Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Desember 2015

Dayah MUDI Tarik Minat Santri Baru Lewat Youtube

Bireuen, KARTANU. Dayah MUDI (Mahadal Ulum Diniyah Islamiah) Mesjid Raya Samalanga, Bireuen, Aceh, semakin diminati. Hal ini dapat dilihat dari kian banyaknya orang tua yang mendaftarkan putra-putri mereka di dayah yang berlokasi di Desa Mideun Jok Kemukiman Mesjid Raya ini.

Cara para wali santri mengenal dayah ini cukup bervariasi, salah satunya melalui informasi dari internet. Senin (11/8), ada seorang wali santri dari Banten mengantar anaknya ke Dayah MUDI lantaran tertarik setelah menonton video Pengajian Tastafi (Tasawuf, Tauhid dan Fiqih) melalui situs Youtube. Pengajian ini digelar bulanan di Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

Dayah MUDI Tarik Minat Santri Baru Lewat Youtube (Sumber Gambar : Nu Online)
Dayah MUDI Tarik Minat Santri Baru Lewat Youtube (Sumber Gambar : Nu Online)


Dayah MUDI Tarik Minat Santri Baru Lewat Youtube

Menurut Tgk. Mustafa, salah seorang staff Lajanah Pengembangan Dakwah MUDI Mesra (LPDM), video pengajian Tastafi di Mesjid Raya Baiturrahman yang diasuh oleh Abu MUDI telah tersebar dalam 55 website lebih.

KARTANU

Saat ini, tercatat lebih dari enam ribu santriwan dan santriwati yang menetap di Dayah MUDI baik dari Aceh maupun luar Aceh. Santri luar Aceh umumnya berasal dari Sumatera Utara, Jambi dan Malaysia. Bahkan, saat ini seorang santri dari Australia dan dua santriwati asal Norwegia juga sedang belajar di MUDI.

Selain dari Youtube, motivasi belajar di lembaga pendidikan ini juga ada yang karena mengenal MUDI lewat VCD Dalael dan Zikir, media online, forum pengajian Tastafi (tasawuf, tauhid, fiqih), dan ada juga karena orang tuanya adalah seorang alumni dari Dayah MUDI sendiri.

KARTANU

Saat ini, Dayah MUDI semakin dikenal seiring dengan kontribusi santri, alumni, LBM dan LPDM yang bekerja ektra keras dalam memperkenalkan MUDI kepada masyarakat. Hadirnya website mudimesra.com juga membuat akses Informasi tentang MUDI semakin meluas. (Iqbal Jalil/Mahbib)

Dari (Pesantren) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/53762/dayah-mudi-tarik-minat-santri-baru-lewat-youtube

KARTANU

Jumat, 04 September 2015

Radio Pesantren Tak Mesti Siarkan Pengajian Melulu

Cirebon, KARTANU. Sebagian pesantren di Indonesia telah dilengkapi dengan teknologi komunikasi perangkat siar radio. Fungsinya adalah agar gerakan dakwah yang dilakukan mampu mencapai titik terluar pesantren dan masyarakat di sekitarnya.

Ketua Radio Komunitas (Rakom) Buntet Pesantren (Best FM) Ahmad Rovahan menilai radio pesantren merupakan media yang cukup strategis. Ia berpendapat, meski dari pesantren, siaran radio tidak mesti harus memutar pengajian dan ceramah keagamaan.

Radio Pesantren Tak Mesti Siarkan Pengajian Melulu (Sumber Gambar : Nu Online)
Radio Pesantren Tak Mesti Siarkan Pengajian Melulu (Sumber Gambar : Nu Online)


Radio Pesantren Tak Mesti Siarkan Pengajian Melulu

Pemutaran pengajian berupa ceramah dan pembacaan Al-Quran tentu baik, tapi hal ini jangan sampai dianggap sebagai cara tunggal untuk menyiarkan prinsip kepesantrenan secara lebih mengena kepada masyarakat luar, katanya saat dihubungi KARTANU melalui telepon.

Menurut Rovahan, banyak cara dilakukan untuk mengenalkan pesantren tidak dengan cara yang monoton. Di antaranya adalah membongkar kesan ketertutupan pesantren melalui pembacaan selera pendengar.

KARTANU

Kita tidak perlu antipati dengan karya seni yang lebih umum. Contoh pemutaran musik yang sedang marak di tengah masyarakat. Yang terpenting adalah sebisa mungkin para penggiat radio di dalamnya mampu mengemasnya seusai dengan prinsip-prinsip kepesantrenan, katanya.

KARTANU

Selain membuka diri dengan kegemaran masyarakat dengan tujuan membentengi mereka dengan prinsip-prinsip kepesantrenan, lanjut Rovahan, radio pesantren juga sebenarnya memiliki peluang untuk menggawangi pesan-pesan yang dibutuhkan bagi masyarakat. Misalnya, pembuatan Iklan Layanan Masyarakat (ILM) bertema kebhinekaan, anti korupsi, kenakalan remaja dan lain-lain.

Syaratnya hanya satu, prinsip kepesantrenan dan syiar Islam tersebut tidak dikemas dengan cara yang kaku. Bahkan, boleh juga diimbuhi nuansa guyon sesuai dengan adat pesantren dan masyarakat nahdliyin, pungkasnya.

Best FM meraih penghargaan membanggakan dengan mengalahkan ratusan radio lainnya. Radio tersebut juara 1 lomba pembuatan feature audio bertema Anti Korupsi yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) bekerja sama dengan Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI). Hadiah dianugerahkan di Museum Fatahilla, Kota Tua, Jakarta, Ahad (17/8).

Sebagai juara 2 diraih Taraktak FM Sumatera Barat, Wijaya FM Yogyakarta dan K-FM Magelang. Pemenang lomba mendapatkan hadiah berupa peralatan siar radio yang diserahkan langsung oleh para Pimpinan KPK diantaranya Ketua KPK Abraham Samad, Bambang Widjayanto, Adnan Pandu Praja, dan Juru Bicara KPK Johan Budi. (Sobih Adnan/Abdullah Alawi)

Dari (Pesantren) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/53897/radio-pesantren-tak-mesti-siarkan-pengajian-melulu

KARTANU

Rabu, 06 Mei 2015

NU Tetap Tunggu Rukyatul Hilal

Jakarta, KARTANU. Meskipun secara hisab kepastian hari raya Idul Fithri sudah bisa dipastikan, namun NU baru akan memutuskan kapan jatuhnya 1 Syawal setelah mengadakan Rukyatul hilal.

"Secara hisab memang 1 Syawal jatuh pada 3 Nopember, dan berdasarkan perhitungan itu, Insya Allah tidak ada perbedaan soal penetapan Idul Fithri, namun sikap NU tetap menunggu rukyatul hilal yang di gelar oleh cabang Falakiyah di seluruh Indonesia," ungkap Ketua Lembaga Falakiyah NU, KH.Gojali Masruri kepada KARTANU, Jumat (29/10).

Memang, lanjutnya berdasarkan hitungan hisab ijtima terjadi pada hari Rabu, 2 Nopember jam 8.16, 49 detik dan matahari terbenam ketika tinggi hilal berada pada 0,3 derajat 18 menit 29 detik, letak matahari terbenam di sebelah selatan titik barat pada 14 derajat, 57 menit, 55 detik, sedangkan kedudukan hilal sebelah selatan matahari pada, 0,3 derajat, 39 menit, 28 detik. Sedangkan keadaan hilal posisinya miring ke selatan dan lama hilal di atas wukuf 15 menit, 38 detik.

"Meskipun sudah ada perhitungan seperti itu, kedudukan hisab bukan sebagai penentu awal Idul Fithri. Hisab hanyalah sebagai pendukung rukyah, dengan lain perkataan hisab sebagai karya ilmiah itu perlu dikontrol tingkat akurasinya dengan observasi di lapangan yang dalam bahasa Nahdlatul Ulama disebut dengan rukyatul hilal," kata kyai lulusan Krapyak ini.

NU Tetap Tunggu Rukyatul Hilal (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tetap Tunggu Rukyatul Hilal (Sumber Gambar : Nu Online)


NU Tetap Tunggu Rukyatul Hilal

Jadi, kalau rukyah berhasil, berdasarkan perhitungan hisab tersebut, Kamis sudah masuk Idul Fithri, kalau rukyah gagal karena mendung, kabut, dan sebab lainnya maka hitungan bulan digenapkan atau istikmal, jadi Idul Fithri jatuh pada hari Jumat. "Namun, meski hisabnya sudah ada, tetapi itu tidak digunakan, karena NU dalam menetapkan 1 Syawal tetap menunggu rukyah," tandasnya.

Ia menjelaskan Rasululah sendiri tidak pernah meramal jauh-jauh hari, tapi kalau sekadar ramalan jangankan besok, 10 tahun yang akan datang kapan hari raya juga bisa. Dalam konteks ini NU mempunyai azaz di dalam mengamalkan agama itu selalu mendahulukan azaz taabud (ketundukan, ketaatan dan penghambaan) artinya taat, lalu barulah taaqul (rasionalisasi) penggunaan rasio, rasio tidak boleh didahulukan, kalau Mutazilah kan rasio dulu. setelah itu baru kalau akalnya menerima barulah dia menyerahkan pilihan keputusan. "kalau NU tidak, kita taati dulu ajaran alquran dan sunnah untuk menyempurnakannya itu barulah akal kita mendasarkan pada akal supaya lebih sempurna ibadahnya," tegasnya.

Sedangkan ketika ditanyakan mengenai patokan dasar yang dapat dijadikan pijakan apakah NU sudah menetapkan, ia menjawab NU mendasarkan pada rukyatul bil fili sesuai dengan tuntutan rasullulah, yang menjelaskan tidak kurang ada 23 hadist yang menyuruh berpuasa ataupun berhari raya dengan terlebih dahulu melihat rukyatul hilal.

KARTANU

Lebih jauh ia mengatakan, sesuai dengan paham yang diyakini NU bahwa melakukan rukyah itu suatu kewajiban ibadah. "Jadi itu fardu kifayah, orang melihat bulan lalu berpuasa, kalau kewajiban berpuasa atau berhari raya menjadi keputusan pemerintah maka, harus berdasarkan pada rukyah," katanya. Dan kalau pemerintah memutuskan tidak berdasarkan pada rukyah NU pasti menolak dengan cara membuat siaran sendiri kepada seluruh wilayah dan cabang-cabangnya diseluruh Indonesia.

Dan hal itu, katanya pernah terjadi pada tahun 1984 dan tahun 1993, ketika itu NU berbeda dalam penentuan 1 Syawal dengan organisasai lain dan terjadi perbenturan yang sangat keras di tingkatan grass root karena pada saat itu kental nuansa politisnya, setalah NU kembali ke khittah. "NU berharap 1 Syawal bisa bersama, tetapi jika terjadi perbedaan harus disikapi secara wajar dan mengedepankan ukhuwah Islamiyah," paparnya.

Sementara itu, informasi yang dihimpun dari Humas Departemen Agama menyebutkan, Sidang Itsbath penetapan 1 Syawal akan dilakukan pada Rabu (2 Nopember) mulai jam 17.30 WIB, yang akan dihadiri MUI dan seluruh Ormas Islam.Seperti tahun-tahun sebelumnya, Sidang Istinbath akan didahului dengan "rukyatul hilal" (melihat bulan baru) yang dilakukan di 323 Pengadilan Agama dan 25 Pengadilan Tinggi Agama di seluruh Indonesia. (Cih)

KARTANU

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/3719/nu-tetap-tunggu-ampquotrukyatul-hilalampquot

KARTANU

Selasa, 03 Februari 2015

Awas, Setelah Usir Sinta Nuriyah, FPI Semarang Akan Sasar Diskusi di Ungaran

KARTANU - Sikap penolakan Front Pembela Islam (FPI) Jawa Tengah kepada Ibu Sinta Nuriyah Wahid (istri Gus Dur) pada acara buka puasa bersama di Gereja Kristus Raja Ungaran yang kemudian digeser ke Gereja Yakobus Pudak Payung Semarang pada Kamis (16 Juni 2016) sore tadi, adalah berlebihan.

Awas, Setelah Usir Sinta Nuriyah, FPI Semarang Akan Sasar Diskusi di Ungaran - KARTANU
Awas, Setelah Usir Sinta Nuriyah, FPI Semarang Akan Sasar Diskusi di Ungaran - KARTANU


Awas, Setelah Usir Sinta Nuriyah, FPI Semarang Akan Sasar Diskusi di Ungaran

Hanya dengan alasan khawatir terjadi gangguan keamanan karena menolak doa bersama lintas agama, FPI hendak melakukan kontrol tanpa wewenang di Semarang hingga mengusir tamu kehormatan yang diundang. Demikian dikatakan oleh Ubbadul Adzkiya’, aktivis Lembaga Studi Sosial dan Agama (Elsa) Semarang, sore tadi.

Bahkan, FPI Ungaran juga mengancam akan membubarkan diskusi dalam nobar “Pulau Buru Tanah Air Beta” dan lounching buku karya Tsabit Azinar Ahmad berjudul “Sejarah Kontroversial dalam Perspektif Pendidikan” yang rencananya akan diselenggarakan di Rumah Simpul Buku, Sekarang, Semarang pada 17-18 Juni 2016 besok.

Bukan tidak mungkin, setelah mengusir Sinta Nuriyah, FPI akan memblokir jalan dan mengancam acara diskusi. “Bedah buku Tan Malaka juga ditolak oleh FPI Semarang karena dianggap buku komunis padahal mereka tidak membaca,” kata Nafiul Haris, jurnalis, kepada KARTANU.

Sementara itu, Banser Jateng menyatakan tetap mengawal Ibu Sinta Nuriyah hingga aman dari makar FPI. “Di mana pun tempatnya, apa pun bentuknya, dan kapan pun waktunya, dalam rangka untuk mengawal Ibu Nyai Shinta Nuriyah, istri guru kita, kyai kita, Kyai Abdurrahman Wahid, silaturrahim keilmuan, ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah basyariyah,” kata Hasyim As’ary, Kasatkorwil Banser Jawa Tengah. [KARTANU/ m abdullah badri]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/06/awas-setelah-usir-sinta-nuriyah-fpi-semarang-akan-sasar-diskusi-di-ungaran.html

Jumat, 29 November 2013

Penembak Teriakkan Takbir dan Aleppo Usai Tewaskan Dubes Rusia

Ankara, KARTANU. Pria penembak Duta Besar Rusia untuk Turki telah teridentifikasi bernama Mevlut Mert Altintas, seorang anggota Polisi Kota Ankara berusia 22 tahun.

Dia menembak Andrey Karlov (66) hingga tewas dengan beberapa kali tembakan di bagian dada. Saat itu Karlov sedang menghadiri pembukaan pameran fotografi di Ibu Kota Turki, Ankara, Senin (19/12/2016). Karlov sempat berpidato sebelum ditembak oleh Altintas yang berada tepat di belakangnya.

Penembak Teriakkan Takbir dan Aleppo Usai Tewaskan Dubes Rusia (Sumber Gambar : Nu Online)
Penembak Teriakkan Takbir dan Aleppo Usai Tewaskan Dubes Rusia (Sumber Gambar : Nu Online)


Penembak Teriakkan Takbir dan Aleppo Usai Tewaskan Dubes Rusia

Dikutip KARTANU dari Daily Mail, Altintas berteriak histeris sambil mengangkat tangan kiri dan mengacungkan jari telunjuk usai melumpuhkan Karlov.

Allahu Akbar! (God is Great). We die in Aleppo, you die here! (Allahu Akbar! Kami mati di Aleppo, kamu mati di sini), teriak Altintas dilansir Daily Mail, Senin (19/12).

KARTANU

"Allahu Akbar! Jangan lupakan Aleppo, jangan lupakan Syiria! Hanya kematian yang dapat menyingkirkanku dari sini. Semua orang ambil bagian dalam penindasan ini harus membayarnya," teriaknya lagi.

KARTANU

Kantor berita setempat, seperti dilansir Reuters, Selasa (20/12) menyatakan, penyerang langsung dilumpuhkan oleh pihak keamanan. Pasukan khusus Turki saat itu telah mengepung gedung tempat peristiwa terjadi.

Daily Mail menyebut, Altintas berhasil dilumpuhkan dalam waktu 15 menit setelah melancarkan aksinya. Ia tewas setelah baku tembak dengan petugas Kepolisian Turki. Tiga orang lainnya dikabarkan juga terluka akibat kejadian ini. Seorang saksi mengatakan suara tembakan muncul selama beberapa waktu setelah serangan.

Sebelumnya, Jurnalis Surat Kabar Hurriyet seperti dikutip Reuters mengatakan, penyerang meneriakkan slogan-slogan Islam saat melakukan aksinya.

Pada sebuah foto yang viral di Twitter, terlihat gambar seorang pria memakai setelan resmi tengah memegang pistol. Ia berdiri dekat dengan podium di galeri yang banyak tergantung gambar di dindingnya. Terlihat juga empat orang, termasuk Dubes Rusia, tergeletak di lantai.

Serangan terhadap Karlov disebut-sebut muncul terkait konflik Suriah di Turki. Hubungan Rusia dan Turki telah lama penuh konflik karena kedua negara itu mendukung sisi yang berlawanan.

Wali Kota Ankara menegaskan, penembakan Karlov dilakukan untuk merusak hubungan Turki-Rusia. Ketegangan meningkat dalam beberapa pekan terakhir, menyusul pasukan Suriah yang didukung Rusia tengah berusaha menguasai bagian timur Kota Aleppo. Hal tersebut memicu aliran pengungsi.

Tak begitu jelas siapa yang melakukan serangan, namun ISIS diketahui telah aktif di Turki dan beberapa kali mengakui telah melakukan sejumlah serangan bom. (Fathoni)

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/73922/penembak-teriakkan-takbir-dan-aleppo-usai-tewaskan-dubes-rusia

KARTANU

Sabtu, 12 Oktober 2013

Silakan yang Tertib Ketika Berqurban, Jangan Dhalim Kepada Panitia

KARTANU - Judul diatas tentu terkesan aneh, masak orang berqurban kok bisa dholim. Begini, dulu sekitar 40 tahun yang lalu, sebelum marak bermunculannya panitia-panitia Qurban, ketika itu siapa pun yang berqurban maka dia harus mengurus sendiri qurbannya, mulai dari beli hewan, merawatnya sebelum penyembelihan, proses penyembelihan yang melelahkan, sampai membagikannya kepada yang berhak menerima.

Sungguh ketika itu Qurban merupakan rangkaian ibadah yang membutuhkan kerja keras yang sangat melelahkan, dan disitulah makna Qurban itu begitu terasa, sehingga kata Qurban ْقُرْبَان yang aslinya bermakna dekat/mendekat dalam bahasa arabnya, tapi dalam bahasa kita berubah pengertian menjadi upaya berat atau kerja keras yang sulit dan melelahkan. Kemudian muncullah kalimat-kalimat seperti; 'sukses butuh pengorbanan' atau 'kita harus berkurban demi orang banyak'.

Silakan yang Tertib Ketika Berqurban, Jangan Dhalim Kepada Panitia - KARTANU
Silakan yang Tertib Ketika Berqurban, Jangan Dhalim Kepada Panitia - KARTANU


Silakan yang Tertib Ketika Berqurban, Jangan Dhalim Kepada Panitia

Atau ketika itu jika orang yang berqurban tidak sanggup, maka Qurban diserahkan kepada seorang kiai atau guru ngaji yang punya santri, tentunya disertai pemberian uang sebagai rasa terimakasih. Atau cara yang lain adalah orang yang berqurban itu menyuruh beberapa orang untuk mengurusi qurbannya hingga selesai dibagikan, seraya membayar tenaga mereka dengan uang.

Lalu sekarang ini, bermunculannya panitia-panitia Qurban itu sebenarnya adalah hal baru yang tidak wajib ada, tetapi itu sangat baik dan membantu sekali terhadap kita yang hendak berqurban, disamping menjadi syiar agama.

Maka pantaskah kiranya, jika kita yang beribadah Qurban, kita yang mengharap pahala Qurban, nama kita yang disebut saat penyembelihan Qurban, lalu ada orang lain yang tidak ikut Qurban, tetapi mereka dengan suka rela ikhlas membantu ibadah kita, dari awal hingga akhir, yang itu sungguh sangat melelahkan.

KARTANU

KARTANU

Selanjutnya kita hanya menyerahkan hewan Qurban saja kepada mereka, tanpa uang ongkos, tanpa uang lelah atau tanpa uang terimakasih. Bahkan semua biaya konsumsi, akomodasi dan distribusi, kita biarkan saja mereka yang menanggungnya, mereka yang memikulnya.

Tidak jarang mereka itu urunan (patungan), padahal bisa jadi mereka itu perekonomiannya di bawah kita sebagai orang yang berqurban. Terbayang kah dalam benak kita, ada orang kaya yang berqurban tapi ibadahnya itu dibiayai oleh orang miskin? Astaghfirullohal adhim.

Maka jangan salahkan, jika mereka terpikir menjual kulit, kepala dan kaki hewan Qurban kita, meski itu dilarang Rasulullah. Dalam hadits yang lain, beliau menyatakan lebih tegas lagi, bahwa yang menjual kulit Qurban berarti tidak dianggap Qurban.

مَنْ بَاعَ جِلْدَ أُضْحِيَتِهِ فَلَا أُضْحِيَةَ لَهُ

Artinya: "Barang siapa menjual kulit hewan qurbannya maka tidak ada qurban baginya"

Karena itulah, solusi atas semua ini: 1). Cukupilah kebutuhan mereka panitia-panitia Qurban itu yang telah membantu ibadah kita. 2). Tanyakan juga kepada mereka berapa kira-kira biaya yang mereka keluarkan untuk mengurusi Qurban kita.

3). Berikan tambahan uang sebagai hadiah terimakasih kita kepada mereka, meskipun mereka tidak meminta dan mengharapkannya. 4). Setelah tercukupi maka Panitia jangan lagi terpikir menjual kulit, kepala dan kaki hewan Qurban, sebab itu bukan hak mereka. Mereka hanya menjadi wakil dalam menyembelih dan menyalurkan Qurban, sebagaimana yang tertera dalam spanduk-spanduk itu. Bukan wakil menjual, karena pemilik Qurban saja dilarang menjualnya. Bagaimana mungkin sah, seseorang mewakilkan sesuatu yang dirinya sendiri saja tidak sah melaksanakannya.

5). Berikan saja kulit dan lain-lain yang biasa dijual itu kepada panti asuhan atau orang fakir miskin. Biarkan saja mereka yang menjualnya. Atau jika mereka itu minta tolong mewakilkan kepada panitia untuk menjualkannya, maka itu baru boleh dan sah. Sebab dari tiga kelompok yang bisa menerima Qurban yakni yang berqurban (sunnah untuk mengambil keberkahan), orang kaya (boleh sebagai hadiah) dan fakir miskin (wajib mendapatkannya).

Maka mereka yang fakir miskin (termasuk anak yatim) itulah yang sah menjual dari Qurban yang mereka terima, karena apa yang mereka terima itu otomatis menjadi hak milik mereka, mau dimakan, diberikan kepada orang lain atau dijual, semuanya adalah sah. Menjadi sah pula mereka itu mewakilkannya.

Sedangkan pemilik Qurban dan orang kaya itu, mereka itu bukan memilikinya, karena sudah diqurbankan jika ia yang punya hewan, atau karena mereka itu termasuk kaya yang hanya boleh memanfaatkannya saja, yaitu dengan memakannya atau memberikan lagi kepada yang lain. Mereka berdua tidaklah berhak menjualnya, karena apa yang mereka terima itu tidak menjadi milik bagi mereka berdua.

6). Adapun hielah/rekayasa hukum, dengan cara kulit - kepala dan kaki itu diberikan kepada salah satu panitia yang fakir atau yang miskin, lalu ia menjualnya, kemudian uangnya diberikan kepada kepanitiaan guna menutupi kekurangan biaya. Meskipun cara ini adalah sah secara fiqih, tapi tetap saja itu tidak mengurangi kedhaliman kita kepada mereka yang telah membantu kita.

25 Agustus 2016, Sidoarjo, Jatim

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/silakan-yang-tertib-ketika-berqurban-jangan-dhalim-kepada-panitia.html

Jumat, 04 Mei 2012

ISNU chairman could garner lots of votes

Jakarta, KARTANU. Chairman of a reliable survey organization Polcomm Institute Heri Budianto said that the Nahdlatul Ulama Scholars Association (ISNU) chairman Ali Masykur Musa could compete with Jakarta Governor Joko "Jokowi" Widodo in the 2014 presidential election.

Heri said that Musas popularity had increased as respondents considered that he had greater support from the Nahdliyin (the faithful members of NU) and interfaith organizations and activists.

ISNU chairman could garner lots of votes (Sumber Gambar : Nu Online)
ISNU chairman could garner lots of votes (Sumber Gambar : Nu Online)


ISNU chairman could garner lots of votes

As a member who was born from and plays an active role in NU, its normal if Ali Masykur receives greater supports from NU members. Although he ranks third, he has the potential to garner lots of votes, said Heri.

KARTANU

He further said that Ali Masykur had also been deemed successful in carrying out his duties as a BPK member, especially when it came to handling environment and food security issues.

KARTANU

A political expert from the University of Padjadjaran, Lely Arrianie, said if Ali Masykur could approach young people and capitalize on their supports, he would get an even higher electability rating.

Editing by Sudarto Murtaufiq

Dari (National) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/50705/isnu-chairman-could-garner-lots-of-votes

KARTANU

Rabu, 18 Agustus 2010

Gebyar Maulid dalam 3 Perayaan di Masjid Ar-Raudlah Kraksaan

Probolinggo, KARTANU. Dalam rangka menyemarakkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Haul Raden KH Abdul Wahab atau Kiai Ronggo seorang ulama pembabat alas Kota Kraksaan, dan Hari Ulang Tahun ke-6 Kota Kraksaan sebagai ibukota Kabupaten Probolinggo, Takmir Masjid Agung Ar-Raudlah Kota Kraksaan menggelar beragam kegiatan bertemakan Gebyar Maulid.

Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW ini melibatkan jamaah, guru TK/RA, siswa SLTA, masyarakat, pengurus NU, santri pesantren, anak yatim piatu, Kepala (Satuan Kerja Perangkat Daerah) SKPD dan (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Forkopimda Kabupaten Probolinggo.

Gebyar Maulid dalam 3 Perayaan di Masjid Ar-Raudlah Kraksaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gebyar Maulid dalam 3 Perayaan di Masjid Ar-Raudlah Kraksaan (Sumber Gambar : Nu Online)


Gebyar Maulid dalam 3 Perayaan di Masjid Ar-Raudlah Kraksaan

Kegiatan yang digelar diantaranya lomba mendongeng, lomba kaligrafi, lomba melukis, musikalisasi puisi Islami, bakti sosial donor darah dan pengobatan gratis, khitanan massal dan pemberian santunan kepada anak yatim.

KARTANU

Untuk memeriahkan Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW ini kami mengajak para pengurus PCNU Kota Kraksaan, MWCNU se-Kota Kraksaan, guru TPQ/Musholla, Kepala Sekolah dan guru agama, siswa/siswi sekolah, santri pondok pesantren serta masyarakat Kota Kraksaan dan sekitarnya, kata Sekretaris Takmir Masjid Agung Ar-Raudlah Kota Kraksaan H Moh Nurul Yaqin.

Salah satu lomba yang digelar adalah lomba pidato, mewarnai, mendongeng, kaligrafi dan lomba lukis, Rabu-Kamis (6-7/1). Dimana lomba ini diikuti oleh para guru TK/RA dan siswa SLTA/sederajat se-Kabupaten Probolinggo.

KARTANU

Ketua panitia HM Zubaidi mengatakan bahwa lomba ini terbuka untuk umum. Sehingga siapapun boleh ikut asalkan memenuhi kriteria yang sudah ditetapkan oleh panitia.

Mayoritas lomba kaligrafi dan lomba lukis ini diikuti oleh ratusan siswa tingkat SD hingga SLTA se-Kabupaten Probolinggo, ujarnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/64819/gebyar-maulid-dalam-3-perayaan-di-masjid-ar-raudlah-kraksaan

KARTANU

Senin, 02 Agustus 2010

Secara Ilmiah Idul Adha 17 November

Jakarta, KARTANU. Hari Raya Idul Adha tahun 2010 ini kembali berbeda. Namun berdasarkan perhitungan ilmiah seharusnya memang jatuh pada Rabu (17/11). Karena, tidak mungkin ada rukyat hilal di Indonesia maupun Saudi pada 6 November. Sehingga 1 Dzulhijjah bertepatan dengan 8 November dan Idul Adha jatuh pada Rabu, 17 November 2010 ini.

Saya memilih Idul Adha Rabu, 17 November berdasarkan sidang isbat dan memiliki dasar ilmiah paling kuat,tutur peneliti senior astronomi dan astrofisika di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin, Senin (15/11).

Secara Ilmiah Idul Adha 17 November (Sumber Gambar : Nu Online)
Secara Ilmiah Idul Adha 17 November (Sumber Gambar : Nu Online)


Secara Ilmiah Idul Adha 17 November

Mengapa? Tidak adanya sistem penanggalan yang disepakati secara internasional, serta banyaknya kepentingan, menyebabkan perbedaan jatuhnya tanggal Hari Raya itu terjadi.

Muhammadiyah, mereka ini menggunakan kriteria wujud hilal. Asal bulan sudah berwujud maka positif. Namun NU, mereka didasarkan inkanur rukyiat atau kemungkinan bisa dirukyat dengan ketinggian bulan minimal dua derajat.

KARTANU

Karena itu ketika posisi bulan positif, tapi kurang dari dua derajat, seperti awal Zulhijjah sekarang maka sudah pasti terjadi perbedaan saat ada ketinggian bulan yang kritis.

KARTANU

Yang pasti secara astronomi, dua-duanya punya kelemahan. Baik wujud hilal dan ketinggian dua derajat. Terlalu rendah sehingga tidak bisa dirukyat. Ketinggian bulan minimal itu 4 derajat. Jarak bulan dan matahari lebih dari 6,4 derajat.

Tapi, yang benar adalah Rabu, 17 November berdasarkan sidang isbat dan memiliki dasar ilmiah paling kuat. Secara ilmiah misalnya, tidak mungkin ada rukyat hilal di Indonesia maupun Arab Saudi pada 6 November. Sehingga 1 Dzulhijjah bertepatan pada 8 November dan Idul Adha bertepatan pada 17 November 2010. (amf/ini)

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/25542/secara-ilmiah-idul-adha-17-november

Selasa, 23 Februari 2010

Al Maidah Ayat 51 Menurut Pakar Tafsir Quraish Shihab

KARTANU - Seperti diketahui, ayat dari Surah Al-Maidah yang kerap disebut sebagai dalil menolak ‘pemimpin kafir’ itu ialah:

Al Maidah Ayat 51 Menurut Pakar Tafsir Quraish Shihab - KARTANU
Al Maidah Ayat 51 Menurut Pakar Tafsir Quraish Shihab - KARTANU


Al Maidah Ayat 51 Menurut Pakar Tafsir Quraish Shihab

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi ‘awliya’; sebahagian mereka adalah awliya bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi wali, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Al-Maidah: 51).

Benarkah ayat di atas menyerukan penolakan “pemimpin kafir”? Menurut pakar tafsir Al-Qur’an Prof. Quraish Shihab, ayat di atas tidaklah berdiri sendiri, namun memiliki kaitan dengan ayat-ayat sebelumnya. Hanya memenggal satu ayat dan melepaskan ayat lain berimplikasi pada kesimpulan akhir. Padahal, Al-Maidah ayat 51 merupakan kelanjutan atau konsekuensi dari petunjuk-petunjuk sebelumnya.

“Konsekuensi dari sikap orang yang memusuhi Al-Qur’an, enggan mengikuti tuntunannya…”

Pada ayat sebelumnya, Al-Qur’an diturunkan untuk meluruskan apa yang keliru dari kitab Taurat dan Injil akibat ulah kaum-kaum sebelumnya. Jika mereka – Yahudi dan Nasrani, enggan mengikuti tuntunan Al-Qu’ran, maka mereka berarti memberi ‘peluang’ pada Allah untuk menjatuhkan siksa terhadap mereka karena dosa-dosa yang mereka lakukan.

“Jadi, mereka dinilai enggan mengikuti tuntunan Tuhan tapi senang mengikuti tuntunan jahiliyah,” kata Quraish Shihab dalam pengajian Tafsir Al-Qur’an di salah satu stasiun TV swasta.

Lalu, dilanjutkan oleh ayat 51 surat Al-Maidah. Kalau memang seperti itu sikap orang-orang Yahudi dan Nasrani – mengubah kitab suci mereka, enggan mengikuti Al-Qur’an, keinginannya mengikuti jahiliyah, – “Maka wahai orang-orang beriman janganlah engkau menjadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagaiawliya.”

Bagi Quraish Shihab, hubungan ayat ini dan ayat sebelumnya sangat ketat. “Kalau begitu sifat-sifatnya, jangan jadikan mereka awliya. Nah, awliya itu apa?,” tanya Quraish memantik diskusi sebelum mengkaji lebih dalam.

‘Awliya’ ialah jamak atau bentuk plural dari ‘wali’. Di Indonesia, kata ini populer sehingga ada kata wali-kota, wali-nikah dan seterusnya. Wali ialah, kata penulis Tafsir Al Misbah ini, pada mulanya berarti “yang dekat”. Karena itu,waliyullah juga bisa diartikan orang yang dekat dengan Allah.

“Wali kota itu berarti yang mestinya paling dekat dengan masyarakat. Orang yang paling cepat membantu Anda, ialah orang yang paling dekat membantu Anda. Nah, dari sini lantas dikatakan bahwa wali itu pemimpin atau penolong.”

Adapun wali dalam pernikahan – apalagi terhadap anak gadis – sebenarnya fungsinya melindungi anak gadis itu dari pria yang hanya ingin ‘iseng’ padanya. Seseorang yang dekat pada yang lain, berarti ia senang padanya. Karena itu, iblis jauh dari kebaikan karena ia tidak senang. “Dari sini, kata ‘wali’ yang jamaknya ‘awliya’ memiliki makna bermacam-macam.”

Yang jelas, kata jebolan Al Azhar Mesir ini, kalau ia dalam konteks hubungan antar manusia, berarti persahabatan yang begitu kental. Sedemikan hingga tidak ada lagi rahasia di antara mereka. Demikian pula hubungan suami-istri yang dileburkan oleh cinta.

“Dalam ayat ini, jangan angkat mereka –Yahudi dan Nasrani- yang sifatnya seperti dikemukakan pada ayat sebelumnya menjadi wali atau orang dekatmu. Sehingga engkau membocorkan rahasia kepada mereka.”

Dengan demikian, ‘awliya’ bukan sebatas bermakna pemimpin, kata Quraish Shihab. “Itu pun, sekali lagi, jika mereka enggan mengikuti tuntunan Allah dan hanya mau mengikuti tuntunan Jahiliyah seperti ayat yang lain.”

Contohnya, jika mereka juga menginginkan kemaslahatan untuk kita, boleh tidak kita bersahabat? Quraish Shihab kembali bertanya, jika ada pilihan antara pilot pesawat yang pandai namun kafir dan pilot kurang pandai yang muslim, “pilih mana?” sontak jamaah yang hadir pun tertawa.

Atau, pilihan antara dokter kafir yang kaya pengalaman dan dokter muslim tapi minim pengalaman. Dalam konteks seperti ini, bagi Quraish Shihab, tidak dilarang. Yang terlarang ialah melebur sehingga tidak ada lagi perbedaan termasuk dalam kepribadian dan keyakinan. Karena tidak ada lagi batas, kita menyampaikan hal-hal yang berupa rahasia pada mereka. “Itu yang terlarang,” tegasnya.

Namun, kalau pergaulan sehari-hari, dagang, membeli barang dari tokonya dan sebagainya, tidaklah dilarang. Selanjutnya, ayat ini berbicara tentang sebagian mereka adalah awliya bagi sebagian yang lain. Artinya, sebagian orang Yahudi bekerjasama dengan orang Nasrani yang walaupun keduanya beda agama namun kepentingannya sama, yaitu mencederai kalian.

Oleh sebab itu, Al-Qur’an berpesan, “Siapa yang menjadikan mereka itu orang yang dekat, yaitu meleburkan kepribadiannya sebagai muslim sehingga sama keadaannya (sifat-sifatnya) dengan mereka, oleh ayat ini diaggap sama dengan mereka,” jelas Quraish.

Terakhir, Allah tidak memberi petunjuk pada orang-orang zalim. Menurut Quraish Shihab, petunjuk ada dua macam; umum dan khusus. Petunjuk khusus itu, memberi tahu dan mengantar. Allah memberi tahu kepada semua manusia tentang ini baik dan itu buruk tapi tidak semua diantar oleh-Nya.

Di sisi lain, ada yang tidak sekedar diberitahu jalan baik, namun juga diantar jika orang itu menginginkan. Meski demikian, Allah tidak memberi petunjuk khusus mereka yang tidak menempatkan sesuatu pada tempatnya. [KARTANU]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/10/al-maidah-ayat-51-menurut-pakar-tafsir-quraish-shihab.html

Jumat, 29 Januari 2010

P4nt4tmu Seperti Wajahku, eh Kebalik, Wajahku yang Seperti Itu

KARTANU - Seseorang yang sedang marah-marah mengatakan, "p4nt|4tmu seperti wajahku". Dipikir-pikir lagi, "Oh, kebalik!". Ia katakan lagi, "Jadi, keliru tadi. Bukan ‘P4n|t4tmu seperti wajahku’, tapi ‘Wajahku seperti p4|nt4tmu”.

Itulah gambaran seseorang yang sedang marah.

P4nt4tmu Seperti Wajahku, eh Kebalik, Wajahku yang Seperti Itu - KARTANU
P4nt4tmu Seperti Wajahku, eh Kebalik, Wajahku yang Seperti Itu - KARTANU


P4nt4tmu Seperti Wajahku, eh Kebalik, Wajahku yang Seperti Itu

Sufi Nusantara, Sunan Kalijaga, dalam kaitan ini membagi ada 4 jenis nafsu, 1) Nafsu Lawwamah, dipersonifikasikan sebagai Begawan Maenaka, yang melambangkan Bayu Langgeng yang berwatak hitam. Warna hitam melambangkan batin dan pikiran yang gelap.

Yang ke 2). Nafsu Sufiah, dipersonifikasikan sebagai Gajah Situbondo atau Bayu Kanitra berwatak kuning, melambangkan tendensi hingga bisa menyebabkan seorang bisa menjadi lemah dan cepat lupa.

Nafsu yang ke-3). Nafsu Amarah. Dipersonifikasikan sebagai raksasa Jayareksa atau Bayu Anras yang berwatak merah, melambangkan kecenderungan merusak, membakar hati dan pikir.

KARTANU

KARTANU

Sedangkan yang ke-4) Nafsu Muthmainnah yang dipersonifikasikan sebagai Resni Hanoman atau Bayu Kinara yang berwatak putih, melambangkan sifat membimbing, men-suci-kan dan menuntun. [KARTANU]

Ditulis oleh Riadi Ngasiran

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/02/p4nt4tmu-seperti-wajahku-eh-kebalik.html

Kamis, 11 Juni 2009

MWCNU Kaliori Himbau Kader Kader NU Bentengi Diri

Rembang, KARTANU. Melalui Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang mengingatkan kader pelajar NU untuk senantiasa membentengi diri. Hal disampaikan dalam rapat kerja (raker) Ancab IPNU-IPPNU Kecamatan Kaliori pada hari Rabu (9/3) di Ranting Desa Punjolharjo Kecamatan Kaliori Rembang Jawa Tengah.

Dalam kesempatan itu, H Ali Armani menyampaikan kader pelajar NU yang mengenyam pendidikan di luar sekolah yang bernaung di bawah LP Maarif NU jangan melupakan untuk berproses di organisasi yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama ini. Ia menerangkan, jika paham radikal masih mulai menyusup di kalangan pelajar.

MWCNU Kaliori Himbau Kader Kader NU Bentengi Diri (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Kaliori Himbau Kader Kader NU Bentengi Diri (Sumber Gambar : Nu Online)


MWCNU Kaliori Himbau Kader Kader NU Bentengi Diri

"Saya menghimbau agar pelajar Kader NU mewaspadai paham radikal yang mulai menyusup di kalangan masyarakat dan tak mengenal usia untuk direkrut sebagai anggota, katanya.

Ia juga menekankan jika pengalaman berorganisasi di IPNU-IPPNU dapat dijadikan untuk mencari ilmu dan memberikan amal sebagaimana syair mars IPNU-IPPNU. Selain itu, pengalaman di organisasi NU dapat dijadikan bekal untuk menjadi pemimpin mulai dari tingkat pemerintahan desa hingga yang paling atas sekalipun.

KARTANU

"Saya berharap teruslah berproses di IPNU, ambillah pengalaman dari IPNU atau organisasi di NU yang ada di bawah naungan NU, sehingga dapat mengambil pengalaman dan membentengi diri dan NU. (Ahmad Asmui/Mukafi Niam)

KARTANU

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/66476/mwcnu-kaliori-himbau-kader-kader-nu-bentengi-diri

KARTANU

Sabtu, 28 Maret 2009

Konflik Politik: Dulu Musuhan Dengan Partai Itu, Sejak Ada Ini, Kok Ganti Lawan

KARTANU - Sewaktu kecil sekolah di SD, saya tiap hari berangkat dan pulang jalan kaki, bersama teman-teman maupun sendiri. Berbeda dengan pelajaran yang banyak telah lupa, saya masih ingat banyak peristiwa yang saya lihat ketika berjalan menuju dan dari sekolah tersebut. Di antara yang saya sangat ingat adalah peristiwa politik: Pemilu.

Saya titeni, setiap menjelang Pemilu, ada satu regu tentara Angkatan Darat didatangkan. Karena desa saya ada di pusat kecamatan, maka di desa saya itulah regu tentara ditempatkan. Biasanya diinapkan di rumah kedua milik Kepala Desa yang terletak persis di depan tanah pekarangan milik Bapak saya. Yaitu di rumah yang pernah jadi kantor Pos, dan sekarang ditinggali Sekretaris Desa Sedan.

Setiap pagi, para tentara itu dibariskan di lapangan yang berada persis di belakang SD saya. Mereka disuruh lari pagi, bernyanyi dengan nada sorak. Senam pagi mereka sambil mengangkat senapan laras panjang. Dari atributnya saya tahu, mereka dari Batalion Infantri Alugoro yang bermarkas di Blora, Jawa Tengah.

Konflik Politik: Dulu Musuhan Dengan Partai Itu, Sejak Ada Ini, Kok Ganti Lawan - KARTANU
Konflik Politik: Dulu Musuhan Dengan Partai Itu, Sejak Ada Ini, Kok Ganti Lawan - KARTANU


Konflik Politik: Dulu Musuhan Dengan Partai Itu, Sejak Ada Ini, Kok Ganti Lawan

Saya dan teman-teman melihat langsung bagaimana “ngerinya” tentara menggladi jasmaninya. Komandan regu tampak sering membentak. Wajah-wajah tentara itu juga tampak garang, membuat kami sangat takut tak berani mendekat apalagi bermain bersama tentara. Minimal saya sendiri takut, namun saya berani menonton (melihat seksama) aksi para tentara ketika berbaris itu. Karena memang pemandangan langka di desa.

KARTANU

Di luar urusan senam dan berbaris, ternyata regu tentara itu diberi tugas untuk menjaga stabilitas politik agar Pemilu lancar dan tidak ada masalah, begitu penjelasan yang saya terima dari sedulur saya yang jadi perangkat desa. Saya tidak mengerti apa itu stabilitas, namun yang saya lihat adalah para serdadu itu sangat rajin berpatroli.

Siang hari apalagi malam, mereka seperti tak pernah tidur mengitari seisi desa se-kecamatan Sedan untuk menjalankan tugas pengamanan atau pengawasan itu. Setiap ada orang berkerumun sebanyak lima orang atau lebih, di pasar atau di rondan (gardu ronda-tepatnya gubuk sederhana terbuat dari bambu atau kayu), para tentara itu langsung mendatanginya. Mereka meminta agar orang-orang bubar dan pulang ke rumah. Tidak boleh berkumpul sebanyak lima orang atau lebih. Meski Cuma rokok-rokokan dan mengobrol soal pertanian.

KARTANU

Saya lihat para tentara itu rajin sekali mendatangi setiap perkumpulan orang. Merekam setiap ada pengajian, membuat kelompok ronda untuk meminta bantuan masyarakat mengawasi lingkungannya. Polisi yang ada di Polsek juga turut diajak berpatroli dan menggerakkan apa yang disebut sistem keamanan lingkungan (siskamling).

Saya yang sering tidur di langgar (kebiasaan di desa saya, jika anak lelaki sudah sunat alias khitan, tidak lagi tidur bareng orang tua), pernah beberapa kali ikut ronda malam hari karena diajak orang-orang dewasa. Jadi, saya tahu persis betapa mencekamnya suasana menjelang Pemilu, tentara mengawasi begitu ketatnya.

Dari pembicaraan bapak-bapak tentara dan tim ronda, saya mendengar tentang operasi penggalangan kekuatan untuk kemenangan Golkar. Semua pegawai negeri sudah pasti wajib Golkar, tinggal para kepala desa dan perangkatnya yang hendak dipengaruhi.

Pendataannya sangat bagus, dicatat rapi oleh Pak Tentara. Saat itu memang ada aturan Dwi Fungsi ABRI, jadi tentara selain bertugas menjaga pertahanan dan keamanan negara, juga menjadi pembina politik dengan tugas khusus memenangkan Golkar. Agar pembangunan lancar dan stabil, maka negara harus dikuasai Golkar, begitu kampanye yang saya dengar.

Saya tahu, sejak orde baru berdiri, Golkar tidak pernah menang di kecamatan saya. Hanya menang di beberapa desa yang kepala desanya memang Pro Golkar secara sadar (bukan karena ketakutan). Maka Golkar menggunakan segala cara untuk menang. Saya tidak mengerti apakah itu buruk atau tidak, waktu itu. Wong memang Cuma bocah SD. Yang saya tahu, politik waktu itu penuh ketegangan.

Ketika kampanye Golkar digelar di lapangan, para jurkamnya berpidato begitu hebohnya. Didatangkan pula seorang kyai dari kota untuk mempengaruhi warga kecamatan saya yang 100% beragama Islam. Karena jelas kecamatan saya terkenal sebagai daerah santri, maka Golkar membagikan Al-Qur’an dan Turutan (mushaf juz amma) kepada warga. Saya ikut kebagian dua mushaf tersebut dengan mengambil di kantor Kepala Desa. Tentu saja ada warna kuning dan logo Golkarnya, namun di dover tambahan. Bukan cover tercetak yang permanen.

Di desa saya, kampanyenya masih damai, dengan teknik pendekatan keagamaan begitu, tapi di desa lain, saya dengar ada kekerasan. Ada sedulur saya seorang warga desa Sambiroto, dipukuli tentara karena terang-terangan memamerkan gambar PPP di depan kerumunan tentara yang sedang patroli.

Sedulur saya, secara berombongan, bahkan dikeroyok dengan senjata tajam kala mengikuti kampanye PPP dan melewati desa Menoro. Untunglah, Gusti Allah masih melindungi para sedulur saya sehingga selamat dari bacokan kepala Desa Sambiroto dan anak buahnya. Hanya saja, sepeda motor mereka hancur kecuali sepeda motornya Kak Imdad.

Meski aksi politik Golkar begitu kerasnya, nyatanya tetap tak pernah menang di kecamatan Sedan. PPP yang diidentifikasi sebagai partai Islam, selalu menang, meski, tak pernah boleh punya bupati atau wakil bupati. Maksimal hanya anggota dewan dengan kursi sedikit yang tidak kuat suaranya di gedung DPRD Kabupaten.

Dengan aksi kekerasan yang begitu ganas oleh Golkar, saya waktu itu menduga, para akvitis PPP akan dendam kepada partai berlambang pohon Beringin tersebut. Minimal mendoakan buruk.

Ternyata dugaan saya salah. Kala reformasi terjadi, demokrasi sudah tidak terkungkung lagi, orang bebas mendirikan partai, orang-orang PPP tidak menggunakan kesempatan untuk menghabisi Golkar, baik dengan cara halus atau kasar, malah energi kemarahan itu ditumpahkan kepada PKB.

Sungguh sulit masuk nalar saya kala itu, ketika dengan nyata saya lihat sendiri bagaimana begitu kejamnya orang PPP membuat ujaran kebencian kepada Gus Dur dan PKB. Dibilang PKB itu Partai Komunis Baru, Gus Dur itu si buta dari goa hantu, dan sebagainya. Sama sekali tidak saya dengar hujatan kepada Golkar yang jelas-jelas selama 32 tahun mendholimi PPP.

Bahkan saat Gus Dur difitnah dan dijatuhkan oleh Amien Rais dkk, PPP termasuk yang paling getol menebar fitnah itu dan baru reda hujatannya kepada Gus Dur setelah Ketum PPP, Hamzah Haz, jadi wakil presiden.

Saking bencinya PPP sama PKB, ada banyak kejadian memilukan di desa saya. Sedulur saya yang dulu pernah dibacoki orang Golkar, kini diancam bunuh juga oleh orang PPP karena beliau ngugemi dhawuh gurunya untuk menjadi pengurus PKB. Lalu, teman saya yang mondok di sebuah pesantren di desa saya, dicaci maki lalu disobek-sobek kaosnya karena yang dia pakai kaos bergambar PKB.

Saya sampai sekarang tidak berani bertanya mengapa dulu PPP begitu memusuhi PKB seperti seolah musuh kafir yang harus dimusnahkan. Padahal sesama muslim dan sama-sama satu perjuangan ketika ditindas Golkar. Sedulur-sedulur saya juga tidak berani bertanya. Kawan-kawan saya juga tidak berani bertanya. Kami semua memilih diam saja dan berdoa semoga anak-anak kami tidak mengalami kejadian begitu rupa. [KARTANU]

Keterangan: Status ini bukan untuk menguak luka lama atau bermaksud lain, hanya muhasabah setelah dinasehati sedulur saya yang pernah jadi korban itu. Beliau ngendika: tetaplah berjuang tanpa pamrih, Gusti Allah yang akan membalasnya. 

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/konflik-politik-dulu-musuhan-dengan-partai-itu-sejak-ada-ini-kok-ganti-lawan.html

Jumat, 14 Desember 2007

MWCNU Bluto Tandatangani Kontrak Kerjasama Pembukaan BMT

Sumenep, KARTANU. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Bluto yang diwakili Ketua MWCNU Bluto Ahmad Wari, Rabu (9/1), menandatangani Surat Perjanjian Kerja Sama Pembukaan BMT NU Cabang Bluto dengan Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) BMT NU Pusat Gapura di Bluto.

Pembuat kometmen yang juga melakukan tanda tangan di atas meterai 6000 adalah Ketua PCNU Sumenep H A. Pandji Taufiq, Manager BMT NU Pusat Gapura Masyudi dan Rais MWCNU Bluto KH Sufyan Nawawi sebagai pihak yang menyetujui.

MWCNU Bluto Tandatangani Kontrak Kerjasama Pembukaan BMT (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Bluto Tandatangani Kontrak Kerjasama Pembukaan BMT (Sumber Gambar : Nu Online)


MWCNU Bluto Tandatangani Kontrak Kerjasama Pembukaan BMT

Surat perjanjian yang ditandatangi berisi 11 pasal. Pasal-pasal tersebut mengatur kewajiban pihak yang membuat kometmen (Pasal 1), hak para pihak (Pasal 2), prngambil alihan tanggung jawab (Pasal 4), batas perjanjian (Pasal 5), evaluasi kerjasa (Pasal 6), pengahiran kerjasama (Pasal 7), force majeure (Pasal 8), penyelesaikan permasalahan (Pasal 9), penyerahan pada pihak ketiga (Pasal 10), dan lain-lain (Pasal 11) yang berisi empat poin.

KARTANU

Usai melakukan tanda tangan, Manager BMT NU Pusat Gapura meyerahkan surat perjanjian kersama kepada Rais MWCNU Bluto KH Sufyan Nawawi.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Kontributor: M. Kamil Akhyari

KARTANU

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/41853/mwcnu-bluto-tandatangani-kontrak-kerjasama-pembukaan-bmt

KARTANU

Kamis, 21 Juni 2007

Kesadaran Kirim Anak ke Pesantren Masih Tinggi

Semarang, KARTANU. Pengasuh Pondok Pesantren Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah KH Yusuf Chudlori mengatakan, hari ini ada kesadaran di masyarakat bahwa punya anak kalau hanya sekolah formal tinggal menunggu kerusakannya.

Menurut dia, banyak orang tua sadar bahwa anaknya, disamping sekolah formal, harus di pesantren. Animo masyarakat mengembalikan anak ke pesantren ini sebetulnya luar biasa, katanya pada diskusi rutin yang diselenggarakan Fraksi Kebangkitan Bangsa Jawa Tengah pada (25/11).

Kesadaran Kirim Anak ke Pesantren Masih Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesadaran Kirim Anak ke Pesantren Masih Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)


Kesadaran Kirim Anak ke Pesantren Masih Tinggi

Pada kesempatan itu kiai yang akrab disapa Gus Yusuf didaulat membincang pesantren dengan tema "Pesantren Minim Perhatian Dimana Peran Pemerintah?". Gus Yusuf hadir sebagai Wakil Ketua Pengurus Pusat Rabithah Maahid Islamiyyah.

Menurut Gus Yusuf, keadaan tersebut sebagai perhatian masyarakat terhadap kemerosotan moral bangsa. Kesadaran itu muncul karena lembaga pendidikan pesantren tidak hanya menjadi lembaga talim namun juga melakukan tarbiyyah kepada santrinya.

KARTANU

Masyarakat, tambah dia, sebagai orang tua santri akan merasakan rugi bila tidak menyantrikan anaknya di pondok pesantren.

KARTANU

Masih menurut Gus Yusuf, ada berbagai macam pilihan pondok pesantren yang bisa dipilih wali santri dalam menyelamatkan akhlak anaknya. Bahkan ada beberapa wali santri yang hanya memondokkan anaknya tidak diimbangi dengan sekolah formal terlebih dahulu.

Ia berharap ke depan pesantren masih menjadi penjaga moral bangsa. "Tidak hanya sebatas pinter tetapi juga melahirkan orang-orang bener," ungkap Gus Yusuf.

Ia juga mendukung dengan kerja yang dilakukan PW RMI Jateng yang melakukan database pesantren di provinsi tersebut.

Hal ini juga dikuatkan Muh Zen Adv sebagai bagian dari FKB Jateng. Database pesantren menjadi dasar untuk menentukan berbagai macam kebijakan organisasi. (M. Zulfa/Abdullah Alawi)

Dari (Pesantren) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/55985/kesadaran-kirim-anak-ke-pesantren-masih-tinggi

KARTANU

Jumat, 16 Juni 2006

GP Ansor Desak Presiden Evaluasi Kinerja Menteri Pertanian

Jakarta, KARTANU. Ketua Bidang Pertanian, Kedaulatan Pangan dan ESDM Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Adhe Musa Said prihatin melihat nasib petani yang cenderung tidak mengalami perubahan dari waktu ke waktu.

Hal tersebut disampaikan Adhe Musa Said di Kantor GP Ansor, Jakarta, pada Diskusi Refleksi Akhir Tahun Gerakan Pemuda Ansor dalam menyikapi kebijakan Kementerian Pertanian Selasa, (19/12).

GP Ansor Desak Presiden Evaluasi Kinerja Menteri Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Desak Presiden Evaluasi Kinerja Menteri Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)


GP Ansor Desak Presiden Evaluasi Kinerja Menteri Pertanian

Menurutnya, kinerja Kementerian Pertanian jauh dari harapan yang diharapkan dapat meningkatkan kesejah teraan petani.

KARTANU

Kementerian Pertanian era Jokowi-JK terkesan hanya meneruskan kebijakan pemerintahan sebelumnya, yang berputar-putat pada wilayah yang sama dan tidak membawa dampak signifikan pada perubahan wajah pertanian tanah air, maupun kesejahteraan petani," terang Adhe.

Ia menilai, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menopang pembangunan perekonomian nasional jika pemerintah memiliki konsen yang tinggi pada wilayah ini. Tapi ia melihat, pemerintah lewat Kementerian Pertanian terkesan tidak serius untuk memacu sektor pertanian.

KARTANU

"Pemerintahan saat ini tidak serius mengurusi pertanian. Lihat saja tidak ada kebijakan Kementerian Pertanian yang mengupayakan penyediaan lahan yang subur lewat pupuk yang baik, penyediaan benih yang bagus, dan penyediaan pasar untuk menampung hasil pertanian dengan baik pula agar petani sejahtera. Bahkan yang terjadi petani malah mulai kehilangan generasi, karena sektor ini dianggap tidak menjamin dalam memenuhi kebutuhan kehidupan keluarga," papar Adhe.

Adhe menyesalkan, kebijakan Kementerian Pertanian terlihat hanya fokus pada tiga komoditi seperti padi, jagung dan kedelai semata. Sedangkan bumi Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati yang memiliki nilai ekonomi tinggi namun tidak tersentuh dan cenderung terabaikan.

"Jika hanya fokus pada tiga komoditi pertanian semata, ya jangan heran jika Indonesia akan terus dibanjiri impor komoditi pertanian dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri," lanjut Adhe.

Ia menambahkan, pemerintah seharusnya sadar, lebih dari 60 persen produsen pangan di negara ini adalah petani kecil yang memiliki luas lahan di bawah 1 hektar. Jika pemerintah tidak memikirkan ini, petani yang memiliki lahan terbatas hanya menjadi penonton program bagi-bagi benih dan pupuk yang nilainya trilyunan rupiah. Ia khawatir, program pupuk bersubsidi senilai Rp 30,063 triliun akan membuka peluang untuk penyelewengan. Begitu juga dengan pengadaan mesin pertanian Rp 360 miliar pra panen dan Rp 8,32 miliar pasca panen, berpotensi salah sasaran. Serta pencetakan sawah Rp 1,76 triliun yang menyebabkan kerusakan ekologis.

"Menteri Pertanian hanya meneruskan kebijakan menteri pertanian sebelumnya yang selalu menihilkan peran petani untuk menggeser pola produksi pertanian dari orientasi subsisten ke bisnis," kata Adhe. Ade menghimbau, sebaiknya kembalikan pola konsolidasi petani cukup sampai kelompok tani. Pemerintah harus mengevaluasi diri, jika dianggap tidak layak sebaiknya Presiden melakukan reshufle Menteri Pertanian.

"Mengurusi pertanian tidak boleh terkesan main-main. Jika tidak dapat menjalankan amanat Presiden Jokowi yang tercantum dalam visi nawacita, sebaiknya Presiden mengganti Menteri Pertanian dengan figur baru yang memiliki visi lebih baik untuk pertanian," tutup Adhe. (Red: Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/74001/gp-ansor-desak-presiden-evaluasi-kinerja-menteri-pertanian-

KARTANU

Minggu, 02 April 2006

Jabatan Ketua Umum Ansor Harus Dilepas

Jakarta, KARTANU. Keputusan Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Saifullah Yusuf untuk bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menuai tanggapan di internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)

Rais Syuriah PBNU KH Maruf Amin, misalnya, kemarin meminta kesadaran Saiful--sapaan akrab Saifullah Yusuf--untuk melepaskan jabatannya sebagai Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor jika kelak duduk di pengurus harian DPP PPP.

Menurut Maruf, ketentuan internal GP Ansor melarang pengurusnya menjabat pengurus harian sebuah partai politik. Memang, aturannya begitu. Kalau menjabat pengurus harian partai, yang bersangkutan harus melepaskan jabatannya sebagai ketua umum Ansor, katanya.

Jabatan Ketua Umum Ansor Harus Dilepas (Sumber Gambar : Nu Online)
Jabatan Ketua Umum Ansor Harus Dilepas (Sumber Gambar : Nu Online)


Jabatan Ketua Umum Ansor Harus Dilepas

Meski demikian, lanjut dia, PBNU tidak bisa serta merta mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan atau tidak. Sebab, GP Ansor merupakan badan otonom di bawah kepengurusan NU. Karena itu, akan ditempuh mekanisme musyawarah bersama antara pimpinan GP Ansor dan pengurus PBNU.

Kapan rapat PB NU membicarakan tentang Saiful? Secepatnya, setelah ada kejelasan tentang posisi Saiful, katanya. Meski demikian, ketua Dewan Fatwa MUI itu mengatakan bahwa pihaknya masih menungu keterangan Saiful mengenai posisi serta sikap politiknya sekarang.

Di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) belum ada satu pun pengurus DPP yang bersedia berkomentar tentang hijrahnya Saiful ke PPP. Tetapi, Wakil Ketua DPW PPP Jawa Barat Amin Suparmin berpendapat agar Saiful tegas tentang statusnya di PKB.

KARTANU

Menurut Suparmin, selama ini publik mempersepsikan Saiful masih sebagai representasi PKB. Paling tidak Saiful harus membuat pernyataan bahwa dirinya keluar dari PKB agar nanti di PPP tidak ada orang yang berstandar ganda, tuturnya. (gpa)

KARTANU

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/5845/jabatan-ketua-umum-ansor-harus-dilepas

KARTANU

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KARTANU sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KARTANU. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KARTANU dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock