.

"Mereka juga harus tahu tindakannya itu untuk membela siapa. Kalau mereka mengaku WNI, konsekuensinya mereka harus berperan menjaga keutuhan bangsa. Tapi sebaliknya, bila justru ingin menghancurkan NKRI, mereka jelas bukan orang Indonesia," tandas Waryono.

KARTANU

Ia menyayangkan adanya orang Indonesia yang menjadi pengikut ISIS, bahkan mereka rela melakukan tindakan-tindakan kekerasan, termasuk bom bunuh diri, yang korbannya justru saudara sesama bangsa Indonesia.

Menurut dia, tindakan itu jelas-jelas bertentangan dengan kewajiban sebagai warga negara dalam melindungi negaranya.

KARTANU

"Tugas warga negara itu membela negaranya agar tetap utuh dan tidak terganggu dengan berbagai hal yang membuat negara itu hancur," katanya.

Ia mengatakan bahwa Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi perbedaan dan menghormati kemajemukan suku dan budaya sesuai dengan ideologi Pancasila.

Oleh karena itu, semua warga negara Indonesia wajib saling menghormati serta menjaga keutuhan NKRI dari berbagai gangguan, baik dari dalam maupun dari luar negeri.

"Tidak hanya pengaruh dari luar seperti ISIS, pengaruh dari dalam pun juga harus diantisipasi," kata dia.

Sebagai orang yang setiap hari bergelut dengan bidang agama Islam, Waryono mengajak semua pihak, terutama bagi para pendidik, untuk menyebarkan pemahaman agama yang benar.

Pembantu Rektor II UIN Sunan Kalijaga itu menegaskan bahwa tidak ada satu pun agama yang mengajarkan kekerasan.

"Untuk dunia pendidikan, harus dibuat kurikulum mulai dari tingkat paling bawah sampai atas, tentang cinta tanah air, bangsa, dan agama. Semua itu untuk keutuhan dan perdamaian dan kesejahteraan NKRI," kata dia. (Antara/Mukafi Niam)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/67531/penyebar-propaganda-radikalisme-adalah-musuh-dalam-selimut-

KARTANU

Kamis, 29 Mei 2008

NU Jatim Ajak Pesantren Waspadai Peredaran Narkoba

Surabaya, KARTANU. Kalangan pesantren digoncangkan dengan kabar bahwa ada santri yang menggunakan narkotika dan obat/bahan berbahaya (narkoba) jenis ekstasi agar kuat berdzikir. Tak tanggung-tanggung, pernyataan tersebut disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komisaris Jenderal Budi Waseso. Dan secara terbuka, ia menyebut kasus tersebut ada di Jawa Timur.

"Pernyataan Budi Waseso mungkin ada benarnya. Itu sebagai peringatan bagi kita bahwa pengedar berusaha masuk ke segala lini, termasuk pesantren dengan segala cara," kata Ketua PWNU Jatim, KH Muhammad Hasan Mutawakkil Alallah, Sabtu (5/3).

NU Jatim Ajak Pesantren Waspadai Peredaran Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jatim Ajak Pesantren Waspadai Peredaran Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)


NU Jatim Ajak Pesantren Waspadai Peredaran Narkoba

Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo ini mengaku bahwa dirinya hingga kini belum mendapatkan laporan dari pemangku pesantren di Jatim kalau ada santri yang mengonsumsi narkotik untuk memacu stamina agar kuat berzikir dalam waktu lama. "Saya tidak tahu kalau soal itu," kata Kiai Mutawakkil, sapaan akrabnya.

Kiai Mutawakkil justru mengkhawatirkan bahwa para pengedar bahan berbahaya tersebut memanfaatkan oknum santri yang mantan pecandu, agar memasukkan barang itu dan mengenalkannya kepada teman santri lain. "Misalnya, ada lulusan SMP yang biasa memakai narkoba, lalu SMA atau MA-nya diteruskan di pesantren. Kemungkinan dari situ narkoba bisa masuk pesantren," terangnya.

KARTANU

Kendati demikian, Ketua PWNU Jatim dua periode ini berharap bahwa kalangan pesantren untuk meningkatkan kewaspadaan. Apa yang disampaikan Budi Waseso tersebut sebagai peringatan kepada para pengasuh pesantren agar waspada terhadap peredaran narkotika. Dan Kiai Mutawakkil juga meminta BNN dapat menginstruksikan kepada jajaran di daerah agar menindak tegas jika ada anggota masyarakat yang mengedarkan barang haram tersebut di sekitar pesantren.

Sebagai langkah antisipasi, Kiai Mutawakkil berharap agar pesantren menerapkan aturan yang ketat terhadap para santri. "Yang rawan kan pesantren-pesantren yang tidak terlalu menerapkan peraturan ketat," pungkasnya.

KARTANU

Seperti yang beredar di sejumlah media, Kabid Pemberantasan dan Penindakan BNN Jatim, AKBP Bagijo Hadi Kurnijanto mengaku mengungkap kasus narkotika yang kebetulan melibatkan anak seorang kiai di Sumenep, Madura, Jatim.

"Itu hanya oknum yang kebetulan berada di lingkungan masyarakat pesantren," kata Bagijo, kala itu. Dia sendiri mengaku bahwa BNN belum menemukan bukti narkotik masuk pesantren. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/66288/nu-jatim-ajak-pesantren-waspadai-peredaran-narkoba

KARTANU

Selasa, 27 Mei 2008

Pilkada Datang, Muncul Politisi Bermodal Banner Mimpikan Kekuasaan

Pringsewu, KARTANUFenomena munculnya beberapa orang yang tidak dikenal masyarakat dan secara tiba-memasang banner atau spanduk untuk berkompetisi dalam Pilkada mendapat perhatian dari kiai asal Pringsewu, Lampung, yang juga Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin.

Fenomena ini juga terlihat di Kabupaten Pringsewu, Lampung yang pada 2017 akan menggelar pesta demokrasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati untuk 5 tahun ke depan. Berdasarkan pengamatan di jalan raya di Kabupaten Pringsewu, sudah banyak para "kontestan" yang memasang banner bergambar wajah mereka.

Pilkada Datang, Muncul Politisi Bermodal Banner Mimpikan Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pilkada Datang, Muncul Politisi Bermodal Banner Mimpikan Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)


Pilkada Datang, Muncul Politisi Bermodal Banner Mimpikan Kekuasaan

Menurut Gus Ishom, sapaan akrabnya, setiap orang sebenarnya memerlukan kekuasaan, oleh karena itu kekuasaan selalu dicarinya, bahkan diperebutkan. Kompetisi dalam rangka perebutan kekuasaan di negeri ini terlihat jelas dari sebaran banner kampanye dari setiap bakal calon kepala daerah jauh-jauh hari sebelum pesta demokrasi itu sendiri dilangsungkan.

KARTANU

"Banyaknya orang yang menginginkan atau berebut jabatan itu tentulah karena kedahagaannya akan kekuasaan. Hanya dengan kekuasaan seseorang dapat melakukan perubahan dan bahkan mewujudkan cita-cita mulianya atau obsesi tersembunyinya," jelasnya, Rabu (30/3).

Dilihat dari sisi positif, katanya, semakin banyak mereka yang berkompetisi dalam perebutan kekuasaan, dapat berarti bahwa kita tidak akan pernah kehabisan kader-kader yang "mampu" memimpin dan membawa rakyat ke arah perubahan yang lebih baik.

KARTANU

Namun, tambahnya, dilihat dari sisi lainnya bisa berarti semakin banyak orang yang "sakit jiwa" karena terobsesi dan tertipu oleh perasaannya sendiri yang terjangkiti penyakit panjang angan-angan, yakni berkompetisi tanpa perhitungan yang matang alias bermodal banner dan nekad saja.

"Kekuasaan yang banyak diperebutkan itu merupakan sesuatu yang abstrak, tidak kasat mata, karena itu hanya dampaknya saja yang bisa dirasakan, misalnya berpengaruh positif atau tidak, apakah menyejahterakan atau tidak," terangnya.

Oleh karena itu, sarannya, setiap kompetisi perebutan kekuasaan itu idealnya hanya diikuti oleh orang-orang yang telah benar benar melakukan persiapan, punya kapasitas, kapabilitas dan sudah terbukti berpengaruh terhadap orang lain dalam hal yang tujuannya diinginkan atau tidak.

Selain itu, jelas wawasan dan etika politik sangatlah diperlukan. Bahkan bukan hanya itu saja, kompetisi tersebut sangat mungkin menguras modal finansial yang tidak sedikit dan modal sosial berupa jaringan yang kokoh demi merawat, meraih dan menjaga keutuhan suara dari para pendukungnya.

"Terjun ke dunia politik untuk tujuan meraih kekuasaan tanpa persiapan yang memadai alias bermodal nekat dengan hanya bermodal banner misalnya, hanyalah dilakukan oleh politisi gadungan, bukan politisi sungguhan. Perlu tekad yang kuat, perencanaan yang matang dan kalkulasi dukungan rill, bukannya klaim potensi dukungan, jika ingin menang dalam setiap kompetisi dan pertarungan meraih kekuasaan," ingatnya.

Menurutnya, meraih suara terbanyak adalah pekerjaan berat yang mustahil dikerjakan sendiri, tetapi untuk itu perlu jaringan berbasis massa yang solid dan kuat, memanfaatkan jaringan media massa dan meningkatkan intensitas komunikasi yang efektif dengan setiap orang yang nyata-nyata berpengaruh untuk konsolidasi dan menggalang dukungan.

"Terjun berkompetisi ke dunia politik tanpa persiapan untuk meraih kekuasaan hanyalah menimbulkan kegaduhan dan berujung pada penyesalan. Bukankah jika tidak kuat melawan, sebaiknya bergabung saja?," ajaknya kepada para politikus untuk instropeksi diri. (Muhammad Faizin/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/66936/pilkada-datang-muncul-politisi-bermodal-banner-mimpikan-kekuasaan

KARTANU

Sabtu, 04 November 2006

Inilah Puluhan Ribu Amal Usaha Muslimat NU

Jakarta, KARTANU. Dalam gelaran Rakernas dan Mukernas Muslimat NU, Ketua Umum Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa memaparkan total amal usaha organisasi yang dipimpinnya. Amal usaha tersebut meliputi lembaga pendidikan, rumah sakit, koperasi, majelis taklim, hingga panti asuhan dan jompo.

Data tersebut muncul dalam forum pembukaan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) oleh lima perangkat Muslimat Nahdlatul Ulama di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Sabtu (31/5). Kelima perangkat ini adalah Yayasan Kesehatan Muslimat (YKM) NU, Yayasan Pendidikan Muslimat (YPM) NU, Yayasan Haji Muslimat (YHM) NU, Yayasan Himpunan Daiyah Majelis Talim Muslimat (Hidmat) NU, dan Induk Koperasi Annisa (Inkopan).

Inilah Puluhan Ribu Amal Usaha Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Puluhan Ribu Amal Usaha Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)


Inilah Puluhan Ribu Amal Usaha Muslimat NU

YKM NU diketuai oleh Hj Faridah Sholahuddin Wahid, mempunyai 108 rumah bersalin/rumah sakit/klinik, 104 panti asuhan, 10 asrama putri/pesantren putri, dan 10 panti jompo, jelasnya.

Sedangkan YPM NU, lanjut Khofifah, yang diketuai Hj Sri Mulyati mempunyai 9.986 TK/RA, 14.350 TPA, 4.622 PAUD, 1.571 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), dan 10 Balai Latihan Keterampilan (BLK). Lalu, YHM NU diketuai oleh Hj Eni Sutinah telah memiliki 146 Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH). Kemudian, Hidmat NU yang diketuai oleh Hj Mahfudhoh Aly Ubaid telah mempunyai 59.650 Majlis Talim.

KARTANU

Terakhir, Inkopan Muslimat NU yang diketuai oleh Hj Darwani Pasaribu telah memiliki 1 Induk Koperasi, 144 Koperasi Primer Berbadan Hukum, 9 Koperasi Sekunder, dan 355 Tempat Pelayanan Koperasi (TPAK), paparnya kepada seluruh peserta Rakernas dan Mukernas yang memadati Gedung Serba Guna 1.

Khofifah mengharap, seluruh perangkat bekerja dengan produktif dan kualitatif agar menghasilkan program kerja konkret untuk Indonesia bermartabat. Persoalan sertifikasi harus menjadi perhatian semua perangkat guna menghadapi masyarakat ekonomi global terutama untuk bagian perkoperasian, terangnya

KARTANU

Secara resmi, Mukernas perangkat Muslimat NU dibuka oleh Ketua Dewan Penasihat Muslimat NU sekaligus Ketua Yayasan-yayasan Muslimat NU Hj Aisyah Hamid Baidlowi. Bersama dengan Mukernas perangkat, para Pengurus Muslimat NU dari pimpinan wilayah dan pusat juga menggelar sidang Komisi yang terdiri dari Komisi 1 yang membahas AD/ART dan penjelasan POAM; Komisi 2 (peninjauan kembali rencana strategi dan rekomendasi); Komisi 3 (rekomendasi); dan Komisi 4 (bahtsul masail), dengan narasumber di antaranya Prof Dr KH Ali Mustafa Yaqub dan Prof Dr Hj Huzaimah Tahido Yanggo. (Fathoni/Mahbib)

Foto ilutrasi: Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Muslimat Jombang

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/52377/inilah-puluhan-ribu-amal-usaha-muslimat-nu

KARTANU

Jumat, 16 Juni 2006

GP Ansor Desak Presiden Evaluasi Kinerja Menteri Pertanian

Jakarta, KARTANU. Ketua Bidang Pertanian, Kedaulatan Pangan dan ESDM Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Adhe Musa Said prihatin melihat nasib petani yang cenderung tidak mengalami perubahan dari waktu ke waktu.

Hal tersebut disampaikan Adhe Musa Said di Kantor GP Ansor, Jakarta, pada Diskusi Refleksi Akhir Tahun Gerakan Pemuda Ansor dalam menyikapi kebijakan Kementerian Pertanian Selasa, (19/12).

GP Ansor Desak Presiden Evaluasi Kinerja Menteri Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Desak Presiden Evaluasi Kinerja Menteri Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)


GP Ansor Desak Presiden Evaluasi Kinerja Menteri Pertanian

Menurutnya, kinerja Kementerian Pertanian jauh dari harapan yang diharapkan dapat meningkatkan kesejah teraan petani.

KARTANU

Kementerian Pertanian era Jokowi-JK terkesan hanya meneruskan kebijakan pemerintahan sebelumnya, yang berputar-putat pada wilayah yang sama dan tidak membawa dampak signifikan pada perubahan wajah pertanian tanah air, maupun kesejahteraan petani," terang Adhe.

Ia menilai, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menopang pembangunan perekonomian nasional jika pemerintah memiliki konsen yang tinggi pada wilayah ini. Tapi ia melihat, pemerintah lewat Kementerian Pertanian terkesan tidak serius untuk memacu sektor pertanian.

KARTANU

"Pemerintahan saat ini tidak serius mengurusi pertanian. Lihat saja tidak ada kebijakan Kementerian Pertanian yang mengupayakan penyediaan lahan yang subur lewat pupuk yang baik, penyediaan benih yang bagus, dan penyediaan pasar untuk menampung hasil pertanian dengan baik pula agar petani sejahtera. Bahkan yang terjadi petani malah mulai kehilangan generasi, karena sektor ini dianggap tidak menjamin dalam memenuhi kebutuhan kehidupan keluarga," papar Adhe.

Adhe menyesalkan, kebijakan Kementerian Pertanian terlihat hanya fokus pada tiga komoditi seperti padi, jagung dan kedelai semata. Sedangkan bumi Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati yang memiliki nilai ekonomi tinggi namun tidak tersentuh dan cenderung terabaikan.

"Jika hanya fokus pada tiga komoditi pertanian semata, ya jangan heran jika Indonesia akan terus dibanjiri impor komoditi pertanian dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri," lanjut Adhe.

Ia menambahkan, pemerintah seharusnya sadar, lebih dari 60 persen produsen pangan di negara ini adalah petani kecil yang memiliki luas lahan di bawah 1 hektar. Jika pemerintah tidak memikirkan ini, petani yang memiliki lahan terbatas hanya menjadi penonton program bagi-bagi benih dan pupuk yang nilainya trilyunan rupiah. Ia khawatir, program pupuk bersubsidi senilai Rp 30,063 triliun akan membuka peluang untuk penyelewengan. Begitu juga dengan pengadaan mesin pertanian Rp 360 miliar pra panen dan Rp 8,32 miliar pasca panen, berpotensi salah sasaran. Serta pencetakan sawah Rp 1,76 triliun yang menyebabkan kerusakan ekologis.

"Menteri Pertanian hanya meneruskan kebijakan menteri pertanian sebelumnya yang selalu menihilkan peran petani untuk menggeser pola produksi pertanian dari orientasi subsisten ke bisnis," kata Adhe. Ade menghimbau, sebaiknya kembalikan pola konsolidasi petani cukup sampai kelompok tani. Pemerintah harus mengevaluasi diri, jika dianggap tidak layak sebaiknya Presiden melakukan reshufle Menteri Pertanian.

"Mengurusi pertanian tidak boleh terkesan main-main. Jika tidak dapat menjalankan amanat Presiden Jokowi yang tercantum dalam visi nawacita, sebaiknya Presiden mengganti Menteri Pertanian dengan figur baru yang memiliki visi lebih baik untuk pertanian," tutup Adhe. (Red: Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/74001/gp-ansor-desak-presiden-evaluasi-kinerja-menteri-pertanian-

KARTANU

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KARTANU sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KARTANU. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KARTANU dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock